Tips Menulis Review Produk

Menulis memang membebaskan
Menulis memang menggairahkan
Namun yang terpenting dari semua itu
Siapa di balik sang pena!

Blogger-22Senin, 3 November 2014. Jakarta siang itu masih terik. Belum mengeluarkan Spidi, tubuhnya sudah mengeluarkan keringat. Berangkat hampir pukul 14:00 dari Kelapa Gading menuju FX Lifestyle X’nter dengan bersepeda tentulah bukan perkara mudah. Sinar matahari merupakan salah satu kendalanya. Belum kemacetan, yang memang terjadi di sepanjang perjalanan, apalagi saat memasuki Benhil. Fiuh! Sosok itu pantang ke belakang. Minuman dingin yang dibekalnya cepat memanas. Satu-dua teguk dilakukannya saat ada kesempatan berhenti. Untunglah hawa segar AC di FX Lifestyle X’nter lumayan terasa. Meski hanya segelintir orang yang hadir dan agak mundur dari jadwal, acara pelatihan Menulis Review Produk berjalan dengan baik.

Acara ini digelar oleh Women Script & Co (WSC), sebuah komunitas penulis wanita yang memiliki tujuan melahirkan penulis profesional. Mereka ingin menulis itu dapat dijadikan profesi yang bisa memberikan kehidupan layak, selain menyalurkan hobi. WSC sudah melahirkan beberapa karya, salah satunya adalah Love Asset, sebuah novel kolaborasi dari 16 penulis wanita. Sebagai pembicara yang diundang oleh WSC adalah Yanyan AR (@yanyanar) yang mengaku sebagai writer, designer, internal media consultant, web developer, video editor, event organizer, trainer, MC, dan seorang bookworm. Sekarang ia menjadi bagian dari redaktur majalah internal Sushi-Tei Indonesia.

APA FUNGSI REVIEW PRODUK?

Sebuah produk, kini tak hanya muncul sebagai iklan, baik itu di media massa maupun di media alternatif lainnya. Masyarakat tidak lagi mudah tergoda dengan adanya iklan. Mereka membutuhkan hal lain yang dapat dipercaya. Salah satunya adalah testimonial dari sesama pengguna/konsumen. Oleh karena itulah muncul kreativitas produsen untuk semakin memperkenalkan produknya selain beriklan, jasa citizen journalism pun naik derajat. Perkembangan teknologi adalah salah satu faktor yang mengubah semua mindset itu. Lahirlah blogger. Lahirlah istilah buzzer. Beberapa produk dilempar ke mereka untuk dibuatkan reviewnya. Sebuah iklan dengan cara pandang baru. Masyarakat merasa sejajar saat membaca review mereka, tulisan apa adanya tentang sebuah produk. Dengan kelebihan dan kekurangannya. Ralat, meski ada kekurangan tetapi mereka dapat menghaluskan gaya bahasanya sehingga kekurangan itu seperti tidak ada. Begitulah.

Blogger-20

Nah, itulah yang ingin dibahas oleh Kang Yanyan. Bagaimana cara menulis review produk yang baik? Semua itu tentu harus dikembalikan kepada masyarakat. Untuk apa mereka membaca review produk? Tentu untuk mengetahui apakah sebuah produk itu baik menurut standar mereka. Kalau sudah dianggap baik menurut standar mereka, pada akhirnya mereka akan membeli. Mereka akan mengunjungi sebuah restoran, lalu menikmati atmosfernya dan tentu saja mencicipi makanannya. Mereka akan membaca dan kemudian membeli. Sebuah review produk yang baik, tujuan akhirnya harus seperti itu. Kata kuncinya adalah … bagaimana masyarakat tertarik untuk membacanya. Ini yang utama. Soal membeli, tentu menjadi bonus yang luar biasa bagi produsen. Produsen akan semakin memakai dan mencintai blogger yang bersangkutan. Ehm.

Ada beberapa pendekatan yang perlu diperhatikan saat ingin menulis review produk. Kang Yanyan menyebutnya dengan 7 Persuasive Product Review. Inilah yang disebut sosok itu sebagai Tips Menulis Review Produk. Apa saja itu? (1) Brand Experience, (2) Product Knowledge, (3) Great Picture, (4) Solutions Not Sale, (5) Pros & Cons, (6) Comparison, dan (7) Critics. Maksudnya adalah … review produk yang baik itu haruslah berdasarkan pengalaman nyata menggunakan produk yang bersangkutan, lengkap dengan detail produknya, didukung oleh foto/gambar yang memanjakan mata, memberikan solusi yang bijak tanpa mengajak harus membeli, menambahkan data tentang kelebihan dan kekurangan, perbandingan yang adil dengan produk sejenis, dan akhirnya memberikan kritik atau masukan yang positif. Produsen mana pun tidak akan suka kalau produknya disebut memiliki kekurangan, untuk itulah seorang blogger harus pandai mengantisipasinya.

