Aki Niaki Berbagi Pengalaman

Event-21Kalau sudah ngomongin lari, pasti tidak akan lepas dari sosok ini. Apalagi kalau sudah spesifik dengan menyebut aktivitas lari trail. Siapa yang tidak mengenal co-founder Trail Runners Indonesia (TRI) ini? Sosok itu bahkan pernah membahas pelari yang terus bersemangat mengkampanyekan lari sebagai aktivitas yang menyenangkan, yaitu pada edisi Ulang Tahunnya. Ya, Aki Niaki adalah ‘legend‘-nya dunia lari. Meski baru 3 tahun lebih berlari, tetapi aktivitas lari bisa ‘hidup’ karenanya. Program #MariLari terus bergaung dan menyebar laksana virus. Virus yang menyehatkan tentunya.

Bukan kebetulan kalau dalam rangka ulang tahunnya yang ke-125, National Geography Indonesia (NGI) mengundang Aki sebagai pembicara pada acara ‘Era Baru Penjelajahan’ di Kuningan City Mall. Aki diundang sebagai salah satu penggiat trail run untuk berbagi dan sudah berlangsung tadi siang (25/1). Selain diskusi-diskusi ringan, acara yang mengambil tempat di belakang panggung utama mal ini juga menampilkan pameran foto NGI. Mumpung masih di Jakarta, sosok itu pun turut hadir dengan ngaboseh dari Kelapa Gading. Pagi menjelang siang yang makin padat memacu adrenalinnya, mencoba mengenal kota kelahiran yang terus berbenah setiap bulannya ini. Pepohonan makin berkurang meski beberapa tempat terus dipertahankan agar tetap hijau dan segar, tetapi beton-beton tersebar di mana-mana. Inilah wajah kota metropolitan.

Event-22Alhamdulillah perjalanan lumayan lancar dengan rute Pemuda, Pramuka, Manggarai, dan Casablanca. Sebenarnya sosok itu agak bingung juga mencari Kuningan City Mall. Selain namanya kepanjangan dan belum lazim disingkat menjadi Kucim atau KCM atau KunCiMall, daerah yang dituju lumayan ribet karena harus melewati terowong terlebih dahulu dan langsung berbalik ke kanan. Terlalu banyak jembatan tanpa sungai di sini. Si Hotty Biru pun langsung diboyong ke belakang yang ternyata bersebelahan dengan beberapa pemakaman dan langsung digembok demi keamanan. Di depan tempat acara, sosok itu bertemu dengan Aki di sebuah kafe bersama beberapa kawan IndoRunners dan NGI. Sempat mampir dulu ke mushola di lantai atas yang boleh dibilang nyaman banget untuk sekelas mall hingga akhirnya siap-siap berdiskusi. Saat registrasi, sosok itu mendapatkan kuesioner yang wajib diisi kalau ingin mendapatkan goodiebag. Begini tampaknya format event yang ada sekarang ini.

Tempat duduk yang berbeda (tapi nyaman) sehingga peserta yang hadir bisa duduk berdampingan sampai berderet-deret meski nanti bakal bingung juga bagi yang duduk di tengah dan tiba-tiba hendak ke belakang karena pasti akan mengeluarkan jurus “Maaf, permisiii”. Aki yang katanya kurang enak badan (terlihat pucat) akhirnya tampak segar saat dengan semangat yang menyala bercerita tentang pengalamannya lari. Hanya sayang saja moderatornya kurang pandai menangkap apa yang diingini para peserta. Bisa jadi salah satunya adalah faktor dia belum pernah lari. Semoga saja setelah acara ini dia langsung mulai lari. Aki bercerita apa adanya. Tentang asmanya, tentang bagaimana memulai lari, tentang ketidakpedulian pada usianya, tentang kenekatannya berlari gunung, tentang keharuannya saat berulangtahun di Rinjani dan sempat patah semangat namun langsung berbalik 180 derajat demi menuntaskan lari trail-nya itu, hingga menjawab beberapa pertanyaan dari para peserta. Semuanya menyegarkan dan menambah informasi bagi yang baru memulai lari.

Event-23

Sosok itu sendiri bertanya bagaimana caranya mengatasi rasa takut saat berlari sendirian dan bertemu dengan anjing (apalagi liar) karena dia sendiri begitu trauma dengan binatang tersebut. Lari trail sudah pasti akan bertemu dengan binatang liar, kan? Aki pun menjawab bahwa dirinya juga takut. Hanya saja harus dipahami bahwa anjing sebenarnya juga takut pada manusia dan mengikuti bagaimana emosi manusianya sendiri. Jadi, kalau manusianya berani otomatis anjingnya akan takut. Kalau manusianya takut maka anjing akan berani. Sosok itu sendiri memaklumi hal itu dan beberapa kali mencoba untuk berani saat berhadapan tetapi antara realitas dan teoretis memang selalu berbeda. Teorinya mudah tetapi kenyataannya sulit … pake banget. Tetap saja detak jantung begitu cepat bergerak. Mengerikan, lah! Untunglah dua tetangga di komplek memelihara anjing, termasuk tetangga yang pas ada di luar komplek. Jumlah anjingnya tidak tanggung-tanggung, bisa ada tiga dan empat. Besar-besar pula. Inilah ajang uji nyali mengatasi rasa takut pada anjing.

Event-24

Intinya, Aki hanya ingin mengajak, bahkan memaksa, semua orang untuk mau lari. Lebih dari itu tentu untuk mau lari trail. “Ngetrel,” kata Aki. Ngetrel itu bukan lari di trek lari (buatan) dan di jalanan beraspal, tetapi bisa lari di atas pasir, tanah, batuan, dan rerumputan. Mata dimanjakan oleh hijaunya hamparan perkebunan teh, alam pebukitan, bahkan gunung, dan pastinya bebas polusi. Bandung apalagi juaranya. Di sana ada perkebunan teh Sukawana, muncak Gunung Tangkubanparahu dengan trek keliling kawah ratunya yang cantik mendebarkan. “Yang ngebut-ngebut yang santai-santai, semua bisa,” lanjut Aki. Termasuk lari malam yang sudah rutin di beberapa kota. Lima ribu meter berlari sebelum tidur jauh lebih baik daripada menghitung lima ribu domba. Ceuk Aki, mah.[]

Advertisements

2 thoughts on “Aki Niaki Berbagi Pengalaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s