IYL Forum 2013 ala HIPMI

HIPMI-5Lagi-lagi sosok itu mencoba menyelinap dan ‘nongkrong’ di acara (yang katanya) superkeren di Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, yang hadir dan akan membuka acara adalah Presiden SBY sendiri. Jadi wajar saja kalau pas sampai di tempat acara, protokoler keamanan begitu ketat. Acara apa itu? Tidak lain adalah Indonesian Young Leaders Forum 2013 atau ITL Forum 2013 yang bertempat di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pacific Place. Acara ini merupakan perhelatan nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang sebelumnya diadakan di Gedung Bank Indonesia (BI) Bandung dengan format Forum Group Discussion (FGD). Di Gedung BI itulah sosok itu bertemu dan berkenalan dengan salah satu pembicaranya, yaitu Kiki Gumelar. Temanya tentang menghadapi Asean Economy Community 2015.

Jadi, kemarin subuh (18/4) sosok itu sudah menembus sepinya jalanan Bandung menuju Bali Heaven yang menjadi titik keberangkatan rombongan HIPMI Bandung. Satu hal ya, sosok itu belum menjadi anggota HIPMI, hanya menggantikan Teh Iin mewakili Indscript. Rombongan menggunakan bus Kramat Jati karena kebetulan salah satu anggotanya adalah pemilik bus ini. Setelah sampai, sosok itu shalat Subuh di Bali Heaven yang masih ‘krik-krik-krik’ lalu berkenalan dengan orang-orang yang baru dikenalnya. Setelah bisnya jalan, sempat ada ‘kecelakaan kecil’ karena supir bus yang memaksakan diri hingga dihimpit oleh sebuah truk. Dua kaca spion pun hancur berantakan. Alhamdulillah perjalanan masih bisa dilanjutkan dengan menggunakan spion cadangan, yaitu spion tengah yang dipindah keluar. Fiuh!

HIPMI-1

Rombongan Bandung sebenarnya telat datang, untung saja acaranya belum dimulai. Pembukaan dimulai dengan disetelnya video Indonesia Bersatu yang menampilkan lagu-lagu Netral dan Cokelat. Keren punya. Setelah sambutan-sambutan (yang bikin bete), akhirnya Presiden SBY mau ke atas panggung. Jeng-jeng! Ada banyak hal yang disampaikan oleh beliau, tetapi yang paling diingat sosok itu adalah katanya acara ini juga turut mengundang para calon presiden agar dapat duduk bersama mengurus dan membangun Indonesia. Saran yang langsung mendapat applause para undangan. Iya, mengapa tidak? Jadi, biar tahu kualitas calon-calon itu sebenarnya di depan publik pengusaha muda. Kalau mau baca Presidential Lecture SBY secara lengkap, bisa dibaca di sini.

Ada banyak tokoh pengusaha dan pejabat yang hadir. Beberapa di antara mereka adalah Hary Tanoesoedibjo, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono beserta istri (Annisa Pohan), Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Raja Sapta Oktohari (Ketua Umum BPP HIPMI), Anindya N. Bakrie, Sandiaga S. Uno, dan Jokowi. Hanya sayang Jokowi tidak berbicara di depan. Ada banyak tokoh yang hadir, cuma tidak dapat bertemu muka dengan semuanya. Bahkan Farhat Abbas saja hadir. Apa pentingnya coba? Ia pun diwawancara oleh salah satu televisi swasta, tetapi tentang Eyang Subur. Gak nyambung, kan? Sosok itu sendiri merasa beruntung bisa hadir di acara tersebut karena tidak hanya pengalaman baru bertemu dengan para pengusaha dari berbagai bidang, tetapi juga mencoba mengasah ilmu sosialnya di dunia yang berbeda. Selama ini dirinya selalu berkomunitas di lingkup yang mengusung tema-tema sosial seperti lingkungan hidup atau kreativitas. Sedangkan kali ini, ia mencoba berkomunitas dengan para pengusaha yang bahasa tubuh dan fokus pembicaraannya amat berbeda. Menarik!

