#MariLari Yuk!

MariLari-1

@ninityunita penulis skenario film #MariLari
berlari 21 km rute BKT-TMII belum lama ini #mamarunners

Lari?! Bagi sebagian orang memang berat. Berat di mananya? Tentu dianggap berat karena tidak ada fasilitas yang nyaman di sana, seperti tidak ada kendaraan seperti halnya bersepeda atau tidak ada fasilitas mewah layaknya berenang. Pokoknya modalnya dengkul aja, dan kemudian mencapek-capekan diri sendiri. Bagi yang suka fitness atau olahraga di ruangan mungkin sudah biasa, karena fasilitasnya masih dianggap mewah alias lari di atas treadmill. Kecepatan bisa diatur-atur sendiri, bisa nengok kanan-kiri siapa tahu ada yang bening, lalu pulangnya seger karena mandi air hangat. Kurang lebih seperti itu. Berat.

Jadi, masih menurut sebagian orang, lari di trek lari itu berat karena mungkin harus menanggung rasa malu karena ukuran ‘body‘ yang kurang sedap di mata atau malu nanti ketahuan baru beberapa meter sudah berhenti. Lari di jalan umum juga dianggap berat karena banyaknya debu dan harus berani ‘adu bako’ dengan angkutan kota/motor yang cenderung dikendarai seenak udelnya sendiri. Berat lah! Pokoknya dijamin mulai larinya itu berat banget. Sosok itu sendiri mengalami sendiri betapa butuh perjuangan untuk bisa lari. Selain alasan klasik tidak ada waktu, kadang ornamen pendukung seperti sepatu (keren, enak dilihat, dan mahal) juga jadi faktor seseorang jadi malas lari. Belum aksesoris gadget yang tampak keren kalau ada kabel menjulur dari kedua telinga dan nempel di lengan atas kanan atau kiri. Tambah hydrobag dijamin maknyus tingkat kekerenannya (yang ini penting untuk lari jarak jauh dan musti lewat jalur sepi). Dan hal-hal yang nggak penting inilah yang bikin orang makin malas lari.

MariLari-2

Bu Endang Arie #emakrunners berlari di Hutan Ujung Kulon

Sosok itu lari, sudah pasti gara-gara racun Aki Niaki. Pendiri komunitas blogger BATAGOR ini boleh dibilang ‘legend‘nya dunia lari. Meski baru 3 tahun berlari, tetapi aktivitas lari bisa ‘hidup’ karenanya. Ia bukan artis atau atlet, tetapa semangatnya untuk berlari dan memperkenalkan dunia ‘trail running‘ menjelajahi pelosok-pelosok Indonesia yang indah patut diacungi seratus jempol, bahkan lebih. Penyakit asma tidak mampu menghentikan kemauannya yang keras. Ya, lari memang butuh kemauan dan perjuangan keras. Begitu pula sosok itu yang kini sedang berjuang keras untuk dapat berlari secara rutin. Benar-benar perjuangan keras, terutama melawan mental yang kadang naik turun.

Jadwal lari sosok itu belumlah rutin. Satu hari lari, tiga minggu istirahat. Pernah 3 hari berturut-turut lari, satu bulan istirahatnya. Alasannya bermacam-macam, salah satunya sakit paha. Bisa jadi ini masalah kurang pemanasan, kurang pendinginan, atau memang jarang lari. Meski begitu, semangat #MariLari terus dipupuk dengan sering bercengkerama dengan sahabat IndoRunners Bandung. Bahkan, pernah juga lari bareng di Ujung Kulon sejauh 30 km #WOW. Sekolah hari pertama anak-anak kemarin di tahun 2014 pun dijadikan patokan untuk mulai berlari lagi. Setelah TERNAK TERI (anter anak anter istri) di pagi hari, ia pun berlari di sekitaran Papanggungan dan Sekejati.

MariLari-3

Sosok itu saat lari pertama kali, badan pun tidak kelihatan bagus ^_^

Hasilnya … sangat buruk. Berlari sejauh 1,23 km terpaksa diselang dengan jalan kaki sampai tiga kali 5 meteran. Paha pun terasa sakit dan sudah pasti tidak akan bisa lari hari ini. Tapi mudah-mudahan sudah bisa lari lagi besok pagi. Pembenarannya, hasil ini masih lebih baik dibanding catatan pertama kali lari pada 5 Oktober 2013, yaitu cuma kurang dari 1 km diselang berjalan dua kali. Memang belum maksimal, tapi sudah ada perubahan pada bobot sosok itu. Ya, tentu saja berkurang karena ditambah dengan pola makan yang lebih sehat. Harapan ke depan dan menjadi target adalah bisa menjalankan program #MariLari secara rutin bersama sang belahan jiwa, apalagi @ummibindya baru dapat sepatu baru. Alasan tidak punya sepatu lari pun harus dienyahkan jauh-jauh. Jug![]

Advertisements

18 thoughts on “#MariLari Yuk!

  1. hiks jadi ngiri, saya sudah berhenti lari sejak pertengahan tahun lalu 😦

    >> Hayu lari lagi, dijadwalkan.

  2. pengen bang, kebetulan ada jogging track yang disediakan oleh pemda di soreang … *jogging aja dulu ya 😀

    >> Hayulah apalagi dah ada fasilitas. Jogging kan lari juga ^_^

  3. berlari sendirian emang males, kalau banyakan seneng…

    >> Tetapi tetap harus dijalanin keduanya, biar ada rasa beda sensasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s