Lari 15K Pertama!

Takada yang mustahil
Selama ada kemauan dan usaha
Jalani dan nikmati prosesnya sampai berdarah

MariLari-28

Apa yang dipikirkan sosok itu ya? Nekat? Gila? Bisa jadi. Tetapi semuanya terjadi begitu saja. Dan … tadaaa, baru dua hari kemarin dia berhasil berlari sejauh yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Lima belas kilometer dalam waktu dua jam! Bahkan, dia berhasil lari sejauh 10K lebih tanpa berjalan. Ini jelas prestasi. Ya, prestasi. Lari 15K Pertama! Apalagi kalau dibandingkan dengan latihan larinya yang baru dua minggu ini. Ya, dia baru berani lari jauh setelah dipastikan terdaftar di Jakarta Marathon kategori 10K nanti setelah Kang Dwey memastikan per 1 Oktober kemarin. Pas Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober setelahnya, dia pun memaksakan diri untuk berlatih lebih dari biasanya. Hasilnya 10K dalam waktu 1:43:10. Pecah rekor untuk lari jarak terjauhnya. Target sepuluh kilometer pertamanya berhasil dilampaui.

Senang? Nanti dulu. Demi meningkatkan tantangannya dia pun menghubungi Kang Andre Firmansyah, owner SAB yang memproduksi jersey dengan merek SPEED, pada hari Sabtu (4/10/2014). Pucuk dicinta ulam tiba. Kang Andre menyambut dengan baik keinginan sosok itu untuk menjajal League Grip The Road 2014. SAB siap mensponsorinya. Memang mereka belum pernah support individu di luar atlet sepeda dan lari, tetapi mereka mengapresiasi pesepeda dan pelari yang memiliki bakat/kemampuan menulis. Alhamdulillah. Awalnya sosok itu ingin mencoba 8K sebagai pemanasan, tetapi sial karena slotnya sudah kosong, dan adanya … 15K. Glek! Dia sempat berpikir lama apakah mau diambil atau tidak. Kurang dari satu menit, dia pun langsung mengiyakan. “Insya Allah pasti bisa,” pikirnya saat itu. Sosok itu resmi terdaftar! Selanjutnya? Bingung….

MariLari-30

Sebelum lanjut, baiknya sosok itu bercerita tentang League Grip The Road 2014. Jika ajang lari biasanya digelar di jalur-jalur protokol, artinya di tengah kota, ternyata event ini beda. Mereka mencari alternatif di pinggiran kota Jakarta yang (bolehlah dibilang) masih relatif sepi, yaitu Kemayoran. Paling tidak pengamanannya tidak terlalu ketat meski tetap harus diperhatikan, dan rutenya pun asyik yaitu melewati flyover dan terowongan. Otomatis lari menaiki sebuah tanjakan dan mengatur speed saat turunan harus benar-benar diperhatikan kalau tidak ingin mengalami cidera pada kaki. Itulah yang terjadi pada hari Minggu pagi kemarin (19/10/2014). Sosok itu beruntung bisa mengikutinya, meski dengan susah payah.

Ada dua kategori yang dilombakan, yaitu 8K dan 15K. Total pesertanya berjumlah 300 orang per kategori. Sosok itu sendiri nekat ambil yang 15K (lagi-lagi). Kalau kata Amrit Hassaram, Deputy Managing Director League, jumlah pesertanya sudah meningkat dua kali lipat dari acara serupa tiga bulan sebelumnya. “Tapi, kami tidak mau tiba-tiba buat ribuan peserta. Kami ingin mengakomodir dua hal yang selama ini dikeluhkan mereka, (yaitu) terlalu banyak orang dan terlalu banyak mobil. Jadi kami pilih Kemayoran,” lanjutnya. Sosok itu sendiri berharap acara serupa bisa digelar di kota lain, misalnya Bandung. Dan untungnya harapan ini diamini oleh Kang Amrit. Katanya, “Tak menutup kemungkinan akan ke Bandung atau Surabaya.” Semoga.

LATIHAN DEMI LATIHAN

MariLari-29

Kalau sudah masuk sumur dan basah, ya sekalian menggali lebih dalamnya demi mendapatkan air yang lebih jernih. Itulah yang dilakukan sosok itu setelah resmi terdaftar di League Grip The Road 2014. Sepuluh kilometernya sudah pecah dengan waktu dua jam kurang. Mampukah dia berlari sejauh lima belas kilometer? Belum dengan istilah Cut Off Time (COT) sebagai batas waktu pelari harus finish agar berhak mendapatkan medalinya. Awalnya sih dia tenang karena dari penjelasan kawan-kawan pelari, COT untuk jarak 15K adalah 2,5 jam. Kalau dari logika hitung-hitungan latihan, dia masih mampu. Namun menjelang hari H ternyata ada perubahan. League menentukan COT 15K-nya hanya 2 jam! Sosok itu kembali stres. Ya sudah, jalan keluarnya cuma satu. Latihan terus, semampunya.

