Akhirnya … Ice Skating!

Nah, ada yang penasaran dengan cerita sosok itu di arena ice skating? Kalau belum, coba deh baca lagi postingan sebelumnya tentang Xplore Xperience the Xcitement. Ya, salah satu tempat yang paling menarik dan alasan utama mengapa dirinya mengambil keputusan untuk berangkat ke Jakarta dan memenuhi undangan salah satu mall di Jakarta, Bintaro Jaya Xchange Mall (BXc Mall), adalah mencoba arena ice skating terbesar di Indonesia. Bukan masalah terbesarnya, yaitu 1.320 meter persegi ditambah sekira 1.000 meter persegi untuk fasilitas pendukungnya, tetapi lebih karena sosok itu memang belum pernah bermain ski es. Kalau belum pernah, berarti harus dicoba kan?

Arena ice skating di Bintaro Xchange Mall ini diberi nama BXc Ice Ring atau sebut saja BX-Rink. Akun twitternya sendiri juga sudah ada kok, yaitu @BXrink. Letaknya ada di lantai UG alais . Pokoknya setelah masuk dari gerbang utama, naik saja tangga jalan di sebelah kanan, lalu belok kanan, sampai deh di sana. Saat masuk ke lobinya, dijamin langsung disambut dengan dingin, maksudnya udaranya dingin. Kalau lagi ramai, antrian sudah pasti menghadang untuk pembelian tiket. Harga tiketnya adalah Rp70ribu per 2 jam pertama (hari libur/weekend) dan itu sudah termasuk sepatu ski es yang beratnya wow. Sosok itu memantau ada dua jenis warna sepatunya, yaitu biru dan campuran jingga-perak. Entah apa maksudnya, tadi yang biru dikira untuk para newbie tetapi tampaknya tidak juga. Bisa jadi ini masalah selera atau bisa juga biru itu khusus undangan hehehe.

Rink-2

menyaksikan penampilan para siswa Skating Academy

Ya sudah, setelah masuk ke dalam lobi masih ada beberapa bagian atau ruangan seperti ruang tunggu yang berada tepat di tengah. Di sini ada banyak tempat duduk dimana pengunjung bisa melepas atau memakai sepatu ski es, ngobrol, atau kalau tidak ketahuan ya tidur. Terus ada pojok Skate’s Rental dimana sosok itu bisa mengambil sepatu ski es yang diminati beserta ukurannya. Ukuran sepatu ini amat penting agar posisi kaki benar-benar pas. Oya, pengunjung juga bisa meminjam kaos kaki (Rp10ribu) dan sarung tangan (Rp12ribu) kalau tidak membawa. Ada juga loker yang bisa disewa dengan tarif Rp10ribu (loker kecil) dan Rp20ribu (loker besar). Kalau ingin minuman hangat datangi saja pojok makanan dengan harga bervariasi. Jangan khawatir juga kalau kebelet karena nggak kuat dengan hawa dinginnya karena juga tersedia toilet yang selalu dijaga kebersihannya tanpa harus melepas sepatu ski esnya hehehe.

Setelah semuanya siap, maksudnya menyimpan barang-barang di tempat aman dan sudah memakai sepatu ski es, sosok itu dan beberapa blogger langsung berduyun-duyun menuju arena BX-Rink. Sebelumnya, sih, para blogger sudah masuk tanpa sepatu ski es karena di sana sudah disediakan karpet merah untuk menyaksikan eksibisi dari para siswa BX Skating Academy. Mereka unjuk kabisa dengan tarian esnya yang indah nan menawan, adu kecepatan memutari lapangan, dan juga adu skill dengan permainan hoki. Sosok itu asli cuma bisa bengong karena semuanya pada jago-jago. Baiklah, dan saat kaki menginjakkan lapisan es yang superdingin dan tebal, tiba-tiba saja sebuah pegangan itu amat bernilai. Licin banget, bo!

Rink-3

siap-siap … #ehm

Rink-4

Sosok itu pelan-pelan menjaga keseimbangan. Yang sudah bisa dengan cueknya memamerkan kabisaan-nya tanpa peduli bahwa mereka mungkin sedang tertawa dan mencibir dalam hati melihat diri ini yang tiba-tiba saja jadi patung di atas es. Beberapa pesan bijak pun mampir di telinganya agar berjalanlah seperti biasa, jangan melihat kaki tetapi lihatlah ke depan. Posisi kaki berbentuk huruf V, lalu jalan selangkah demi selangkah ke arah luar. Mudah ngomongnya, praktiknya sendiri ampuuun. Sosok itu mencoba menenangkan diri. Beberapa newbie pada jatuh dan berteriak saat telapak tangannya bersentuhan dengan es, beberapa lebih memilih berpegangan pada temannya atau berpegangan di tepi lapangan. Sosok itu tidak memilih keduanya, dirinya tetap bertahan sendiri bersama Melly dan tidak boleh berpegangan karena efeknya ternyata jauh lebih besar untuk jatuh bersama-sama.

