Berlarilah dengan Jujur

Hanya suara napas
Dan suara sepatu menapak aspal

Kejujuran memang tidak bisa dipaksakan. Ia lahir dari dalam diri dan hati. Ia muncul dari keterbiasaan. Ia terbentuk saat kata ‘iman’ tertanam dengan baik dan tumbuh subur. Meski lingkungan bermakar curang terus mengintai, di mana saja. Itulah yang tampak terjadi pada event lari internasional di Jakarta pada hari Minggu (26/10/2014). Pada saat sosok itu terengah-engah memantapkan diri untuk tidak berjalan, ada saja pelari lain yang tiba-tiba mengambil jalan pintas. Panitia memang ada, tetapi kan manusiawi lengah. Tidak hanya satu-dua. Setelah KM5, makin bertambah lagi jumlahnya yang memotong kompas. Itu baru yang kategori 10K. Bagaimana dengan yang 5K, HM, atau FM? Mungkin lebih dari yang dilihat sosok itu.

MariLari-35

Jujur. Berlarilah dengan jujur. Ya, boleh dibilang inilah olahraga individual yang berasaskan kejujuran. Asal mental kuat, dijamin kejujuran akan dipegang teguh. Berbeda dengan olahraga sepeda karena menggunakan alat tambahan, lari tidak ada. Hanya ada diri sendiri. Latihan, fokus pada pernapasan, lalu berlari sekuat mungkin. Tidak ada yang melihat. Saat ada orang yang berlari, apakah orang lain dapat melihat apakah yang bersangkutan sudah lari 1K, 5K, 10K, atau bahkan lebih dari itu. Tidak ada yang tahu. Saksinya hanya ada diri sendiri dan Sang Maha. Alat pencatat waktu pun bersifat pendukung saja, terutama yang peduli pada kejujuran dan personal best (PB). Bagi yang berniat curang, tidak terlalu memedulikan hal itu. Yang penting dia finish dan mendapatkan medali. Apakah kemudian ada panitia yang berteriak, “Hei! Dia motong jalan!” Nggak, kan? Pokoknya finish di bawah COT. Hanya tujuan akhir niat utamanya, prosesnya tidak dipedulikan.

MariLari-39Lari sudah menjadi olahraga favorit di Indonesia saat ini. Jika sebelumnya sepeda merajalela hingga kemudian meredup, lari terus berkembang dengan semakin banyaknya event lari diselenggarakan, baik di kota maupun di pegunungan. Di kota kecil maupun kota besar. Bertaraf lokal maupun internasional. Salah satunya adalah Jakarta Marathon (JakMar). Sosok itu sendiri termasuk baru di dunia lari. Event lari pertamanya adalah Siliwangi 10K dengan kategori FunRun. Tidak ada medali finisher di sana. Dia sendiri sempat berjalan dan waktu itu juga melihat banyaknya pelari yang memotong jalan. Baru pada event lari 15K pertamanya dia mendapatkan medali finisher. Langsung 15K. Pada event tersebut, ada satu pelari kategori 8K yang terkena diskualifikasi karena start bersama para pelari 15K (lebih awal). Ya, selalu ada kecurangan di beberapa event lari.

Lari itu melelahkan, apalagi lari dari kenyataan #eh. Saking hebatnya lari, banyak orang yang berani bayar mahal demi bisa ikut event lari, padahal itu kan capek banget. Bahkan, sampai ada yang berani ke luar negeri demi bisa ikutan lari dan finish. Apa yang mereka cari? Kebanggaan dan kepuasan diri. Tentu saja dengan nilai ‘kejujuran’ di sana. Bagi yang curang, tentu tidak ada rasa bangga dan berpuas diri. Mereka hanya bisa menyombongkan medali-medali hampa di rumahnya, hingga (percaya deh) akan dihinggapi jaring laba-laba. Berbeda yang lari dengan tujuan kebanggaan dan kepuasan diri. Medali itu adalah simbol keberhasilan mereka. Medali itu adalah bukti nyata, yang tidak hanya sekadar omdo. Simbol dan bukti nyata bahwa mereka mampu mengalahkan diri sendiri bergantung target yang ingin dicapai. 5K, 10K, 15K, HM, FM, trailrun, atau bahkan triathlon. Jadi keberadaan medali finisher dan (tentu saja) kualitasnya itu tidak boleh diabaikan. #MariLari

