SADARI Kanker Payudara Sejak Dini

Kanker menempati urutan kedua penyakit mematikan di dunia
Kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita
Satu dari delapan wanita berpotensi terpapar kanker payudara

Dia tidak pernah membayangkan bahwa kegelapan akan memayungi kehidupannya. Bagaimana tidak? Usianya baru memasuki angka tigapuluh. Makanya dia hanya tertawa dan menganggap angin lalu saat seorang kawannya menyarankan untuk melakukan mamografi. “Buat apa? Gue nggak ngerokok dan gue nggak doyan alkohol?” sergahnya dengan cepat. Dan dia pun meneruskan hidupnya yang penuh dengan kesibukan sebagai wanita karir. Workaholik, begitulah kenyataannya. Dua bulan kemudian keyakinannya goyah. Kawannya itu begitu giat berkampanye. Berbagai kasus disodorkan betapa banyak wanita usia 30-an terdiagnosa positif akan Kanker Payudara. Suatu hari, dia mau saja saat diajak kawannya ke sebuah klinik kesehatan.

Event-70Hasilnya mengejutkan. Matanya terbelalak dan entah mengapa lidahnya langsung mengelu, sementara kawannya menguatkan dengan memegangi tangannya. Hatinya menangis dan tidak percaya, meski airmatanya begitu egois tidak mau keluar. Awan kegelapan seolah-olah hadir di atas kepalanya, entah dari mana. Kawannya berbisik, “Masih stadium awal. Masa depanmu masih cerah. Masih ada aku.” Kawannya memeluk. Entah mungkin karena elusan tangan kawannya di kepala atau karena hal lain, dia menangis. Airmatanya tumpah. Keegoisan itu luruh. Jatuh mengikuti gaya gravitasi. Suara dokter lamat-lamat terdengar, bergaung tidak jelas. “Positif kanker payudara bukan berarti akhir dari segalanya. Bukan hukuman mati. Apalagi masih stadium awal.” Kawannya tersenyum mengangguk. Sebuah gelang berwarna merah muda bertuliskan ‘octobreast’ melingkar di lengannya.

Teh Heny (@henyrisakotta), sang pejuang atau warrior dari Komunitas Lovepink Indonesia, menyeka airmatanya. Kisah di atas hanyalah rekayasa sosok itu dalam menyusun jalinan cerita agar berkesan dramatis, tetapi kurang lebih begitulah yang terjadi. Semua itu kisah nyata, benar-benar terjadi. Di pihak lain, seorang ibu rumah tangga yang gemar menulis di blognya curhat. “Saya tahu betapa bahayanya kanker payudara. Saya tahu betapa pentingnya memeriksakan payudara secara dini. Tapi saya takut. Saya teramat takut. Takut kalau saya didiagnosa positif terkena itu. Takut harus menghadapi kenyataan bahwa pengobatan kanker itu begitu mahal. Uang dari mana? Saya tidak ingin menyusahkan.” Teh Shanti (@shantipersada) tersenyum. Dia juga seorang pejuang. “Semua orang akan mengalami kematian. Tidak ada yang dapat menghindarinya. Ibu rela kalau anak-anak terlantar? Lebih menyusahkan mana antara memeriksakan lebih dini atau saat sudah sampai stadium lebih lanjut dan sudah tidak bisa apa-apa?”

Sosok itu sendiri mengakui bahwa masalah biaya adalah masalah paling pelik bagi seseorang. Mungkin sudah dari sananya kalau untuk masalah hobi seseorang begitu royal menghabiskan uangnya tetapi menjadi berat kalau sudah menyangkut kesehatan. Tetapi abaikan dengan kalimat sebelumnya, karena memang biaya menjadi masalah jika berhubungan dengan kanker. Diagnosa awal sudah mencapai Rp10 juta, jika dioperasi membutuhkan dana Rp25-29 juta, dan satu kali kemoterapi saja sudah menghabiskan dana Rp2-6 juta. Tinggal dikalikan saja berapa kali kemoterapi. Fiuhhh. Kanker, menurut versi Majalah Forbes, bahkan menduduki peringkat keempat sebagai penyakit termahal setelah penyakit mental, jantung, dan trauma. Peningkatannya tiap tahun adalah sebesar 7 persen dan ongkos penanganannya sudah mencapai US$ 99,4 miliar di Amerika sana. Lalu bagaimana dengan Asuransi Kesehatan?

