Nonton Perdana di Stadion

Kekecewaan yang beruntun … sebenarnya
Jumlah penonton yang terlalu sedikit
Sehingga tidak mencerminkan aroma stadion
Ditambah permainan yang tidak maksimal

Ya, itulah yang terjadi saat sosok itu menonton untuk yang pertama kalinya pertandingan sepakbola secara langsung di sebuah stadion termegah se-Jawa Barat. Memang pertama kali, karena ia memang tidak terlalu fanatik menonton pertandingan sepakbola. Dan ekspektasi terbesar saat menonton langsung sebuah pertandingan sepakbola tentu saja adalah aroma stadion yang amat terasa. Penonton yang berjubel. Teriakan dan yel-yel khas para pendukung. Semangat dan aura pertandingan demi menyemangati salah satu tim. Apalagi ini menonton secara langsung di Stadion Si Jalak Harupat. Apalagi ini menonton klub kelas dunia dari Spanyol. Kecewa.

Event-54

Bisa jadi karena ini bukan faktor ‘Persib’ melainkan hanya ‘Pelita Bandung Raya’ alias PBR meski sudah diisi oleh para pemain sekaliber Bambang Pamungkas dan Gaston Castano. Tim tamu yang datang dari daratan Spanyol pun bukan sekaliber MU, Chelsea, atau Barca yang memiliki ‘fans club‘ besar di Indonesia, tetapi hanya Sevilla FC yang baru saja menggondol Piala Eropa. Rupanya gelar juara di Eropa tidak membuat masyarakat Bandung atau bahkan Jawa Barat untuk mau keluar malam hari dengan suasana gerimis dan lumayan dingin. Tidak seperti pada pertandingan antara Persib Bandung melawan Ajax Amsterdam kemarin. Ya, akhirnya Si Jalak Harupat hanya bisa memendam sunyi pada malam Jumat itu (22/5/2014). Amat disayangkan.

Mungkin yang pertama kali menjadi pertanyaan sebelum melanjutkan postingan ini adalah … mengapa sosok itu bisa ada di Stadion Si Jalak Harupat padahal katanya tidak terlalu fanatik (baca: suka) dengan menonton pertandingan sepakbola? Ini gara-gara ISIC, bukan asyik ya. ISIC adalah International Student Identity Card alias kartu identitas untuk para pelajar dan mahasiswa aktif yang diakui secara internasional. ISIC ini dikeluarkan oleh International Association Services (IAS) yang berpusat di Amsterdam, Belanda. Untuk detailnya sila mampir ke situsnya. Perlu dicatat bahwa selain berfungsi sebagai identitas, kartu ISIC bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan benefit di lebih dari 130 negara. ISIC Indonesia sendiri menghadirkan lebih dari 1.400 tempat diskon seperti untuk pembelian tiket pesawat terbang, nonton gratis di Blitz Megaplex, harga spesial di toko buku, diskon sampai 30% di beberapa kafe, dan termasuk tiket pertandingan sepakbola antara PBR vs Sevilla itu.

Event-55

Tapi ISIC Indonesia tidak sendirian, lho. Masih ada HyperNet, yaitu perusahaan penyelenggara jaringan internet, komunikasi data, hingga solusi jaringan (ISP). Nah, ISIC Indonesia bekerja sama dengan HyperNet berupa tiket nonton gratis. Kenapa bisa? Tentu saja karena HyperNet telah menjadi rekanan dengan beberapa perusahaan besar seperti ASUS, Binus, Aston Hotels, Agung Podomoro Grup, termasuk memberikan fasilitas internet untuk konser Metalica, Jennifer Lopez, David Foster, sampai Alicia Keys. Jadi, nggak rugi dong kalau kamu yang masih pelajar/mahasiswa memiliki kartu identitas dari ISIC Indonesia.

Perasaan tidak enak bahwa pertandingan PBR vs Sevilla bakal sepi penonton sudah terlihat di sepanjang jalan Kopo-Soreang. Benar-benar sepi dari atribut yang mau menonton. Memasuki jalan tembus menuju Stadion Si Jalak Harupak juga sepi melompong. Kalau tujuannya bukan untuk menonton, tentu akan langsung putar balik karena hanya dikelilingi oleh sawah yang ‘agak’ mencekam. Dan kesepian itu makin menjadi oleh ritme pertandingan yang tidak mengasyikkan. Entah karena PBR yang terlalu jelek bermain atau Sevilla yang terlalu bagus. Yang pasti tidak ada ‘gereget’ sama sekali menyaksikannya. Lihat saja, pada menit ke-7 tendangan balik Piotr Trochowski langsung mengoyak jala PBR, padahal tidak terlalu keras. Lalu pada menit ke-12 giliran Victor Iborra yang menambah pundi-pundi gol Sevilla.

Event-56

Pada babak kedua Gaston Castano yang tidak menunjukkan taringnya digantikan oleh Bambang Pamungkas, tetapi dia pun tak berkutik. Entah pada menit ke berapa Nova Arianto melakukan kesalahan sehingga dijatuhi hukuman penalti. Jorge Moreno berhasil membobol gawang PBR. Sampai di sini sosok itu sudah malas meneruskannya. Obat penawar yang dapat mengobati hatinya hanyalah dapat menyaksikan secara langsung para pendukung Sevilla yang tampaknya asli orang Spanyol. Entah apakah mereka bekerja di Indonesia atau memang langsung datang dari Spanyol. Entahlah. Sosok itu kemudian pulang sebelum pertandingan selesai. Dan makin kecewa saat mau pulang ban kendaraan bermotornya bocor dan harus ganti ban dalam. Dapat tiket gratis, tapi harus ganti ban dalam, ya sama saja hehehehe. Tetapi yang penting dahaganya sudah terpuaskan untuk menonton langsung pertandingan sepak bola di Stadion Si Jalak Harupat, bahkan menonton salah satu klub dari negeri Spanyol yang berhasil merebut Piala Eropa. TOP lah. Dan sesampainya di rumah, dengar-dengar Sevilla berhasil menekuk PBR dengan skor 4-0. Wow![]

Advertisements

2 thoughts on “Nonton Perdana di Stadion

  1. Sayang ya Kang …
    Mungkin publikasinya kurang nih …
    Padahal juara Eropa lho

    Salam saya Kang
    (28/5 : 1)

    >> Iya, tapi kalau Persib yang main pasti jauh berbeda ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s