Bercinta Itu Berkomunikasi

Di sinilah kita membangun
Berbata-bata hingga tampak anggun
Di sini … di rumah kita
Di rumah cinta

Rumah cinta yang makin semerbak
Dengan senyum anak-anak yang serentak
Dengan bunga nan harum mewangi
Ataupun lagu surga setiap hari

Cinta

“Manusia tidak jatuh ke dalam cinta, dan tidak juga keluar dari cinta. Tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta,” kata Leo F. Buscaglia. Dalam juga, ya, perkataan profesor pendidikan di University of Southern California ini. Wajar saja karena concern beliau memang terus membahas masalah itu. Cinta … memang sulit untuk dijabarkan, cinta selalu dan terus berkembang. Cinta layaknya udara yang mengisi ruang kosong. Cinta bahkan seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah.

Namun, ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta, yaitu cinta akan membawa sesuatu menjadi lebih baik dan membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Cinta jadi semacam penyemangat untuk dibuktikan pada seseorang. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan.

Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang. Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik. Dan Islam tidak saja mengagungkan cinta, tapi memberikan contoh kongkrit dalam kehidupan. Lewat kehidupan manusia mulia, Rasulullah saw. tercinta.

Komunikasi

2014 baru saja lewat, lalu apakah cara kita berkomunikasi pada tahun 2013 sudah baik? Komunikasi yang dimaksud di sini tentu saja bukan hanya secara horizontal antarmanusia, tetapi juga vertikal, dengan Sang Maha. Komunikasi kita dengan lingkungan sekitar, dengan alam, dengan siapa dan apa pun. Ingat, lho, manusia itu makhluk sosial, sehingga tidak akan pernah bisa lepas dari komunikasi.

Lihat saja film Cast Away, dimana Chuck Noland yang diperankan oleh Tom Hanks pun tetap (harus) menjaga komunikasi saat ia terdampar di sebuah pulau terpencil seorang diri, kendati tidak ada seorang manusia pun di sana. Siapa pun butuh komunikasi dan berkomunikasi, tapi komunikasi yang positif, ya. Lho, memang ada komunikasi yang buruk? Tentu saja ada, selain tidak berkomunikasi sama sekali alias memutus tali silaturahim.

Kadang, manusia tidak pernah bersyukur atas nikmat komunikasi. Betapa banyak manusia-manusia yang menyalahgunakan komunikasi demi keuntungan pribadi semata. Betapa banyak dari mereka yang rela ‘berkomunikasi’ demi menjerumuskan sesama. Komunikasi sudah dijadikan ajang untuk memanipulasi. Komunikasi digunakan hanya untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan, tanpa memikirkan apakah orang lain mampu memberikannya atau tidak. Manusia-manusia ini merajuk, mencibir, mengancam, membujuk, atau melakukan apapun yang dapat dilakukannya (hanya) untuk membuat orang lain mau memenuhi apa yang diinginkan.

Komunikasi sudah dijadikan ajang untuk saling berbohong. Berapa banyak hubungan yang hancur hanya karena jenis komunikasi ini. Berbohong, melebih-lebihkan, mempermainkan, dan penipuan secara umum, semuanya dapat mengakibatkan kebingungan dan sakit hati. Mereka menggoyahkan dasar hubungan dan akhirnya dapat melanggar kepercayaan. Komunikasi pun sudah dijadikan ajang untuk berpesan ganda, yaitu mengatakan satu hal tetapi ia malah melakukan hal lain. Inilah bentuk ketidakjujuran yang sangat umum. Pesan ganda menyebabkan banyak kebingungan. Manusia-manusia yang sering melakukannya lebih suka mengatasnamakan kebenaran dari pada ucapannya sendiri (baca: kenyataan).

Bercinta Itu Berkomunikasi

Bercinta tidak melulu seks. Bercinta adalah berkomunikasi. Ajaran Islam pun menguatkan bahwa dalam hubungan seks (sekalipun) dijelaskan tentang pentingnya foreplay. Itu adalah bagian dari komunikasi agar ada keseimbangan yang memuaskan kedua belah pihak. Rasulullah saw. menegaskan dalam haditsnya bahwa semua manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Semuanya, tanpa kecuali.

Bercinta itu bermeditasi. Ajang pergantian tahun kemarin adalah ruang meditasi untuk bermuhasabah, untuk merenung. Bagaimanapun keras dan giatnya seseorang bekerja, beraktivitas, berolahraga, bersosialisasi, dan lain-lain, utamanya adalah untuk keluarga. Cinta kepada keluarga akan membuat keluarga kita menjadi lebih baik. Cinta kepada keluarga akan membuat hidupnya menjadi lebih berarti. Jika ada yang mengagungkan cinta (pada ranah horizontal), maka mengagungkan cinta pada keluarga adalah segalanya. Dan hal itu harus diselaraskan pada garis-Nya.

Terhadap keluarga, berkomunikasilah dengan rasa cinta. Apalagi jika itu semua didukung dengan komunikasi secara vertikal yang mumpuni. Sudah banyak bukti yang menunjukkan pengaruh positif bagi kehidupan saat komunikasi kita dengan Tuhan berjalan ‘baik-baik saja’. Pikiran kita menjadi jernih saat ingin memutuskan sesuatu. Komunikasi kita secara horizontal menjadi terjaga sehingga tidak perlu lagi memanipulasi, berbohong, maupun melakukan pesan ganda.

Jika ketiga komunikasi yang negatif itu kita hindari, kita buang jauh-jauh, maka komunikasi yang efektif sudah Anda pegang? Berbahagialah bersama pasangan Anda dan reguk kenikmatan bersama-sama. Sebarkan komunikasi yang sehat ke semua orang yang ada di keluarga Anda, pada sahabat-sahabat Anda, maupun pada orang-orang yang Anda temui di jalan-jalan. Yakinlah jika nanti Anda—pada akhirnya—akan tersenyum bahagia. Selamanya….[]

NB: Tulisan ini adalah gabungan dari dua postingan yang pernah dimuat di aswi [dot] multiply [dot] com pada 13 dan 25 September 2007, kemudian dimuat kembali di bangaswi [dot] co pada 20 dan 21 Agustus 2012. Bahkan, tulisan tentang komunikasi pernah dibacakan di Radio Delta FM oleh Shahnaz Haque.

Advertisements

9 thoughts on “Bercinta Itu Berkomunikasi

  1. ternyata bang aswi teh sudah terkenal dari dulu yah… haduhhh… maap baru tahu sekerang euy 🙂

    iya kang setuju saya yg penting mah bahagia selamanya

  2. >> Chandra Iman : Bukan terkenal, ralat, tapi dikenal. Saya pun baru mengenal Kang Chandra pas Asean Blogger. Amiiin, semoga kita semua bahagia selamanya
    >> Kopiah Putih : Sama2 baru tahu hehehe. Yup, cinta keluarga adalah kunci utama dalam kebaikan kita.. ^_^

  3. >> Gustian Ri’pi : ^_^
    >> burselfwoman : Thanks
    >> fikrias : Semoga bermanfaat …
    >> tian : Pembacanya pun keren-keren hehehe
    >> jtxman : Yup, just keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s