Puyuh Tidak Hanya Telur, Lho

Sore di Jakarta, sosok itu mendapatkan telepon dari Teh Iin. Katanya mau dikenalkan dengan Kang Joy, pemilik Mamak Kitchen dan Warung Sangrai yang berada di bilangan Jl. Riau, bersatu dengan FO Heritage. Tak berapa lama Kang Joy menelepon dan ingin mengundang Blogger Bandung untuk mencoba menu mereka di Warung Sangrai. Sosok itu menyanggupi dan siap mengondisikan sepuluh blogger. Akhirnya, terpilihlah Nchie, Dey, Efi, Widya, Ade Truna, Ummi, Ulu, dan Evi berdasarkan kesiapan mereka semua untuk bisa hadir. Meti, Kang Adi, dan Fauzan tidak dapat hadir dan terpaksa diganti sama yang lain. Dan tadi menjelang maghrib, Blogger Bandung bisa berkumpul di sana. Sosok itu sendiri mampir setelah lari sore di Lapangan Saparua. Tidak lupa Kakak Bibin, Adik Anin, dan Nisa turut menyusul.

Kuliner-20

Ada yang tahu telur puyuh? Pasti pada tahu. Telur rebusnya mudah didapatkan dan bahkan dijual oleh pedagang asongan di beberapa terminal dan di bus. Cangkang telurnya mudah dikupas karena saking tipisnya. Tidak jarang saat mengupasnya, daging telurnya ikut terbawa dan terbuang. Sudah murah, enak pula. Cuma banyak yang bilang kandungan kolesterolnya lebih tinggi dibanding telur ayam. Nah, tapi adakah yang pernah merasakan daging puyuh? Inilah yang coba ditawarkan oleh Warung Sangrai dengan menu andalannya, burung puyuh. Johann Tirtha, yang dipanggil akrab dengan Kang Joy, menjelaskan bahwa dirinya memilih puyuh karena di luar negeri (khususnya Perancis, Portugis, Malta, dan India) puyuh sudah amat terkenal sebagai sajian internasional. Jika bebek dan lele sebagai menu masakan kampung sudah terkenal, kenapa puyuh tidak?

Kuliner-21Ya, keluarga puyuh termasuk jenis unggas/burung yang sering dijadikan hidangan. Meski bentuknya kecil tetapi cenderung gemuk. Tulangnya berukuran kecil sehingga agak sulit untuk dipisahkan dengan dagingnya, jadi wajar saja kalau tulangnya juga ikut dimakan. Puyuh juga bisa terbang dengan sangat cepat, lho, tetapi dengan jarak tempuh yang terbilang pendek. Ia tersebar di semua benua dan mudah dipelihara karena tidak memerlukan modal besar dan bisa dipelihara di perkarangan rumah, makanannya mudah karena berupa biji-bijian atau serangga, juga tidak terlalu banyak masalah dengan penyakit. Sama dengan ayam, puyuh juga terbagi menjadi puyuh pedaging dan petelur. Hanya saja di Indonesia, dagingnya belum terlalu seterkenal telurnya.

Kuliner-22

Warung Sangrai yang baru berdiri akhir 2010 memiliki beberapa pilihan menu puyuh, yaitu Puyuh Rawit, Puyuh Cabe Garam, Puyuh Original, Puyuh Crispy, dan Puyuh Gocap (Goreng Kecap). Sebenarnya ada lagi menu puyuh lainnya tapi kadarnya tidak banyak alias sudah disuwir-suwir, yaitu Bubur Puyuh. Dari segi harga, jelas murah. Kemarin, kan, lagi promo jadi cuma pesen 1 (satu) menu puyuh langsung dibandrol dengan harga Rp19ribu, itu pun gratis nasi pula (katanya sih promo sampai akhir April nanti). Buat perbandingan, satu ekor puyuh itu sama dengan satu potong ayam (misalnya dada). Dagingnya pun empuk jika dibandingkan dengan bebek atau entog. Dagingnya banyak tapi ya kadang sudah dipisahin dari tulangnya, tapi inilah seninya hehehe. Apalagi ada temennya, yaitu sarang. Sarang ini berisi tahu, tempe, dan kol goreng yang dijamin uenak sebagai teman. Kol gorengnya pun mirip kerupuk.

