Seize The Day ala Sinarmas Land

Seize the day or die regretting the time you lost
Trials in life, questions of us existing here,
Silence you lost me, no chance for one more day
I stand here alone

Bisnis-19

Carpe diem! Seize The Day, Boys! Make your lives extraordinary!” ujar John Keating, seorang guru bahasa Inggris pada film Dead Poets Society. Kurang lebih seperti itulah yang ingin diwujudkan BSD City, salah satu kota terencana di Indonesia. Kata kuncinya bermanfaat dan berdayaguna. Untuk siapa? Tentu saja untuk sebanyak-banyaknya manusia. Kota yang disebut sebagai kota satelit Jakarta yang diresmikan pada 16 Januari 1984 ini memang memiliki visi untuk menjadi pengembang kota terkemuka di Indonesia. Tidak hanya terkemuka, mereka juga ingin dipercaya oleh semua golongan baik itu dari pelanggan, para pemegang kepentingan, dan pemegang saham. Bukan tugas yang mudah, apalagi setelah itu adalah bagaimana menjaga kebaikan-kebaikan yang sudah ada, lalu fokus pada hubungan yang harmonis antara kegiatan komersial dan hidup manusia. Itulah yang sosok itu dapatkan saat mengunjungi BSD City pada hari Rabu (29/10).

Ya, meski gerimis, sosok itu pantang menyerah untuk mengambil foto dari beberapa sudut pembangungan AEON Mall. Para pekerja terus beraktivitas sesuai tanggung jawabnya masing-masing. Beberapa tanda peringatan terpasang berjejer di pintu masuk. Gunakan helm pengaman, gunakan sepatu pengaman, (jangan lupa) memakai full body hardness, memakai tanda pengenal dan lain sebagainya. Begitu pula infografis yang terpampang di papan yang ada di depan kantor pengawas. Beberapa cara bekerja yang aman dan nyaman dijelaskan lebih terperinci lagi, termasuk apa yang harus dilakukan kalau kejadian ini dan itu terjadi. Building a safe place to work, itulah headline-nya. Konsep keamanan dan kenyaman sudah ditekankan dari sejak pembangunan. Dan setelah AEON Mall jadi, tentu faktor keamanan dan kenyamanan itu akan terus dijaga dengan baik. Seize the day. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Bisnis-20

AEON Mall adalah pengembang khusus pusat perbelanjaan dari Jepang yang bertujuan menciptakan “kota penuh vitalitas” dan mengembangkan komunitas lokal. Pusat perbelanjaan ini tentu saja diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan menstimulasi kehidupan berbudaya, jadi bukan hanya deretan toko yang dijadikan satu. Tidak seperti mayoritas mal yang sudah ada di Indonesia, AEON Mall tentu akan lebih berbudaya Jepang. Suasana ini tentu akan memanjakan masyarakat di sekitar BSD City yang belum pernah ke Jepang. Inilah mal bergaya Jepang pertama di Indonesia. Soichi Okazaki, CEO AEON Mall, mengatakan bahwa mal ini akan berdiri di atas lahan 10 hektar. Luas bangunannya sendiri mencapai 125.000 meter persegi dan mampu menampung sekira 190 tenant. Pembangunannya sendiri berada di bawah PT AMSL Indonesia dimana AEON Mall menguasai 67% saham, sementara 37% dikuasai oleh Sinar Mas Land.

For Your Smart Living” adalah tagline AEON Mall yang artinya akan menyasar pada kelas menengah sehingga tidak akan menampilkan produk dari brand kelas atas. Bahwa hidup baik itu tidak melulu harus menggunakan barang-barang mahal nan bermerek, tetapi dialihkan menjadi kehidupan yang cerdas. Kreativitaslah yang dapat menciptakan kehidupan yang jauh lebih baik. Membeli barang-barang yang tidak terlalu mahal dan tidak berkesan murahan tentu akan menjadi penyeimbang yang baik bagi siapapun. Cara ini tentu akan bersanding harmonis dengan gaya hidup sehat yang sedang ‘naik daun’ belakangan ini. Sosok itu tentu akan tersegarkan matanya oleh ‘harajuku fashion style‘ saat berjalan-jalan di AEON Mall setelah berkeringat karena joging atau bersepeda mengelilingi BSD City, meski tidak berbelanja. Maaf, dompetnya tertinggal di rumah. Lagi-lagi ‘carpe diem‘, bagaimana BSD City berusaha untuk bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Bisnis-21

