Bekasi yang Menyejukkan

alam memang selalu mengajarkan
pada manusia agar terus menjaga keseimbangan
dan di sinilah kota itu tumbuh dan berkembang
hunian yang modern tetapi selaras dengan alam

Pameran-05

Sosok itu sedang membayangkan pada masa dimana ia merasa nyaman bersepeda di sebuah kota yang tak jauh dari Jakarta. Serpong, Tangerang, Depok, atau Bekasi misalnya. Setelah melewati hiruk pikuk lalu lintas Jakarta yang tidak pernah mati sedetik pun. Macet dan segala macam ornamennya. Sumpek dan membuat kepala seakan mau pecah, atau paling tidak berteriak keras memuntahkan segala unek-uneknya yang negatif. Sosok itu ngaboseh memasuki satu jalan yang unik, sebuah jembatan yang cukup lebar dengan penghias di tengah pembatas—garis melengkung sebagai simbol keajaiban mimpi. Jembatan dengan teknik ‘balance cantilever‘ dengan atap oval berkisi menghias di tengahnya. Lalu memandang padatnya lalu lintas jalan raya atau kereta api di bawahnya. Sementara angin bertiup mengibarkan rambutnya yang mulai gondrong.

Turun ke bawah, angin makin menerpa wajahnya yang gelap. Kesegaran yang luar biasa saat bersepeda setelah melewati jalan-jalan padat di ibukota. Dan di sana, sebuah piramida terbalik menyambutnya. Lampu-lampu berwarna-warni yang menggunakan teknologi mutakhir ‘color kinetic’ dengan mengaplikasikan jenis lampu ‘archi point’ dan ‘color blast’. Sebuah permainan lampu yang menggunakan teknologi komputer. Kadang, terdengar sebuah lagu yang menyesuaikan pendar warna-warni lampunya. Indah. Fantastis. Seakan memasuki sebuah gerbang keajaiban akan sebuah kota yang telah lama diimpikannya. Layaknya ‘kota penuh harta karun’ di film Indiana Jones. Di sinilah alam akan menyambutmu dengan penuh senyum dan mata berbinar.

Pameran-06

Sosok itu lalu mengayuh pedal sepedanya ke arah kiri dimana ada banyak hunian di sana. Hunian modern yang dibangun selaras dengan alam. Hunian dengan sistem keamanan terpadu, berlapis, dan bahkan tersedia ‘panic button‘ demi kenyamanan penghuninya. Hunian yang memberi kenyamanan berlebih pada setiap anak agar bisa bermain di kolam renang, taman bermain, atau berlari-lari di sepanjang ‘jogging track‘ di tepian danau menemani orangtua dan kakek-neneknya. Hunian yang memberi kesenangan mengesankan bagi mereka yang mencintai dunia sepeda seperti sosok itu dengan menjajal ‘bicycle park‘ sepanjang 2 km yang memiliki ‘bumpy road‘ seakan menelusuri perbukitan. Palm Residence, Acacia Residence, Lotus Residence, Maple Residence, Vernonia Residence, Magnolia Residence, Bluebell Residence.

Puas menelusuri semua hunian, sosok itu melanjutkan ngabosehnya kembali menuju landmark inverted pyramid, lalu berbelok ke kiri. Di sana ada lebih banyak lagi hunian yang jauh lebih modern dan canggih. Danau besar terbentang di sana, dengan beberapa perahu kecil tertambat di tepiannya. Beberapa orang asyik mengobrol atau sekadar menikmati pemandangan alam yang tersuguhkan. Semakin ke dalam dan terus mengarahkan sepedanya ke arah utara terdapat dua sekolah berkualitas internasional. Al-Azhar dan BPK Penabur. Juga Masjid Raya Al-Azhar yang didesain mirip dengan bentuk Ka’bah di Mekah sana. Arsitekturnya sendiri adalah Ridwan Kamil yang kini menjabat sebagai walikota Bandung, kota dimana sosok itu tinggal. Desain dan materialnya ramah lingkungan dan masjid itu … tidak ada AC-nya. Buat apa? Toh, angin sudah merata tersebar karena bentuk desainnya yang terbuka. Sosok itu merasa nyaman berada di dalamnya, menjadi lebih khusyuk mensyukuri nikmat Sang Maha.

Setelahnya, acara ngaboseh dilanjutkan menuju pusat keramaian. Apalagi kalau bukan Summarecon Mal Bekasi (SMB) dimana kali ini di depannya sedang diramaikan oleh aktivitas Festival Kuliner Pasar Senggol, konsep pasar malam yang jauh lebih rapi. Sosok itu bisa menikmati berbagai permainan seperti kincir-kincir, kora-kora, bola air, kereta mini, istana balon, atau menyaksikan atraksi tong setan. Ada banyak jajanan tradisional di sana termasuk hiburan layar tancep atau panggung musik. Siapa pun termasuk anak-anak bisa menikmatinya sampai dengan tanggal 11 Mei 2014 nanti. Begitu pula dengan hadirnya ‘World of Lantern‘ yang katanya langsung didatangkan dari Cina, sebuah petualangan dunia lampion yang penuh warna dan cahaya sampai dengan tanggal 29 Juni 2014. Sosok itu benar-benar terpuaskan. Begitu pula perutnya saat berteriak ingin minta diisi. Dirinya cukup menuju lantai paling atas SMB dan berbagai hidangan terpapar di sana. Food Temptation. Tinggal pilih dan hanya menggunakan sebuah kartu guna memudahkan semua transaksi makan.