Event-71

JAKARTA GOES PINK

Dalam rangka memperingati Octobreast (bulan kepedulian terhadap kanker payudara), Garda Medika, produk asuransi kesehatan Asuransi Astra yang hadir sejak 2008, menyelenggarakan berbagai kegiatan selama September-Oktober 2014. Pada bulan September, mereka melaksanakan roadshow kampanye kesadaran kanker payudara ke berbagai perusahaan peserta Garda Medika, komunitas, dan juga di kompleks perkantoran. Pada bulan Oktober, mereka bekerjasama dengan BLOGdetik mengundang para blogger untuk mengikuti diskusi tentang kanker payudara di Hongkong Cafe, Sarinah. Inilah yang diikuti oleh sosok itu tadi malam (3/10/2014). Dengan menghadirkan dr. Doddi Permadi, MD (@dokbro) selaku ahli kesehatan dan para survivor kanker payudara dari Lovepink Indonesia, mereka berharap ajang diskusi ini bisa memberikan lebih banyak informasi dan wawasan, sekaligus mengubah cara pandang para blogger yang hadir. L. Iwan Pranoto (@ipranoto) yang mewakili Garda Medika mengatakan semoga angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara dapat ditekan.

Pada 12 Oktober 2014, Garda Medika bersama Lovepink dan ribuan masyarakat lainnya akan mengikuti parade solidaritas yang diberi nama Jakarta Goes Pink sebagai acara puncak peringatan Octobreast. Parade atau pawai ini akan berjalan dari Bundaran HI menuju Balai Kota mulai pukul 06.00 dengan berbagai pakaian plus aksesorisnya yang berwarna merah muda (pink). Insya Allah, parade ini katanya akan dihadiri oleh Linda Agum Gumelar (Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Marie Elka Pangestu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Basuki Tjahja Purnama (Wakil Gubernur DKI Jakarta), Veronica Basuki Tjahja Purnama (Ketua Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta), dan juga Chelsea Islan.

Event-72Dalam parade tersebut, Garda Medika yang memiliki 780 rumah sakit provider dalam negeri dan 35 di luar negeri, akan memberikan asuransi kecelakaan diri gratis kepada semua peserta parade dan membagi-bagikan handband pink sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap para penderita kanker payudara yang sedang berjuang melawan penyakit. Semua rangkaian kegiatan itu merupakan wujud kepedulian Garda Medika terhadap kesehatan masyarakat, khususnya perempuan. Mereka mengajak masyarakat, terutama blogger, untuk lebih peduli, sadar, dan bertindak preventif dalam menghadapinya. Garda Medika adalah salah satu produk Asuransi Astra. Asuransi Astra sendiri telah hadir melayani pelanggan lebih dari setengah abad, tepatnya sejak 12 September 1956. Jaringan layanannya telah tersebar di 28 kantor cabang, 18 unit layanan, dan 13 Garda Center. Pada 2013, Asuransi Astra berhasil membukukan Premi Bruto (GWP) sebesar Rp3,8 triliun atau bertumbuh sebesar 23,4% dibanding pencapaian tahun sebelumnya, dengan laba bersih sebesar Rp873 miliar atau bertumbuh 17,6% dari tahun sebelumnya.

Happiness is a healthy life,” itulah kata-kata ajaib Garda Medika. Semuanya menjadi mudah, aman, dan nyaman bersamanya. Jangan sampai harta benda seperti rumah dan mobil menjadi tanggungan saat kanker payudara menyerang. Ada beberapa keuntungan bergabung bersama Garda Medika, yaitu:

  1. Melayani 24 Jam. Keadaan darurat bisa datang tanpa diduga. Dengan layanan Garda Akses 24 jam, Garda Medika memberikan kemudahan kepada peserta untuk mendapatkan informasi produk, kepesertaan, layanan klaim serta infomasi rumah sakit rekanan.
  2. Praktis dengan Kartu bagi Peserta. Tidak hanya bagi karyawan, kartu Garda Medika diberikan juga bagi annota keluarga karyawan sebagai peserta. Cukup tunjukkan kartu saat akan menerima layanan kesehatan di rumah sakit rekanan Garda Medika.
  3. Jaringan Rumah Sakit. Garda Medika memiliki jaringan rumah sakit rekanan yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.
  4. Klaim mudah. Layanan klaim yang mudah dan cepat untuk pembiayaan rawat inap, rawat jalan, persalinan, gigi dan kacamata baik secara cashless maupun reimbursement.
  5. Inpatient Visit. Customer Relation Officer Garda Medika akan melakukan kunjungan kepada Anda yang menjalani rawat inap. Untuk memastikan Anda mendapatkan perawatan terbaik yang sesuai. Layanan ini sudah diberikan untuk area JABOTABEK dan akan terus dikembangkan di masa yang akan datang.

