Biketography = Bersepeda dan Berfoto

Alhamdulillah dapat kabar gembira, yaitu dimuatnya foto sosok itu di Koran PR pada hari minggu kemarin (19/1). Bagaimana tidak, hanya dengan modal hape Soner K530i ternyata fotonya terpilih bersama tiga foto lainnya yang rata-rata menggunakan kamera ‘beneran’. Artinya, konsep foto kitalah yang menentukan dan bukan karena alatnya. Yuk, ah, terus menghasilkan foto yang baik dan enak dinikmati. Berikut hasil laporan Kang Irwan yang juga dimuat di media dan tanggal yang sama.

Sepeda-04

Membingkai Sepeda dalam Kebersamaan

Pikiran Rakyat (Minggu, 19 Januari 2014) — Memotret dan bersepeda merupakan dua hal yang berbeda. Saat kedua aktivitas menyenangkan itu dipadukan, jadilah aktivitas yang populer dengan sebutan biketography. Aktivitas baru ini menjadi ajang berbagi ilmu, peduli pada lingkungan sekitar, sekaligus mempererat rasa kebersamaan. Acara “Biketography bersama Back To Boseh” yang digagas Pikiran Rakyat, Selasa (14/1/2014), dikemas dengan tema “Taman Kota”. Sedikitnya 50 pesepeda dari berbagai komunitas belajar memotret sambil bersepeda menyusuri sejumlah taman di Kota Bandung.

Acara dipandu pakar fotografi Pikiran Rakyat Dudi Sugandi. Para peserta yang turut serta tak hanya dari kalangan komunitas, tetapi juga hadir secara perseorangan dari wilayah Bandung dan sekitarnya. Antusiasme akan rangkaian agenda biketography sudah terlihat sejak berkumpul dan mengawali kegiatan di Taman Cikapayang di Jalam Ir H Juanda (Dago), Kota Bandung, mulai pukul 7.00. Ada beberapa kelebihan ketika hunting dilakukan sambil bersepeda. Salah satunya menyediakan ruang gerak yang lebih luas dan cukup jauh ketimbang berjalan kaki. Kecepatan ideal sepeda juga membantu pengamatan sehingga memperolah detail bidikan sebuah momentum yang kadangkal terlewat begitu saja ketika menggunakan kendaraan yang lebih cepat.

Bandung memang cukup banyak memiliki taman indah dan penuh warna yang asri di sejumlah ruang terbuka kota. Bahkan, sebutan kota taman pun sudah melekat sejak era pemerintahan kolonial. Meski sebagian ada yang berubah fungsi, ada pula yang difungsikan kembali dan dibuat taman-taman baru. Kini, penataan dan penamaan taman dirancang secara tematik. “Biketography bersama Back To Boseh” mengagendakan kunjungan ke beberapa taman, seperti Taman Jomblo (Taman Pasupati), Taman Panatayuda, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Taman Vanda, dan taman sepanjang Jalan Kepatihan. Taman Cempaka yang populer dengan nama Taman Foto menjadi taman yang terakhir dikunjungi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga pukul 11.00.

Cuaca cerah pagi itu melengkapi suasana yang fun, akrab, dan bersahabat. Sesekali senda gurau dan gelak tawa mengemuka di sela kegiatan. Tetapi, obrolan hangat kerap tercipta di saat mengayuh santai dari taman yang satu ke taman yang lainnya. Keceriaan juga terlihat pada sesi foto bersama di muka taman. Mengikuti aba-aba, serempak miring kiri, miring kanan, gaya bebas…. Klik!

Sepeda-05

foto sosok itu yang dimuat di Koran PR

Berbagi Ilmu

Sejumlah pesepeda berpartisipasi dengan berbekal kamera DSLR dan kamera saku. Sebagian lain asyik dengan memanfaatkan fasilitas kamera yang ada dalam telefon genggam. Beragam sudut pun dicoba guna menghasilkan bidikan yang diinginkan. Dari bawah, atas hingga dari depan yang dapat memperlihat objek secara keseluruhan. Yang lebih mengasyikkan dan tentu menambah wawasan, selain langsung praktik memotret juga menerima penjelasan secara teoretis. Beberapa jepretan ala goweser bahkan dikoreksi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Rupanya, memotret tak cukup “bagus” menurut si pemotret, tetapi bagaimana hasil bidikan itu dapat memunculkan apresiasi yang baik dari siapa pun yang melihat foto tersebut.

Memang sangat disayangkan jika mengabadikan suatu objek ataupun peristiwa dilakukan asal jepret. Ada banyak cara dan tips untuk mendapatkan foto yang baik. Pun begitu dalam memilih atau mengambil sudut pandang yang memungkinkan sebuah foto menyampaikan informasi atau cerita yang lebih bernilai. Setiap objek boleh jadi memunculkan bermacam apresiasi, maka disampaikan cara dan tipsnya. Misalnya, terkait posisi objek foto dan pencahayaan. Sebuah pembelajaran diperoleh ketika mencoba beberapa sudut pandang di Taman Panatayuda yang rimbun dan relatif kurang cahaya. Salah satunya memanfaatkan sinar matahari yang menembus celah-celah dedaunan di ketinggian, maka objek foto akan tampak lebih terang. Lain halnya ketika para goweser mengambil objek taman yang lebih terbuka seperti Taman Vanda. Di sana, banyak tanaman berwarna-warni yang relatif pendek dan tak ada pohon-pohon besar. Sinar matahari langsung mengenai objek tanpa terhalang objek lain seperti dedaunan. Bagaimanapun, cahaya sangat berpengaruh dalam pengambilan gambar pada sebuah objek.

Sesuai namanya, biketography, maka sepeda berperan sebagai transportasi penunjang hingga tiba di tempat tujuan yang diinginkan. Malah, sepeda dapat sekaligus dijadikan objek foto. Beberapa pesepeda terlihat membidik dalam sudut unik dengan memanfaatkan komponen sepeda seperti celah jari-jari, frame, hingga setang dengan latar belakang taman. Sepeda dan taman seolah menjadi lebih hidup dan akrab. Hampir seluruh goweser finis di Taman Fotografi Bandung. Akhirnya, pelajaran singkat namun sangat berharga itu didapat. Selain menyenangkan, beroleh pula kenangan indah untuk dibawa pulang. Klik…![]

Sepeda-06

Advertisements

5 thoughts on “Biketography = Bersepeda dan Berfoto

  1. hihihi…..kebersamaan yang terekam indah. Kadang sayapun juga begitu, menenteng kamera besar…eh ujung-ujungnya hape juga yang dibuat njepret sana sini……tapi selamat ya bang hape pun tak jadi soal, yang penting dibalik jeperetan hape itu ada cerita indah yang terangkai, yang membuat wartawan kesengsem hehehe……

  2. >> Sri : Indah banget kebersamaan itu, apalagi didukung oleh hobi yang sama. Fotografi memang permainan subjek, bukan alat dan objek. Meski untuk momen tertentu, objek dan kamera pun amat menentukan.
    >> Hanna : Memang seruuuu … nuhun ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s