Mengajar Itu Menyenangkan, Lho

Aku seorang penulis | Tiap hari aku nulis
Dengan mesin tik tak-tik-tuk | Aku seorang penulis

Lelah. Itu pasti. Setelah persiapan ‘apa adanya’ semalam dengan bahan-bahan ajar berupa lagu sendiri, bintang reward, kliping koran, buku-buku, dan beberapa helai kertas putih (untuk berjaga-jaga), jadilah sosok itu berangkat menuju Kelas Inspirasi Bandung (KIB). Meski tidur pada pukul satu malam dan bangun pukul 4.30 tidak membuatnya lemas atau bermalas-malasan, tetapi malah penuh semangat mengingat momen ini adalah pengalaman pertama kalinya di KIB. Briefing yang dihadirinya pada tanggal 8 Februari kemarin tentu amat bermanfaat.

KI-07

Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal dan sempat sarapan mie rebus (tidak dianjurkan tiap hari ya) plus nasi buatan Sang Belahan Jiwa, sosok itu langsung berangkat menembus kepadatan lalu lintas pagi hari menuju SDN Babakan Surabaya Utara yang terdiri atas BakSur 1, BakSur 2, dan BakSur 3. Dia sendiri mendapatkan kewajiban mengajar di BakSur 2. Sebelum pukul setengah tujuh, sampai juga dirinya di ‘hutan perang’. Perang, karena inilah medan juang mengalahkan egonya untuk bisa melebur dan masuk ke dunia anak-anak. Tujuannya agar mereka mau masuk dan antusias bersama-sama memahami apa itu profesi penulis.

KI-08

selalu melibatkan para siswa

Lho?! Mengapa penulis? Mengapa bukan blogger atau desainer grafis? Ini dikarenakan dasar profesi sosok itu pertama kalinya adalah penulis. Blogger dan desainer grafis sendiri adalah profesi lanjutannya. Penulis secara umum juga merupakan dasar dari blogger dan (termasuk) jurnalis. Prinsipnya bisa dan tahu cara menulis, sementara medianya bisa apa saja. Begitu….

KI-09

kemeriahan di dalam kelas

Awalnya sosok itu mendapat tiga kelas, yaitu 4A, 4B, dan 5A. Tetapi … karena waktu yang kurang akhirnya hanya mampu berbagi di kelas 4A dan 4B saja. Sosok itu terlalu asyik dengan dua kelas tersebut. Maafkan sosok itu ya, para siswa kelas 5A. Alhamdulillah dengan persiapan tanpa in focus, sosok itu merasakan momen yang istimewa meski hanya menggunakan media kapur dan papan tulis. Sekali lagi konten adalah raja, bukan fasilitas. Diawali dengan perkenalan seperlunya, dilanjut memperkenalkan apa itu ‘profesi’ dan jenis-jenisnya yang umum dikenal, hingga kemudian mengerucut pada profesi penulis. Untuk mempermudah pengenalan apa itu ‘penulis’ meski beberapa anak sudah paham, sosok itu memperlihatkan beberapa kliping koran tulisannya dan juga buku-bukunya. Tak lupa tentu saja memberikan ice breaking agar semua anak-anak lebih fokus dan menyatu dengan sosok itu.

KI-10

jangan lupa narsis sebelum meninggalkan kelas

Ucapan ‘selamat pagi’ dijawab ‘pagi-pagi-pagi’. Ucapan ‘apa kabar’ dijawab ‘luar biasa’. Ucapan keras dijawab keras. Ucapan pelan dijawab pelan. Begitu pula dengan gerakan tepuk tangan melingkar. Semua adalah cara sosok itu ‘mencuri’ perhatian para siswa dan terbukti berhasil. termasuk mengakrabkan diri dengan joke-joke ala anak-anak sekarang. Tak ketinggalan adalah pengenalan lagu ‘Aku Seorang Penulis’ dengan irama lagu ‘Aku Seorang Kapiten’. Bait pertama sudah ada di awal tulisan ini, bait berikutnya adalah seperti di bawah ini.

