Nikmatnya Makan Lele Tanpa Pecel

Sore tidak terlalu cerah, tetapi tidak juga mendung. Hanya awan-awan yang bergumul dan saling bekerjasama agar sang surya takbisa menyampaikan salam cahayanya pada bumi Bandung di bagian selatan. Pokoknya adem, lah. Sosok itu lalu mengeluarkan sepeda dan siap jalan-jalan sore (JJS) ke arah barat. Masih ingat akan status seorang kawan yang bersepeda dari Cibaduyut dan sempat mampir ke Telkom University (nama baru STT Telkom). Nah, ke sanalah sosok itu akan JJS. Cuaca tampak bersahabat dengannya.

Lele-1

Kampus biru yang makin membesar dan terus membangun gedung-gedungnya itu tampak sedang membenahi halaman depan. Tulisan besar Telkom University sudah terpampang kokoh, tinggal membenahi taman yang entah nanti jadinya akan seperti apa. Semoga saja indah. Sosok itu menggowes Hotty menyusuri Jl. Telekomunikasi ke arah timur, hingga sampai di daerah Sukabirus. Tepat di depan Indomaret, sosok itu berhenti. Di seberangnya, ada sebuah kedai yang tak asing lagi. Akhir 2012 dia sudah mencari-carinya dan tidak ketemu. Kini, kedai itu terpampang di depan matanya. Namun sayang, sedang mati lampu sehingga suara genset dari Indomaret terdengar amat nyaring.

Seorang perempuan yang amat dikenalnya berjalan ke arah sosok itu. Masih segesit dahulu, hanya saja kini perempuan itu sudah menggendong satu sosok balita. Belum dua tahun katanya. Nabil, begitu ia menyebut buah hati pertamanya itu. Ulu, nama panggilan perempuan itu yang bernama lengkap Nurul Wachdiyyah. Sosok itu mengenalnya saat ia masih bekerja di Mahanagari, pernah juga menemani saat katanya ingin belajar menulis. Kini ia jadi pebisnis lele. Bukan hanya memiliki kolam lele di rumah mertuanya, tetapi Kedai Lele itulah salah satu ujung tombaknya. Sebuah kedai yang diresmikannya pada Oktober 2012. Tetapi, jangan harap mencari pecel lele di kedainya. Atau mencari bentuk ikan lele karena semuanya sudah dalam bentuk potongan manis tanpa kepala, ekor, dan tulang. Rapi dan bersih. Dengan desain sederhana akan bangku dan mejanya yang terbuat dari kayu-kayuan, hasil tangan dingin suaminya, Gele.

Alasannya sederhana mengapa Ulu tidak mau menjual pecel lele atau dalam bentuk ikannya. Katanya ada orang yang tidak suka makan lele karena penampakannya. Itulah mengapa ia mentransformasi lelenya yang segedhe betis menjadi potongan-potongan standar yang siap disantap. Dalam bentuk fillet, bahasa kerennya. Ada 6 (enam) pilihan menu lele yang ada di Kedai Lele miliknya, yaitu Lele Asam Manis, Lele Goreng Tepung, Lele Rica-Rica, Lele Teriyaki, Lele Lemon, dan Lele Sechuan. Ada satu lagi yang terbilang baru, yaitu Lele Kuluyuk (mungkin mengambil nama dari pemiliknya hehe). Hanya sayang Lele Rica-Rica habis, padahal inilah menu yang terbilang laris manis. Setelah mengobrol panjang lebar di teras Masjid Telkom, sosok itu pun ingin mencoba salah satu menu andalan Kedai Lele, apalagi listrik sudah kembali mengalir dengan normal. Pilihannya kemudian jatuh pada Lele Goreng Tepung.

