Nanny’s Pavillon: Rumah yang Nyaman

Hmmm, siang yang agak berbeda. Baru saja terik, tiba-tiba kemudian sudah mendung dan angin pun berhembus begitu kencang. Tetes-tetes air hujan langsung berjatuhan tak terhitung jumlahnya. Bandung, Rabu 30 April, langsung basah. Begitu deras. Dan sosok itu segera memasukkan motor varionya ke halaman sebuah kantin, mengunci motor, dan berteduh di dalamnya. Sangat kontras dengan apa yang terlihat di St. Remy, Provence, Perancis. Desa yang terletak di sebelah utara pegunungan Alpilles itu begitu cerah, indah, semerbak, menawan, dan sila sebut sendiri semua aroma kecantikan di sana. Angin yang berhembus sepoi-sepoi, burung beterbangan dan bercericit, bunga-bunga yang mekar dihinggapi lebah, rerumputan hijau, landai bebukitan. Bau tanah, bau udara, bau alam. Siapa pun akan senang tinggal di sana.

Salah satu keluarga yang sudah berpuluh tahun tinggal di Desa St. Remy adalah keluarga besar yang tidak hanya berisi orangtua dan anak, tetapi di sana ada paman, bibi, kakek, nenek, keponakan, sepupu, lengkap. Saking banyaknya anggota keluarga, tentu saja keberadaan pengasuh atau pelayan atau asisten rumah tangga sangat diperlukan. Itulah pentingnya kehadiran seorang NANNY. Ya, Nanny. Sang Nanny mengerjakan semua pekerjaan rumah dengan baik. Ruang keluarga, perpustakaan, ruang makan, kamar tidur, kamar mandi, dan bahkan teras atau pun kebun terlihat begitu rapi. Dan di luar itu semua, jangan ditanya kalau soal masakannya. Semuanyaaa … menggugah selera dan enaaak. Siapa pun bisa menikmatinya. Tidak hanya anggota keluarga seperti Wagner yang paling rajin bangun pagi, Cecile, Olivio, Carla, Elise, Kimberly, Celeste, Brigitta, dan lain sebagainya. Ya, siapa pun. Termasuk kamu! Caranya? Datang saja ke Nanny’s Pavillon.

Kuliner-26

Nah, meski hujan begitu amat lebat dengan angin yang tidak bergerak perlahan, sosok itu dan sang belahan jiwa nekat membelah jalanan kota Bandung. Berdua naik motor basah-basahan dan sering terkena cipratan dari genangan yang terkena ban mobil, akhirnya sampai juga di Jl. RE Martadinata No. 125. Mau kemana mereka berdua? Tentu saja memenuhi undangan dari Nanny’s Pavillon dalam rangka Grand Opening rumah barunya. Sebenarnya bukan rumah baru karena 4 (empat) rumahnya yang ada di TSM, IP, Setiabudi, dan Taman Pramuka ditutup, lalu menggabungkan semua konsepnya ke tempat dimana alamat barunya berada, ya di jalan Riau itu. Ada sembilan tema ruang yang ada di Paviliun Nanny itu, Teras (Terrace), Ruang Keluarga (Livingroom), Perpustakaan (Library), Ruang Makan (Dining Room), Tempat Tidur (Bedroom), Kamar Mandi (Bathroom), Ruang Menjahit (Sewing Room), Ruang Bermain (Play Room), dan juga Kebun (Garden).

Kuliner-27“Welcome Home,” begitulah sapaan khas Nanny’s Pavillon pada sosok itu, terutama di akun twitter @bangaswi. Ya, sapaan selamat datang kembali di rumah adalah pendekatan pada pelanggan bahwa Nanny’s Pavillon adalah rumah mereka juga. Ini memang tertuang dalam misi Nanny’s Pavillon terutama pada butir ketiga. Misi mereka itu selengkapnya adalah (1). Menjadi restoran pancake Perancis-Amerika di Indonesia; (2). Menciptakan restoran yang nyaman, yaitu dengan suasana kebudayaan tradisional Perancis-Amerika; (3). Melayani pelanggan dengan baik layaknya keluarga; dan (4). Memperkenalkan gaya hidup Nanny, yaitu mendukung kreativitas untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dan itulah yang dirasakan sosok itu begitu menjejakkan kakinya di teras Nanny’s Pavillon. Pakaian yang basah karena kehujanan dan hawa dingin serta merta menjadi hangat saat menyaksikan ruang demi ruang yang tertata rapi. Canda tawa beberapa orang yang sudah hadir benar-benar seperti … keluarga.

