Asuransi yang Menyelamatkan

Adakah pelangi selepas hujan badai?
Jika ada, itulah setitik harapan
Untuk siapa pun yang ingin memulai hari baru

Malam tidak ada bintang. Gelap. Dan semakin kelam saat melihat raut wajah sang belahan jiwa yang sedang mendapatkan telepon. “Pasti dari Binong,” bisiknya. Tak lama, keluarga kecil mereka langsung berkemas meninggalkan rumah. Mereka semua akan menginap di Binong. Sang belahan jiwa tadi bilang bahwa Bapak nge-drop. Kalau harus menginap, berarti sakitnya amat serius. Benar saja. Sesampainya di Binong, Bapak terpaksa harus digotong. Beliau tidak bisa dipapah agar bisa menggunakan jasa becak. Beliau digotong oleh empat orang melewati gang sempit sejauh 300 meteran menuju mobil yang sudah dipersiapkan untuk membawanya ke rumah sakit. Ya, Bapak harus dirawat.

Kejadian itu terjadi pada bulan Juni 2014. Menjelang Ramadhan 1435 H. Bapak sudah pasrah bahwa bulan puasa ini ibadahnya bakalan tidak sempurna. Padahal, setiap bulan puasa beliau termasuk yang paling aktif meramaikan masjid dan tadarusan selepas tarawih atau selepas subuh. Sosok itu menahan gelora di dalam dadanya. Di rumah sakit, Bapak pun langsung masuk ke ruangan IGD, diperiksa, dan langsung dipasang infus. Sosok itu tidak melihat berapa obat yang dimasukkan ke dalam tubuh bapak mertuanya. Beres administrasi dan kondisi Bapak sudah stabil, beliau langsung dibawa ke dalam ruangan. Selesai? Tidak. Dokter tadi mengatakan bahwa Bapak harus cuci darah. Ya, beliau harus masuk ke ruangan hemodialisa keesokan harinya.

UANG DARI MANA?

Itulah yang menjadi pertanyaan semua anggota keluarga. Mengenai biaya perawatan mungkin sementara masih bisa ditalang oleh sang belahan jiwa yang tidak lain adalah karyawan rumah sakit yang bersangkutan. Paling tidak masih bisa hutang untuk nantinya dicicil per bulan. Akan tetapi untuk biaya cuci darah, tidak bisa berhutang. Semua anggota keluarga berembug dan mencari jalan keluar. Hingga pada akhirnya, keluarlah satu kata yang disepakati. Asuransi kesehatan. Dan masalah berikutnya adalah bisakah semua itu diurus dalam waktu satu hari? Eh, bukan, setengah hari!

Bisnis-10

Alhamdulillah kakak ipar menyanggupi untuk menguruskannya. Dan ternyata semua dimudahkan. Bapak pun berhasil terdaftar pada asuransi kesehatan yang dimaksud dan bisa dihemodialisa keesokan harinya. Sosok itu sangat bersyukur sekali. Bagaimana kalau ternyata pengurusan asuransi mengalami kebuntuan? Jujur, awalnya tidak pernah terbayangkan kalau pada akhirnya keluarga sosok itu akan menggunakan jasa asuransi. Apalagi mendengar banyak berita betapa sisi hitam asuransi begitu mengemuka. Premi sudah dibayar setiap bulan tetapi pas dibutuhkan ternyata sulit dicairkan. Kurang lebih begitu. Pikiran seperti ini ternyata tidak hanya menimpa sosok itu, tetapi juga oleh sebagian besar masyarakat. Pemerintah pun bekerja keras untuk menyadarkan mereka semua. Terbukti mulai 1 Januari 2014 sistem Jaminan Kesehatan Nasional resmi diberlakukan dengan sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.