Dia tidak punya target latihan yang jelas. Paling nggak dua hari atau tiga hari sekali harus lari, bisa pagi bisa sore/malam. Jaraknya nggak ada patokan. Pokoknya lari sejauh mungkin dan sekuatnya. Target lima belas kilometer harus tercapai sebelum hari H. Nyatanya? Selasa (7/10/2014) dia ikut lari bersama kawan-kawan IndoRunners Bandung untuk pertama kalinya. Hasilnya adalah 6.17K dalam waktu 1 jam (ada 2x istirahat). Apakah karena faktor kelelahan Jakarta-Bandung? Bisa jadi. Akan tetapi, ada banyak ilmu yang dia dapatkan di sana. Lari interval dan teknik PNF saat pendinginan. Dua hal ini penting agar nanti tidak kaget dan otot-otot tidak mudah cidera. Lamaaa tidak latihan lari diganti dengan bersepeda sejauh-jauhnya. Pokoknya jangan berhenti. Lari kembali pada hari Jumat malam (17/10/2014) dengan hasil 5K selama 43 menit. Sama waktunya dengan Kang Emil hehehe. Besoknya lari lagi pada malam hari dengan hasil 7.3K selama 1 jam. Sosok itu hanya menundukkan kepala. Besok pagi adalah hari yang menentukan. Mampukah dia?

MariLari-31

Pukul 3 dini hari, sosok itu mengeluarkan sepedanya. Dia sudah mempersiapkan diri sedetail mungkin. Air satu botol dengan campuran dua bungkus oralit. Wudhu sudah sehingga bisa langsung shalat Subuh di Kemayoran. Kaki-kakinya sudah dibalut plester agar tidak terlalu lecet karena terasa sakit setelah mencoba sepatu baru. Ukurannya memang pas 43 tetapi sepatu League Zip Run berbeda, harus lebih tinggi satu angka biar pas. Sudah kadung. Sampai di Kemayoran hampir pukul 4 dini hari. Sepeda diparkir di depan masjid. Dia pun mempersiapkan diri untuk subuhan. Shalat yang tidak nyaman karena banyak nyamuk. Setelahnya, bertemu dengan kawan lama dari Bandung yang menginap di masjid, Reza. Alhamdulillah kategorinya sama sehingga bisa berlari bersama. Paling tidak nanti ada kawan di sebelahnya, dan sosok itu mewanti-wanti Reza agar terus menemaninya, untuk menyemangatinya.

Setelah itu bertemu lagi dengan kawan-kawan pelari dari Bandung, Aldi dan Alan. Sempat bertemu juga dengan Adham, blogger yang juga senang lari. Pemanasan bersama, ikut mencoba senam Zumba, dan deg-degan menanti start dimulai. Bismillah, saat bendera diangkat, sosok itu berlari mengikuti arus. Kecepatannya mulai distabilkan pada pace 6-7. Dengan nomor BIB 183, dia berlari bersama Reza yang bernomor 069. Tak dinyana ada kawan pelari lainnya yang seksi mengikuti dari awal, namanya tidak tahu tetapi bernomor 221. Kami bertiga stabil berlari, kadang duluan, kadang dibalap. Reza asyik-asyik saja berlari karena dia sudah terbiasa, menyapa semua petugas yang mengamankan jalan, bernyanyi, lalu beraksi kalau ada fotografer hehehe. Tak terasa 10K sudah terlewati dengan sukses tanpa harus berjalan dan secara fisik sosok itu semakin lemah. Akhirnya dia tidak kuat dan terpaksa berjalan cepat. Paling lama 2 menit, dia berlari lagi. Kalau terasa letih, berjalan cepat lagi, dan 1-2 menit kemudian berlari lagi.

Sinar matahari begitu terik pagi itu. Kalau tidak pakai penutup kepala, air keringat akan terjun bebas menutupi mukanya, tentu sangat mengganggu. Menjelang finish, mereka bertiga langsung melakukan sprint. Balap-balapan dan akhirnya finish secara bersamaan. Waktunya 2 jam lebih 6:57 menit, kalau menurut Endomondo lebih 7:39 menit. Totalnya pun bukan 15K, tetapi 14.84K. Alhamdulillah ternyata sosok itu mampu. Medali pertamanya langsung dikalungkan ke leher. Ada rasa bangga. Dada bagian dalamnya begitu bergemuruh. Kawan-kawannya dari Bandung menyalaminya. #FinishStrong. Luar biasa! Tak bisa berkata-kata. Lari 15K Pertama!

