Pedulilah pada Hilangnya Satu Generasi

Ini kejahatan serius, bahkan sangat serius
Masalah narkoba adalah masalah bersama

Ya, narkoba memang termasuk kejahatan sangat serius atau extra ordinary crime. Boleh dibilang ini biangnya kejahatan. Terorisme tidak ada apa-apanya karena ‘hanya’ menghilangkan nyawa. Korupsi pun demikian karena ‘hanya’ kehilangan uang. Narkoba dapat menghilangkan nyawa dan uang, bahkan lebih dari itu narkoba dapat berdampak pada putusnya mata rantai generasi bangsa alias hilangnya satu generasi (lost generation). Narkoba adalah kejahatan lintas negara (trans national crime) dan kejahatan yang terorganisir.

Lihat saja data yang dihimpun oleh Badan PBB untuk Kejahatan dan Narkoba atau UNODC dimana pada 2013 sudah ada 210 juta pengguna (byuh, ngeri kan?). Kalau skalanya diperkecil hanya di lingkup negara Indonesia dan hanya mengambil data 2011, ternyata pengguna narkoba tertinggi terjadi di Jakarta (dengan kenaikan 2.06%), sedangkan kota yang mengalami penurunan adalah di Jogja (0.42%). Data lain juga ditunjukkan bahwa pengguna narkoba di Indonesia pada 2008 adalah 3.3 juta, pada 2011 meningkat menjad 4 juta, dan kemungkinan kalau proses ini tidak dibatasi atau tidak ada penanggulangan yang berarti maka pada 2015 akan terdapat 5.1 juta pengguna. Wow!

Narkoba-01Jelas bahwa ini adalah PR bersama. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN) atau aparat hukum semata. Narkoba adalah masalah bersama. Oleh karena itu, blogger sebagai media independen tentu sangat berperan untuk turut menangani masalah narkoba. Sosok itu juga harus melibatkan diri di dalamnya. Itulah mengapa dirinya hadir dan bisa ‘nongkrong’ di “Mie Ceker” Bandung Cabang Pondok Gede tadi pagi (22/2/2014) bersama 39 blogger lainnya. Mereka semua berkumpul di Jl. Pondok Gede Raya No. 9 itu tidak hanya melakukan kopdar ala kadarnya tetapi juga karena memenuhi undangan dari Asosiasi Blogger Reporter Indonesia (BRID) yang bekerjasama dengan BNN.

Awalnya, agenda hari Sabtu ini ada dua, yaitu acara Boseh2Graphy bersama Komunitas Back To Boseh PR di Bandung (acara bersepeda bersama sambil belajar memotret dengan tema ‘art deco’) dan Peresmian Pengurus Relawan TIK Sukabumi (sambil pencanangan program ICT for Kesehatan). Namun sebuah email dari Kang Ahmed Tsar Blenzinky, admin BRID bidang Administrasi, dua hari lalu mengubah semuanya. Setelah berembug dan berdiskusi dengan Sang Belahan Jiwa mana acara yang harus dipilih antara Bandung, Sukabumi, dan Jakarta, akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Tanah Betawi sekalian silaturahmi ke orangtua.

Seperti biasa, sosok itu segera menyiapkan Hotty Biru—nama sepedanya—pada hari Jumat siang. Setelah siap segalanya, dia pun berangkat dengan ngaboseh terlebih dahulu ke arah Cileunyi. Biasanya, sih, langsung ke Terminal Leuwipanjang atau mencegat bus jurusan Pulogadung sebelum pintu tol Pasir Koja, tetapi ada kabar ‘segar’ bahwa bus Garut-Jakarta memiliki tarif yang lebih murah (beda Rp20ribu). Jadilah dirinya ke sana menempuh perjalanan 13 km dengan kontur jalan menanjak dan belak-belok. Perjalanan yang lama karena terjebak macet di Cikarang, sosok itu akhirnya turun di Halim (pas sebelum Cililitan) dan dilanjut ngaboseh ke Kelapa Gading sejauh 13 km. Perjalanan yang menyenangkan.

Narkoba-02Sabtu dini hari, hujan turun deras di langit Jakarta. Sampai hari terang, hujan takjua mau beranjak. Tak masalah, sosok itu tetap ngaboseh menuju Pondok Gede yang berjarak 14 km. Baju lapangan untuk hujan-hujanan dan becek-becekan langsung dikenakan. Rute perjalanan adalah melewati Jl. Raya Bekasi, Jl. Pahlawan Revolusi, dan Jl. Jatiwaringin Raya. Sampai di “Mie Ceker” Bandung tepat waktu dan langsung menuju ke toilet untuk mengganti baju. Pas keluar kamar mandi, sudah ada Kang Hazmi Srondol dan langsung bersalaman karena inilah kali pertama bertemu dengannya.

