Sego Pecel di Mall Kuningan

Kuliner-08Jadi, ini masih berkenaan dengan gelaran ulang tahun National Geography Indonesia (NGI) yang ke-125 pada hari kemarin (25/1). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di postingan Aki Niaki Berbagi Pengalaman yang bercerita tentang lari trail. Nah, setelah acaranya selesai, kawan-kawan Indorunners pun pada ngumpul. Biasa lah, ngobrol tentang dunia lari dan sejenisnya. Tak lama, ada suara ketukan dari setiap perut bahwa … sudah saatnya loh untuk diisi. Akhirnya sepakatlah mereka semua untuk menuju ke lantai atas Kuningan City Mall. Biasanya kan selalu ada, tuh, tempat makan dengan berbagai macam pilihan.

Tiba di lantai 3, terpampanglah berbagai macam tempat makan dengan pelbagai menunya. Katanya, sih, inilah yang disebut dengan Kuningan City Eatery. Ya sudah, mata sosok itu pun memandang berkeliling. Tidak berpikir lama, dipilihlah Sego Pecel Bu Broto. Dari pandangan pertama juga langsung jatuh cinta sama menu nasi pecel, wajar karena dia memang asli keturunan Madiun. Makanan khas kota kelahiran almarhumah ibunya itu tentu akan mengembalikan kerinduan yang amat sangat. Apalagi makam ibu memang ada di Madiun. Jadi teringat waktu keluarga kecilnya berkunjung ke sana dengan menggunakan kereta. Baru sampai menjelang subuh sudah langsung makan nasi pecel. Paginya sudah disuguhi sarapan nasi pecel. Siangnya disediakan lagi nasi pecel. Sampai makan malam pun disediakan nasi pecel. Pokoknya dijamin tidak akan bosan makan nasi pecel.

Sego Pecel Bu BrotoTernyata sama dengan yang dipilih Aki dan beberapa kawan. Dari harga yang tertera, sosok itu kemudian memilih nasi pecel, tempe, perkedel jagung, dengan minum teh tawar. Maklum, dengan nasi yang hangat tentu akan lebih nikmat jika minumnya adalah teh hangat tanpa gula. Apalagi ini sudah kebiasaannya. Secara tampilan, jelas Sego Pecel Bu Broto amat menggoda dengan siraman sambel kacangnya. Kalau peyeknya sendiri biasa saja. Tempe Madiun boleh dibilang—menurut sosok itu—masih nomor satu bahkan jika dibandingkan dengan tempe Bandung sekalipun. Kacang kedelainya amat khas dan sulit dicari tandingannya. Nah, apalagi tempe ini dipadupadankan dengan sambel kacang yang juga top. Jadi, sosok itu pun mencoba tempe olahan Bu Broto ini. Enak tapi masih di bawah kualitas tempe Madiun. Bisa jadi karena kacang kedelainya bukan asli kota brem itu.

Dari segi harga, untuk ukuran mall, masih terbilang murah. Nasi pecel dihargai Rp12.500, tempe dihargai Rp2.500, perkedel jagung dihargai Rp3.500, dan teh tawar dihargai Rp5.000. Total jendral jadi Rp23.500 + pajak 10% = Rp25.850. Namun dengan harga segitu, porsinya masih kurang banyak—mungkin karena volume lambungnya yang berbeda hehehe. Sangat berbeda kalau dia mencoba nasi pecel yang ada di pinggir-pinggir jalan. Sebenarnya ada juga menu lainnya seperti bakwan jagung, telor bulet, telor asin, ayam goreng, empal, dan juga beberapa hidangan modern seperti es pisang ijo, es sop buah, aneka banana mulai dari choco sampai choke, plus ekstra toping berupa es krim, saus strawberry, dan saus cokelat.

Kuliner-10

Oya, ternyata Sego Pecel Bu Broto sudah cukup lama berdiri (dan herannya nggak pegel-pegel ^_^), yaitu sejak tahun 2005. Maklum lah, dianya saja tinggal di Bandung. Kalau di Jakarta, cabang-cabangnya sudah tersebar di Mal Ambassador, Plaza Semanggi, Passer Festival Kuningan, Blok M Plaza, PGC Halte Walk, Lippo Mal Kemang Village, dan Bank Syariah Mandiri Food Street Thamrin. Jadi kalau mau coba nasi pecel khas Jawa Timur, silakan mampir. Pokoke murah uenaaak!!! Sesuai dengan slogannya.[]

Advertisements

One thought on “Sego Pecel di Mall Kuningan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s