Menjajal Kelas Inspirasi

Angkat tangan kananmu | Angkat tangan kirimu
Turunkan badanmu, lalu duduklah dengan tenaaang…

KI-01Setelah dinyatakan lolos seleksi pendaftaran tertulis di Kelas Inspirasi Bandung (KIB), pagi kemarin adalah waktu yang ditunggu oleh sosok itu. Meski ada agenda lain yang sama penting, tentu dia harus menghadiri semua acara yang sudah dicanangkan jauh hari. Pagi ke Pendopo Kota Bandung, baru siangnya menuju Outlive di Jl. Setiabudi. Ada apa di Pendopo? Tidak lain menghadiri briefing KIB yang merupakan bagian dari program Indonesia Mengajar-nya Anies Baswedan, untuk mengetahui dan memastikan apa yang harus dilakukan saat nanti berada di dalam kelas, di depan para siswa, lalu menjelaskan apa profesinya yang sebenarnya. Mudah, tapi praktiknya cenderung sulit.

Ada kejadian lucu saat baru sampai Pendopo, yaitu undangan untuk teman-teman blogger di acara launching Outlive pada siang harinya tertinggal di rumah. Undangan ini penting agar mereka mendapatkan haknya. Harus balik lagi tidak memungkinkan karena jarak yang jauh dan waktu yang sudah mepet. Alhasil, sosok itu hanya bisa mengirim kabar ke Sang Belahan Jiwa dan berharap mau mengantarkannya ke Pendopo. Alhamdulillah ternyata dia mau. Sosok itu kemudian berjalan dengan tenang ke dalam Pendopo setelah memarkirkan kendaraannya di tempat parkir di bawah Alun-alun. Kerumunan orang sudah terlihat dan beberapa diantaranya mengantri untuk melakukan registrasi ulang. Ke sanalah dia harus melangkah.

KI-02

Setelah menandatangani daftar hadir, sosok itu mendapatkan pin dan name-tag Kelas Inspirasi. Dari daftar hadir itu pula dirinya jadi mengetahui kalau dia mendapatkan kesempatan berbagi di SDN Babakan Surabaya 2. Dia lalu berjalan ke tengah Pendopo dan mencari-cari orang yang mungkin di kenalnya. Untunglah ada Ulu yang memang sudah janjian selama di perjalanan tadi, yang juga mencari-cari siapa yang dikenalnya. Tak lama juga muncul Kuke dan Madam Vivera. Ketiganya adalah relawan yang bertugas di bagian dokumentasi atau biasa disebut dokumentator. Sosok itu sendiri ya jadi inspirator, semoga saja memang bisa menginspirasi. Makin banyak relawan KIB yang datang, acara briefing pun segera dimulai. Sambutan-sambutan ala kadarnya dari para senior Kelas Inspirasi seperti @mangibam, hingga hadirlah beberapa inspirator dari Pengajar Muda (PM) yang pernah mengabdi di beberapa daerah pedalaman selama berbulan-bulan.

KI-03

Mereka berbagi tentang bagaimana melakukan ‘ice breaking‘. Ini penting karena inilah titik awal agar para calon inspirator dapat berkomunikasi dengan para siswa nantinya. Tanpa adanya ‘ice breaking‘, tentu penjelasan apa profesi seseorang akan dianggap angin lalu. Tahu sendiri kan bagaimana siswa-siswi SD itu, bermacam ragam tingkah polah mereka. Para PM pun meminta para inspirator untuk berkumpul berdasarkan bulan kelahiran mereka. Mulut dibungkam dan hanya mengandalkan jemari untuk menunjukkan bulan kelahirannya. Mereka pun berkumpul berdasarkan jemari itu, dan … berhasil. Semua dilakukan tanpa bersuara.

KI-04

Para PM lalu mengajarkan beberapa teknik ‘ice breaking‘ lainnya. Intinya, bagaimana memaksimalkan unsur audio, visual, dan gerakan. Oya, ternyata kemarin itu ada 500 relawan yang memenuhi Pendopo, itu pun relawan terpilih dari 800-an pendaftar. Mereka semua akan disebar ke 310 kelas. Dan kalau 1 kelas terdiri atas 30 siswa, maka mereka akan berbagi ke 9.300 siswa. Jumlah yang fantastis! Sekolah yang terpilih KIB ada 41 sekolah. Jumlah yang masih sedikit jika dibandingkan jumlah total SD yang ada di Bandung.

KI-05

Teknik ‘ice breaking‘ lainnya adalah dengan permainan warna atau tepuk tangan. Siswa nantinya bisa dikelompokkan berdasarkan warna dan tepuk tangan bisa dikreatifkan berdasarkan nyaringnya, tepuk tangan satu jari atau dua jari dan seterusnya, tepuk tangan melingkar, tepuk tangan segitiga, tepuk tangan segiempat, dan lain sebagainya. Cara menyapa pun dikreatifkan dari jawaban-jawabannya. Misal, sapaan ‘hai’ dijawab dengan ‘halo’, sapaan ‘perhatian’ dan dijawab dengan ‘siap’, atau sebaliknya. Dari semua itu, jangan ketinggalan menciptakan lagu-lagu yang menarik. Gunakan saja irama lagu yang sudah ada dan dikenal para siswa, lalu ganti liriknya sesuai profesi sosok itu.

Kamu kamu kamuuu adalah ban mobil
Pergi ke sana pergi ke sini tentu bikin lelah
Kini saatnya beristirahat dan … sssssshh

KI-06

Sayang sekali sosok itu tidak dapat menghadiri acara briefing KIB itu sampai tuntas. Menjelang pukul sepuluh, dirinya sudah meninggalkan Pendopo untuk menuju acara selanjutnya di Outlive. Namun, ada pelajaran berharga dari briefing tersebut. Prinsip mengajar adalah bagaimana memberikan rasa yang menyenangkan dan tanpa beban pada para siswa nanti. Inspirator juga diminta untuk menanggalkan rasa malu demi tercapainya komunikasi secara dua arah. Entahlah, apakah sosok itu bisa melakukannya nanti pas tanggal 19 Februari? Kita lihat saja. Doakan ya … ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s