Ada 2 (dua) pembicara yang hadir di Focus Group Discussion (FGD) ini yaitu Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si (Direktur Diseminasi Informasi BNN) dan Pak Thamrin Dahlan (Blogger senior yang juga pensiunan BNN). MC pembukanya sendiri adalah Ibu Retno (Divisi Media BNN). Agendanya tidak hanya membahas dan berdiskusi tentang masalah narkoba tetapi juga pencanangan program penulisan 10 ribu halaman sebagai upaya Blogger Reporter Indonesia membantu BNN. Program ini pun disepakati dengan nama ‘Indonesia Bergegas’.

Narkoba-03

Pak Gun, Pak Thamrin, dan Bu Retno

Data-data yang ditunjukkan Pak Gun Gun benar-benar menyesakkan dada. Dalam kurun waktu 2008-2012, sudah banyak orang yang tertangkap tangan terkait masalah narkoba. Dari latar belakang pekerjaan, mereka itu adalah PNS (0.72%), Polisi/TNI (0.73%), Swasta (42.12%), Wiraswasta (25.74%), Tani (2.53%), Buruh (9.88%), Mahasiswa (1.66%), Pelajar (1.65%), dan Pengangguran (14.97%). Dari rentang usia juga sangat mengejutkan dimana <16 (0.30%), 16-19 (4.82%), 20-24 (14.67%), 25-29 (26.86%), dan >30 (53.35%). Dari latar belakang pendidikan juga begitu, tercatat lulusan SD (12.30%), SMP (24.84%), SMA (60.13%), dan PT (2.72%).

Siapa yang salah? Mau menyalahkan siapa? Mau menunjuk siapa? Sulit. Ini masalah yang kompleks. Ini masalah bersama. Para pemain bisnis narkoba sudah semakin pintar dan cerdas. Mereka bahkan mengeluarkan jenis narkoba baru yang disebut New Psychoactive Substance (NPS) dimana terdapat 251 jenis yang tersebar di 70 negara. Narkoba jenis baru ini sulit terdeteksi karena belum masuk ke dalam kontrol internasional. Jelas ini kejahatan terorganisir karena mereka bisa mendapatkan keuntungan $322 billion per tahun. Siapa yang tidak tergiur?

Efeknya terhadap negara Indonesia pun demikian besar. Dulunya negara ini hanyalah menjadi tempat transit saja dari jaringan internasional perdagangan narkoba dunia, tetapi kini negara ini telah menjadi pasar narkoba. Indonesia telah menjadi negara produsen dan konsumen terbesar di kawasan Asia (great market with great price). Wajar jika di Indonesia ada 40 orang yang tewas setiap hari karena narkoba. Parahnya, dari data KEMLU 2012, ada 203 WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri karena tertangkap tangan sebagai kurir dimana hampir 100 persennya adalah wanita. Mereka bisa jadi pemain utama tetapi tidak menutup kemungkinan juga terjebak.

Narkoba-04

para blogger anti narkoba

Apa yang bisa dilakukan sosok itu? Apa saja yang bisa, biasa, dan mudah dilakukan. Salah satunya adalah menulis di blog alias ngeblog. Mencoba membantu BNN mengejar target 10 ribu halaman artikel itu. Semua artikel itu nantinya akan disebar secara luas secara gratis, baik melalui media online (blog), media massa, atau mungkin saja dalam bentuk buku. Bismillah. Yuk, sama-sama memberantas kejahatan narkoba dengan menuliskan tentang segala hal yang berkaitan dengan narkoba. Semoga dengan cara yang sederhana ini, ada titik terang dan senyum manis bahwa kejahatan narkoba semakin berkurang dan bahkan habis. Amiiin. Yuk, jadi Blogger Anti Narkoba demi mewujudkan ‘Indonesa Bebas Narkoba’.[]

Advertisements

4 thoughts on “Pedulilah pada Hilangnya Satu Generasi

  1. Peduli itu indah, namun tidak seindah dalam pencpaian target bila hanya di lakukan dan saling meyalahkan. Aksi menuju Indonesia Bebas Narkoba harus bisa di capai di setiap lini masyarakat ya Kang.

    Salam

    >> Yup, daripada saling menyalahkan mending langsung bergerak alias aksi. Yuk nulis, sebisa kita dan semoga Indonesia Bebas Narkoba! ^_^

  2. Maaf Kang Link di atas putus. jadi saya ganti ini ya.

    Sukses untuk penyelamatan satu generasi bangsa Indonesia bebas narkoba.

    Salam

    >> Gak papa, sukses juga untuk semua yang terlibat, dan salam dari Bandung

  3. Jadi ingat postingan saya tahun lalu tentang penderita hiv aids (ODHA). Pengguna narkoba, terutama yang pake suntikan, sangat beresiko tinggi terjangkit virus hiv aids.

    >> Yup, angka di atas itu adalah mereka yang meninggal karena efek dari narkoba seperti terkena penyakit HIV/Aids.

  4. Jadi wajar saja ketika Corby dapat kemudahan menimbulkan protes.

    Marilah kita saling menjaga keluarga dan orang sekitar kita untuk jauh dari narkoba.

    >> Yup, mari kita jaga keluarga kita sendiri ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s