HIPMI-2

Ada banyak hal yang disampaikan oleh mereka yang hadir di atas panggung. Akan tetapi sosok itu hanya mencatat beberapa hal melalui akun @bangaswi. Puan Maharani mengatakan, “Kita belum berdaulat secara politik dan mandiri secara ekonomi.” Ia berharap stabilitas politik bisa menjaga stabilitas ekonomi yang ada. Begitu pula betapa kaum perempuan banyak berperan di ekonomi mikro dan untuk itu harus didukung, apalagi kelemahan bisnis kaum perempuan khususnya di pelosok adalah packaging. Agus Yudhoyono sendiri mengatakan, “Jika Indonesia tidak punya keunggulan di bidang teknologi dan informasi maka kita akan menjadi penonton saja.” Jadi, wajar saja kalau target Indonesia adalah menjadi ASEAN player yang nantinya akan berlanjut ke arah Global player. Katanya lagi, “Ada tiga pilar utama yang harus menjadi pegangan, yaitu Pro-Growth, Pro-Poor, dan Pro-Environment. Kekuatan Indonesia harus berlandaskan soft power, hard power, dan smart power.” Pada akhirnya, kunci kekuatan dalam berbisnis adalah optimis dan bersinergi.

HIPMI-4Mengenai kehadiran Agus Yudhoyono, ternyata menimbulkan kritikan dari anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanudin. Mantan Sekretaris Militer TNI itu mempertanyakan mengapa hanya Agus yang berhak tampil padahal masih banyak prajurit TNI lainnya yang berprestasi. Berita selengkapnya yang ditulis oleh Sabrina Asril bisa dibaca di sini. Meski begitu, menurut sosok itu kehadirannya sudah memberikan masukan yang positif bagi kemajuan bangsa ini, paling tidak bahwa apa yang disampaiikan di atas bukan wacana, tetapi juga aksi saat menjalani bisnisnya. Tujuannya cuma satu, yaitu menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang paling disegani di ASEAN, dan pada akhirnya di dunia. Amiiin.

Jusuf Kalla adalah sosok yang paling ditunggu karena beliau adalah pengusaha sukses yang bisa dijadikan teladan. Wajar kalau gaya bicaranya pun to the point berdasarkan pengalaman nyatanya. Beberapa kata-katanya yang dicatat oleh sosok itu adalah: 1) Pengusaha harus berpikir positif, berproseslah dan jangan khawatir dengan apa yang terjadi; 2) Jadi pengusaha harus fokus. Jangan skarang jadi pengusaha, besok jadi caleg; 3) Berdaganglah yang baik, jangan memperdagangkan politik; 4) Kita harus bisa menggunakan sumber daya yang terbatas untuk hasil yang tak terbatas; 5) Hasanudin Airport adalah contoh bagaimana saat membangunnya ia menggunakan 100 persen orang Indonesia dengan nilai Rp 1,8 triliun. Coba bandingkan dengan airport buatan Jepang di Surabaya yang menghabiskan dana 3 kali lipat.

Sedangkan yang dicatat dari Prabowo adalah bahwa 70 tahun usia sebuah negara maka para pemimpinnya adalah The Warriors, setelah masa itu para pemimpinnya adalah The Entrepreneurs. Ada 4 (empat) tantangan besar yang dihadapi Indonesia, yaitu menipisnya sumber energi, ledakan populasi, sistem pemerintahan yang lemah, tidak efisien dan korup, serta ketidakseimbangan struktural ekonomi. Perlu diketahui bahwa dalam rentang 10 tahun, perkembangan populasi Indonesia mencapai 6x lipat Singapura. Coba bandingkan, satu pemerintahan otonomi daerah di Cina menaungi 42 juta penduduknya. Satu pemerintahan otonomi daerah di India menaungi 34 juta penduduknya. Akan tetapi, satu pemerintahan otonomi daerah di Indonesia ‘hanya’ menaungi 484 ribu penduduknya. Jadi, betapa tidak efisiennya sistem pemerintahan di Indonesia! Lalu bagaimana dengan kabar angin bahwa nanti ada pemekaran 100 otonomi daerah lagi?

HIPMI-3

“Jika belajar dari beberapa budaya yang terkenal seperti Romawi atau Mesir Kuno, ada tiga hal yang mereka punya, yaitu birokrasi, tentara, dan polisi yang hebat plus cemerlang,” kata Prabowo. Ia pun menekankan bahwa jadi pengusaha itu jangan bangga dengan gelar PhD-nya tapi bagaimana ia bisa mempekerjakan 70 orang yang bergelar PhD. Untuk menjadi patriotik pun mudah, syaratnya harus kaya dan taat peraturan. Ia lalu mengutip beberapa kata dari beberapa sahabatnya seperti tujuan pemimpin itu cuma satu, yaitu bisa membuat orang kecil tersenyum (Cak Nur); dan tujuan pemimpin itu cuma dua, yaitu love you’re people dan gunakan akal sehatmu (BenBoy).[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s