Bandung Safer Internet Day

Hello! I’ve decided to tell you about my never ending story. Kelas 1 SMP aku mulai melakukan ‘chatting‘ di webcam, bertemu dengan orang-orang baru. Mereka mengatakan kalau aku cantik, aku sempurna. Dan salah satu dari mereka memintaku untuk membuka baju. Aku pun melakukannya. Setahun kemudian … aku mendapatkan inbox di FB. Dari seseorang. Aku tidak tahu bagaimana dia mengenalku. Katanya, jika aku tidak melakukan ‘show‘ di depannya, “Aku akan menyebarkan foto ‘topless‘mu.” Dia tahu alamat rumahku, sekolahku, teman-temanku, nama keluargaku. Menjelang natal, pintu rumahku diketuk pada pukul 4 pagi. Polisi! Katanya, fotoku tersebar di internet. Aku jatuh sakit, aku panik, aku tertekan, aku cemas. Aku pun mengalihkan diri pada obat-obatan dan alkohol. Dan orang itu kembali lagi. Bahkan dia membuat akun baru dengan fotoku itu yang menjadi profil pict-nya. Pada akhirnya … semua orang tidak menyukaiku lagi. Fotoku tidak bisa diambil lagi. Fotoku akan di sana … selamanya.

Event-14

Ada yang tahu tentang kisah di atas? Jika belum, itulah kisah nyata dari seorang Amanda Todd. Seorang gadis yang terjebak oleh ‘hebat’-nya jejaring sosial di dunia internet. Melakukan chatting, berfoto, bervideo, pamer di FB, twitter, youtube, dan lain sebagainya hingga disalahgunakan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Hidupnya menjadi berantakan dan sering berpindah-pindah sekolah karena mendapatkan tekanan dan ‘bully‘ dari teman-teman barunya, termasuk dimanfaatkan tubuhnya oleh salah satu teman lelakinya. Amanda pun depresi hingga dia memutuskan untuk menggantung dirinya pada 10 Oktober 2012 pukul 6 sore. Padahal usianya baru 15 tahun. 48 hari lagi usianya genap 16 tahun.

Kisah di atas menjadi salah satu sorotan pada acara Safer Internet Day tadi pagi di Hotel Lodaya. Dengan tema “Menjaga Keselamatan Anak di Dunia Maya”, Relawan TIK Bandung memberanikan diri menjadi salah satu bagian—mewakili Indonesia—yang peduli dan bersama-sama memperingati Hari Internet Sehat. Let’s create a better internet together, begitu. Dengan waktu yang mepet (hanya seminggu) dan persiapan yang seadanya, alhamdulillah Relawan TIK Bandung mampu membuktikan bahwa mereka BISA. Sosok itu yang menjadi bagian dari mereka juga bangga. Apalagi saat pertama kali menghadap Bu Atalia Praratya—istri Ridwan Kamil—di Gedung PKK yang ‘belum’ percaya bahwa RTIK bisa membuat acara ini.

Event-15

Alhamdulillah @ata_lia pun hadir dan memberikan sambutan sehingga memaksa panitia untuk mempercepat acara mengingat beliau datang lebih pagi. Bu Lia menekankan bahwa anak-anak adalah titipan Allah yang harus dijaga dengan baik dan anak-anak adalah kunci masuk surganya para orangtua sehingga penjagaan ini begitu amat penting. “Tuntutan zaman, perkembangan teknologi khususnya internet tidak bisa dibendung. Biar bagaimanapun anak kita adalah generasi penerus bangsa yang tidak lepas dari internet. Tugas kita sebagai orangtua adalah memantau dan mendampingi mereka serta memberikan solusi dari permasalahan mereka,” ujarnya. Beliau juga menyampaikan salam dan permohonan maaf atas ketidakhadiran suaminya.

Setelah Bu Lia pamit, @haniwww yang menjadi MC mempersilakan Mas @banyumurti (RTIK Indonesia) untuk memberikan sambutan. Ia menekankan betapa pentingnya penjagaan anak terhadap teknologi yang makin maju dan tidak bisa menyalahkan teknologi atau menutup mata, tetapi bagaimana cara mengarahkan anak dengan baik. Ketua RTIK Bandung, @metimediya, juga menyampaikan bahwa ini kali pertama Bandung menjadi kota yang mengadakan Safer Internet Day tahun ini dan kali kedua @relawanTIK_bdg mengadakan acara setelah terbentuk dan diresmikan oleh @ridwankamil beberapa waktu lalu. Acara pertamanya adalah Terpenjara di Udara. Hadir pula Kepala Sekolah SMK Bahagia yang memberikan sambutan setelahnya.

