Asthma Control Test (ACT)

Asma itu seperti ember yang bocor
Terserah, mau diisi terus airnya agar penuh
Atau mau ditambal kebocorannya?

Sosok itu pernah menulis tentang Mengenal Asma Lebih Dekat dan menjelaskan tentang jenis-jenis obat asma. Pada prinsipnya kerja obat asma memang terbagi 2 (dua), yaitu obat-obatan jenis Temporary Healer yang berfungsi sebagai PELEGA (PL) dan jenis Controller yang berfungsi sebagai PENGONTROL (PK). Obat PL sering atau mudah ditemukan di warung atau apotek karena memang dijual bebas. Iklannya pun sering terpampang di layar televisi atau muncul di radio. Sebut saja Napacin, Asmasolon, Salbutamol, atau Ventolin Sirup/Inhaler. Di luar itu masih banyak lagi dengan merek/brand yang bermacam-macam. Obat-obat ini memang meredakan serangan asma dan menyembuhkan tetapi hanya untuk waktu sesaat saja.

Sedangkan obat-obat PK bekerja dengan efektif, yaitu dapat mengatur serangan asma. Hanya perlu diingat bahwa obat PK itu harus diberikan dalam jangka waktu tertentu, misal selama 3 atau 6 bulan. Meskipun tidak ada serangan asma, obat PK tetap harus diberikan misal 1 atau 2 dosis dalam sehari, bergantung kebutuhan. Hasilnya bisa jadi serangan asma hanya terjadi satu atau dua kali dalam setahun dan itu pun tidak terlalu berat. Ibarat ember bocor, obat PL hanya menambahkan air terus-menerus tetapi kebocoran terus saja terjadi. Sedangkan obat PK langsung menambal kebocoran itu. Mau pilih yang mana?

Memang dari segi harga, obat-obat PK lebih mahal daripada obat-obat PL. Napacin bisa dibeli Rp500 – Rp1.000 per 1 tablet atau per dosis. Harga Ventolin Inhaler Rp95ribu untuk 200 dosis namun efeknya lebih cepat manjur dan hanya tinggal disemprot. Mahal, kata sebagian orang. Padahal kalau dibagi, 1 dosis harganya cuma Rp475, jauh lebih murah dibanding Napacin. Bagaimana dengan obat-obat PK? Symbicort memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp569ribu per 120 dosis atau Rp4.750 per dosis. Seretide Diskus memiliki HET Rp185ribu per 60 dosis atau Rp3.100 per dosis. Ya, obat PK lebih mahal daripada obat PL. Artinya biaya menambal kebocoran memang lebih mahal daripada mengisi air secara terus-menerus. Tetapi untuk jangka panjang, lebih baik mana?

ACT-B-1

dr. Herudian yang berpraktik di RS Muhammadiyah Bandung pernah menjelaskan penyakit asma dengan gamblang pada sosok itu. Katanya, asma memang tidak dapat disembuhkan tetapi seharusnya asma bisa dikontrol. Jadi, kalau serangan asma sudah terjadi secara bertubi-tubi setiap malamnya atau setiap harinya, itu adalah jenis asma yang sudah tidak terkontrol lagi. Hal yang sama juga dijelaskan oleh Prof. dr. Faisal Yunus, MD, Ph.D, FCCP  yang merupakan Ketua Dewan Asma Indonesia. “Memang penyakit ini tidak begitu berbahaya, tetapi sangat mengganggu aktivitas,” kata dr. Faisal. Asma adalah suatu penyakit sesak napas dan bersifat keturunan. Parahnya, mayoritas penderita asma itu tidak memedulikan penyakitnya. Ini bahaya, karena untuk beberapa kasus, asma dapat menyebabkan seseorang kehilangan nyawa.

Asma adalah penyakit serius dan merupakan penyakit yang sangat penting untuk diantisipasi. Saking pentingnya, seluruh dunia sepakat untuk memperingatinya setiap tahun. Ya, Hari Asma Sedunia jatuh setiap hari Selasa minggu pertama bulan Mei. 6 Mei 2014 kemarin sudah dirayakan, tahun depan akan jatuh pada tanggal 5 Mei 2015. Berdasarkah hasil studi Asthma Insight and Reality in Asia Pasific (AIRIAP) tahun 2007, terdapat 2% dari 4.805 penyandang asma yang masuk dalam kategori asma terkontrol. Di Indonesia, 64% dari 400 penyandang asma ternyata masih tidak terkontrol. Riset di RSUP Persahabatan juga menunjukkan ada 73% yang hanya menggunakan obat PL sehingga asmanya tidak terkontrol dan hanya 7% menggunakan obat PK.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa asma yang kita derita termasuk kategori TERKONTROL atau TIDAK TERKONTROL? Mudah. Sangat mudah. Pada prinsipnya si penderita jarang mengalami gangguan sesak napas, tidak pernah terbangun di malam hari karena asma, jarang menggunakan obat PL, dan tentu saja bisa melakukan aktivitas secara normal. Namun untuk lebih detailnya, lakukan dengan cara Asthma Control Test atau ACT. Tes ini sudah dipakai di seluruh dunia, baik untuk dewasa maupun untuk anak-anak. Yuk, dicoba.[]

ACT-B-2

Advertisements

4 thoughts on “Asthma Control Test (ACT)

  1. Nuhun, Bang. Udah ambil test nya untuk dewasa (hasilnya ‘terkontrol sebagian’, hiks…), dan nanti mau ambil yg anak bareng sama si sulung.

    >> Sawangsulna. Semoga bermanfaat ^_^

  2. makasih kang aswi. sangat bermanfaat sekali. saya hampir tiap hari kambuh asmanya. tiap kali kambuh, sekali minum 2 sampe 4 butir teosal. kalo ada rezeqi lebih beli ventolin. kalo ga ada ya cukup teosal. tapi ya itu tadi, minimal 2 butir baru bisa ambegan. itu aja nunggunya mpe lama sambil cari kipas kipas cari angin. pernah dalam 3 hari seseknya kambuhnya sering banget, sehari nyampe 3 kali. alhasil ya 3 strip habis dalam 3 hari. berobat ke dokter, bosan bang. baru2 ini, ada temen yang ngasih masukan. coba baca al quran, kalo bisa dikaji juga kandungan ayat2nya. pengaturan napasnya juga diperhatikan, jangan keburu2. dilakukan rutin juga. alhamdulillah, saya mulai mempraktekkan. saya paksakan. ada benarnya juga saran teman saya. masih sedikit sih berkurangnya.kalo terlalu capek beraktivitas masih sering kumat. tpi paling nggak ada amalan saya untuk tabungan akherat. ya semoga saja, dengan kesabaran dan pasrah berikhtiar saya bisa mengontrol asma saya.

    >> Coba juga olahraga ringan, bisa dengan ‘Senam Asma’ agar pernapasan sedikit terbantu. Obat pelega yang efeknya cepat ya bisa pake Ventolin, semoga tabungannya cepat terkumpul ^_^

  3. Saya jg pake seretide mas, tp kemaren ada obat pendampingnya berbentuk pil yg lupa namanya apa, kata dokternya kl pake seretide jg harus minum pil tersebut, kl mas nya gmana ya, selain seretide diskuss d kasi obat lain jg kah, kl iya bisa kasi tau nama obatnya.

    >> Ada sih, kapsul racikan. Pil juga ada, tapi tidak tiap hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s