Kreativitas Toping ala Gudang Martabak

Malam ini menghangat. Meski melakukan perjalanan jauh dari Bandung Selatan menuju Bandung Barat, setelah maghrib, tetapi suasana terasa menyenangkan. Selain hanya jalan berdua bersama sang belahan jiwa, sosok itu sumringah karena kemarin Persib baru saja menjadi juara ISL setelah 19 tahun. Kemarin juga semua tim dan officialnya baru kembali ke Bandung, yang pastinya langsung disambut dengan meriah sepanjang perjalanan. Bandung meriah. Semeriah hati ini setelah sekian lama tidak bermotor berdua dengan sang belahan jiwa. Nyaman rasanya kalau dipeluk dari belakang.

Jalan Asia Afrika lengang, begitu pula dengan Alun-alun yang lagi direnovasi. Stasiun Bandung tidak terlalu padat, hanya Istana Plaza (IP) yang terang benderang tanpa tahu apakah di dalamnya juga seramai terangnya. Tanpa terasa perut pun memainkan musik keroncongan. Sudah saatnya mampir untuk menenangkan perut yang tidak bisa diajak kompromi. Selepas IP (kurang lebih 200-300 meter) ada sebuah tempat yang terbilang ramai di sebelah kiri, tepat di samping sebuah kantor cabang BCA. Sebuah tempat jajanan kaki lima, tapi seperti sedikit berbeda. Apa ya yang membedakannya?

Kuliner-59

Gudang Martabak. Sosok itu kebetulan suka sekali dengan martabak, khususnya martabak telor. Sudah banyak penjual martabak di mana-mana, hampir semuanya di pinggir jalan. Cara masaknya standar, yaitu di atas loyang bundar pipih. Pilihan rasanya juga standar, kalau nggak asin ya manis. Begitu-begitu saja. Tetapi tidak untuk yang satu ini. Infografis yang terpampang di depan gerobak Gudang Martabak atau GM terlihat berbeda. Salah satunya adalah tagline ‘Saving More Creative More‘. Maksudnya apa? Ternyata calon pembeli hanya diminta untuk membeli kuenya saja. Topingnya sila bawa sendiri, mau yang serba cokelat ataupun selai. Mau bawa silverqueen, tobleron, chacha, kitkat, delfi, van houten, m&m, tango, apa saja. Ini memang untuk martabak manis. Ehm, jadi keidean mau bawa durian atau es krim. Kan, asyik, tuh!

Kuliner-60

Pucuk dicinta, sosok itu dapat bertemu dan ngobrol dengan Nomas Kurnia dan Venny Soetrisno. Mereka berdua adalah sahabat karib yang doyan kulineran dan merupakan pendirinya. GM memang berkonsep ‘street food’ tetapi dari menu dan kemasannya dibuat lebih ‘naik kelas’. Penamaan ‘gudang’ sendiri merupakan simbolis bahwa mereka berdua memiliki segudang ide tentang martabak, tentunya lebih kepada konsep produk martabak yang baru, enak, berkualitas, dan inovatif. Menurut Nomas yang alumni FSRD ITB, GM Paskal merupakan cabang pertama yang baru dibuka per 1 November 2014 kemarin. Baru lewat seminggu rupanya. Pusatnya sendiri berada di Cimahi yang dibuka sejak 6 (enam) bulan lalu. Meski baru, ternyata omzetnya sudah mencapai 30-60 loyang per malam. “Sabtu paling ramai,” ujar Nomas.