Pameran-07

Persembahan untuk Masyarakat Bekasi

Ahhh … tadinya itu dikira hanya sebuah mimpi. Tapi nyatanya tidak. Semua itu memang ada di Bekasi. Hunian, pusat aktivitas, dan semua kesenangan itu ada semua di sana. Flyover Summarecon Bekasi yang diberi nama dengan pahlawan Bekasi, KH Noer Ali, terbentang guna menghubungkan bagian selatan dan bagian utara kota Bekasi. Dimulai dari batu pertama yang diletakkan oleh Gubernur Jabar pada 10 Maret 2010 sampai pembangunan mulai dijalankan pada 30 Maret 2011, dan akhirnya diresmikan pada 13 April 2013. Dengan panjang 1 km dengan lebar 22 meter yang terbagi menjadi empat jalur yang menghubungkan Jl. Ahmad Yani dan pusat kota Summarecon Bekasi melintasi Jl. Sudirman dan jalur rel kereta api. Teknik ‘balance cantilever‘ pun diterapkan selama pembangunan agar lalu lintas di bawahnya tetap berjalan. Bentangan 130 meter tanpa tiang penyangga adalah menjadi yang terpanjang kedua setelah jembatan Rajamandala. Dengan nilai Rp220miliar, flyover ini adalah bukti sumbangsih yang amat berarti dari Summarecon Bekasi untuk masyarakat Bekasi.

Begitu pula dengan tugu selamat datang berupa piramida terbalik. Dibangun dengan lebar penampang atas 27 meter dan lebar penampang bawah 4 meter plus ketinggian 17 meter, ‘inverted pyramid‘ ini melambangkan semakin berkembangnya kota Summarecon Bekasi yang akan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan lingkungan sekitar. Sebongkah ‘crown jewel‘ diantara pengembang properti di Indonesia. Didesain oleh Iman Ashar asal Singapura yang memenangkan Sayembara Penataan Area Bundaran Utama Summarecon Bekasi, landmark ini memberikan view yang tidak banyak menghalangi pandangan lalu lintas di area bundaran. Begitu pula dengan pemilihan material pipa baja dengan finishing marine paint anti karat yang diharapkan dapat berusia panjang.

Pameran-08

Summarecon Mal Bekasi (SMB) pun dibangun agak berbeda dengan mal-mal lainnya yang pernah ada. Dengan luas total (nantinya) 160 ribu meter persegi yang terdiri atas 4 lantai dan 1 lantai basement, SMB memiliki The Downtown Walk. Inilah destinasi kuliner dengan konsep area makan di ruangan terbuka atau alfresco dining yang membawa kuliner khas Nusantara maupun mancanegara. Tidak hanya sekadar hangout, pengunjung juga bisa melakukan gathering atau semi outdoor party dengan nuansa hijau yang nyaman. Nyaman, tentu saja, karena di sana dilengkapi dengan ragam vertical garden, tiga buah kolam koi plus water fountain-nya, plus jaringan wi-fi dan layar LED raksasa berdimensi 11 x 8 meter. Masih kurang luas? Masih ada Bekasi Food City yang luas lahan 4.400 meter persegi yang terhubung dengan SMB melalui lobby The Link.

Summarecon Bekasi juga menerapkan unsur ‘Go Green‘-nya, salah satunya adalah pengolahan air limbah dengan menggunakan Sewage Treatment Plant (STP). Tidak hanya menjaga lingkungan tetap alami, juga ada unsur penghematan di sana karena limbah air bisa diolah kembali sehingga dapat dipergunakan untuk kegiatan harian seperti penyiraman tanaman dan penyiraman air di toilet. Begitu pula dengan Gerakan Anti-Styrofoam dengan memberlakukan peraturan pelarangan penggunaan segala bentuk styrofoam di semua tenant F&B. Sebagai gantinya digunakan plastik ramah lingkungan yang dapat terurai dalam waktu singkat. Sampah-sampah rumah tangga atau mal seperti gelas plastik, kardus, dan koran juga dapat dimanfaatkan (Waste Recycling Management) oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Pak Indra, yang menemani acara Blogger #1DayTour kemarin juga menceritakan adanya pengolahan air bersih yang ada di lingkungan Summarecon Bekasi, yaitu air bersih dari PDAM dibersihkan kembali dengan penyaringan dua tingkat. Pertama membersihkan partikel padat atau halus, dan kedua dengan sinar UV untuk membunuh beberapa bakteri atau kuman yang berbahaya. Dengan begitu, air yang dialirkan ke semua perumahan sudah layak minum. Pipa yang digunakan saja adalah pipa hitam PE yang anti karat dan penguraian. Summarecon Mal Bekasi, memang pusat perbelanjaan keluarga ramah lingkungan.