ICE DI BSD CITY

Kota mandiri di bawah bendera Sinarmas Land ini ternyata tidak hanya membangun AEON Mall. Dengan slogan “Big City, Big Opportunity” tentu mereka terus berupaya dengan sebaik-baiknya mengembangkan kotanya. Kota yang awalnya kecil, hanya sebagai kota pendukung, tapi bermimpi menjadi kota besar. Kota metropolitan yang memberikan manfaat pada seluruh warganya dan masyarakat yang ada di sekitarnya. Kota yang ingin memberikan kesempatan besar pada semuanya. Berkarya maupun berkehidupan yang jauh lebih baik. Dan mata sosok itu langsung membelalak saat bus memasuki sebuah pembangunan gedung yang luar biasa. Lekukannya begitu khas. Mirip keong raksasa, eh bukan, mirip kerang raksasa. Beberapa pekerja tersebar di beberapa tempat. Ada yang naik dan me-las beberapa bagian sambungan besi, ada yang menjadi asisten untuk mengambilkan beberapa barang, ada juga yang memotret. Aih, ini mah para fotografer yang sedang mengikuti lomba foto. Bangunan apa itu? Itulah ICE.

Bisnis-22

ICE? Es? Bukan. ICE adalah nama keren dari Indonesia Convention Exhibition (ICE). Inilah arena pameran indoor terbesar di Indonesia. Dianggap terbesar karena dibangun di atas lahan lebih dari 100 hektare. Inilah pusat ekshibisi yang nantinya akan dilengkapi dengan hotel bintang tiga, 10 (sepuluh) exhibition halls seluas 50 ribu meter persegi plus tambahan outdoor exhibition dengan luas yang sama, 4.000 meter persegi convention hall yang bisa dibagi menjadi 4 (empat) ruang, 29 meeting rooms, dan lebih dari 12 ribu meter persegi pre-function lobby. Glek! Sosok itu menelan ludahnya sendiri. Dengan begitu ICE akan menjadi pusat pameran paling lengkap dan modern di Indonesia. Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun depan saja digadang-gadang akan diadakan di sini.

Untuk membangun ICE, Sinarmas Land menggandeng Kompas Gramedia Group dan Hannover Fairs International. Ssst, untuk itulah katanya nanti BSD City bakal mengundang Michael Bubble yang sudah diatur oleh Dyandra Entertainment (masih satu grup dengan Kompas Gramedia Group). Mau dong diundang … hehehe. Dan ICE sendiri akan dioperasikan oleh Deutsche Messe, semacam EO internasional gitu deh. Jadi, dapat dibayangkan sebuah pameran yang dikelola secara internasional tapi masih berada di Pulau Jawa. Asyik banget, kan. Satu lagi yang disuka oleh sosok itu adalah bangunan ICE yang didirikan dengan model green building, yaitu berarsitektur atap gelombang. Jadi mirip kerang, kan? Ya, mirip dengan teknologi yang sudah diterapkan pada beberapa bandara internasional. Modern tapi tetap harus seimbang atau harmonis dengan alam sekitar.

Bisnis-23Seize the day. Carpe diem. Raihlah mimpimu dan jangan sampai terlambat. Jangan sampai menyesal. Kurang lebih dua proyek besar yang sedang dilakukan BSD City saat ini adalah sebuah proses menuju ke sana. Bagaimana terus bermanfaat dan berdayaguna bagi sebanyak-banyaknya masyarakat. Jika bisa dilakukan sekarang, mengapa harus menunggu tahun depan. Mereka terus berkarya dan berinovasi, tanpa henti. Selama masih ada kemampuan tentu akan terus dijalankan. Jangan menyiakan hari yang terus berkurang. Tidak ada kesempatan kedua. Jangan sampai sebagai manusia ada yang berkata, “I stand here alone.” Jangan. Manusia pada kodratnya harus bersosialisasi. Harus saling membantu. Harus saling bergotong royong. Hingga pada suatu hari semua manusia akan berkata, “We are here and we are happy.” Tentu dengan tersenyum.[]

Advertisements

3 thoughts on “Seize The Day ala Sinarmas Land

  1. uwaaa, pasti keren banget ya mas kalau gedungnya udah jadi~ 😀
    penasaran sama ICE-nya!

    >> Kalau dah jadi ya berharap bisa datang ke sana dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s