Acara puncaknya adalah diskusi tentang #saferinternetday bersama Mas Banyumurti, Mas @donnybu dari Internet Sehat, dan Mas @yaminelrust dari Nawala. Video Amanda Todd menjadi pembuka diskusi ini. Bagi yang berminat menyaksikannya bisa klik gambar di bawah ini.

Amanda Todd

Itu adalah salah satu kasus cyberbullying di internet. Mas Donny mengatakan bahwa banyak orangtua yang merasa bahwa bahaya internet itu adalah pornografi sehingga akses-aksesnya diputus begitu saja. Tidak salah, tetapi pornografi hanya sebagian kecil dari bahaya internet. Itu seperti puncak gunung es saja. Di bawahnya masih ada security dan privacy. Di sinilah letak tanggungjawab yang dibebankan pada orangtua, bukan pada sistem. Jika dibuatkan gambar piramida maka puncaknya adalah PORN atau pornografi, tengahnya SECURITY atau keamanan, dan dasarnya adalah PRIVACY atau ruang pribadi. Sehingga kasus cyberbullying di internet adalah kasus yang sebenarnya harus diwaspadai. “Ini bukan bicara masalah teknologi atau internet tetapi masalah keluarga, masalah privacy. Ini yang harus dijaga. Para orangtua harus menyadari bahwa pemberian gadget pada anak juga harus diimbangi oleh pendampingan,” lanjut Mas Donny.

Event-17

para punggawa rtik bandung

Diskusi semakin menarik dengan tambahan dari Mas Yamin yang menerangkan bagaimana penggunaan internet yang baik dan benar. Bahwa tanggung jawab paling utama ada pada orangtua, bukan pada Nawala, sekolah, atau dari lembaga manapun. Juga perlu diperhatikan bahwa meski yang sering terekspos adalah wanita tetapi banyak kasus korban cyberbullying adalah laki-laki karena tidak adanya bukti dan sangat sedikit dari mereka yang bercerita. Dan para korban itu, kemungkinan besar akan menjadi pelaku kejahatan di masa depan. Bahaya internet bisa dimulai dari hal-hal sepele, misalnya saja mencari sendiri tanda-tanda akil baligh di internet atau mengunggah foto-foto pribadi yang ‘katanya’ aman. Padahal foto-foto tersebut bisa disalahgunakan oleh orang lain sehingga terjadilah proses bully di dunia internet. Hmmm … ngeri banget, kan? Diskusi terus berlangsung seru, apalagi antusias peserta yang bertanya lebih banyak dan lebih spesifik. Hingga akhirnya acara ditutup dengan makan bersama di ruang sebelah. Nikmat … senikmat berinternet secara sehat.[]

Baca juga berita beberapa Media Massa yang meliputnya:

  1. Bandung News Photo dan Pikiran Rakyat
  2. Bisnis Indonesia dan Inilah Koran
  3. Tribun Jabar dan Info Bandung
  4. Relawan TIK
Advertisements

5 thoughts on “Bandung Safer Internet Day

  1. tapi sayang foto ketua RTIK bersama ibu
    Walikota ko ga dimuat ya.?

    >> Wah, saya gak punya, Kang. Tapi ada foto Bu Ketu di link paling bawah (media massa) ^_^

  2. wah memang berbahaya dan kegiatan serta edukasi semacam ini sangat perlu dilakukan. karena masih banyak ortu yang belum menyadari permasalahan-permasalahan yang disebutkan diatas. keren infonya kak

    >> Semoga menginspirasi dan bisa mengingatkan keluarga di rumah. Salam dari Bandung….

  3. Serem ya Kang …
    Banyak hal bisa terjadi … bahkan yang tidak pernah terfikirkan sekalipun …
    Semoga kita bisa mengawasi perilaku keluarga kita di alam maya …
    dan semoga keluarga kita terlindung dari hal-hal yang tidak kita inginkan

    salam saya Kang
    (4/3 : 9)

    >> Amiiin. Salam kembali dari Bandung ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s