Guru Itu Harus Ngeblog!

Guru Go-Blog
Kata pesimis yang sering muncul

20150315_093158

Sosok itu terkejut. Suara lembut sang belahan jiwa terdengar keras. Bagaimana tidak? Sudah seharusnya dia bangun pukul 4 untuk siap-siap, malah jadi bangun pada pukul 5. Telat satu jam! Siap-siap dengan ala kadarnya sementara gadget dipegang sang belahan jiwa, akhirnya sosok itu langsung berangkat berboncengan di atas motor. Tak lama keduanya sampai di perempatan pintu tol Buah Batu. Alhamdulillah pada pukul 7, sosok itu dan kawan-kawan #BloggerBDG plus Relawan TIK Bandung sudah sampai di Rest Area 57. Dua mobil berisi 14 orang yang siap mendatangi Jakarta. Tepatnya adalah di Gedung Indosat, lantai 4, guna menghadiri acara Kopdar Guru Blogger Nasional. Keren ya? Eh, ada Teh Ghina juga dari Indosat ICITY yang bakalan ngejelasin tentang Forum ICity yang memang asyik. Wow!

Sebelum pukul 8 sosok itu langsung memasuki toilet untuk mandi. Ya, mandi! Karena terburu-buru jadi dia tidak sempat bebersih, hanya sempat gosok gigi. Alhamdulillah tidak berapa lama langsung wangi dan siap berkumpul-bersosialisasi dengan para pendidik. Berdiskusi dengan mereka tentu harus memantaskan diri. Jadi teringat dengan slogan kalau ingin dihargai tentu harus menghargai orang lain. Begitu. Apalagi ada banyak orang hebat yang bakal hadir di tempat ini. Mereka tidak hanya hadir di depan sebagai pembicara, tetapi banyak juga yang menyengajakan hadir karena inilah kopi darat para pendidik yang peduli sehingga mau berbagi di dalam blognya. Sosok itu memang jauh-jauh hari sudah menjadwalkan diri agar bisa hadir.

Kopdar Guru Blogger Nasional ini memang keren. Dari pembukaannya saja sudah langsung disambut oleh sepasang MC yang rame. Salah satunya adalah Teh Meti, seorang pegiat sekolah dari SMK Bahagia yang juga aktif di Relawan TIK Bandung. Setelah berdoa dengan membaca Al-Fatihah, seluruh peserta kopdar diajak untuk menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’. Begitu khidmat dan merasuk ke dalam jiwa. Luar biasa! Hingga akhirnya ditampilkan beberapa guru hebat yang berada di belakang layar acara kopdar berskala nasional ini. Kurang lebih ada 100 orang yang hadir di ruang aula yang amat luas. Sosok itu merasa senang dan bahagia bisa hadir di tempat ini.

“Indonesia sudah 11 kali ganti kurikulum tapi sudahkah ada perubahan? Apakah dengan berganti-ganti kurikulum bisa menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia?” Kira-kira itulah yang jadi awal pertanyaan yang dilontarkan oleh Pak Dedi Dwitagama. Beliau adalah seorang pendidik yang pernah diamanahi menjadi kepala sekolah hingga mendapatkan gelar Kepsek Berprestasi. Ia pun melanjutkan, “Guru zaman dahulu begitu dihargai dan disegani. Pakaiannya bagus dan muncullah betapa guru itu luar biasa dan bahkan sampai ada lagunya. Sangat berbeda dengan guru zaman sekarang yang seolah sudah tidak dihargai. Padahal sudah ada 3 juta guru di Indonesia, tetapi berapa guru yang berprestasi? Bisa dihitung dengan jari.”

20150315_093628

Sangat miris sebenarnya saat mendengar fakta yang seperti itu. Fakta yang muncul dari pengalaman seorang kepala sekolah yang berkali-kali diundang sebagai motivator bagaimana menjadi guru yang baik. Pak Dedi bertanya apakah guru-guru sekarang terlalu serius? Tidak juga. Apakah mereka tidak punya waktu? Tidak juga. Ternyata masalahnya adalah banyak juga yang mengaku guru itu tidak produktif. Itulah kata kuncinya. Kehidupan guru saat ini, mayoritas hanya sebatas mengajar saja di kelas dan di rumah saja. That’s it! Pergi, mengajar, pulang, selesai. Kehidupannya terlalu monoton. Tidak ada nilai kreativitasnya di sana. Dan Pak Dedi pun memberi satu jalan yang bisa dilakukan olah guru kalau ingin hidup lebih baik lagi, yaitu ngeblog.

