Naik Pesawat Bersama

Mimpi sama dengan cita-cita
Tidak selamanya berada di alam maya
Ia suatu hari bisa menjelma nyata
Karena itu peganglah dengan erat

Ya, siapa pun boleh bermimpi. Siapa pun boleh bercita-cita. Tidak ada yang salah dengan hal itu, bahkan amat dianjurkan. Itulah mengapa pada diri anak-anak menjelang masuk sekolah dasar atau pre-school sekalipun sering ditanyakan oleh para guru, “Apa mimpimu? Apa cita-citamu? Mau jadi apa kamu kalau sudah besar?” Dan mereka pun menjawab dengan berbagai macam ekspresi. Semua mengungkapkan keinginannya. Ada yang malu, ada yang tersenyum, ada yang berteriak, ada yang tertawa, ada yang sumringah dan menjawab dengan lantang. Semua itu atas nama kebahagiaan.

Vacation-1

Itu pula yang menjadi tema utama salah satu program ‘Indonesia Mengajar’ yang dicanangkan Anis Baswedan sejak tiga tahun lalu, yaitu Kelas Inspirasi. Alhamdulillah meski tahun lalu gagal menjadi inspirator, tahun ini sosok itu terpilih dan dapat melaksanakan tugasnya dengan tuntas. Luar biasa. Anak-anak SD selama satu hari diperkenalkan berbagai macam profesi yang bisa jadi belum terbayangkan oleh mereka. Yang menjelaskan tentu saja para pelaku profesinya sendiri. Sosok itu menceritakan profesinya sebagai seorang blogger dan penulis. Para murid antusias dan semua ingin bisa menulis. Kalau mau baca tentang pengalaman sosok itu sila lihat di Mengajar Itu Menyenangkan, Lho!. What a great experience!

Berbicara tentang angan-angan—dimana ini hal yang sama dengan cita-cita dan mimpi—, alhamdulillah beberapa sudah dirasakan secara nyata oleh sosok itu. Salah satunya adalah naik pesawat terbang. Ya, benar, jangan tertawa. Masa kecilnya boleh dibilang amat menyenangkan dan full adventure. Lahir dan tinggal di Jakarta, tapi agak ‘nyempil’ di ujung utaranya. Setiap detik hidupnya dihiasi oleh suara deburan ombak yang menyentuh bibir pantai. Jika malam, suara itu makin keras karena air pasang dan deburannya langsung menghantam tembok pembatas kompleks dimana rumahnya tinggal. Saat banjir akibat laut pasang, takada pasir atau daratan yang terlihat, semua menyatu dan ikan-ikan pun turut masuk ke dalam rumah. Amazing, right? Begitu pula saat bermain bersama kawan-kawan nelayan di atas perahu, berenang dan menyelam di antara perahu yang tertambat, hingga menuju bagan (semacam bangunan dari bambu di tengah laut) untuk menikmati kedalaman laut yang jernih dengan ratusan ikan berlalu-lintas di sana.

Vacation-2

Tak hanya itu, di sebelah barat kompleks terhampar beberapa hektar rawa-rawa yang masih asri. Pepohonan bakau tumbuh subur di sana dengan beberapa ekor monyet sering terlihat. Tak heran kalau biji bakau tampak mirip dengan kepala monyet. Beberapa kru film pun sering syuting di sana, seperti Barry Prima. Jika agenda PERSAMI alias Perkemahan Sabtu Minggu digelar, ajang mencari jejak di rawa-rawa adalah bagian terfavoritnya. Layaknya anggota ‘Lima Sekawan’ yang sedang menuntaskan sebuah kasus. Namun, bukan itu yang ingin dibicarakan. Meski tinggal di Jakarta, jarak untuk menuju dunia sebenarnya perlu ditempuh sejauh 2 km sampai bertemu dengan jalan raya bernama RE Martadinata. Hidupnya memang terisolir. Wajar jika kemudian dirinya tidak kuat naik kendaraan bermotor. Baru sebentar saja sudah mabuk. Masih teringat betapa malu dirinya saat mabuk di depan teman perempuannya saat masih berseragam putih-biru.

Dengan kondisi seperti di atas, sosok itu tak yakin kalau dirinya bisa bepergian jauh. Padahal jiwa petualangan mengalir kuat di dalam dirinya. Jalan kaki pun dilakoninya untuk mencapai ratusan kilometer demi tujuan yang tidak memerlukan kendaraan bermotor. Termasuk menembus hutan rawa dan pemakaman orang-orang Belanda agar sampai di wilayah Ancol dengan gratis. Dan waktu pun berkelebat laksana kilat. Sampai menikah, dirinya belum pernah keluar dari Pulau Jawa. Jarak terjauh yang pernah ditempuhnya hanyalah Merak di ujung barat dan Surabaya di ujung timur. Itu pun hanya karena di kedua kota tersebut ada keluarganya. Jasa transportasi yang digunakan lebih banyak kereta karena untuk naik bus sudah pasti akan ditolaknya. Kalau pun iya, obat antimabuk dan plastik sudah siap menemaninya. Dan masalah ini pun menular pada kedua putrinya. Fiuh!

