Perang Cat di Tepi Sungai Palayangan

Tegang. Hanya terdengar napas sendiri yang memburu. Pandangan dari kacamata google layaknya seorang sniper yang mengintai buruan. Gerakan sedikit saja membuat sosok itu menjadi waspada dan langsung mengarahkan targetannya. Jika tepat, satu peluru terlepas saat telunjuknya memicu senapan. Jika tidak, sosok itu mencari posisi agar bisa melepaskan pelurunya pada target. Berlari, berguling, berlindung di balik pohon, atau merangkak perlahan agar tidak menjadi sasaran terus dilakukan dengan cepat. Tanpa dinyana, satu peluru menghujam tangannya yang tersembunyi. Dorrr!

Cileunca-1

Rafting Adventure bareng DEWA SEO ~ Selepas arung jeram di Sungai Palayangan Bandung yang melelahkan lalu disuguhi pemandangan Perkebunan Teh Gambung, rombongan pun memasuki kawasan Group House Cileunca. Nah, inilah tempat penginapan yang cocok untuk rombongan besar. Wajar kalau namanya adalah group house. Konsepnya sendiri mirip dengan barak, hanya bedanya kalau barak berupa tenda. Paling sedikit satu ruangan dapat memuat hingga 20 orang, sedangkan paling banyak dapat memuat hingga 50 orang. Ada banyak tempat tidur yang diatur berderet, kasur busa, dan tentu saja selimut karena malam dan pagi hari dijamin dingin banget alias tiis pisan. Selain ruangan tidur, ada juga beberapa kamar mandi tepat di samping ‘barak’. Ssst, ada air panasnya juga, lho, khususnya bagi mereka yang tidak kuat dengan dinginnya air. Ruang makan juga dibuat terpisah. Dan yang membuat mata segar adalah pemandangan taman tropis dengan latar Situ Cileunca yang indah. Apalagi di sore hari, kabut merayap turun dan bikin ‘nyesss’ di kulit, bikin suasana sekitar semakin mistis. Wow!

Cileunca-2

Group House Cileunca yang asyiiik punya. Mupeng, kan?

Masing-masing anggota Blogger Bandung pun langsung mandi. Sueger tenan! Sambil menikmati kopi panas dan mie rebus yang bisa dipesan plus diantar, sosok itu pun duduk santai di teras barak. Pemandangan Wisata Situ Cileunca Pangalengan Bandung makin tak terlihat karena tertutup kabut. Beberapa anjing hilir mudik mencari sejumput makanan yang mungkin dilempar. Bagi yang takut atau trauma sama anjing, don’t worry, bersikap tenang saja. Seperti yang dilakukan sosok itu yang memang masih trauma dengan binatang menjijikkan ini. Cari posisi yang aman dan jangan sendirian. Malam yang dihiasi bintang yang terlihat banyak sekali (dan tentu saja subhanallah indahnya), juga angin yang berembus tidak perlahan, tidak menghilangkan kekompakan para blogger untuk bercengkerama di teras barak cowok. Sosok itu sendiri setelah puas ngobrol sama Cici Fera di lokasi makan bersama Fitri Rosdiani, akhirnya lanjut ke teras barak cewek berselimutkan sarung. Di sana ada juga Bos Dewa SEO dan sekretaris bening-nya. Hingga menjelang tengah malam, semuanya pun terlelap.

Cileunca-3

Sosok itu bersiap-siap. Yang lain juga, ya!

Pagi yang cerah. Sabtu, 29 September 2013 di tepi Situ Cileunca. Udara dingin subuh pun tidak membuat sosok itu berhalangan untuk berjamaah bersama Ayah Dian, MF Abdullah, dan Kang Argun. Bersamaan dengan munculnya sang mentari yang tanpa malu, bermunculan pula wajah-wajah blogger yang segar mewangi. Selain beberapa nama yang telah disebutkan sebelumnya, ada Mas Dann Julian, Mira Ayank, Ade Truna, Bang Edo, Amalia, Kang Dudi + Teh Mila, Ipang, Agung, Myrael, Widya, Arief Wildan, dan Dikdik. Total ada 20 blogger. Komposisinya pun menyebar mulai dari blogger reporter, fotografer, reviewer, hingga yang blogger matre alias peternak blogger ^_^

Cileunca-4

Kelompok spotlight abu-abu alias kelompok 2 yang kompak

Pada akhirnya, semua blogger itu terbagi merata menjadi satu mobil dan tujuh motor menuju tempat permainan selanjutnya, tepatnya di daerah Rohang. Daerah ini amat strategis karena berada tak jauh dari Perkebunan Teh Gambung dan di tepi Sungai Palayangan. Kalau ada yang lagi rafting di Bandung seperti rombongan Blogger Bandung kemarin tentu akan terlihat jelas dari sini. Like always, 20 blogger ini terbagi menjadi dua tim pada permainan Paint Ball, minus Ayah Dian yang lebih memilih menjadi fotografer sejati. Kelompok pertama dengan spotlight hijau dipimpin oleh Kang Argun, sedang kelompok kedua dengan spotlight abu-abu dipimpin oleh sosok itu. Kelompok kedua terdiri atas Arief Wildan, Ipang, Amalia, Nchie, Mira Ayank, Widya, Kang Dudi, dan Ade Truna. Training battle alias terminator digenjot pada babak pertama agar peserta mengetahui medan pertempuran dan mengenal senjatanya. Pada tahap ini sosok itu terkena tangan kirinya dan terasa perih. Pada babak kedua barulah pertempuran yang sesungguhnya digelar. Perang cat di tepi Sungai Palayangan. Targetnya adalah merebut bendera kuning di tengah pertempuran. Strategi pun disusun dengan seksama. Pasukan atas dan tengah, posisi para cowok lebih di depan sementara para cewek menjadi backup-nya. Proses pengambilan bendera dilakukan bergiliran alias satu persatu. Jika ada yang gugur, langsung digantikan oleh cowok terdekat. Peluru yang gugur langsung diserahkan pada yang masih bermain, agar persediaan amunisi benar-benar terjaga. Terbukti, cara ini efektif dan berhasil mengalahkan kelompok pertama lewat keberanian Amalia yang merebut bendera dari tangan Kang Argun. Salute!