Bukan kebetulan kalau pada hari Rabu kemarin (15/10/2014), sosok itu sempat bertemu dengan Ibu Meta Dewi (Investment Communication Manager Allianz) di kediaman Ni Kadek Kristi Hellen, Jl. Kebagusan I No. 51B (baca Ngeblog Ala Story Telling). Pada dasarnya asuransi adalah bagian dari investasi, dan kalau bicara tentang investasi maka janganlah dihitung berdasarkan return atau risiko. Teh Meta, begitu sosok itu memanggil, mengatakan bahwa return dan risiko bukanlah pilihan. “Return dan risiko seperti dua sisi koin mata uang yang sudah menjadi satu dan berjalan beriringan. Setiap koin selalu memiliki dua sisi, dan kita tidak bisa memilih untuk mendapatkan satu sisi saja. Setiap kita memilih return maka risiko akan selalu ada bersamanya,” katanya lebih lanjut. Memang sebagian orang banyak menjawab jika mereka memilih investasi berdasarkan return untuk melipatgandakan dana.

Nah, daripada tergiur oleh iming-iming mendapatkan return yang tinggi, alangkah lebih baiknya jika masyarakat mulai membuka mata untuk mengetahui sisi risikonya. Karena bagaimanapun juga, risiko (apalagi kalau bicara soal kesehatan) adalah hal yang pasti di kemudian hari. Banyak orang yang belum siap menghadapi risiko, dan kalau sekarang masih sempat, mengapa harus menunggu masa itu? Kisah nyata di atas adalah buktinya. Sampai akhirnya Bapak keluar dari rumah sakit, tidak terlalu banyak biaya yang dikeluarkan. Salah seorang kawan yang terpaksa harus membayar biaya rumah sakit tanpa adanya asuransi dengan jenis penyakit yang sama ternyata harus membayar biaya belasan hingga puluhan juta rupiah. Uang dari mana?

CERDAS MEMILIH ASURANSI

“Make no little plans; they have no magic to stir men’s blood and probably themselves will not realized. Make big plans; aim high in hope and work, remembering that a noble, logical diagram once recorded will not die” ~ Daniel. H. Burnham

Bisnis-11Telah dijelaskan sebelumnya bahwa memilih asuransi sama persis dengan memilih investasi. Teh Meta sudah mewanti-wanti bahwa sebelum merasakan pahitnya risiko, alangkah baiknya kita lebih berhati-hati dalam memilih investasi sehingga dapat menikmati manisnya return. Asuransi adalah jalan keluar dari naiknya pengeluaran rumah tangga setiap tahunnya, meski pendapatan juga ikut naik. Untuk itulah diperlukan adanya Piramida Kekayaan. Apa maksudnya? Pada dasar piramida terdapat kebutuhan dasar, proteksi keluarga, dan dana darurat. Inilah aplikasi kekayaan yang sesungguhnya. Sedangkan pada bagian tengahnya terdapa dana pendidikan, dana pensiun, dan warisan. Inilah proteksi kekayaan. Nah, pada bagian puncaknya terdapat investasi yang bisa berupa deposito, emas, obligasi, saham, valas, derivatif, dan lain sebagainya. Inilah proteksi kekayaan. Idealnya seperti itu.

Agar tidak membingungkan maka Teh Meta menganjurkan untuk mengatur dan merencanakan keuangan. Caranya bagaimana? Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, yaitu (1) mengumpulkan data dan membuat tujuan, (2) analisa dan evaluasi keadaan keuangan, (3) membuat perencanaan, (4) implementasi perencanaan, dan (5) memonitor perencanaan. Begitu pula halnya dengan mengenali investasi atau asuransi yang dipilih. Ini penting. Caranya dengan memperbanyak informasi mengenai jenis investasi, menanyakan risiko maksimal yang mungkin terjadi, mempelajari aturan investasinya dan lembaga penerbit investasi, dan jika investasinya riil sila lihat langsung lokasi investasinya.