November 2011, bulan dan tahun yang menjadi tonggak baru perjalanannya. Sebagai seorang blogger dirinya mendapatkan keberuntungan dapat mengikut Asean Blogger I yang diselenggarakan di Bali. Di sinilah sosok itu merasakan sensasi pertama menaiki pesawat terbang. Seperti yang pernah ditulisnya pada First Flight, dia merasakan sensasi yang makin memuncak pada saat mesin pesawat dinyalakan. Kecepatan yang tinggi hingga pesawat harus meninggalkan permukaan bumi adalah efek melayang yang tidak akan pernah dilupakannya. Perasaan naik dan turun begitu menggoda pikirannya. Begitu pula dengan turbulensi kecil pada ketinggian tertentu hingga dapat terbang di atas awan-awan yang cerah di sebelahnya. Itulah momen dimana sosok itu merasakan betapa kecilnya manusia di bumi ini. Belum kejadian-kejadian lucu saat baru memasuki bandara #ehm.

Vacation-4

Awang-awang
: Sesuatu yang akan terus dikenang

Sebagai tonggak baru, dua tahun kemudian sosok itu merasakan kembali menaiki pesawat terbang ke Bali. Itulah momen kebahagiaan yang paripurna, bukan lagi saat menaiki pesawatnya, tetapi karena petualangannya di Bali sebagai seorang pengelana. Bermalam di rumah dua orang kawan bloggernya dan nekat menjadi guide gadungan agar bisa berwisata gratis mengelilingi Bali. Kawan yang menjelma saudara hingga rumahnya laksana kampung halaman. Tunggu Aku Pulang, Bro. Sejarah baru di dalam kehidupannya. Sepercik kehidupan sangat berarti bagi sejarahnya, meski hanya secuil.

Di rumah, anak-anak begitu antusias mendengarkan cerita sosok itu. Pengalaman naik pesawat. Pengalaman bisa ke Bali secara gratis. Sang Belahan Jiwa pun tersenyum bahagia di depan anak-anak, tetapi saat hanya berdua saja bibirnya langsung manyun. Ia sangat ingin dapat bepergian bersama. Honeymoon yang tidak pernah didapatkan seperti kisah-kisah dongeng para pengantin baru. Naik pesawat lalu menikmati keindahan tempat wisata di tempat tujuan. Ah, begitu indahnya. Bahkan, untuk bisa berbulan madu di Bandung saja sulit mendapatkan tempat dan waktunya. Ada banyak faktor tentu saja. Senang dan bahagia rasanya mendengarkan anak-anak yang bermimpi menaiki pesawat untuk mengantarkan mereka ke Bali. “Ke Jepang,” kata Adik Anin. “Ke Arab,” kata Kakak Bibin. Namun ada rasa sedih saat melihat kenyataan.

Vacation-3

Ke manapun tujuannya tidak masalah, yang terpenting adalah kesempatan untuk menaiki pesawat terbang. Dan untuk memberikan rasa keadilan, tentu akan lebih baik jika tujuan utamanya adalah Bali. Mengapa? Karena sosok itu sudah mengenal lokasinya dan adanya saudara di sana. Sebulan yang lalu, bahkan sosok itu pernah iseng di tengah malam mencari tiket termurah untuk semua anggota keluarga di salah satu maskapai penerbangan internasional. Dapatlah tanggal 15 Januari 2015 dengan keberangkatan dari Jakarta. Tiketnya memang Rp99ribu tetapi ternyata ada biaya lain-lain sehingga total jendral mencapai Rp1,1juta. Masih terbilang murah tapi jadwal kepulangan dengan biaya tiket yang sama tidak didapatkan. Dan di akhir proses, ternyata tidak ada satu pun alat yang dimilikinya untuk membayar itu semua. Yah, namanya juga #MyDreamyVacation. Liburan Impian yang semoga saja menjadi kenyataan di kemudian hari. Amiiin.[]

#MyDreamyVacation

Advertisements

7 thoughts on “Naik Pesawat Bersama

  1. mangrove?bali?

    abang ikut programnya pak anis?ikut mengajar? wah …kheren…
    aku suka nonton acara itu di net.tv

    pengen juga ikutan tp da give pasti ga kepilih 😦

    well smoga impianya tercapai ya bisa liburan bareng keluarga aamiin

    >> Ikut Kelas Inspirasinya yang cuma satu hari itu, bukan Indonesia Mengajar yang perlu waktu berbulan2 di daerah pedalaman dan biasanya untuk yang fresh graduate. Amiiin, nuhun ya πŸ˜€

  2. Ayo ke Bali bareng2 Bang, Fauzan juga belum pernah naik pesawat, ibunya juga .. hihihihi

    >> ayuuuu … asyik jadi rame hehehe….

  3. Kang Aswiii..mantap pisaan bisa ikutan Kelas Inspirasi…dan semoga juga semua impian sang sosok bisa tercapaaaiii..rama-ramee ya kang sekeluargaaa..pasti bahagia deeh :D…makasih sudah ikutan GAku kaang…

    >> Alhamdulillah masih diberi kesempatan, Mbak. Amiiin bersama keluarga. Sama-sama dan semoga sukses penjuriannya ^_^

  4. amiinn … semoga tercapai impiannya ya kang πŸ™‚
    terima kasih sudah ikutan GA #dreamyvacation πŸ™‚

    >> Amiiin. Hatur nuhun sudah berkunjung hehehe…

  5. semoga impian terbang bersama pasangannya ke Bali, ke Jepang hingga ke Arab…bisa terwujudkan ya…..haqul yakin……dengan keyakinan dan kekuatan doa..maka semua impian bisa terwujud..insya Allah…..selamat berlomba,,,semoga menjadi yang terbaik….
    keep happy blogging always…salam dari Makassar πŸ™‚

    >> Amiiin. Nuhun atas doanya, Mas. Salam hangat kembali dari Bandung ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s