MariLari-37

EVENT LARI INTERNASIONAL PERTAMA

Semuanya berawal dari obrolan ringan di WA dengan Kang Dwey, salah satu punggawa produk CKS yang oke punya itu. Entah mengapa sosok itu begitu yakin ingin mengambil kategori 10K, padahal 5K saja belum pernah lari full. Setelahnya, latihan lari pun ditambah agar tidak memalukan. Bahwa dirinya bisa berlari di bawah COT. Bahkan, seminggu sebelumnya malah nekat mendaftarkan diri di event League Grip The Road 2014 kategori 15K. Sosok itu memang gila dan nekat. Sebagai bukti keseriusannya, dia berhasil lari 10K dalam salah satu latihannya pada 2 Oktober. Pada hari H, akhirnya sosok itu berhasil menyelesaikan JakMar 10K dengan waktu 1:18:53 menurut endomondo pada gadgetnya atau 1:19:03 (net time) dan 1:34:13 (finish time) menurut panitia. Alhamdulillah. Masuk peringkat 1637 dari 2120 peserta laki-laki 10K.

MariLari-36

Inilah event lari internasional yang pertama kali baginya, sekaligus medali finisher keduanya. Sayang, panitia JakMar memberikan jersey tanpa lengan, sesuatu yang tidak terlalu disukainya. Untunglah Kang Dwey memberikan jersey CKS yang warnanya bagus, hijau dengan pola tertentu. Saat dipakai lari, meski dengan cuaca panas, jersey ini terasa nyaman. Tidak terlalu mengganggu selama lari. Akan tetapi yang paling membahagiakan adalah bahwa pada event JakMar ini, sang belahan jiwa dan Adik Anik bisa ikut serta menemani. Yeay! Proses perjalanannya pun masih terbayang-bayang di pelupuk mata. Bagaimana mereka bertiga naik motor dari Bandung pada Sabtu pagi, beristirahat di Puncak pada siang harinya, kembali beristirahat di Lenteng Agung, lalu langsung ke Senayan untuk mengambil racepack pas maghrib. Beristirahat secukupnya di Kelapa Gading, hingga berangkat kembali pada pukul 3 dini hari ke Monas.

Selama race, sosok itu sempat berfoto bersama Kak Arie (IR Bandung), lalu kembali berfoto bersama Arie Goiq (Blogger Jakarta). Sempat jalan-jalan sebentar di sekitaran Monas, termasuk menemani Adik Anin menyewa mobil-mobilan, terjebak macet di tempat parkir selama 1 jam, hingga tumbang karena kelelahan di Kelapa Gading. Pukul 3 sore, mereka bertiga pamit untuk kembali ke Bandung. Pukul 5 terjebak hujan angin menjelang memasuki Bogor, sempat ke bengkel karena lahar depannya aus dan harus diganti, lalu terjebak macet parah di Bogor selama 2 jam, hingga kembali terhambat oleh hujan deras saat mulai menapaki jalur Puncak. Baru kali itu ada rasa tidak enak karena mengajak Adik Anin, khawatir kesehatannya terganggu. Sempat beristirahat di POM Bensin Puncak, teras Masjid Besar Cianjur, dan POM Bensin Cipatat, hingga alhamdulillah sampai dengan selamat di rumah pada pukul 3 dini hari. Rentetan perjalanan yang tidak akan pernah dilupakan.[]

MariLari-38

Advertisements

4 thoughts on “Berlarilah dengan Jujur

  1. Capek gak ya lari 10K? ke Jakarta bawa Nyonya dan Adik Anin, Bang? Semoga Anin sehat2 selalu.

    >> Jangankan 10K, lari 1K aja capek hehe. Alhamdulillah semua baik-baik saja ^_^

  2. sya baru mulai latihan lari 3 bulan yang lalu. belum pernah mencoba race dan masih berusaha mengalahkan diri sendiri

    >> Tinggal jalani saja dan sekuat kemampuan. Kalau sudah waktunya, barulah ikut race. Pasti bisa, Mas ^_^

  3. Agung Nugroho : Dari pengamatan saya, yang biasa nggak jujur (memintas dsb) adalah pelari dadakan, bukan penggiat lari.