Bisnis-12

Selain itu jangan lupa untuk menyesuaikan jenis investasi dengan profil risiko kita. Sadari bahwa setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda. Sesuaikan investasi dengan profil risiko kita sendiri. “Selanjutnya pantau kinerja investasi Anda. Lakukan pemantauan kinerja investasi secara berkala. Tanyakan kepada penerbit bila ada kinerja yang mencurigakan,” ujar Teh Meta. “Tinjau ulang kembali kinerja investasi dan tujuan investasi Anda, minimal setahun sekali.” Begitu pula saat membaca surat perjanjian yang begitu panjang dan ribet. Ada beberapa hal atau poin yang perlu dibaca, yaitu berapa preminya, berapa tanggungannya, dan berapa lama?

ALLIANZ SEBAGAI SALAH SATU PEMAIN ASURANSI

Kalau misalnya ada calon pelanggan yang ingin asuransi, Teh Meta yang menjabat sebagai Investment Communication Manager Allianz menjelaskan bahwa ia akan bertanya pada calon pelanggan tersebut mau asuransi apa? Di Allianz ada asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi perjalanan, dan lain-lain. Asuransi itu pada hakikatnya pengalihan risiko dari pribadi ke perusahaan asuransi, karena itulah perlu diketahui seberapa besar resikonya. Pihak asuransi hanya akan memberikan 3 (tiga) opsi kemungkinan, yaitu (1) diterima, (2) diterima dengan penambahan premi, dan (3) ditolak.

Sosok itu lalu bertanya dengan adanya BPJS. Teh Meta mengatakan bahwa adanya BPJS malah menguntungkan karena kesadaran masyarakat akan semakin luas tentang betapa pentingnya asuransi. Pihak Allianz pun bekerjasama dengan BPJS (sinergi) misalnya bisa upgrade kamar dengan syarat adanya kartu BPJS. “BPJS itu, kan, kelasnya sudah stagnan, dari kelas 1 sampai kelas 3. Nah, Allianz bersinergi dengan asuransi sehingga bisa di-upgrade kamarnya,” ujarnya. Hal ini berbeda bagi masyarakat yang tidak mampu karena mereka sudah dibiayai oleh pemerintah secara gratis dan tidak perlu membayar premi bulanan. Mereka tidak boleh naik kelas.

Bisnis-13Pada akhir wawancara, Teh Meta menyarankan untuk membeli asuransi sedini mungkin dengan usia semuda dan sesehat mungkin. Semakin tua usianya seseorang maka preminya cenderung semakin mahal. Apalagi kini Allianz juga mengeluarkan kartu asuransi seharga Rp25ribu. Syaratnya sangat mudah karena tidak perlu menuliskan data apa pun, sama seperti halnya membeli kartu selular. Setelah kartu ini diaktifkan maka akan berlaku selama setahun. Dan keuntungannya, pemegang kartu akan mendapatkan asuransi kecelakaan sebesar Rp25juta. Jelas asuransi jenis ini amat cocok untuk sosok itu yang suka sekali melakukan perjalanan, khususnya untuk mengatasi kalau terjadi kecelakaan.

Mengapa tidak memilih asuransi perjalanan yang juga telah disediakan Allianz? Berbeda dengan asuransi kecelakaan, tidak sedikit dari kita yang pernah merasakan penundaan pesawat atau bahkan kehilangan bagasi yang dibawa, atau bahkan ada yang pernah menderita sakit saat tiba tempat tujuan. Siapapun tidak pernah berharap semua itu akan terjadi. Namun siapa yang bisa menebak adanya risiko? Risiko-risiko tersebut merupakan risiko yang harus kita sadari sebelum melakukan perjalanan karena hal itu akan sangat merugikan, baik waktu, finansial, maupun kenyamanan. Oleh karena itu di sinilah asuransi perjalanan diperlukan untuk dapat memberikan penggantian atas kerugian yang kita alami.

Jadi, masihkah belum tertarik bergabung dengan asuransi milik Allianz?[]

Advertisements

2 thoughts on “Asuransi yang Menyelamatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s