Travel Executive Ala Cititrans

Kenyamanan dan harga memang (seharusnya) tidak sejajar
Tetapi nyaman sering (harus) diperoleh dengan harga tinggi
Indahnya pegunungan tentu dibayar dengan perjuangan mendakinya
Begitu pula dengan moda transportasi. Kenyamanan itu mahal

Harusnya ini menjadi postingan bulan kemarin secara pas tanggal 11 September 2014 sosok itu diundang menjadi saksi peluncuran Mercedes-Benz Sprinter yang dilakukan oleh Cititrans, sebagai operator shuttle yang pertama di Indonesia dengan kendaraan tersebut. Akan tetapi, sampai pulang kembali ke Bandung, dia tidak diberi kesempatan untuk menaikinya. Sebagai penggantinya, sosok itu diberikan kartu member yang bisa dinaiki untuk dua kali gratis menggunakan jasa travel Cititrans. Alhamdulillah di kemudian hari dia bisa merasakan nyamannya naik travel executive meski belum mencoba Mercedes-Benz Sprinter.

Event-80

Berbeda dengan jasa travel lainnya, kursi pada kendaraan Cititrans memang eksekutif. Kursinya terpisah sehingga secara privasi tentu lebih nyaman karena tubuh tidak harus menempel dengan penumpang lainnya. Belum lagi adanya ‘integrated adjustable seatbelt‘ pada setiap kursi sebagai fitur standar keamanan di seluruh armadanya. Pada beberapa travel lainnya, sabuk pengaman ini bahkan tidak ada. Kemudian di bagian sisi depan tiap-tiap kursi terdapat lubang untuk menyimpan botol air minum yang memang pada saat pembayaran diberikan gratis. Uniknya, di sisi pembatas juga terdapat colokan listrik yang tentu amat bermanfaat pada zaman teknologi serbagadget ini. Hanya saja sayang tidak ada listrik yang mengalir. Setelah ditanyakan, ternyata listrik dari sumber aki tidak selamanya stabil sehingga kadang ada dan kadang tidak ada.

Mubazir sebenarnya. Akan tetapi hal ini tidak ditemukan pada kendaraan Mercedes-Benz Sprinter yang diluncurkan tepat saat hari jadi Cititrans ke-9. Sebagai ganti colokan, adalah 2 (dua) buah port USB yang sumber listriknya tentu jauh lebih stabil dan yang pastinya selalu dialiri listrik. Kebutuhan akan perangkat komunikasi memang tidak dapat diabaikan, apalagi semakin canggih sebuah gadget mengakibatkan daya baterainya cepat habis, sehingga cukuplah selama perjalanan menggunakan jasa Cititrans, gadget yang dibawa bisa terisi ulang dengan baik. Oya, dibanding dengan armada sebelumnya, Mercedes-Benz Sprinter memiliki kursi yang lebih lapang karena secara fisik memang body kendaraan ini jauh lebih besar.

Event-81

Selama perjalanan dari Bandung ke Jakarta atau sebaliknya, sosok itu merasa nyaman dan pada akhirnya malah tertidur. Hanya saja pada beberapa titik dia dikejutkan oleh pengereman mendadak atau manuver secara tiba-tiba. Untuk hal ini, mungkin masalah personal saja, artinya bergantung pada sopir yang membawanya. Ada yang membawanya smooth dan nyaman, tetapi ada juga yang membawanya kurang smooth sehingga menyebabkan efek kejut yang menarik. Untunglah Mercedes-Benz Sprinter sudah dilengkapi beberapa fitur keamanan untuk mengatasinya. Selain sabuk pengaman, juga ada Adaptive Electronic Stability Program (ESP) yang menjamin kestabilan kendaraan saat melakukan manuver tiba-tiba. Kestabilan kendaraan juga diperkuat oleh Crosswind Assist Intervention yang mengatasi dorongan angin dari sisi kendaraan.

Satu hal yang membuat sosok itu salut dengan armada Mercedez-Benz Sprinter ini, yaitu penggunaan mesin diesel Common Rail 6 percepatan dengan 2143 cc sehingga tentu saja efeknya menjadi hemat bahan bakar dengan standar emisi Euro 3. Yes, it’s green technology. Dengan semua fitur tersebut, tentu komitmen Cititrans untuk selalu memberikan inovasi dan penawaran terbaik bagi konsumennya akan transportasi yang aman dan nyaman semakin terbukti. Hanya saja sayang bahwa jumlah armada ini masih terbatas, yaitu baru tersedia 12 unit saat diluncurkan. Sampai akhir tahun 2014 ditargetkan jumlahnya mencapai 30 unit. Jadi, wajar saja kalau trayek yang menggunakan Mercedes-Benz Sprinter ini baru antara shuttle Dipatiukur (Bandung) dengan SCBD/Grand Lucky (Jakarta).

Event-82

Kenyamanan dan keamanan pada akhirnya bersinergi dengan cost yang harus dibayarkan. Untuk armada standar yang sudah ada, sosok itu harus membayar Rp100 ribu kalau cash atau Rp95 ribu kalau menggunakan kartu member. Sedangkan untuk mencoba armada Mercedes-Benz Sprinter maka uang yang perlu dikeluarkan adalah sebesar Rp150 ribu. Worth it, lah. Dan sosok itu sudah mengalaminya dua kali. Tidur enak selama perjalanan hingga tidak terasa saat sampai tujuan. Shuttle-nya pun enak untuk beristirahat karena dilengkapi dengan kamar kecil dan mushola. Ah, andai naik travel gratisnya tidak hanya dua kali tetapi berkali-kali tentu akan lebih nyaman lagi #eh. Bagi yang ingin mencoba Cititrans sila menghubungi twitter @cititransindo atau 08041111000 (call center).[]

Advertisements

3 thoughts on “Travel Executive Ala Cititrans

  1. wow, bisa nih jalan-jalan jauh pakai jasa travel ini. 😀
    sepertinya nyaman sekali ya kursinya~ 🙂

    >> Insya Allah nyaman, jadinya pengen tidur teruuus ^_^

  2. Saya dAn keluarga 8 0rang berencana tour ke purwokerto, banjarnegara 2 malam 3 hari. Apakah bisa sewa mobil mercy dng kapasitas sesuai + bagasi. Mohon info harga dan persyaratan. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s