Taman Dago dan Taman Jomblo

Selasa yang cerah, apalagi pas tanggal merah. Siapa yang tidak suka dengan hari libur, khususnya bagi yang suka bersepeda, dan gatel ingin menggowes pada tanggal merah? Dan inilah yang terjadi kemudian di Taman Cikapayang atau yang dikenal dengan Taman Dago karena tulisan besar D-A-G-O. Para pesepeda berkumpul di sana. Sebagian memang kumpul secara rutin–sebagai titik temu–yang kemudian dilanjutkan untuk gowes bareng ke Bandung Utara, namun sebagian lain memang diniatkan untuk berkumpul di sana sambil menunggu instruksi. Ya, memang hari ini ada acara Biketography yang digagas oleh Back To Boseh (B2B) Pikiran Rakyat (PR).

Biketography adalah istilah untuk para pesepeda alias goweser yang juga hobi fotografi. Mungkin ada banyak fotografer yang sudah terbiasa mendokumentasikan perjalanannya, tetapi tidak banyak pesepeda yang mau mendokumentasikan perjalanannya dengan baik. Kalaupun ada, mayoritas masih sebatas narsisme belaka dan melupakan unsur estetika ilmu fotografi. Untuk itulah acara Biketography diadakan, apalagi ada tim B2B PR yang sudah terbiasa dan bahkan amat dikenal di kalangan fotografer sebagai tukang poto yang andal. Ya, dialah Dudi Sugandi, fotografer PR yang sering diundang menjadi juri lomba foto. Bahkan belum lama ini buku fotografinya yang kedua tentang Ridwan Kamil dan Bandung sudah terbit. Sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Sepeda-01

tampaknya ada angin dari sebelah kanan hehe

Sekira pukul tujuh sudah banyak pesepeda yang berkumpul di Taman Cikapayang. Dari obrolan singkat antara Kang Tiyo, Kang Dudi, dan Kang Deni akhirnya disepakati bahwa tema Biketography perdana ini adalah TAMAN. Wajar saja karena gebrakan Kang Emil sebagai walikota Bandung adalah menciptakan banyak taman tematik. Jadi, dari Taman Cikapayang akan bergerak ke Taman Pasupati yang ada Taman Jomblo dan Taman Skateboard, lalu ke Taman Panatayuda, ke Taman Lansia sekaligus Taman Pustaka Bunga atau Taman Kandaga Puspa, ke Taman Cibeunying atau Cibeunying Park, dilanjut ke Taman Vanda yang katanya nanti akan diganti menjadi Taman BI, terus ke Jl. Kepatihan dimana trotoarnya sudah disulap menjadi lebih hijau, hingga akhirnya selesai di Taman Fotografi atau Taman Cempaka.

Taman Dago atau Taman Cikapayang dulunya adalah lahan kosong yang dibiarkan begitu saja. Sosok itu lupa pastinya, tetapi kemudian lahan tersebut dibangun sebuah SPBU, kurang lebih saat dirinya masih berstatus mahasiswa. Bertahun-tahun kemudian akhirnya SPBU itu ditutup dan dihancurkan hingga muncullah Taman Cikapayang. Desain awalnya sendiri belum terlalu bagus, baru kemudian atas inisiatif BCCF (yang kebetulan dikomandani oleh Ridwan Kamil sebelum menjadi walikota) taman tersebut dirombak hingga dapat dilihat seperti saat ini. Huruf-huruf besar D-A-G-O menjadi ciri khas taman ini dan makin dikenal karena adanya Car Free Day (CFD) dimana kegiatan utama cenderung terpusat di sini. Namun sayang saat sosok itu terlibat bersama pesepeda Bandung membersihkan Taman Cikapayang, ada banyak sampah yang berhasil dikumpulkan. Bukan hanya sampah biasa, tetapi ada juga beberapa botol minuman keras tersembunyi di balik pohon perdu dan beberapa potong pakaian dalam dan luar. Mengerikan memang.