Kuliner-28

Ruang demi ruang langsung dijelahi. Teras, perpustakaan, ruang keluarga, ruang makan, semuanya nyaman dan enak banget. Mau berdua, mau bertiga, mau beramai-ramai, ada banyak pilihan. Lalu ada ruang terbuka di kebun, ada ruang bermain untuk anak-anak, ada ruang menjahit, amat menarik sekali. Unik dan sekali lagi … nyaman. Daaan ada kamar mandi dengan dudukan kloset bisa menjadi tempat duduk yang asyik punya, begitu pula bathtub yang berkesan romantis kalau duduk bersama pasangan. Jangan ditanya dengan kamar tidur yang dijamin lebih romantis abisss. Benar-benar semua ruangannya tertata dengan rapi dan membuat orang enggan untuk pergi. Asyik dah pokoknya. Sosok itu dan Sang Belahan Jiwa pun langsung memilih ruang favoritnya.

Kuliner-29

Kuliner-30Tiga menu dipersiapkan dengan amat cantik. Salah satunya adalah berformat buletin/majalah. Cerita tentang keluarga yang dipegang Nanny terpampang di sana, termasuk makanan atau minuman kesukaan semua anggota keluarganya. Sebut saja Celeste’s Blanket Retreci Pancake, Brigitta’s Berry Shrink Retreci, Elise’s Lasagna, dan lain sebagainya. Para Nanny pun bekerja dengan sigap dengan seragam khasnya yang berwarna hijau apel dan putih. Para waitresses menggunakan outfit dengan warna hijau pastel sedangkan waiters-nya menggunakan sus-penders dan topi fedora. Keren punya. Dan tak lama sosok itu langsung memesan Kim’s Tuna Baked Rice dan Mint Lemode sedangkan @ummibindya memesan Carla’s Chicken Schnitzel dan Mango Cocktail. Oya menu di Nanny’s Pavillon ini lengkap, lho. Ada salad, kentang (grilled baby potato, french fries), jamur, pancake & waffle, roti (sandwich), pasta (spaghetti, fettucini), baked rice, grilled, beverage (jus, milkshake, cocktail, teh, kopi, es krim, lemonade festival), dan makanan khusus anak-anak seperti mini rio’s breakfast meal, luisa’s mac and cheese, rio’s style meal, atau justin’s chicken stripes.

Kuliner-31

Sambil asyik mengobrol dan saling menatap manja, tak lama pesanan pun datang. Tampilannya benar-benar menggoda. Nasi oven dengan taburan tuna. Widih. Apalagi melihat schnitzel ayam yang super buesaaar. Lemon mint-nya sueger, begitu pula dengan koktail mangganya. Bikin tenggorokan plong. Alhamdulillah, racikan resep Nanny ini benar-benar jempol, dah. Sangat disarankan untuk mengunjunginya. Tidak hanya itu, suasananya benar-benar cozy. Bikin betah. Habis makan, jalan-jalan ke setiap ruangan pun dilakoninya lagi. Berfoto narsis tidak boleh dilewatkan. Terutama bagi yang ingin foto pre-wedding di tempat ini juga boleh kok. Nggak usah bayar, yang penting ada pesanan minimum yang ditargetkan, kan masuk ke perut juga hehehe. Begitu pula bagi yang ingin berulang tahun, ada beberapa paket yang bisa diambil dan mau di ruangan mana. Asyik, kan? Nah, kini Bandung hanya punya 1 (satu) rumah Nanny’s Pavillon. Ini semua demi mengumpulkan semua anggota keluarganya. Sudah 5 tahun loh usianya. Usia Nanny membuka jasanya melenakan semua tamu yang mau berkunjung, tepatnya dimulai pada 23 Maret 2009.

Jadi, siapa yang mau berkunjung ke Nanny’s Pavillon?[]

Advertisements

4 thoughts on “Nanny’s Pavillon: Rumah yang Nyaman

  1. kim’s tuna baked rice nya kesukaan suami aku tuh :D,, enyaak pisan katanya, wafel nya jg enak

    >> Saya pun langsung suka dan bikin kekenyangan. Kalau wafel belum pernah coba ^_^

  2. wow asyik banget, nanti kalau ke bandung harus mampir nii

    >> Yup, harus mampir, Mas. Jangan lupa kontak-kontak kali aja nanti bisa ditemani hehehe

  3. Resto Nanny’s yang terbaru baru buka kemarin tgl 23 October 2014, dengan konsep Bedroom di Cinere Bellevue Mall (Depok Jakarta), selama 2 minggu ini ada promo dengan free pancake…

    >> Hatur nuhun infonya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s