Siapa mau jadi penulis? | Ayo mari kita nulis
Ambil mesin tik tak-tik-tuk | Semua menjadi penulis
Kalau kamu jadi penulis | Jangan hanya bisa nulis
Kamu harus rajin baca-ca-ca | Agar menjadi penulis

KI-11

Karena terlalu asyik, tanpa terasa pukul 11 sampai sudah. Beberapa anak-anak kelas lain sudah pada berkumpul di lapangan. Dua kelompok balon sudah ada di tengah-tengah mereka. Tim inspirator dari BakSur 2, yaitu Teh Dita, Pak Daus, Kang Fahmi, Kang Hasan, Teh Agin (dokumentator), dan Teh Morin (fasilitator), sudah bersiap-siap juga. Mereka semua adalah orang-orang yang hebat. Sosok itu sendiri banyak mendapatkan ilmu dari mereka, saling berbagi ilmu saat ngobrol di setiap ada kesempatan. Tim-tim di BakSur 1 dan BakSur 3 juga sama. Keren lah bisa berkumpul bersama mereka.

KI-12KI-13

narsis kembali di lapangan … yeay

Nah, setelah semua siswa berkumpul, semua guru berkumpul, dan semua relawan KIB berkumpul, upacara perpisahan dimulai. Pelepasan balon sebagai simbol cita-cita yang menggapai setinggi langit pun dilepaskan dengan tangan-tangan yang terkepal/menunjuk ke atas. Foto bersama dengan para siswa, para guru, maupun antarrelawan KIB berlangsung dengan seru dan haru. Perpisahan pada akhirnya adalah sesuatu yang amat menyedihkan, apalagi jika selama proses itu itu berbagai kesenangan dan kegembiraan bercampur aduk. Anak-anak yang dikenal sosok itu luar biasa. Tidak semua nama dia hapal, tapi semua wajah yang pernah diajarnya masih menempel di otak. Salim dan sun tangan sebagai tanda hormat membuat dadanya terasa berdebur. Panggilan ‘ABANG-ABANG-ABANG’ berkumandang dengan ceria dari berbagai sudut. Sosok itu memang tidak mau dipanggil Kakak atau Bapak.

KI-14

para inspirator sdn babakan surabaya 2

Sedih. Dan akhirnya hening saat sosok itu memacu kendaraannya di jalan raya. Waktu berlalu begitu cepat. Satu hari, bahkan hanya setengah hari dia menyediakan waktu untuk para siswa, bisa jadi adalah waktu seumur hidup bagi mereka untuk memantapkan cita-cita. Mau jadi apa mereka di kemudian hari. Lalu, semua relawan KIB berkumpul di Pendopo Kota Bandung. Mereka melakukan refleksi dan evaluasi apa yang sudah dilakukannya satu hari ini. Ada senang, ada tawa, ada kebahagiaan, ada ketidakpercayaan, ada persahabatan, ada persaudaraan, ada kelegaan, ada … semuanya. Happily ever after. Luar biasa. Istimewa.[]

Advertisements

8 thoughts on “Mengajar Itu Menyenangkan, Lho

  1. cita cita saya dari dulu pengen jadi guru, namun kandas sudah haha,,, asyik bener tuh bang aswi ngajarnya yah?

  2. >> catatantian : Sama, saya pun juga bercita2 sama. Namun energi untuk mentransfer ilmu tidak pernah hilang, jadi jika ada kesempatan ya dikejar seperti cerita di atas ^_^
    >> belalang cerewet : Insya Allah … nuhun sudah mampir
    >> nangkalandak : Yup, berbagi itu nikmat, San.
    >> wurinugraeni : Gak pede itu cuma di awal kok, kalau dipaksa nanti pedenya jadi membesar hehehe

  3. wah, ikut kelas inspirasi yah. salut benar buat mas Anies Baswedan yg telah mendirikan program ini, termasuk program Indonesia Mengajarnya. yg mampu menggerakkan sarjana terbaik bangsa untuk ikut sumbang tenaga mengatasi masalah pendidikan

    >> Salut kembali untuk beliau ^_^

  4. Surabaya memang asik! Keren nih bang, menulis itu selain mengasikkan juga menambah wawasan. Salam kenal 🙂

    >> Bandung, Kang, bukan Surabaya. Nama sekolahnya Babakan Surabaya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s