Yuk, Kembali ke Alam

Sehebat apapun manusia pada akhirnya akan kembali ke asal. Sehebat apapun teknologi yang diciptakan manusia pada akhirnya tidak akan memuaskan semua keegoisannya. Dari tanah, lahir, hidup, berkehidupan, bersosialisasi, lalu mati, kembali ke tanah. Manusia pada akhirnya mentanah. Tidak ada yang abadi. Lalu ini maksudnya apa?

Alam ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Semuanya. Udara, air, tanah, dan yang ada di dalamnya. Udara, ini gratis karena itu bersyukurlah. Sosok itu pernah membeli oksigen untuk sang mertua, harus muter-muter mencarinya karena belum terlalu hapal di mana yang jual oksigen. Akhirnya ketemu di CBR jalan Bubat atau di jalan Cipaera. Untuk tabung 2kg harganya Rp50ribu, kalau yang 1kg harganya Rp40ribu. Untuk yang 2kg, kalau dipakai pada angka 5 secara terus menerus akan habis selama 5 jam. Sila hitung sendiri kebutuhan oksigen setiap harinya. Mahal, kan?

Air? Ah, monopoli semakin merajalela. Untuk yang tinggal di perkotaan sangat sulit untuk mendapatkan air gratis. Semuanya harus beli. Paling tidak harus siap modal pompa air dan listriknya. Tetap bayar, kan? Buat minum, tentu harus beli. Beberapa titik di kota Bandung sumber airnya kurang bagus untuk diminum. Buat mandi saja harus disaring karena warnanya kuning. Intinya, manusia butuh alam. Termasuk pemandangannya. Langit yang penuh awan-awan berarak, pepohonan tinggi yang amat meneduhkan, suara ombak yang memecah bibir pantai, atau bahkan lukisan senja saat matahari terbenam yang berwarna-warni. Indah. Sempurna. Semua indera manusia menjadi bahagia dan merasa dimanjakan. Itulah obat alam.

Itulah mengapa keajaiban alam bisa menjadi obat bagi manusia, baik secara fisik maupun mental. Teknologi tidak membuat manusia merasa sehat. Beberapa kembali menjalani aktivitas jalan kaki, lari, berenang, atau bersepeda. Daripada mengonsumsi obat-obatan kimiawi, lebih baik sesegera mungkin kembali ke alam. Ada 5 (lima) alasan mengapa bisa seperti itu. Percaya, kan?

  1. Semakin dekat dengan alam, Anda akan semakin sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa semakin dekat hidup Anda dengan alam (sesederhana apapun itu) maka Anda akan semakin bahagia. Memiliki akses yang dekat untuk menikmati alam akan memberi keuntungan pada Anda, apalagi untuk orang-orang yang dekat dengan kehidupan tertekan di perkotaan. Alam menyediakan obatnya. Itulah mengapa beberapa pasien dianjurkan untuk jalan-jalan di taman meski dengan kursi roda. Mereka yang baru saja dioperasi, dianjurkan untuk berjalan-jalan barang sejenak. Kesehatan mereka akan semakin membaik jika bersentuhan dengan alam. Tidak harus melulu di luar, tapi bisa dengan memajang lukisan alam di dalam rumah, memperbanyak jendela, dan lain sebagainya. Luar biasa.
  2. Alam akan memperbaiki otak Anda, jauh lebih baik. Sering-seringlah memandangi apa yang ada di sekitar Anda. Langit, pepohonan, sungai. Dengarkan suara alam. Saat Anda berjalan di tengah-tengah alam, sejumlah reaksi elektrokimia sedang berlangsung di otak Anda, menghasilkan senyawa-senyawa yang menenangkan dan menyenangkan. Semakin sering, otak Anda akan semakin sehat dan membaik. Aktivitas outdoor juga akan menolong Anda jauh dari stres. Ini juga berdasarkan penelitian, bahwa sering melakukan aktivitas di luar akan mengurangi tingkat stres Anda. Pikiran dan tubuh Anda akan pulih dengan sendirinya. Merasa tenang dan bahagia, sehingga akan menurunkan rasa cemas maupun gelisah. Pilihlah waktu yang tepat untuk jalan-jalan di luar. Orang-orang yang bermasalah dengan kesehatan mental juga memerlukan alam. Mereka yang depresi, ADHD, dan beberapa yang bermasalah dengan psikisnya perlu jalan-jalan keluar. Proses penyembuhannya akan semakin cepat.
  3. Langit yang cerah memberikan Anda vitamin D. Sumber sebenarnya dari sinar matahari. Vitamin ini memang amat penting bagi manusia karena dapat mencegah beberapa penyakit atau infeksi dan memperbaiki kesehatan tulang. Daripada bersusah payah mengonsumsi beberapa makanan atau suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, seringlah keluar pada saat hari terang. Ada banyak vitamin D di sana dan gratis. Tidak hanya itu, cobalah untuk lebih beraktivitas di luar rumah karena Anda akan semakin fit dan sehat. Jalan atau berlari melalui perbukitan atau perkebunan teh, bersepeda menyusuri jalur pegunungan, atau mencoba aktivitas arung jerang menyusuri sungai. Tubuh Anda akan terjaga dari penyakit obesitas.
  4. Tidurlah dengan nyenyak di malam hari. Coba perhatikan, orang-orang yang sering beraktivitas di luar, sering berolahraga lari, berenang, atau bersepeda, bagaimana tidur malamnya. Mereka tidur dengan nyenyak. Tidur nyenyak akan memulihkan semua metabolisme tubuh dan pada akhirnya akan semakin sehat. Jangan diabaikan. Begitupula alam akan meningkatkan sensitivitas dan daya ingat Anda. Penglihatan, penciuman, pendengaran, sentuhan pada kulit, semuanya. Tubuh kita akan terus terlatih dengan baik. Teruslah diproses dan jangan didiamkan begitu saja dengan aktivitas monoton yang membosankan di kantor atau sekolah.
  5. Bahagia itu murni dan sederhana. Hadapilah, sering-sering berada di alam akan membuat manusia lebih bahagia dan sehat. Tidak hanya fisik, tapi juga mental. Anda akan terus berpikir positif, mood bertambah lebih baik, mengurangi stres, berkesempatan untuk bersenang-senang, dan dapat menikmati alam yang begitu indah ini. Tidak ada yang rugi, malah lebih menguntungkan. Yuk ah, kembali ke alam.[]
Advertisements

One thought on “Yuk, Kembali ke Alam

  1. iya, memang alam diperuntukan Tuhan untuk manusia, tetapi rusak oleh manusia juga. banyak manfaat yg kita dapat dari alam

    >> yuk, kembali ke alam ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s