Sepeda-02Alhamdulillah kini Taman Cikapayang lebih semarak. Beberapa aktivitas digelar di sana. Beberapa komunitas pun mencoba meramaikannya dengan baik. Yang terbesar dan tersering adalah komunitas pesepeda–dengan berbagai macam jenis sepedanya. Wajar karena ini adalah titik tolak bagi pesepeda yang ingin gowes ke Bandung Utara. Ada juga komunitas fotografi yang memang ingin hunting model-model menarik yang sering berseliweran di sana. Ada juga komunitas skateboard dan fingerboard. Bukan hanya komunitas, para muda-mudi atau tua-tui atau bahkan anak kecal-kecil juga sering nongkrong di sana. Yah, namanya ruang terbuka jadi ada banyak orang di sana. Dan setelah tentu saja para pedagang. Mungkin ini yang harus diperhatikan oleh pemkot. Bukan diusir, tapi dirapikan semenjak awal.

Sedangkan Taman Jomblo adalah bagian dari Taman Pasupati. Taman lainnya yang merupakan bagian dari Taman Pasupati adalah Taman Skateboard, karena itu bisa jadi komunitas skateboard atau fingerboard akan berpindah dari Taman Cikapayang ke taman ini. Letaknya sendiri di sebelah Balubur Town Square (Baltos), tepat di samping jalan masuk jembatan layang Pasupati dari arah Taman Sari menuju Pasteur. Jadi, taman ini dijamin aman dari guyuran hujan. Bagi yang ingin ke Taman Jomblo dan membawa kendaraan disarankan memarkirkan kendaraannya di Baltos atau tepat di bawah jembatan layang Pasupati agak ke dalam, tetapi lebih disarankan lagi menggunakan angkot atau bersepeda saja. Nggak susah! Taman Jomblo terdiri atas beberapa kubus/balok semen yang disusun dengan berbeda ketinggian. Kalau buat duduk memang hanya pas untuk satu orang karena itulah disebut Taman Jomblo karena sifatnya yang sendirian. Meski namanya demikian, sebenarnya bebas saja kalau mau berkunjung meski sudah punya pacar … kecuali takut dengan kutukan para jomblo se-Bandung Raya agar mereka berdua putus saat itu juga karena telah merebut lahan mereka hehehe.

Sepeda-03Oya, sosok itu sendiri tidak sempat dan bahkan cenderung lupa untuk menghitung jumlah balok semen yang ada di  Taman Jomblo. Perkiraan sih sekitar 30-an, tapi lebih jelasnya lagi dipersilakan untuk langsung datang ke sana dan menghitungnya sendiri. Akan tetapi ada yang unik dari Taman Pasupati ini, mungkin beberapa orang tidak sadar bahwa itu ada dan beberapa orang yang sadar akan bertanya siapa, yaitu grafiti tentang wajah seorang musisi asal Amerika. Dialah Chi Cheng, basis dari grup band beraliran metal alternatif, Deftones. Chi Cheng wafat pada 13 April 2013 setelah mengalami koma 2 tahun dan semi-koma 2 tahun akibat kecelakaan mobil pada 4 November 2008. Tertulis di sana bahwa yang menggambarnya adalah Komunitas StreetArt Menantang Ruang pada 27 April 2013.[]

Advertisements

11 thoughts on “Taman Dago dan Taman Jomblo

  1. hahaha, dipikir ben er juga ya, di Taman Jomblo lama-lama akan ada semacam kutukan gitu, dikutuk Jomblo sebandung euy, kayak Pamali berkunjung ke Kebun Raya Bogor bagi orang yg pacaran atau yg lagi temenan berduaan…

  2. >> Fikri El Frana : Namanya juga ketiup angin hehehe….
    >> Indra Kusuma Sejati : Secara manusiawi ngejomblo tapi ternyata dah ada tambatan hati, yaitu si Hotty yang berwarna biruuu :p
    >> ahmedtsar : Wahahaha, kalau bener ada kejadian kayak gitu berarti itu kebetulan belaka. Namanya juga becanda-becandaan hehe ^_^
    >> Chandra Iman : Wah, pertanyaan menantang ini dan butuh pembuktian xixixi

  3. Penasaran saya dgn Taman Jomblo ini, kang. Kapan-kapan kalau ke Bandung saya akan mampir disini. Moga dalam waktu dekat saya akan mengunjunginya, sekalian mengunjungi kost-an anak saya yg sekarang sedang berkuliah disana.

    Salam,

  4. >> bocah petualang : Hanya nama saja hahahaha
    >> Titik Asa : Yup, silakan mampir dan menikmati taman yang mulai banyak di Bandung ini dan semoga pariwisata kota ini maju berikut pemeliharaannya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s