Pameran-09

Kawasan Terpadu Summarecon Bekasi

Wuih, andai saja sosok itu dapat tinggal di sana. Semua konsep hunian modern di lingkungan yang alami sudah terintegrasi dengan sempurna. Sebuah konsep ‘A Nature Inspired Modern Living‘ yang menjadikan kota Summarecon Bekasi sebagai compact city yang diharapkan menjadi ikon kawasan hunian dan pusat komersial terkemuka untuk kawasan Bekasi dan sekitarnya. Sebagai sebuah kota yang berwawasan lingkungan, kota yang mampu menyeimbangkan kehidupan modern dengan lingkungan alam yang harmonis. Sebuah kota yang ‘Filled with Aspirations and Pride’ dengan kelengkapan tidak hanya kawasan Commercial dan Hunian eksklusif, tetapi juga kawasan perdagangan berupa Shop Houses, Office Park, Hotel Trade Center, Modern Fresh Market, Automotive Center, Financial Center, dan Building Material Center.

Semuanya didesain ‘With Our Unique Masterplan Concept‘ yang sudah dipersiapkan secara matang dan terencana. Pengelolaan tata air melalu pembangunan sistem drainase yang terkoneksi dengan tiga buah danau seluas 9.8 hektar dan berfungsi sebagai danau resapan serta recreation park. Pembangunan saluran tepi atau perimeter ditch yang memiliki fungsi sosial, dibangun sebagai wujud kepedulian Summarecon terhadap warga sekitar. Penyediaan ruang terbuka hijau seperti taman-taman kota yang bersih serta jalur pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, dirancang mampu menjadi ‘connector‘ dari setiap cluster hunian maupun zona lain yang dikembangkan, menjadikannya sebagai kawasan hunian yang modern, nyaman, hijau serta bebas polusi. Sebuah kehidupan berkualitas yang berkelanjutan … sustainable city.

Pameran-10

A Place with All of Your Living Needs. Sebuah tempat yang menyediakan semua kebutuhan hidup Anda. A Modern Home Designed for Your Best Living. Hunian modern yang dilengkapi fasilitas Club House, lengkap dengan Swimmping Pool, Children Playground, dan Multi Function Room. Lengkap dengan sistem keamanan dan komunikasi modern. ‘An Experience of The Desired Fabulous Facilities‘ dan ‘Located at The Very Best Spot with Most Convenient Access‘. Semua itu dibangun ‘By Our Professional Developer‘, PT Summarecon Agung Tbk. Pengembang terkemuka dengan track record tepercaya selama lebih dari 37 tahun, yang sangat concern terhadap komitmennya dengan selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada para konsumennya. Nama besar, kematangan, komitmen, dan pengalaman yang didukung dengan konsep yang inovatif. Itulah 8 (delapan) keunggulan yang akan membuat hidup Anda menjadi lebih nyaman dan aman. Percaya, deh![]

Tulisan ini diikutsertakan dalam
Keep Calm & Write Blog Writing Competition 2014 di sini
www.malbekasi.com/blog-competition/index.php

Advertisements

2 thoughts on “Bekasi yang Menyejukkan

  1. Agustina, Restoran Konsultan, jadi pengen punya satu disitu

    >> Sayang, jiwa wiraswasta sosok itu belum terasah. Pengen juga secara tempatnya enakeun ^_^

  2. Wilujeng wengi Bang Aswi,

    Membaca tukisan ini bagai membaca mimpi nih Bang…
    Saya tinggal di Bekasi sejak 1989. Sekarang saya hanya tinggal sendiri di kontrakan gak jauh dari pabrik. Sudah 5 tahun keluarga saya tinggal kembali di Sukabumi.
    Tidak tahan dengan panasnya udara Bekasi, kemacetatannya yang tambah dahsyat dan banjirnya yang semakin meninggi di perumahan saya tinggal dahulu. Dahulu saya tinggal di perumahan BTN. Gak sanggup untuk membeli lagi rumah di kawasan yg lebih baik. Jadinya dijual saja dan kembali ke Sukabumi.
    Semoga Bekasi yang menyejukkan akhirnya bisa terwujud suatu saat…

    Salam,

    >> Wilujeng wengi, Kang Asa. Iya, memang masih mimpi. Semoga konsep seperti ini makin meluas karena untuk beberapa kalangan fasilitas ini tergolong masih termasuk golongan kelas atas. Termasuk, apakah taman sepeda, jogging track, kolam yang ada di dalam cluster bisa dibuka untuk umum. Tentu tidak. Hanya fasilitas publik saja seperti MAL yang baru bisa. Salam juga ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s