Tips Gampang Berlari

MariLari-25

Siang tadi amat terik, tapi sosok itu nekat berlari. Sudah hampir sebulan soalnya dia tidak lari. Jadi, sekalian mau jemput anak-anak pulang sekolah, dia langsung lari begitu saja dari rumah menuju RS Muhammadiyah dimana motornya tersimpan. Akhirnya, tercatat di Endomondo-nya, dia mampu berlari dengan jarak 5.08K selama 52:23 menit. Cukuplah, apalagi diselang dengan jalan kaki pas menyeberang jalan di perempatan Buah Batu. Dan memang, lari itu harus rutin. Begitu pula dengan bersepeda atau menulis. Semua aktivitas itu sangat memerlukan ‘konsistensi’. Asal sedikit selama rutin pasti hasilnya jauh lebih baik.

Entah kapan waktu dia pernah lari bersama kawan-kawan pada Kamis malam. Tempatnya rutin di Eiger jalan Sumatra. Boleh dibilang waktu itu dia belum terlalu rutin berlari, pokoknya ikut saja. Lari bersama-sama jelas berbeda dengan lari sendiri. Lebih ‘dipaksa’ semangat dan ‘harus’ kuat. Lari sejauh 2.9K dirinya sudah ngos-ngosan dan jauh tertinggal. Istirahat sebentar di depan Hotel Savoy Homann, lalu dilanjutkan kembali dengan total jarak 4.8K. Energinya habis dan tertinggal jauh. Bahkan menjelang finish, sempat jalan. Paling tidak itu menjadi pengalaman berharganya. Satu hal yang yang terpatri di kepalanya sejak lari bareng adalah bahwa sebelum berlari adalah warming up atau pemanasan.

Gerakan pemanasan harus difokuskan pada kaki, pokoknya dimulai dari bawah. Bagian bawah harus lebih banyak karena lari memerlukan kaki, betis, dan paha yang kuat. Dan satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah cooling down atau pendinginan yang bisa dimulai dari atas (tidak masalah juga kalau dari bawah). Pendinginan ini sering dilupakan karena sudah merasa capek setelah berlari, padahal ini penting. Jadi, jangan lupakan pemanasan dan pendinginan. Mengapa pemanasan ini penting? Karena pemanasan dapat menghilangkan asam laktat yang ada di dalam tubuh. Asam ini kalau tidak hilang akan mengakibatkan rasa pusing, mual, muntah, dan bahkan bisa lebih berat dari itu semua. Pemanasan akan membuat otot-otot pada bagian kaki dan sekitarnya tidak terlalu kaget dengan perubahan ekstrem gerak pada saat berlari.

MariLari-26

Pengalaman lainnya yang paling diingat adalah adanya ‘Batas Capek’ atau kata sosok itu, sih, Barrier Ghost (BG). Maksudnya saat mulai berlari selalu ada perasaan capek, mual, dan apapun rasanya dan ada kata hati yang menyuruhnya untuk berhenti/berjalan. Nah, inilah yang disebut dengan BG itu. BG tiap orang berbeda-beda. Ada BG-1, yaitu belum 1K sudah ada perasaan mental tidak kuat alias ingin berhenti, tetapi sudah terlewati pasti akan terasa enak dan bahkan seperti ada energi lebih. Ada juga BG-2, tergantung orangnya. Mungkin kamu bisa memeriksa sendiri BG berapa yang menjadi hambatan. Ini yang harus dipahami. Bagi seorang atlet lari, bahkan lari 5K itu dianggap pemanasan, hal ini untuk menghilangkan BG itu saat bertanding.

Selain ‘Tips Gampang Berlari‘ yang sudah dimulai dengan pemanasan dan pendinginan, tips berikutnya adalah jangan lupakan untuk memenuhi cairan tubuh sebelum, selama, dan setelah berlari. Maksudnya tentu saja adalah minum. Minumlah air secukupnya dengan kira-kira waktu antara 30 menit sebelum kamu berlari. Hal ini sangat bagus untuk menghindari terjadinya kram pada otot. Kalau ternyata kamu berlari lebih dari 30 menit, sangat dianjurkan untuk  mengonsumsi minuman berenergi. Jangan lupa bawa bekal air minum juga yang bisa dipegang, diselipkan di pinggang, atau membawa hydro-bag. Minum kembali setelah selesai berlari. Jangan sampai tubuh kamu mengalami dehidrasi meski tidak merasakan haus. Jangan lupa untuk memperhatikan perut yang harus diisi sebelum berlari.

Tips berikutnya adalah beristirahat saat mengalami cedera. Biasanya yang lagi bersemangat lari pasti sudah memiliki jadwal yang padat. Bahkan hitungannya sudah harian. Kalau ada bagian tubuh yang sakit, sebaiknya jangan dipaksakan. Beristirahatlah. Usahakan untuk berhenti dan beristirahat agar cedera tersebut tidak semakin parah. Ingat, tubuhmu memiliki alarmnya. Tips selanjutnya adalah menggunakan sepatu sport yang khusus untuk berolahraga. Tidak harus mahal, yang penting kaki merasa nyaman. Penggunaan sepatu yang sembarangan akan membuat masalah bagi kamu sendiri dan kalau dibiarkan akan mengakibatkan cedera atau rasa nyeri, baik pada kaki bagian bawah maupun pada lutut. Jadi sangat disarankan agar menggunakan sepatu yang memang dirancang untuk berlari.

MariLari-27

Tips terakhir yang sebenarnya adalah masalah klasik adalah coba berhentilah merokok. Ya, tips ini memang ditujukan kepada para perokok. Kebiasaan ini bisa dihilangkan, kok. Yang penting niatnya. Berhenti saja dan tidak usah pelan-pelan. Insya Allah bisa. Perlu diketahui bahwa rokok dapat membuat penyerapan kapasitas oksigen dalam paru-paru berkurang. Jika kamu tetap merokok maka kerja jantung dan paru-paru pada tubuh akan semakin berat. Lari pun menjadi tidak maksimal. Nah, itulah ‘Tips Gampang Berlari‘ yang bisa sosok itu share kali ini. Semoga bermanfaat.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s