Lele-2

silakan pilih menu lele yang kamu sukai

Lele Goreng Tepung ini kata Ulu sih, pedas. Tapi sosok itu merasa kurang pedas hehehe. Mungkin masalah selera. Atau lebih baik dibuat level-level seperti ramen yang kini lagi menjamur. Kenapa nggak? Harganya dipatok 11 ribu. Sebagai pecinta lele—khususnya pecel lele—Kedai Lele amat recommended. Oleh karena sudah dibuat fillet, jadi rasa lelenya agak fatamorgana (kalau bentuknya jangan ditanya lagi), mungkin karena sudah dicampur dengan tepung. “Enyak enyak enyak,” kata sosok itu. Dan uniknya Kedai Lele adalah layanan delivery-nya, apalagi kalau kamu tinggal di sekitaran Telkom University dan Tamansari yang sudah ada cabangnya. Cuma dengan tambah ongkir seribu, sudah bisa pesan dari jam 11 siang sampai jam 10 malam. Telpon aja ke 022-73988501 (Sukabirus) atau 022-61456064 (Tamansari). Eh, tapi yang di Tamansari bukanya dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam.

freezy

Eazy Freezy dengan kemasan yang amat menarik

Nah, pulangnya sosok itu alhamdulillah diberi hadiah produk barunya Kedai Lele. Mau tahu apa itu? Inilah produk lele yang siap saji. Lelenya tinggal digoreng dan tidak perlu dicuci lagi, sementara bumbunya tinggal dihangatkan saja. Awet dan tahan lama karena sudah dibekukan. Nama produknya adalah Eazy Freezy. Kalau kata Ulu, sih, ada tiga tahapan untuk membuatnya. “Satu, silakan main ke rumah saya. Dua, atau beli aja 250 gram, 500 gram, atau 1 kg lele filet frozen-nya. Tiga, lele hasil ngurus saya mah udah bersih, lah. Tinggal dimasak aja jangan ngerepotin diri sendiri, kan udah bayar,” kata Ulu memperlihatkan barisan gigi putihnya.

Lele-3

lele goreng tepung yang sudah dipotong2 dan kemasan aslinya

Harga yang 250 gram 17ribu, yang setengah kilo 31ribu, dan yang satu kilo 60ribu. Khusus untuk produk Eazy Freezy ini, silakan memesan via telepon/sms ke 0896.3185.9456 atau bisa juga via email ke panturajaya@gmail.com. Ongkir sementara gratis tergantung jaraknya. Dan kalau masih penasaran dan ingin tahu tentang Kedai Lele selengkap-lengkapnya bisa dilihat di blog Tukang Lele, Fanspage Kedai Lele, atau twitter @kedailele. Selamat menikmati … ^_^

Advertisements

22 thoughts on “Nikmatnya Makan Lele Tanpa Pecel

  1. biasa juga makan lele,.. dan ini terkadang jadi menu santap siang atau malam dan pakai pecel tidak juga,suami dan anak2 tidak ada yang suka dengan bumbu pecel,tapi menu ekan lele nya di atas menggugah lidah nih hehehe

  2. >> nchie : Nanti mampir aja kalau dah diundang. Kata yang punya seh begitu hehehehe *gakmaurugi
    >> bunda firzha : Ayo dipesan kalau memang menunya menggugah lidah bunda ^_^

  3. >> dey : undangan dari siapa ya? kali aja teh dey mau ngundang makan2 di sana #ehm ^_^
    >> indah : lele dengan beragam bentuk, sudah pasti enak dengan rasa bumbu yang berbeda pula. mau nyobaik, teh indah?
    >> rahmattrans : hayu atuh. yang doyaaan makan dipersilakan ngumpuuul hehehe….

  4. salam kenal dari jogja dari mas topik……
    kalau dijogja yah pecel lele lamongan tapi ndak ada pecelnya mas, beda sama pecel madiun yang ada sayurnya sama sambal kacangnya

  5. >> dina : maknyos laaah….
    >> jay : Saya juga suka kayak gitu kok ^_^
    >> Hasan : Alhamdulillah masih ingat. Nanti dicek….
    >> Topik : Salam kenal kembali dari Bandung. Wah pengen nyoba tuh pecel Lamongan secara pecel Madiun dah sering banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s