Perjuangan Ibu Xlalu untuk Anak

XL-1

18 Desember 2013. Semua bermula dari mention Teh Sandra, “Bang, baca DM yes, barusan aku call dirimu ga bisa. Nuhun.” Memang, semua bentuk komunikasi tidak selamanya selalu ON. Ada saja momen dimana kita memang mematikannya. Jadi, wajar saja kalau cara kita berkomunikasi pun bisa banyak: SMS, nelpon, YM, email, inboks FB, mention di twitter atau pesbuk, dlsb. Intinya salah satunya bisa nyambungin tali silaturahmi itu. Maka, jadilah sosok itu ngecek DM twitternya dan terbaca, “Bang Aswiiii, nomor hp brapa? aku ada perlu inihhh, mau call.”

Nah, setelah ketemu jodoh komunikasinya, Teh Sandra pun membeberkan rahasianya. Intinya, pihak perusahaannya ada event yang berkaitan dengan Hari Ibu nanti. Pengennya sih semua perempuan yang bergiat di dunia online bisa hadir, salah satunya tentu blogger. Sosok itu dimintai bantuan untuk memberikan kontak perempuan dimaksud dan mengundang blogger perempuan yang dikenalnya, di Bandung. Sosok itu lalu merekomendasikan Teh Iin sebagai founder Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan Teh Meti (penggiat KEB, #BloggerBDG, dan Ketua Relawan TIK Bandung). Dari keduanya, tentu proses spreading bisa berjalan lancar, meski mepet.

XL-3Hanya butuh waktu dua hari dan lagi-lagi mendadak, begitulah yang terjadi dengan kantor salah satu provider ini saat mengadakan acara. 20 Desember 2013, pukul 09.00, di Gedung Grha XL, Jl. RE Martadinata No. 7, tepatnya di lantai 3, Seminar “Peranan Ibu di Era Informasi Teknologi” pun diadakan. Pembicaranya keren-keren, yaitu Ibu Nina Winangsih Syam (guru besar Fikom Unpad), Ibu Atalia Praratya (istri Ridwan Kamil, walikota Bandung), dan moderator Indra Ardiyanto (Manajer HR dan Eksternal Affair XL).

Nah, mungkin yang jadi pertanyaan adalah, mengapa sosok itu bisa hadir di acara yang sedianya dikhususkan untuk para emak itu? Kebetulan sang belahan jiwa alias @ummibindya turut hadir. Jadi, dengan alasan menemani sosok itu pun bisa masuk. Lagian juga banyak teman-teman media yang hadir, jadi, cukuplah mendaftarnya atas nama media hehehe. Setelah mengisi daftar hadir, sosok itu menyempatkan mampir dulu ke Kantor PR di Jl. Soekarno Hatta buat ngambil honor menulis. Lumayan juga bolak-balik apalagi melewati jalur-jalur yang terbilang padat. Sampai Graha XL kembali sudah pukul 10.30. Cukuplah ngukur jalanan Bandungnya.

Sosok itu pun sedikit mencatat via akun @bangaswi apa yang berhasil didengarnya. Apalagi katanya akan ada hadiah bagi yang ngetwit. Iseng-iseng berhadiah, cukup dengan mention @XLSoMeBDG dan menggunakan hashtag #XLCintaIbu. Oya, sekadar catatan bahwa lantai 3 itu bikin nafas putus-putus bagi yang belum terbiasa, loh. Ibu Nina saja sampai harus dituntun oleh 2 satpam untuk sampai ke atas dan katanya, “Kalau turun nggak usah. Gampang lah.” Satpam XL memang keren, Ibu Nina juga.

XL-2

@haniwww dan @metimediya mejeng dengan @ata_lia
sedangkan @ummibindya mejeng dengan @syam_nina

Sosok itu mencatat dua hal penting:

  1. Peran ibu saat ini dituntut untuk bisa multitasking. Artinya tidak hanya bisa mengurusi rumah tangga tetapi juga tidak gaptek dengan teknologi. Media internet makin disalahgunakan dan konten pornografi telah merajalela. “Arus teknologi yang luar biasa ini tentu tidak bisa terbendung lagi,” kata Ibu Atalia. Oleh karena itu peran orangtua tidak boleh berlepas diri, fokus mereka adalah mendidik anak dengan sebaik-baiknya.
  2. Ada kerjasama antara ayah dan ibu. Inilah kolaborasi yang diharapkan. Ibu Atalia mencontohkan ada beberapa keluarga dimana sang ibu bekerja maka ayahnya mengalah bekerja di rumah demi anak. Dengan begini, mereka dapat memperhatikan anak-anaknya dengan baik. Mereka dapat mengawasi dan bisa membuat aturan yang ketat tetapi adil. Orangtua adalah contoh yang baik bagi anak.
  3. Kalau Ibu Nina sendiri menekankan, bahwa anak harus didekatkan pada agama, misal dengan Al-Quran. Agama bagaimanapun bisa menjaga seorang anak dengan mental dan moral yang baik. Al-Quran memberikan ketenangan dan menjadi pagar istimewa, mana yang boleh dan mana yang nggak boleh. Ini persis yang dikatakan Ibu Nina beberapa waktu yang lalu, “Secuil-cuilnya melalui buku itu, ilmu bisa lebih bermanfaat dan lebih lama. Buku akan ada terus sampai kita mati pun.” Keren. Dari sini diharapkan ada integrasi antara ilmu dan agama. “Ada kebenaran ilmiah, alamiah, dan Illahiah. Capailah tiga kebenaran tersebut.”

Dan di akhir seminar, Ibu Nina menceritakan betapa bangga plus sedihnya ia akan cucunya yang wafat tetapi sudah hapal Al-Quran meski baru beberapa juz. Ini tidak lepas dari perhatian dan suri tauladan putrinya yang gemar membaca Al-Quran bahkan dari semenjak cucunya itu masih di dalam kandungan. Ibu Nina pun ‘guyon serius’ dirinya akan senang kalau pegawai-pegawai XL yang muslim bisa berjilbab, seperti Ibu Atalia atau Teh Sandra. Sudah cantik, agama bagus. Semoga saja ya, Bu, amiiin.

XL-4

Di akhir acara, ada pembagian hadiah dari doorprize dan ngetwit. Dan #BloggerBDG yang kebetulan beruntung saat itu adalah @fajar_yes @haniwww dan @Ratrichibi yang berhasil mendapatkan XL Tunai dari doorprize yang diacak. Sosok itu juga beruntung mendapatkan Tas Backpack dan mug bersama-sama @haniwww dan @Ratrichibi (dua gadis yang amat beruntung). Benar-benar Jumat berkah. Alhamdulillah.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s