Jebakan Nasi Goreng D’Jengkol

Ada satu makanan yang sebenarnya begitu anti bagi sosok itu. Bukan satu makanan, sih, tapi ada dua karena boleh dibilang sejenis. Yang satu namanya agak kebarat-baratan, bahkan nama ini dipakai oleh salah satu tokoh antagonis di film Harry Potter yang bisa bermetamorfosis menjadi tikus dan menjadi hewan kesayangan Ronny Weasley. Siapa dia? Namanya Pete (ejaanya jadi ‘piit’). Di Indonesia khususnya Jawa Barat, ejaan ini tidak terpakai, malah artinya bisa jadi berbeda, yaitu burung Pipit. Itulah mengapa nama ‘pete’ tidak bisa dieja kebarat-baratan. Makanan berjenis polong-polongan ini begitu terkenal sebagai lalaban. Tapi ia tidak suka.

Kuliner-06

Makanan berjenis sama yang lain adalah jengkol. Nama ini bahkan lebih keren lagi karena sudah ‘Go International‘. Kalau di Indonesia segala hal yang berbau asing disebut kebarat-baratan. Nah, kalau di Eropa mungkin nama makanan ini sudah ketimur-timuran. Bahkan bisa dibilang kesunda-sundaan. Jengkol adalah khas Jawa Barat. Ukurannya lebih besar daripada pete. Makanan ini begitu khas dan istimewa karena rasa dan baunya. Tidak heran kalau jengkol disebut juga dengan ‘Ati Maung’ alias ati harimau. Mengapa? Karena rasanya seperti daging ati. Sebutan ‘maung‘ mungkin karena baunya yang sedap-sedap mempesona. Jangankan sebelum dimakan, setelahnya saja masih bau meski itu bermuara di kamar mandi. Tips Menghilangkan Bau Jengkol pun menjadi kata kunci yang paling di-searching di mesin pencari.

Jengkol mengandung asam jengkolat, inilah senyawa yang bertanggung jawab terhadap baunya. Fungsi dan akibatnya bagi tubuh silakan cari sendiri di internet. Pokoknya masih pro dan kontra. Tinggal ambil kesimpulan sendiri bagaimana enaknya. Bagi para penggemar jengkol, jelas amat bermanfaat dan tidak peduli dengan akibatnya. Bagi yang tidak suka, ya akan seperti sosok itu. Asam jengkolat kalau dibahasa-inggriskan menjadi ‘jengkolat acid‘, itulah mengapa nama ini kesunda-sundaan di Eropa sana. Nama ‘jengkol’ tidak bisa dibahasa-inggriskan. Sama halnya dengan durian atau rambutan yang menjadi buah khas Indonesia. Memang ada gitu nama inggrisnya?

Kuliner-07

Nasi Goreng Sambel Jengkol

Mungkin atas dasar itulah M. Gunarsah yang senang dipanggil dengan sebutan Kang GunGun berani terjun ke dunia kuliner. Dunia yang jauh dari kehidupannya sebagai seorang mastah online. Sang ibunda yang jago memasak hingga kemudian warung makannya lebih terkenal dengan masakan jengkolnya yang enak, akhirnya menjadi titik awal bahwa ia harus mendirikan rumah makan yang serba jengkol. Lahirlah Cafe Resto D’Jengkol di Jl. KH Ahmad Dahlan (Banteng) No. 50 Bandung dengan menu andalan Nasi Goreng Sambel Jengkol, Nasi Ayam Sambel Jengkol, Semur Jengkol Pantastik, Rendang Jengkol Amajing, dan Jengkol Balado Masbuloh. Apa hanya itu? Tidak juga, karena Kang GunGun masih menyediakan menu mengharukan lainnya semisal Nasi Goreng Peuteuy, Pete Rebus, Nasi Jengkol Goreng Pertamak, termasuk Sambel Jengkol kemasan yang bisa dibawa pulang dan dijadikan oleh-oleh.