Jalan pelan-pelan, jalan pelan-pelan, sambil terus menenangkan bahwa dirinya memang bisa. Perlahan dan waktu tampaknya berlalu begitu cepat, alhamdulillah sosok itu itu bisa dan semakin lancar. Waktu dua jam bisa habis begitu saja. Jadi, kalau ingin waktu lebih maka harus membayar biaya overtime Rp10ribu perjam. Kalau ingin ditemani sama orang yang sudah jago (biasanya pelatih di sana) ada biaya companion Rp10ribu permasuk (ini nggak tahu gimana hitungannya). Agar tidak kehilangan momen yang sudah pasti amat berharga, sosok itu dan beberapa kawan blogger langsung narsis dengan kamera masing-masing. Masalahnya, mencari posisi yang tepat baik bagi fotografer dan modelnya itu amat sulit apalagi kalau sama-sama belum bisa. Akhirnya ya seadanya saja. Asal jepret. Setelah bisa sedikit, sosok itu pun bisa bergerak ke arah yang dia mau. Mudah-mudahan hasilnya keren dan bisa dibanggakan.

Rink-5

bersama salah satu coach yang baik hati dan gemar menabung

Rink-6

Sosok itu jelas ingin bisa. Yang dilakukannya tentu saja bolak-balik dari satu tembok ke tembok lain yang ada di seberangnya. Dari kecepatan 0 km/jam meningkat menjadi 5 km/jam. Semakin sering bolak-balik, dia memberanikan diri untuk terus meningkatkan kecepatan. Lama-lama ternyata lancar juga, alhamdulillah. Sempat ngobrol dengan seorang coach di arena, bahwa untuk bisa lancar bermain ski es dibutuhkan waktu 3-4 kali berlatih, asal sering dan jangan terlalu jarang. Ada beberapa blogger yang tampak sudah lancar meluncur. Saat ditanya, mereka menjawab bahwa itu ada pengalaman ketiga atau keempatnya, wajar saja. Untuk pemula memang disarankan menggunakan sarung tangan karena memang perih saat kulit yang terbuka bersentuhan dengan lapisan esnya, beberapa bagian bahkan sangat tajam. Latihan jatuh kemudian bangun kembali tanpa bantuan siapapun juga diajarkan. Tujuannya jelas, agar bermanfaat di kemudian hari hehehe. Yang pasti, sosok itu amat puas bisa bersenang-senang di arena es, apalagi Indonesia adalah negara tanpa musim salju. Kapan lagi coba?

Bagi yang ingin mencoba BX-Rink, sila datang ke Bintaro Xchange Mall. Salah satu mall di Jakarta ini tempatnya strategis, kok, karena dekat dengan jalan tol Simatupang dan stasiun kereta api. Kalau dari Bandung bisa menggunakan travel X-Trans. Konsep mal yang baru dibuka ini adalah pusat perbelanjaan dengan grade A dan sangat unik karena merupakan kombinasi antara mal tertutup (umum) dengan ruang terbuka yang cukup luas, dijamin suasana ‘green‘ terlihat di mana-mana. Jadi, ini tempat yang cocok untuk kumpul-kumpul keluarga, rapat bisnis, atau berjejaring antar sesama. Yup, Bintaro Jaya Xchange Mall pusat lifestyle dan belanja terbaru di selatan Jakarta. Der ah![]

Advertisements

7 thoughts on “Akhirnya … Ice Skating!

  1. Minta info harganya dong

    >> Sudah dijelaskan di atas, harga tiketnya adalah Rp70ribu per 2 jam pertama (hari libur/weekend). Bisa juga meminjam kaos kaki (Rp10ribu) dan sarung tangan (Rp12ribu) kalau tidak membawa. Ada loker yang bisa disewa dengan tarif Rp10ribu (loker kecil) dan Rp20ribu (loker besar). Kalau ingin waktu lebih maka harus membayar biaya overtime Rp10ribu perjam. Kalau ingin ditemani sama orang yang sudah jago (biasanya pelatih di sana) ada biaya companion Rp10ribu per masuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s