Blogger-21Kang Yayan pun berbisik, “NTI.” Numbers, Trigger, dan Interest. Tuliskan review produk berdasarkan numbers atau data yang apa adanya. Tidak dibuat-buat. Lalu berikan bahasa positif, layaknya membaca sebuah novel kesukaannya. Ceritakan alasan, fakta, cara, mengapa, dan rahasianya. Inilah mengapa rahasia abadi keberhasilan sebuah tulisan tidak boleh dihilangkan, yaitu Golden Rules. Apa itu? Show Not Tell. Tunjukkanlah. Buktikanlah. Bukan menceritakannya. Ernest Hemingway kemudian menambahkannya dengan konsep Write Drunk Editor Sober. Maksudnya adalah tulis sebanyak-banyaknya ide yang ada di kepala layaknya seorang yang mabuk, lalu setelah itu editlah hingga menjelma sebuah tulisan juara.

“Jika Anda menghapus beberapa kata dalam sebuah kalimat dan artinya tidak berubah sama sekali … maka hapuslah.” ~ Yanyan AR

Di akhir sesi, Kang Yanyan menegaskan tentang menulis efektif. Sebagai seorang pecinta buku, ia sering menangkap banyaknya kata yang dihambur-hamburkan oleh seorang blogger. Ini mubazir. Misalnya saja, ‘Sejak dari kecil ia telah membantu kedua orangtuanya … blablabla.’ Bukankah ‘sejak’ dan ‘dari’ itu memiliki arti yang sama? Pilih salah satu. Begitu pula halnya dengan ‘agar supaya’. Ia menjabarkan ada 24 pemilihan kata yang sebenarnya bisa disederhanakan. Begitu pula untuk mengurangi–bahkan menghilangkan–kalimat-kalimat negatif. Ubah semuanya menjadi kalimat positif. Ia menegaskan untuk menghindari kata sifat dan kata keterangan. Lebih baik menuliskan ‘Seto menggelengkan kepala dan enggan beranjak dari tempatnya’ daripada hanya menuliskan ‘Seto malas’. Sebagai penutup, Kang Yayan kembali berbisik, “Side Story.” Carilah cerita menarik di balik sebuah produk. Meski tidak wajib, hal itu akan menjadi nilai positif sebuah review produk.[]

Advertisements

29 thoughts on “Tips Menulis Review Produk

  1. Siap..makasih kang (sosok itu) atas sharenya.. Sll ngikutin sy.. 🙂

    >> Sawangsulna. Ngikutin yang baik2 mah oke aja ^_^

  2. wuah menarik banget nih workshopnya
    semoga ada workshop menulis review seperti ini di Bandung *sadardirireviewmasihjelek
    btw pembicaranya dari samping mirip rafi ahmad #salahfokus

    >> Menarik, tapi sayang sepi pengunjung. Kita bikin sendiri aja, Riz ^_^

  3. Serius Bang, dari Kelapa Gading ke Fx sepedaan? itu kan jauh bingiiit, sore2 pulak. Jempol buat sosok itu. Mengenai materi, bagus banget. Nambah pengetahuan saya tentang cara mereview produk. Trims Bang 🙂

    >> Seriuuusss pake bingits hehehe….

  4. Reviewer sama nggak dengan copywriter. Kemarin sempet ikutan workshopnya Kompas tentang copywriter ada beberapa prinsip yang berbeda.

    >> Jelas beda, dong. Hehehehe … itulah mengapa ada beberapa prinsip yang berbeda ^_^

  5. Hallo,
    Wah, seru banget acaranya pasti, ilmunya applicable 😀

    >> Halo juga, semoga ilmu ini bermanfaat ^_^

  6. Tulisan yang menarik Kang. Walau saya belum pernah menulis review produk tapi ada bbrp ungkapan disini yang baru saya mendengar, seperti ungkapan write drunk editor sober itu.
    Hatur nuhun pencerahannya…

    Salam dari saya di Sukabumi.

    >> Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi acuan yang baik. Salam kembali dari Bandung.

  7. Btw mas ini dari bandung toh, keren mas. Setahu bandung memang gudangnya orang kreatif. Hmmm kalau saya sih review produk baru 2x, itupun gara2 ikut lomba blog. hehehe menurut saya kalau ingin reviewnya bagus sih minimal harus sudah pernah memakai produk tersebut.

    >> Ya, Mas. Dari Bandung.
    Alhamdulillah semua review ini ditulis karena saya sudah pernah memakainya ^_^

  8. Saya sebenarnya sedang cari cara ampuh review ampuh produk Min, bagi saya itu sangat penting

    >> Yang sudah dijelaskan semoga dapat membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s