MariLari-32

Beres lari, panitia sudah menyediakan makan dan minum. Ada nasi goreng, sandwich, dan sosis. Sosok itu tidak terlalu suka nasi goreng karena berminyak. Susah ditelah apalagi setelah banyak keringat yang keluar. Akhirnya hanya bisa masuk 1 sosis dan 1 sandwich. Secara keseluruhan penyelenggaraan League Grip The Road 2014 ini terbilang sukses. Semuanya rapi dan terkendali. Kalaupun ada faktor pengamanan yang agak longgar sehingga ada 1-2 kendaraan bermotor yang bisa lewat masih dianggap wajar. Sikap panitia juga tegas saat mendiskualifikasi pemenang yang tidak menggunakan sepatu League, karena semuanya sudah tertulis di peraturan. Faktor diskualifikasi itulah yang membuat Alan berhasil menjadi pemenang ketiga 15K. Begitu juga Aldi yang berhasil pemenang ketiga 8K. #BDG_Explorer jaya di tanah Betawi. Kekurangan lainnya adalah air minum. Di beberapa water station (WS), sosok itu hanya mendapatkan air putih padahal dia melihat banyak sampah minuman rasa kelapa. Hanya 1 WS dimana dia berhasil mendapatkan minuman segar itu. Bahkan, setelah 10K dia sudah tidak lagi mendapatkan air minum, padahal itu saat kondisi terlemahnya.

MariLari-34Boleh dibilang League ini pintar. Atas nama olahraga lari yang lagi ‘naik daun’, mereka pun menjual sepatunya. Tapi dalam hal ini tidak ada yang dirugikan, kok. Baik peserta maupun panitia sama-sama untung. Sepatu harga Rp550ribu dijual melalui tiket hanya Rp500ribu. Itu pun sudah dapat produk lainnya seperti jersey dan makanan/minuman. Kalau pengalaman race jangan ditanya, semua pelari (termasuk pemula) akan mengatakan kalau event kali ini mengesankan (meski dengan cuaca Jakarta yang lagi terik-teriknya). Ya, Jakarta memang lagi panas. Sosok itu merasakan saat menjajalnya kemarin, start pukul 06:00 dan finish pukul 08:00 sudah kepayahan karena panas. Capek juga, sih, namanya baru pecah rekor lari sejauh 15 kilometer hehehe. Buat sosok itu tentu istimewa. League Grip The Road 2014 adalah event lari pertamanya yang membanggakan. Event lari pertamanya di Jakarta. Kalau Event Lari Pertama (yang cuma 4K) pernah di Bandung tapi tidak dapat medali finisher. Jadi, ini adalah lari terjauh pertamanya. Ini adalah kali pertama dia mendapatkan medali. Medali 15K, padahal dia belum punya medali yang 5K maupun yang 10K. Lari 15K Pertama!

MariLari-33

League memang meluncurkan sepatu lari teranyar mereka yang katanya memiliki teknologi Ziptech, Zip Run. Sepatu ini digadang-gadang cocok dan ideal untuk dipakai lari jarak jauh. “Dengan teknologi ini, pelari bisa berlari lebih jauh dan mengurangi resiko cedera,” ujar Gagaswara, Senior Shoe Designer League. Selain Zip Run, mereka juga mengeluarkan Sportiva, yaitu jenis sepatu yang cocok juga untuk jarak jauh tetapi dengan harga yang lebih murah. Mengapa cocok untuk lari jarak jauh? Gagaswara mengatakan bahwa rahasianya pada bantalan bawah sepatu yang terinspirasi dari cara kerja trampolin yang dapat menyerap benturan dan mengembalikannya dalam bentuk energi tambahan. Itulah teknologi Ziptech, yang mampu memberikan mechanical cushioning system sehingga dapat mengurangi impak dan mengembalikan energi tersebut saat tolakan. Keren, ya.[]

Advertisements

2 thoughts on “Lari 15K Pertama!

  1. lari sampai 15 K? kalau jalan kaki saya masih sanggup, tapi berjam-jam. KAlau lari, dijamin saya akan jadi juara….juara gak sampai 1 K sdh brenti.

    Selamat utk Mas Alan berhasil menjadi pemenang ketiga 15K. dan juga Mas Aldi yang berhasil pemenang ketiga 8K. Salute….

    >> Iya. Jalan kaki juga saya sanggup hehehe. Nuhun atas ucapan selamat dan kunjungannya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s