Lalu bagi yang tidak suka jengkol atau pete bagaimana? Jangan khawatir. Kang GunGun sudah mengantisipasi hal ini hingga berani mengeluarkan juga menu non jengkol. Hanya saja mohon maaf kalau makan di tempat, hawa jengkol seperti tidak mau pergi-pergi. Maklumin sajalah. Dan itulah mengapa sosok itu merasa terjebak di tempat ini. Dari awal ia sudah wanti-wanti baik pada dirinya sendiri maupun pada kawan-kawan yang hadir bahwa dirinya belum pernah makan jengkol. Ia tidak suka dan tidak akan makan jengkol. Namun apa daya, dirinya tergoda untuk tidak makan ayam dan malah memilih menu nasi goreng. Telor mata sapinya begitu menggoda, tetapi saat dimakan, entah mengapa ia merasakan sensasi ati di sana. Empuk, gurih, dan memang enak. Setelah habis, barulah ia tahu kalau itulah Nasi Goreng Sambel Jengkol. Jengkol tidak hanya tersedia dalam bentuk potongan kecil tapi juga bercampur dengan nasinya. Jebol sudah keperawanan perutnya akan jengkol. Sosok itu menjerit!

Kuliner-08

Nah, bagi yang anti jengkol atau anti pete … jangan ke sini! Akan tetapi bagi yang benar-benar suka dan cintah banget sama jengkol dan pete, WAJIB hukumnya untuk mampir ke D’Jengkol. Artinya kalau sudah menginjakkan kakinya di kota Bandung, paksalah kakimu untuk melangkah ke depan lapangan Lodaya, tidak jauh kok dari Toko Buku Palasari. Sila manjakan lidah kalian dengan semua menu serba jengkol itu. Harganya pun bersahabat, mulai dari Rp20ribu sampai Rp30ribu. Makanan khas Sunda lainnya juga ada. Appetizer khas Sunda seperti kentang goreng, pisang keju, singkong goreng, atau omelet mie juga ada. Minumannya lengkap mulai dari yang dingin sampai yang panas. Tempatnya? Dijamin nyaman karena tidak hanya ada wifinya tetapi juga tersedia beberapa ruangan yang bisa dipilih sesuai selera. Mau duduk di kursi atau mau lesehan, terserah. Pokoknya enak buat nongkrong atau kongkow-kongkow bareng teman/sahabat/keluarga, tetapi enak juga buat meeting atau mengadakan pelatihan. Kalau malas datang, bisa juga kok nelpon dan minta dikirimkan ke rumah. Sosok itu terus terang masih ‘ogah’, kemarin cuma terjebak saja.[]

Kuliner-09

#BloggerBDG bersama Owner D’Jengkol

Cafe Resto D’Jengkol
Jl. KH Ahmad Dahlan (Banteng) No. 50 Bandung
Telp (022) 7305756 | http://djengkol.com

Advertisements

5 thoughts on “Jebakan Nasi Goreng D’Jengkol

  1. klo di Banteng deket sama mie kocok yaa? pgn ah ntar nyobain wkwkw

    >> Mie kocok yang terkenal di daerah itu ya Mie Kocok Lodaya (beda jalan)

  2. Jengkol itu makanan paling enak dan bikin doyan makan tapi ga enak kalau udah makan jengkol baunya itu ga tahan banget bikin ilfeel orang πŸ˜€

    >> Eh, tapi kata ownernya ada cara untuk menghilangkan baunya loh, yaitu bagaimana cara mengolahnya yang baik dan benar. Mungkin harus dibuktikan makan di sini kali ya….

  3. Saya tidak terlalu suka jengkol, lebih suka adik tirinya pete. Bahkan punya pohonnya sendiri di depan rumah dua biji. πŸ˜€

    >> Pete kalau dijadikan botok masih seneng hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s