Venny, alumni Bhs Inggris STBA, menceritakan bahwa pilihan usaha kulinernya jatuh pada martabak karena inilah makanan yang kaya rasa. Apalagi dia juga lebih cinta masakan Nusantara daripada western. Dengan begitu, meski adonan dasarnya sama, tapi topingnya bisa dikreasikan sendiri. Tak heran kalau GM memberikan pilihan rasa yang banyak. Untuk martabak asin ada rasa ayam GM, ayam rica, ayam kari, dan kikil cabe ijo. Khusus untuk rasa ayam rica, pedasnya bisa disesuaikan levelnya mulai dari level 1 sampai level 3. Saat sosok itu mencoba ayam rica, ternyata meresap di dalam mulut. Sangat berbeda dengan martabak asin pada umumnya. Sensasi berbeda inilah yang membuat GM memiliki harga lebih tinggi dibanding produk sejenis. Rasa mantap harga menyesuaikan. Kalau martabak manis terdapat 4 (empat) pilihan kue, yaitu original, pandan, black-sweet, dan coffee. Sosok itu menilai martabak manisnya tidak terlalu ‘giung’. Cucok!

Kuliner-61

Dari sisi harga, semua martabak asin dibanderol Rp53ribu, kecuali rasa ayam yang hanya Rp46ribu. Kalau untuk martabak manis bergantung jenis kuenya. Paling murah tentu yang original, paling mahal adalah yang black-sweet. Variasi harganya berkisar antara Rp36ribu sampai Rp68ribu. Dari semua martabak asin yang tersedia, sosok itu paling suka rasa ayam rica, apalagi dengan level pedas yang bisa disesuaikan. Harganya dipatok Rp53ribu. Sedangkan untuk martabak asin, sosok itu paling suka rasa pandan jagung keju yang dibanderol harga Rp57ribu. Rasanya begitu mengendap dan tidak mau pergi dari dalam mulut. Masih terasa untuk beberapa jam kemudian. Beneran! Dan untuk harga yang ditawarkan masih terbilang wajar, karena untuk satu-dua potong saja sudah membuat perut kenyang. Jadi, satu loyang bisa dimakan beramai-ramai hingga 4-5 orang. Untung saja saat itu ada kawan-kawan #BloggerBDG lainnya seperti Fitri, Nchie, Efi, dan sang belahan jiwa. Pas jadinya.

Kuliner-62

Bagi yang tinggal di Cimahi, bisa kok mampir ke jalan Pabrik Aci (Kolonel Masturi) No. 2. Ada 4 karyawan yang siap melayani. Begitu pula bagi yang lebih dekat dengan jalan Pasirkaliki No. 165 Bandung, langsung saja datang. Ada 5 karyawan yang siap melayani. Jam operasionalnya sendiri dimulai dari pukul 18:00 hingga pukul 24:00. Setiap hari buka tetapi khusus untuk hari Senin diliburkan. Ya, istirahat dong dan jaga stamina. Kalau mau pesan dahulu via telepon/sms bisa menghubungi 089-663-772-995, bisi tidak mau antre. Kalau penasaran dengan beberapa produknya bisa dilihat, tuh, di instagram GM _DAILY_NOTES atau akun twitter @gudangmartabak. Jangan lupa ajak sosok itu kalau mau beli ya, insya Allah jadi amalan anak soleh/solehah hehehe … ^_^

Advertisements

8 thoughts on “Kreativitas Toping ala Gudang Martabak

  1. Huhuuuu… jadi kangen Bandung, kangen martabaksss yg giung dan enyaaak, kangen suasana dingin dan sejuk, riuh dan semuanya. Entar pas ke Bandung, martabak ini harus dicoba. Nyam…

    >> Dan jangan lupa ajak sosok itu yaaa… ^_^

  2. ngga salah tuh? saya juga suka martabak telor. . . kalo ke bandung saya rasanya ngga bisa mampir ngajak mas jajan martabak nih. . . karna 1. ngga tau alamatnya 2. terlalu mepet waktu 3. cuma sehari dua hari saja hehe.. jadi ngga bisa

    >> Segala sesuatu itu bisa diatur. Mengapa nggak bisa? Yang penting niat hehehe….

  3. Widih,idenya emang keren. Biasanya rasa keju, pisang, coklat, dan kacang. Jadi pengen nyoba. Buka cabang di Jogja donk.

    >> Dijamin ketagihan. Semoga ownernya baca komen ini dan langsung buka di Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s