Outlive: The Home for Adventure

Event-35

Kemarin—Minggu, 9 Februari 2014—setelah menghadiri briefing Kelas Inspirasi di Pendopo (baca Menjajal Kelas Inspirasi), sosok itu langsung menuju Jl. Setiabudi untuk menghadiri Grand Opening Toko Outlive, pusat penjualan perlengkapan olahraga luar ruang. Pembukaan ‘The International Outdoors Store‘ ini dihadiri oleh Ridwan Kamil, sang walikota, dan juga beberapa komunitas seperti lari, sepeda, pecinta alam, dan blogger. Satu hal yang istimewa dari acara kemarin adalah kerjasama Kang Emil dan Pak Ronny Lukito (owner) membentuk Komunitas Poengoet Sampah (Kompos). Berikut adalah perkataan Pak Ronny dalam sambutannya.

“Outlive di bawah bendera BnB Corporation dibentuk untuk memperkenalkan produk lokal ke luar negeri. Outlive memiliki tagline The Home for Adventure karena inilah rumah kedua para adventurer. Outlive adalah toko outdoor yang menjual international brands termasuk Eiger. Eiger memang sudah menjadi brand internasional dan akan ikut eksibisi di Jerman pada bulan Juli 2014 nanti. Outlive pada bulan Mei 2014 juga akan dibuka di Dortmund, Jerman.”

Event-36

Kang Emil tadinya diminta untuk berdiskusi sebagai pihak pemerintah dengan Pak Ronny sebagai pihak swasta dan salah satu perwakilan National Geographic Indonesia. Namun karena tidak bisa akhirnya acara diskusi digantikan oleh Kang Faiz (Outlive), Sosok Itu (Media), Aki Niaki (Komunitas Lari), dan salah seorang dari Komunitas Pecinta Alam. Berikut adalah sambutan Kang Emil.

“Ciri orang yang bahagia adalah temannya banyak, suka tersenyum, dan menemukan hal-hal baru setiap hari (hasil penelitian ilmiah). Orang makin pintar kalau sering melihat pohon dan alam terbuka. Semakin sering berinteraksi dan semakin banyak berkegiatan di alam terbuka, itulah cikal bakal atau resep orang yang bahagia. Kalau Outlive adalah Home for Adventure maka Bandung adalah Home for Happy Minds. Saya bertekad dalam waktu 5 tahun ini ingin menjadikan orang Bandung menjadi orang yang paling bahagia se-Indonesia. Oleh karena itu bagaimana caranya membuat orang Bandung sering tersenyum dan sering berinteraksi di taman-taman terbuka, itulah mengapa saya membuat banyak taman.

Event-37

Pak Ronny adalah sahabat saya jauh sebelum menjadi walikota. Friends are forever. Saya mendukung kegiatan Pak Ronny karena apa yang dikerjakan Pak Ronny selalu menginspirasi dan berdekatan dengan alam. Pak Ronny adalah orang langka di Bandung. Tidak semua pebisnis memiliki ‘sense of design‘ yang tinggi. Ciri masyarakat yang peradabannya tinggi biasanya memiliki estetikanya tinggi. Bisnis jangan hanya asal laku, tidak punya ‘added value‘. Outlive diharapkan tidak hanya bisnis yang sukses di perdagangan tetapi juga menjadi generator perubahan, bisa mensponsori kegiatan outdoors dengan baik. Bandung harus kembali menjadi kota sepeda, salah satunya dengan program ‘Jumat Bersepeda’ yang sudah dikampanyekan.

Saya tidak datang untuk urusan toko atau bisnis saja. Saya menyemangati nilai-nilai kebahagian. Saya menyemangati nilai-nilai kedekatan kita dengan alam. Saya menyemangati mimpi Bandung menjadi juara yang dimulai dari SDM-nya. Kalau manusianya kreatif, bahagia, dan motoriknya bagus, maka nanti kotanya juga tercermin dari kegiatan-kegiatannya. Jadi sempurnakan Indonesia dengan kapasitasnya masing-masing. Daripada ‘kukulutus’ karena Bandung disebut sebagai ‘City of Pigs’ maka lebih baik membuat Komunitas Poengoet Sampah (KOMPOS). Pak Ronny tolong bantu, kita campaign. Siapa yang mau gabung nanti kita bikin acara-acara khas Bandung yang out of the box dan extraordinary. Mudah-mudahan maksimal, sebulan gerakan ini bisa berjalan. Tinggal cari harinya karena sudah habis. Senin bus gratis, Selasa no smoking, Rebo sunda, Kamis Inggris, Jumat bersepeda, Sabtu nyeuseuh, Minggu CFD. Mungkin minggu sore dan mudah-mudahan Outlive bisa bantu.

Itulah tanda cinta pada Kota Bandung. Karena dengan cinta segala kesusahan akan jadi lupa dan segala lelah akan berbuah pada keikhlasan. Mudah-mudahan makin banyak Pak Ronny yang lahir di Kota Bandung.”

Event-38

Dan dalam wawancara dengan Kang Emil setelah beliau masuk ke dalam toko, mencoba aktivitas luar ruang, dan mengobrol dengan Pak Ronny, beliau menegaskan, “Saya mendukung pada bisnis di Kota Bandung yang memiliki nilai tambah seperti bisnis yang berintegrasi dengan komunitas. Bisnis yang punya campaign sosial dan campaign lingkungan. Kota kita adalah tanggung jawab kita. Tong pundung dibilang ‘City of Pigs’ da kalakuan memang begitu. Daripada kukulutus, kan, lebih baik bertindak. Saya tadi sudah follow up dengan Outlive tentang KOMPOS, mudah-mudahan jadi semangat baru dan media massa juga tolong bantu.”[]

Videonya bisa dilihat di SINI!

Advertisements

One thought on “Outlive: The Home for Adventure

  1. Seru juga cerita tentang KOMPOS-nya, bang..

    Oiya, kalau nggak salah Bang Aswi yang ikut dalam acara #BloggerBicaraLingkungan yang kemarin diadakan di Cafe Demang, Sarinah Thamrin- Jakarta, ya..?

    Salam kenal, bang!

    >> Iya, benar. Saya ikutan acara itu. Salam kenal kembali ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s