Independence Day Run 2014

MariLari-19

Inilah perjalanan panjang dengan angka cantik bertaburan di dalamnya, yaitu lari dari Bandung menuju Jakarta. Bukan sembarang angka yang ada di sana tetapi merupakan angka penting bagi bangsa Indonesia. Ya, angka kemerdekaan. 17 Agustus 1945 atau 17/8/45 adalah hari lahirnya bangsa ini. Inilah salah satu cara yang bisa dilakukan masyarakat, khususnya pelari Bandung, untuk memperingati dan memeriahkan HUT ke-69 kemerdekaan Indonesia. Meski tanggal tanggal tersebut telah lewat, bukan berarti kemeriahan kemerdekaannya sudah lewat.

Perjalanan sosok itu bersepeda dari Bandung ke Jakarta sudah pernah dilakukan, begitu pula dengan menjadi Pesepeda Marshal para pelari yang tergabung dalam Long Run for Leukemia pada 13-15 Juni 2014 (PR, 6/7/2014). Apalagi kegiatan “Road Run Marathon Bandung Jakarta” yang digagas oleh Figthing Long Runner ini juga diikuti oleh tiga orang pesepeda Bandung yang hobi berlari. Mereka adalah Alan Maulana dari Komunitas Nubie, Agus Explorehill dari Komunitas Terjal, dan Pak Budiman dari Komunitas Bike To Work Bandung. Tidak hanya itu, mayoritas pelari yang terlibat adalah sahabat baik sosok itu sehingga tidak ada salahnya untuk menyertai mereka sebagai bentuk penyemangat perjuangan meski hanya sampai Cianjur.

Surachman, yang merupakan seorang purnawirawan berusia 64 tahun, ditunjuk sebagai pemimpin Tim Figthing Long Runner. Beliau adalah warga Baros, Kota Cimahi, yang juga ternyata pelari internasional. Katanya, “Road Run Marathon Bandung Jakarta sejauh 178 km dan 45 jam ini mempunyai arti. Antara lain, waktu lari selama 45 jam diartikan bahwa Indonesia Merdeka tahun 1945. Sedangkan jarak tempuh 178 km diartikan bahwa Indonesia Merdeka pada tanggal 17 bulan 8.”

MariLari-20

Jumlah pelari yang ambil bagian juga mengambil angka kemerdekaan. Ada 17 pelari inti yang akan lari nonstop dari Bandung ke Jakarta. Mereka berasal dari gabungan beberapa komunitas pelari seluruh Indonesia yang terdiri atas 8 pemuda, 4 master, dan 5 wanita. Kemudian ada 8 pelari dari anggota Kopassus, dan 45 prajurit Kodam III/Siliwangi. 8 anggota Kopassus dan 45 prajurit Kodam III/Siliwangi ini akan bergantian setiap 10 km berdasarkan batalyon daerah masing-masing yang dilewati. Para prajurit ini terus menyanyikan lagu semangat mulai dari start di Gedung Sate (Jumat, 29/8) hingga finish di Monas (Minggu, 31/8).

Dilepas pada hari Jumat (29/8) pukul 10.00 oleh Pangdam III/Siliwangi, para pelari melewati jalan layang Pasupati, Gunung Batu, hingga finish di Check Point I di Gedung DPRD Cimahi. Anak-anak berseragam sekolah menyambut mereka semua sehingga memberikan suasana yang haru dan membanggakan, termasuk penerimaan Walikota Cimahi, Ibu Atty Suharti. Sosok itu pun ikut beristirahat dan melaksanakan shalat Jumat.

MariLari-21

Setelah makan siang dan shalat, perjalanan dilanjutkan melewati Padalarang, Citatah, dan sampai di Check Point II di SPBU Cipatat. Perjalanan yang ditempuh adalah sejauh lebih dari 15 km selama hampir 3 jam. Istirahat kembali dilakukan agak lebih lama agar energi kembali penuh sebelum menempuh perjalanan malam. Sampai di sini Pak Budiman ternyata mengalami dehidrasi dan harus diinfus. Beliau pun tidak diizinkan untuk mengikuti etape malam sampai Cianjur.

Selepas maghrib, para pelari dilepas kembali melewati Rajamandala, Ciranjang, hingga sampai di Check Point III di Pasar Cianjur. Saat memasuki Rajamandala hujan turun begitu deras tapi tidak menyurutkan semangat para pelari dan saya sendiri. Jas hujan yang sudah disiapkan terasa bermanfaat. Sampai di Cianjur waktu telah menunjukkan pukul 1.30. Malam yang dingin dan menusuk tulang. Saat para pelari melanjutkan perjalanannya menuju Cipanas, sosok itu sendiri langsung berpamitan karena harus kembali ke Bandung.

MariLari-22

Perjalangan pulang ngaboseh sendirian tentu tidak mengasyikkan, apalagi nantinya akan melewati jalur nanjak Cipatat-Citatah yang tidak bersahabat karena penuh dengan debu dan kendaraan besar. Sosok itu sudah ngaboseh selama 17 jam nonstop dengan kecepatan lari yang hanya 5-7 km/jam. Dia pun sempat beristirahat di Masjid Besar Darussalam sebelum melanjutkan perjalanan pada pukul 06.00. Empat kali beristirahat di empat masjid berbeda menemani perjalanan pulang ke Bandung hingga selamat sampai di rumah menjelang ashar. Melelahkan tapi menyenangkan.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s