Sapi yang Bikin Happy

Akhirnya … bisa makan steak lagi. Tahu kan ‘steak‘ itu apa? Orang Indonesia menyebutnya dengan nama bistik (dari kata ‘beef steak‘), yaitu potongan daging yang biasanya dimasak dengan cara dipanggang. Bistik yang paling umum adalah dari daging sapi, tetapi kalau mampir ke beberapa warung steak biasanya ada juga bistik (dada) ayam dan ikan. Nah, alhamdulillah sosok itu bisa mampir ke Happy Cow Steak yang ada di Dago, tepatnya di nomor 325. Agak ke atas sedikit dari Darul Hikam dan di seberang Dinas Peternakan. Semua ini bisa terjadi karena @CannyLV. Siapa dia, cari tahu sendiri ya hehehe.

Kuliner-15

Selain sosok itu, ada juga sang belahan jiwa yang sudah menyatakan dirinya sebagai blogger. Ada juga Nchie Hanie, Nurul ‘Ulu’, dan Fauzan. Tak ketinggalan sosok itu dan @ummibindya mengajak Adik Anin agar tidak meninggalkan laporan-laporan di kemudian hari kalau ditinggal (pada mikir, deh). Berkumpul di sore menjelang maghrib kemarin, semua akhirnya langsung menghadapi 3 (tiga) paket 40K dan 2 (dua) paket 30K yang memang disediakan untuk komunitas. Paket 40K mendapatkan sirloin/tenderloin 150 gram plus lemon tea atau soft drink, sedangkan paket 30K mendapatkan chicken steak 150 gram plus lemon tea atau soft drink. Bagi yang belum tempe eh tahu, sirloin adalah daging sapi di bagian belakang dan cenderung agak keras tetapi berukuran lebih besar, sedangkan tenderloin berada di depan sirloin dan di belakang tulang rusuk. Daging tenderloin agak lembut dan memanjang.

Kuliner-16

Kalau dari harga regulernya, sirloin dibandrol 36ribu, tenderloin 38ribu, dan chicken steak dibandrol 25ribu. Kalau minumannya, lemon tea 9ribu dan soft drink 6ribu. Jadi jelas paket di atas akan jauh lebih hemat. Sebenarnya ada juga steak premium yang jauh lebih mahal karena bahannya yang berkualitas, yaitu Santori Beef Steak dan Australian Meltique yang dibandrol 65ribu untuk berat 160 gram. Plus yang paling yahud adalah Wagyu Beef Steak yang dibandrol 110ribu untuk berat 150 gram. Mengapa ‘wagyu’ paling mahal? Ini karena proses ‘marbling‘ yaitu lemak yang terdapat diantara serabut otot (intramuskular) dan—katanya—dagingnya tuh mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang lebih tinggi daripada daging sapi pada umumnya.

Kuliner-17

Sosok itu kebetulan mendapatkan jatah chicken steak dengan taburan blackpepper plus lemon tea. Cuma sayang minuman ini kurang manis seperti kesukaannya. Tapi tidak masalah. Bistik ayamnya empuk dan gurih, apalagi ditambah dengan bumbu blackpepper-nya yang pedas-pedas gimanaaa gitu. Tapi yang paling istimewa adalah sayuran pendampingnya berupa jagung, kacang panjang, dan juga kentang gorengnya. Jujur, sayurannya seger banget, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskannya. Jauh lebih cepat habis dibanding bistik ayamnya. Kalau tidak segar, bisa jadi sayuran pendampingnya bakalan habis.

Dari makan bersama ini, sosok itu juga mendapatkan pengetahuan dari Fauzan bahwa ada cara pemasakan yang berbeda terhadap bistik, yaitu berapa cepat dan berapa lama. Happy Cow Steak sendiri masih menyebutnya dengan istilah umum, yaitu Rare (daging masih merah dan tidak terlalu panas), Medium (bagian tengahnya masih merah tapi sisinya merah muda), dan Welldone (daging sudah tidak berwarna merah, disajikan paling panas, dan cenderung keras karena kandungan airnya sudah banyak berkurang). Kebetulan Fauzan memilih tenderloinnya dengan tingkat kemasakan medium. Jadi nambah ilmunya, deh.

Kuliner-18

Adik Anin memilih menunya sendiri, yaitu es krim dan burger. Tepatnya, sih, hot burger (tapi tentu yang tidak pedas) dan sundae ice cream dengan rasa cokelat. Burger sendiri dibandrol dengan harga 26ribu dan es krimya sendiri berharga 18ribu. Kedua menu itu kalau dari rasa ya standar saja, jadi tidak terlalu istimewa bagi sosok itu. Yang pasti, bagi yang suka dengan bistik atau steak, coba saja Happy Cow Steak—baik itu yang ada di Dago maupun yang ada di Palasari. Tapi kalau ingin mengecek terlebih dahulu via dunia maya atau socmed, coba saja lihat timeline twitternya di @happycowsteak. Dan kalau mau nanya-nanya juga diperbolehkan, kok, via email ke happycowsteak@gmail.com.

Kuliner-19Dari segi tempat, Happy Cow Steak Dago terbilang nyaman, tapi masih kalah nyaman dengan yang di Palasari. Bisa jadi karena baru dibuka dan fasilitasnya belum lengkap benar. Dan karena masih ngontrak, rumah pemiliknya juga masih menyatu. Ada yang keren juga, berkenaan dengan program Kang Emil—sang walikota—dengan Rebo Nyunda-nya, Happy Cow Steak juga meluncurkan program Steak Nyunda. Jadi, tiap Rabu, pengunjung akan dimanjakan dengan nasi gratis dan ruab raeb. Bahkan ada diskon 15% untuk pengunjung yang mengenakan iket atau kabaya plus dihibur dengan musik tradisional Sunda. Berminat?[]

Advertisements

One thought on “Sapi yang Bikin Happy

  1. Wow, pengeeeen, enak banget pastinya ya.
    Kalau ke Bandung, mau mampir ke sini ah:)

    >> Iya, secara belum ada di Jakarta atau Bekesong. Jangan lupa ajak-ajak ya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s