“Dengan bergabung bersama Lovepink, aku diberikan kesempatan untuk memberikan dukungan moral kepada para penderita kanker payudara. Aku bisa berbagi dengan mereka yang baru menerima ‘berita duka’ bahwa menderita kanker payudara bukan akhir dari segalanya.” ~ Tuty Effendy

YUK, SADARI

Lovepink adalah sebuah gerakan sosial yang hadir sebagai sahabat untuk para perempuan penderita kanker payudara dalam melewati masa-masa tersulit mereka; dari masa pengobatan, perawatan, hingga penyembuhan. Lovepink percaya bahwa sebagian besar dari proses perawatan kanker adalah seputar cara pandang terhadap penyakit ini. Oleh karena itu, Lovepink hadir untuk memberikan dukungan secara emosional yang dibutuhkan, memberikan berbagai wawasan, dan memberikan kiat-kiat saat menghadapi masa-masa sulit dalam menjalani hidup dengan kanker payudara. Kegiatan Lovepink meliputi kampanye kesadaran kanker payudara dan berbagai aktivitas lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara sekaligus berbagi kebahagiaan bersama anggota Lovepink lainnya. Share, Love, Care.

Sudah dijelaskan di atas bahwa kanker payudara menempati peringkat pertama sebagai salah satu dari penyakit kanker yang mematikan, melebihi kanker rahim atau kanker lainnya. Jumlahnya mencapai 32% dari total kasus kanker yang ada. Dari segi usia ternyata lebih mengejutkan lagi, yaitu 30% penderita kanker payudara berusia kurang dari 40 tahun. Yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya jumlah penderita pada wanita karir. Mengapa hal ini bisa terjadi? Meski salah satu penyebab munculnya penyakit ini adalah alkoholik atau merokok, ternyata pemicu lainnya juga sangat memungkinkan. Beberapa diantaranya adalah workaholik, menunda memiliki anak, tidak mau menyusui, terapi hormon, dan ada juga riwayat trauma. Jadi, waspadalah, jangan sampai Anda terlambat memeriksakan diri karena sel kanker membelah diri dengan sangat cepat. Mereka mampu menyelesaikannya dalam waktu 2-5 jam, padahal sel normal memerlukan waktu lebih dari itu. Perlu juga diperhatikan asupan gula dan lemak karena sel kanker mengonsumsi itu semua.

Event-73

Selain pemeriksaan yang dilakukan di klinik kesehatan atau rumah sakit, sebenarnya Anda sendiri bisa melakukannya di rumah. Cukup di depan cermin. Ya, pemeriksaan payudara dapat dilakukan sendiri dan sebaiknya secara berkala (minimal sebulan sekali) untuk mendeteksi kanker payudara semenjak dini. Apabila cepat terdeteksi, maka peluang kesembuhan akan semakin besar. Caranya dengan metode SADARI, yaitu perikSA payuDAra sendiRI. Sadari sebaiknya dilakukan antara 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi karena kepadatannya berkurang. Sadari dilakukan minimal satu kali dalam periode 1-3 bulan. Sadari tidak seharusnya menggantikan jadwal pemeriksaan payudara fisik oleh dokter dan mammography. Sadari harus dijadikan kebiasaan sejak usia 20 tahun. Pahami kondisi normalnya dan segera berkonsultasi dengan dokter kalau menemukan perubahan.

Caranya:

  1. Berdiri tegak di muka cermin dan cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara atau pembengkakan dan/atau perubahan pada puting.
  2. Angkat lengan ke atas dan tekuk siku sehingga tangan kanan memegang leher bagian belakang. Gunakan tiga ujung jari tangan kiri, raba dan tekan area payudara. Cermati seluruh bagian payudara kanan hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan menekan dan meraba dengan cara membuat lingkaran-lingkaran kecil dengan arah naik dan turun.
  3. Lalu lakukan gerakan membentuk lingkaran-lingkaran kecil dari bagian luar ke dalam payudara.
  4. Kemudian lakukan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kiri Anda.
  5. Pencet kedua puting satu persatu. Puting kanan dengan telunjuk dan ibu jari kiri, begitu juga sebaliknya. cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Konsultasikan dengan dokter seandainya terdapat cairan.

Jadi, apakah Anda peduli pada diri Anda sendiri?[]

Advertisements

3 thoughts on “SADARI Kanker Payudara Sejak Dini

  1. Mantap, pria juga peduli kanker kan? makanya mendalam banget tulisannya smoga memberi inspirasi…

    >> Yup, pria juga harus peduli kanker, minimal pada pasangannya atau orang terdekatnya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi banyak orang ^_^

  2. aahh.. semoga makin banyak wanita yang sadar menjaga kesehatan sehingga terhindar penyakit ini, o iya bank banyak makan sayur dan buah segar juga termasuk upaya menjaga kesehatan dan mencegah kanker loh

    >> Amiiin. O iya, kembali ke alam ya. Semoga makin banyak wanita yang sadar akan konsumsi buah dan sayur ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s