Cileunca-5

Sosok itu dengan gaya merangkaknya (dan bukan mencari kadal)

Cileunca-6

All Team Blogger Bandung!

Permainan kedua yang tidak kalah menariknya adalah Flying Fox. View-nya juara. Bukan hanya memiliki ketinggian yang membuat adrenalin terstimulus untuk keluar cepat, tetapi aliran Sungai Palayangan yang berada di bawahnya menambah pundi-pundi ketegangan. Perasaan ‘exciting‘ sudah pasti akan didapat, apalagi cara digantungnya agak berbeda yaitu tidak seperti bermain ayunan tetapi berlagak layaknya superman tanpa sayap. Beberapa adegan ‘terbang’ pun terekam dengan baik oleh beberapa blogger yang menggunakan kamera sebenarnya atau hanya sekadar hape. Sosok itu sendiri juga merekamnya meski dengan hasil video yang kurang baik. Paling tidak, teriakan saat terjun bebas dengan hanya mengandalkan seutas tali menggema terus. Setelahnya, sajian baso tahu dan baso pun membuat lidah bergoyang nikmat karena pedagang telah siap sedia di sana. Perut pun takjadi berteriak karena keburu diisi. Narsis di perjalanan pulang pun dilakoni demi menambah perbendaharaan foto, baik itu di tengah perkebunan teh maupun di sisi Situ Cileunca yang aduhai.

Cileunca-7

Sosok itu yang ‘kurang’ sempurna bergaya Superman,
tapi ketegangannya tetap sama, kok ^_^

Cileunca-8

Beberapa rubah cewek dengan berbagai posisi dan aksi

Namun, setiap ada pertemuan dan kegembiraan selalu saja ada perpisahan dan kesedihan. Mampir sebentar di warung pinggir jalan untuk membeli oleh-oleh khas Pangalengan seperti permen susu, dodol susu, atau kerupuk susu menjadi pilihan utama. Tangan-tangan yang menjabat dan peluk cium antar blogger cewek (yang cowok boleh gigit jari) menghias di ujung perpisahan. Iring-iringan di sepanjang jalan Pangalengan – Bandung benar-benar penuh dengan romantisme. Berkelok, menurun, dan diberi hiasan alam yang indah. Hingga di pertigaan Banjaran Katapang, sosok itu dan Amalia memisahkan diri dari semuanya. Keduanya melaju menuju Dayeuh Kolot. Cuaca saat itu panas menyengat, tetapi hati ini tetap hangat mengingat keindahan kebersamaan selama dua hari satu malam di Pangalengan. Sudah pasti rasa kerinduan akan membuncah jika harus memutar memori ke belakang. Sebuah ikatan persaudaraan dan kekeluargaan yang tercipta dari sebuah hubungan dunia maya bernama blog. Inilah keluarga Blogger Bandung.[]

Cileunca-9

NB: Bagi yang ingin mencoba paint ball dan flying fox melalui jasa Airris Adventure, yang merupakan satu paket dengan rafting di Sungai Palayangan, sila memilih Paket Full Day Adventure yang hanya menghabiskan Rp250.000 per orang. Syaratnya minimal ada 20 orang yang ikut. Fasilitas yang diberikan adalah arung jeram selama kurang lebih 2 jam, paint ball, flying fox, welcome snack, air mineral, makan siang, instruktur, P3K dan rescue team, transportasi lokal, tiket objek wisata Situ Cileunca, serta asuransi. Untuk penginapan yang dapat menampung 20 orang, cukup membayar Rp1,2 juta di hari libur atau Rp1 juta di hari biasa. Ini masih terhitung murah jika harus mencari hotel atau guest house. Semua foto oleh Ayah Dian, sosok itu, dan kayaknya MF Abdullah.

Advertisements

14 thoughts on “Perang Cat di Tepi Sungai Palayangan

  1. hahaha bener bang… di balik topeng, nafas terengah-engah, karena berusaha sembunyi dan menembak sasaran agar lumpuh pun cukup membuat adrenalin menjadi tegang, dan melelahkan 8)

  2. asik banget nih kesini πŸ˜‰ main paintball di hutan pinus yang ga datar πŸ˜€ flying fox nya juga seru, walau deg-degan awalnya :))

  3. >> Meti : Begitulah kalau tidak jadi ikut bareng. Mungkin lain waktu ya, Met. Insya Allah….
    >> Moudy : Ke sana lagi atuh kapan-kapan hehehe ^_^
    >> Cici : Iya, asyik banget dan memorable. Harus diulaaang tampaknya xixixi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s