Wolverine + Bandung = Sosok Itu

Pemprov-4

Ridwan Kamil — Ahmad Heryawan — Netty Heryawan (Foto: Dudi Sugandi)

Memang tidak ada hubungannya antara tokoh Wolverine dengan Bandung, tetapi keduanya sangat berkaitan erat dengan sosok itu. Pertama, sosok itu berkesempatan menonton “Prisoners (2013)” yang dibintangi oleh Wolverine alias Hugh Jackman beberapa waktu lalu, dan kedua, sosok itu memang tinggal di Bandung serta agak sering mendapatkan undangan untuk bertemu muka dengan Ridwan Kamil, sang walikota. Nah, untuk memperpadat postingan, sosok itu sengaja menuliskan tiga peristiwa secara bersamaan. Ini juga berkaitan dengan masalah waktu, khawatir tidak sempat dan keburu tergerus oleh postingan lainnya.

Hugh Jackman dan Drama Penculikan

Prisoners-2Jumat, 11 Oktober, sosok itu akhirnya bisa nongkrong juga di Braga 21. Tujuannya nonton film dan dibayarin pula. Enak, kan? Apalagi film drama misteri ini dibintangi oleh Hugh Jackman, seorang aktor yang amat dikenal dengan sosok superhero Wolverine. Prisoners memang sebuah film bergenre drama misteri karena menawarkan ending yang tidak biasa, yaitu menggantung. Belum selesai. Misteri akan sebuah penculikan putri bungsu Jackman. Tokoh penculik sebenarnya pun terkuak tak terduga. Peristiwa penculikan puluhan tahun lalu masih berkaitan. Yang dulunya korban penculikan bisa jadi pelaku penculikan di masa depan. Sama halnya dengan berita-berita yang kita sering baca atau dengar bagaimana korban perkosaan di masa lalu bisa menjadikannya pelaku perkosaan di masa depan. Benar-benar membuat bulu kuduk berdiri.

Kisah pun bergulir dengan intense yang menarik dan penuh misteri plus kejutan. Prisoners yang disutradarai oleh Denis Villeneuve dan menghabiskan budget hingga 46 juta dolar ini menawarkan teknik sinematografi dan editing yang baik. Nuansa gelap, akting maksimal semua pemain, ketegangan antar beberapa tokoh, dan musik pengiringnya menjadikan Prisoners sebuah film drama misteri yang terus mengaduk perasaan. Bintang empat untuk film ini. Misteri demi misteri terus muncul dengan beberapa potongan ‘puzzle’ yang harus dipecahkan sehingga memaksa sosok itu turut andil menjadi seorang detektif bersama-sama Detektif Loki untuk memecahkan teka-teki penculikan ini. Buktinya adalah bahwa film ini mampu menjadi box office dengan pendapatan 76 juta dolar lebih.

Prisoners-1

Kata-kata atau gambar-gambar ‘puzzle’ bermunculan dengan apik seperti ular, labirin, sifat keterbelakangan mental, penyiksaan, dan lain sebagainya. Hebatnya lagi, ternyata aksi penculikan itu didasari atas sebuah perlawanan yang tidak main-main, yaitu sebuah perang terhadap Tuhan. Kata tokoh penculikan yang sebenarnya–tidak akan dibocorkan di sini–bahwa inilah perang saya terhadap Tuhan yaitu dengan menghilangkan keimanan orang-orang yang dulunya beriman, lalu menjadikan mereka iblis. Buktinya adalah bagaimana sifat kasih yang dimiliki Hugh Jackman seperti lenyap dan menjadi orang yang berani menyiksa. Bagi yang tidak kuat menonton, adegan penyiksaan ini benar-benar mengerikan. Begitu kejam. Dua orang ibu menjadi depresi dan akhirnya seperti tidak percaya lagi pada Tuhan. Pendeta yang kerjaannya mabuk-mabukkan, kemudian ketahuan menyimpan mayat di ruang bawah tanahnya. Sosok itu kehabisan kata-kata, dan pada akhirnya film ini tampak membenarkan … bahwa tujuan si penculik sudah tercapai. Dia menang! Bagi yang penasaran dengan review agak lengkapnya, sosok itu kebetulan sudah menuliskannya di http://www.filminx.com/review-prisoners-2013-kasih-sayang-wolverine/.

Tapping Bersama Ridwan Kamil

Unpad-1Kamis, 17 Oktober, sosok itu diundang oleh Kompas TV untuk tapping program Kata Kita. Alhamdulillah masih dipercaya untuk menghadirinya dan ini adalah sebuah kehormatan besar. Apalagi yang akan hadir nanti adalah Kang Emil yang baru saja terpilih menjadi Walikota Bandung. Program-program yang ditawarkan pun kebetulan sejalan dengan prinsip sosok itu, salah satunya adalah bersepeda. Bintang tamu lainnya adalah dari pihak Bandung Creative City Forum (BCCF). Sayang, Kang Fiki sedang ke Jepang, sehingga diwakili oleh Galih Sedayu, sang fotografer pemilik Air Fotografi. Meski siang hari, sosok itu tidka canggung untuk menghadiri acara tapping dengan menggowes Spidinya dari Binong. Kring kring!