    >> Bisa jadi

    Johan Wahyudi : Setuju sekali… saya baru menjalani dunia lari sejak Run for cervix februari 2014 lalu, saya rasa kebanggaan dari ikut race bukan di medali penamat saja, tapi lebih lagi pada keuletan menyelesaikan jarak tempuh sesuai aturan… #marilari

    >> Ya, ada yang lebih berharga dari hanya sekadar medali saja. Tetapi tetap saja bukti pernah menamatkan event lari dengan jarak tertentu masih dibutuhkan

    Suzanna Zas : Kesian aja ngeliat yg Nepu lalu berfoto bangga dgn medal dan kaosnya..

    >> Hanya dia sendiri yang merasakannya….

    FuFu Gergo : Kalo yg ngebandit di race event bertentangan dengan kejujuran apa tidak yaa??

    >> Ngebandit itu non peserta yg ikut2an lari bareng peserta ya? Sekarang ada juga fenomena peserta yg tidak ikut race dr awal tapi tiba2 muncul di race, jalan, dan finish. Mereka biasanya para pemburu doorprize yg banyak sekali ada di ajang funbike.

    Tommy Yuwono : Moral of the story Untuk berhasil tidak harus jadi juara apalagi berbuat curang, yang terpenting adalah usaha keras dan jujur..beruntung sekali anak nya punya ayah seperti Bang Aswi..salam tepang ti sesama urang Bandung

    >> Anak harus diajarkan keteladanan. Anin mulai senang lari karena sering lihat abinya lari. Kemarin saja dia semangat mau ikut lari bareng pas abinya mau latihan 5K tapi tdk diizinkan karena belum kuat. Solusinya dia ngikut di belakang abinya dengan bersepeda. Itu pengalaman bersepedanya yg paling jauh. Salam kenal kembali… ^_^

    Uus Ibnu Rasyid Rusmawan : Tulisan yang menginspirasi Bang Aswi, slam kenal ti abdi urang Cianjur…… Kalo liat cerita Bang Aswi, berarti Jakmar menjadi sama race ke tiga buat kita bang, saya pertama ikut 6K Fun Run di lemeredien, 8K di league Grip the Road, dan 5K Jakmar, bulan ini rencananya mau naik kelas ke 10K……….#MariLari #MariJujur

    >> Salam kenal kembali, Kang Uus. Semoga lancar naik kelasnya ^_^

    Petrus Gautama : Bang Aswi, ngebandit artinya tidak bayar tapi menikmati fasilitas yang harusnya dibayar, nah, jujur nggak?

    >> Itu mah bukan curang lagi tapi maling kang Petrus. Sy sendiri alhamdulillah gak pernah bayar tp dsponsorin

    Agus Tjahjoadi Wow. Saya terharu pas membaca paragraf ttg dukungan keluarga. Support yg sgt dibutuhkan. Back to the topic, lari adalah sebuah olahraga utk menaklukkan diri sendiri, agar tidak cepat menyerah, agar tetap bisa finish, dan agar tetap jujur di tengah2 begitu banyaknya pelari curang. Sedikit OOT, bahkan ketika sudah lari dg jujur dan finish di bawah COT, yg artinya berhak atas medali finisher, saya tidak berminat mengambil medali ketika saya lihat dari kejauhan termyata medalinya dibagikan dg cara dilempar (kejadian Independence Run 31 Agustus 2014).

    >> Ya, medali yg mayoritas diperebutkan dgn cara salah pada akhirnya akan mengurangi nilai kebanggaan dan kalau mengalami hal itu, saya pun lebih baik tidak mengambilnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s