Sosok Itu Dipaksa Istirahat

Hilir selalu akan dicari hulunya
Begitu pula dengan akibat
Akan dicari apa penyebabnya
Tetapi hidup, tidak melulu sebab-akibat

Mudah, ya, kalau ada akibat terus tinggal dicari penyebabnya. Pasti gara-gara ini hingga terjadi hal seperti itu. Hukum sebab-akibat memang akan selalu melahirkan apa yang dinamakan kambing hitam. Ada yang harus dipersalahkan. Akan tetapi memang bukan itu maksudnya. Bukan masalah salah atau benar, tetapi mencari hal logis yang bisa diterima akal manusia. Tapi yang pasti tidak hanya jangka pendek sebaiknya, harus jangka panjang. Sama halnya saat sosok itu benar-benar dipaksa istirahat karena cidera lutut. Cidera yang amat menyakitkan dan terasa kembali kemarin malam, saat lari Kamis malam dari Eiger Sumatra dan hanya sampai Gedung Pakuan.

Kenang-10Terasa kembali? Ya, terasa kembali. Sebelumnya cidera itu terasa saat melakukan bersepeda jarak jauh dari Jakarta ke Bandung. Mulai dari Ngaboseh ke Bendungan Katulampa hingga sampai Ngaboseh dari Katulampa ke Bandung. Rasa sakit itu mulai terasa saat menghadapi tanjakan puncak. Akan tetapi sosok itu terus lanjut hingga menghadapi medan turunan mulai dari Puncak Pass sampai ke Rajamandala. Acara ngaboseh yang lebih dari 15 jam tampaknya membuat keletihan yang amat sangat dan juga mengeringkan cairan yang harusnya tersedia di antara sendi lutut. Dia pun akhirnya hampir menyerah di SPBU Cipatat dan kembali mendapatkan suntikan semangat saat rombongan terakhir mampir, tetapi menyerah di Citatah. Lutut kirinya benar-benar sakit, hingga jalan pun terpincang-pincang.

Kamis pagi lututnya tidak terasa sakit. Setelah rapat persiapan Grand Opening Toko Outlive di sore hari, sosok itu pun memastikan untuk ikut lari bersama, hal yang tidak pernah dilakukannya. Bismillah pokoknya. Hujan deras yang mengguyur di sore hari akhirnya berhenti tepat pada pukul 19.00. Acara lari bersama akhirnya bisa dilaksanakan. Satu kilometer pertama bisa dilewati sosok itu dengan aman dan yakin sampai di Gedung Merdeka. Setelahnya rasa nyeri mulai muncul dan membuatnya berlari lebih pelan. Dia sedikit tertatih di jalan Braga, hingga terpaksa benar-benar lari perlahan sekali sampai ke Gedung Pakuan. Ingin lanjut ke Balai Kota tetapi cidera lutut memang tidak bisa kompromi dan tambah sakit. Untunglah Aki Niaki paham dan mengajaknya untuk kembali ke Eiger lewat Jl. Aceh, berjalan kaki sambil mengobrol.

Kenang-11

Yup, sosok itu dipaksa istirahat. Sesuatu hal yang tidak dipaksakan lagi. Kata Aki, kalau sudah begitu lebih baik dibanyakin asupan Glukosaminnya. Inilah protein yang banyak berperan di dalam cairan sendi. Glukosamin bisa didapatkan dari minyak ikan tertentu atau bisa langsung membeli produknya khusus yang cenderung mahal. Dia pun mencari tahu di internet. Ternyata memang benar, ada fakta yang menyatakan bahwa 80% dari orang usia 40 tahun ke atas akan mengalami nyeri lutut. Kasus terbanyak adalah wanita yang berbadan gemuk. Dia belum 40 tahun dan bukan wanita, tapi sudah agak gemukan hehehe. Salah satu penyebabnya adalah faktor usia dimana menurunkan fungsi alami produksi cairan sendi.

Penyebab lainnya adalah aktivitas yang berlebihan pada sendi lutut. Tampaknya faktor inilah yang dialami sosok itu mengingat beberapa hari lalu melakukan perjalanan jauh dan lama dengan bersepeda. Penyebab lainnya selain kegemukan adalah adanya trauma pada sendi lutut, infeksi, reumatoid arthritis, kelainan imunitas, atau kanker. Cara penanggulangannya ternyata sederhana, yaitu bisa dengan mengistirahatkan sendi yang terkena selama kurang lebih 48 jam. Cara lainnya adalah dengan kompres dingin kalau terjadi pembengkakan dan warna merah, kompres hangat kalau nyerinya berulang, mengoleskan salep yang hangat untuk mengurangi nyeri, atau bisa menggunakan alat bantu berbentuk penyangga or pembalut sendi. Kalau ke dokter, pasti diberi obat anti-nyeri, suntikan anti-nyeri, atau bahkan suntikan penambahan cairan sendi (bedah).

Kenang-12

Ya, apapun itu, sosok itu memang sudah ditegur untuk dipaksa beristirahat. Apalagi dirinya jadi teringat dengan sebuah pepatah Cina kuno yang mengatakan, “Dengan kaki yang sehat maka akan didapat badan yang sehat pula.” Setuju?[]

Advertisements

One thought on “Sosok Itu Dipaksa Istirahat

  1. Kalau saya sometime karena overwork bang.. kadang nanjak gunung, atau wall climb… paling parah habis nyepeda Jogja _ nganjuk

    >> Wah, aktivitasnya jauh lebih banyak rupanya. Ya, naik gunung, ya wall climb, dan ngaboseh Jogja-Nganjuk. Masih kalah saya hehehehe … semoga sehat selalu ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s