Kata Kita adalah salah satu program Kompas TV yang ditayangkan setiap hari Selasa pada pukul 22.00. Hostnya sendiri adalah Timothy Marbun yang memulai karirnya di Metro TV. Timmy adalah pemilik Coffee Shop ‘Sabang 16’ dan pernah terpilih sebagai ‘the Most Favorite Bachelor’ tahun 2011 versi majalah Cleo Indonesia. Nah, kebetulan kali ini Timmy didampingi oleh Randhika Djamil yang namanya mulai dikenal sejak menjadi komedian di Stand Up Commedy. Dhika adalah mantan penyiar di Radio Mustang yang katanya suka banget dengan dunia sepakbola. Duet ini pada akhirnya bisa meramaikan proses tapping yang memang mayoritas dihadiri oleh para mahasiswa/i se-Bandung. Acaranya sendiri di Grha Sanusi Unpad, jadi sudah tentu diramaikan oleh kelompok paduan suara Unpad.

Unpad-2

Mungkin karena acara tapping-nya sendiri di aula yang lumayan besar dibanding kebutuhannya, suara diskusi pun tidak terlalu terdengar. Tapi acara terus berlanjut karena yang penting suaranya sudah bisa direkam demi kepentingan Kompas TV. Dari apa yang sosok itu dengar, tema Kata Kita kali ini adalah tentang sepak terjang dan rencana Kang Emil membenahi Bandung serta tentang komunitas. Secara garis besar Kang Emil menjelaskan bahwa Bandung tidak bisa dibenahi oleh pemerintah kota saja karena kemampuan maksimalnya cuma 25 persen. 75 persen sisanya terbagi menjadi tiga kepentingan lagi, yaitu pengusaha, masyarakat, dan media massa. Empat elemen inilah yang harus bekerjasama dengan baik untuk mewujudkan #BandungJuara. Dan komunitas adalah sebagai perwakilan dari suara masyarakat Bandung.

Gobar Pemprov Jabar dan B2B PR

Pemprov-2

Sudah lama sosok itu tidak membuat postingan tentang sepeda. Bukannya tidak ada aktivitas bersepeda, karena sosok itu tidak bisa dilepaskan dengan dunia persepedaan, tetapi mungkin karena faktor lain seperti khusus postingan sepeda biar difokuskan pada rubrik Back to Boseh (B2B) Koran Pikiran Rakyat (PR). Nah, berkenaan dengan itulah di hari ulang tahunnya yang ke-68, Pemerintah Provinsi (Pemprof) Jawa Barat bekerjasama dengan B2B PR untuk membuat event funbike. Doorprize-nya jangan ditanya, yaitu dua tiket umroh, dua motor, 10 sepeda, dan lain sebagainya. Tiket peserta pun dijual secara umum dengan harga Rp30ribu.

Pemprov-3

Namun, sosok itu diberi kesempatan menjadi marshall atau pengawal event sepeda santai itu. 30 marshall diterjunkan yang mayoritas adalah pesepeda senior. B2W Bandung dipercaya sebagai EO Marshall ini. Bukan hanya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan plus istri atau Wagub Jabar Deddy Mizwar plus istri yang ikut ngagowes kurilingan kota Bandung, tetapi juga Walikota Ridwan Kamil yang memang suka bersepeda. Jarak 10 km kurang pun dirasa terlalu pendek dan sosok itu yang kebagian bersepeda pas di belakang voorijder, sambil ngatur-ngatur barisan pesepeda depan agar tetap tertib, tahu persis bahwa acara funbike-nya hanya 30 menit kurang. Tapi inilah sepeda santai yang sebenarnya. Voorijder mau bekerjasama dengan baik dan bahkan beramah tamah dengan para peserta sehingga ritme gowesnya tidak terlalu cepat. Sangat berbeda dengan funbike sebelum-sebelumnya yang cenderung ‘balapan’.

NB: Pas di Gedung Sate, sosok itu baru ‘ngeh’ dengan sebuah prasasti yang didirikan oleh Dinas PU tepat di halamannya. Ada kalimat yang begitu bernas tentang perjuangan para pemuda mempertahankan kota Bandung saat itu, dan tulisan tersebut adalah, “Tjita-tjitamu adalah tjita-tjita kami, baktimu teladan bagi kami untuk berdjoang bekerdja membangun guna mewujudkan tjita-tjita Indonesia jang adil dan makmur.” Semoga kita semua bisa merealisasikannya dengan baik.

Advertisements

2 thoughts on “Wolverine + Bandung = Sosok Itu

  1. belum sempat nonton prisoners, kayaknya keren ya bang.
    Ah, kang Ridwan Kamil. Dulu aku milih beliau, loh. Haha, penting pisan dibahas.. 😆
    Salam kenal, bang Aswi. Kunjungan balik, nih. Aih, tersanjung loh, dikunjungi sama penulis terkenal… 🙂

    >> Memang keren kok baik Prisoners maupun Ridwan Kamil #eh Lho, memang siapa yang penulis terkenal?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s