Kuliner-23

Jika dibandingkan dengan (dada) ayam, ternyata daging puyuh itu banyak keunggulannya. Misal untuk sajian 100 gram, ayam mengandung lemak 16 gram tetapi puyuh hanya 5 gram meski kadar kolesterol ayam 41 mg dan puyuh 70 mg. Hebatnya puyuh mengandung 22 gram protein dan zat besinya mencapai 25%, sangat berbeda dengan ayam yang hanya mengandung 15 gram protein dan zat besinya cuma mencapai 6%. Kalau dari sisi kalori, puyuh hanya 134 kcal dan ayam mencapai 263 kcal (Sumber dari sini).

Kuliner-25

Pada saat teman-teman Blogger Bandung sudah pada ngumpul, Kang Joy langsung menawarkan Batagor Karasa dan Tahu Gerus Pedas. Batagor Karasa adalah menu yang paling banyak dipesan, katanya. Rasanya lembut, beda dengan batagor lainnya. Tahunya pun enak. Harganya pun masih pasaran, pokoknya nggak bikin kantong bolong. Minumannya saja paling mahal cuma Rp16ribu. Kalau datangnya pagi-pagi pun bisa buat sarapan karena memang ada menu sarapannya (jam 7 sudah buka). Enak, kan, menikmati Jl. Riau yang masih segar sementara FO-FO belum pada buka di perempatan Banda yang eksotis. Oya, Warung Sangrai didominasi oleh menu-menu tradisional terutama dari Tanah Sunda. Sebut saja Nasi Timbel Komplit, Nasi Tutug Oncom, Batagor, Lotek, dan juga Karedok. Bahkan Gado-gado pun ada. Karena itulah tagline-nya adalah ‘Orang Indonesia asli, makan pakai tangan’. Yup, makan pakai tangan akan lebih terasa nikmat daripada pakai sendok/garpu.

Kuliner-24

Warung Sangrai berlokasi di salah satu pusat Factory Outlet terbesar di Bandung, yaitu Heritage. Tepatnya di pintu keluarnya, tepat di samping Jl. Banda. Jadi, kalau habis-habis shopping di Heritage atau di FO sekitarnya, tidak ada salahnya mampir untuk mengisi perut yang keroncongan atau sekadar nongkrong menikmati kesegaran Es Cingcau Hitam atau Milo Dinosaurus sambil ber-wifi gratis. Hampir saja lupa, salah satu ciri khas warung ini adalah bentuk fisik gelasnya yang serba besar. Mungkin ini adalah bentuk penghargaan yang luar biasa dari sang pemilik. Jam bukanya saja setiap hari mulai dari pukul 07.00 – 21.30. Kalau masih penasaran dan ingin tahu coba saja cek via twitter @WarungSangrai, FB WarungSangrai, instagram WarungSangrai, dan situsnya di http://www.warungsangrai.com/. Tapi kalau mau nanya langsung bisa lewat telepon (022) 91566224 / 0821 1413 1020 atau email sangraibdg@gmail.com. Tertarik?[]

Advertisements

8 thoughts on “Puyuh Tidak Hanya Telur, Lho

  1. puas sama makannya yang enak, sedikit mahal tp rasanya premium. Dan itu, ukuran gelasnya, mug abah, bikin kenyang hehehe

    >> Harga promonya murah tapi memang lebih mahal tapi worth it lah … mug-nya juga ajaib ^_^

  2. saya telat datang ke Warung Sangrai, tapi justru dapat 2 nasi putih. Emang enak, tapi pedasnya gak nahan πŸ™‚

    >> Biar telat yang penting nikmaaat ya, Bro hehe. Pedesnya masih terasa di bibir….

  3. Bandung tuh banyak kulinernya ya, Bang.
    Bayangin makan tahu gerus. Pedas beneran, kan? πŸ˜›

    >> The paradise of culinair. Iya, pedes beneran, Dah :p

  4. enak sepertinya daging puyuh ,,, kerasa amis ga bang?

    >> Alhamdulillah nggak terasa amis yuh πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s