Ya, ngeblog. Ngeblog adalah hobi yang menghasilkan. Tidak hanya menuliskan pengalaman pribadi, berbagi, atau hanya sekadar menuliskan uneg-uneg yang mungkin dianggap sepele. Padahal tidak hanya itu. Pak Dedi menegaskan agar seorang guru itu harus mengasah rasa ingin tahu (knowing), rasa sensitivitasnya (feeling), dan kemudian menerapkanya (acting) di kehidupan nyata. Inilah beberapa kebiasaan yang baik. Jadilah pembelajar atau Lifelong Learning karena seorang guru sebenarnya bertugas tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar. Dengan terus berbagi melalui blog, seorang guru akan menjadi manusia terbaik, yaitu manusia yang bermanfaat untuk alam semesta. Pak Dedi menyatakan dengan nada humornya, “Kabarkan kebaikan walau hanya satu foto.” Ya, kata kuncinya adalah menyebarkan kebaikan, bukan sebaliknya.

Lain Pak Dedi, lain pula apa yang disampaikan oleh Bu Amiroh Adnan, seorang pendidik asal Jombang. Beliau adalah guru TIK di SMKN 3 Jombang, Jawa Timur, dan dikenal di kalangan pengajar sebagai pakar IT di lingkungannya. Benar saja, saat sosok itu mencari tahu dari blognya, mayoritas kontennya adalah tentang dunia IT yang njelimet. Bu Amiroh pertama kali mengenal dunia internet pada masa HTML, jauh sebelum booming blog gratisan (CMS). Ngeblog adalah buah dari proses belajarnya yang terus dituliskannya. Ia mengaku bukanlah orang yang pintar dan memiliki daya ingat yang kuat, sehingga harus masih perlu banyak belajar dan menuliskan kembali (di blog) apa yang sudah dipelajarinya. Tujuannya adalah untuk merekam semua proses yang sudah dilakukan, sekaligus sebagai media (perpustakaan) pribadi. Dan buah yang didapatnya sekarang ini adalah sesuatu yang tidak pernah disangka-sangka, karena ternyata tulisannya lebih banyak menginspirasi. Keren, kan?

Begitu pula dengan M. Subakri dari SDN Jambekumbu 1, Jombang, yang memiliki 172 siswa. Meski hanya sekolah dasar yang ada di pelosok kampung/desa, namun beliau berjuang keras untuk memajukan cara berpikir siswa-siswanya. Visi hidupnya sederhana, sesuai dengan karakternya yang awalnya menolak hadir di acara Kopdar Guru Blogger Nasional ini, yaitu ‘Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup’. Dengan visi itulah ia menuliskan kisah-kisah kesehariannya mengajar di blog dan ternyata begitu menginspirasi. Pengunjung blognya bahkan sampai hari ini sudah mencapai 4 juta, padahal baru mulai pada Maret 2011. ‘Ayo Mendidik’ telah banyak menginspirasi banyak orang, baik para siswa, orang tua, maupun para guru lainnya. Termasuk keberhasilannya meraih penghargaan sebagai Guru Era Baru (Guraru). Dan ia bangga bisa shalat di Masjid Istiqlal, hanya dari ngeblog.

Nah, dari tiga pembicara di atas, jelas betapa banyak sekali manfaat yang didapat dari ngeblog. Awalnya hanya ingin berbagi atau menuliskan uneg-uneg keseharian, tetapi pada akhirnya malah mendapatkan banyak rezeki. Tidak hanya rezeki materi tetapi juga rezeki silaturahim berupa teman-teman yang banyak. Ketiganya adalah bukti bahwa guru pun bisa melakukannya. Ngeblog itu tidak sulit dan mudah dilakukan saat di sela pekerjaannya. Ngeblog bisa dilakukan di rumah, di sekolah, atau bahkan di tengah perjalanan. Ngeblog itu mudah dan gratis, yang terpenting adalah konsistensinya. Apalagi tadi di awal, Teh Ghina dari Indosat ICITY telah menjelaskan, bahwa salah satu kanal dari Forum ICity yang terbaru adalah kanal Blog. Artinya, anggota forum ini sudah bisa ngeblog dari situs forum keren ini. Asyiiik. Jadi … ayo para guru mulailah memanfaatkan teknologi yang sudah maju ini dengan ngeblog. Bahwa guru itu harus ngeblog. Guru Go-Blog![]

Advertisements

14 thoughts on “Guru Itu Harus Ngeblog!

  1. sekarang jadi tahu yang mana Bang Aswi tukang ngaboseh itu…
    Selamat mang, udah menangin smartphonenya.

    >> Alhamdulillah jadi tahu. Hatur nuhun. Ada banyak doa di belakang saya tampaknya ^_^

  2. salam semangat pak … maaf tidak bisa ngobrol banyak . ditunggu pesawat keburu pulang ke ndeso heeee …:)

    >> Salam semangat lagi. Iya, saya juga meminta maaf karena belum bisa menjadi teman ngobrol yang baik. Sama, rombongan Bandung sudah ada schedulenya hehehe….

  3. Pengen banget kopdar belum pernah sama sekali xixi kasian amat ya x____x

    >> Insya Allah ada waktunya. Yang penting niat kuat untuk kopdar dan mencari/berbagi ilmu ^_^

  4. Hihi, jadi mandinya d gedung indosat ya, Bang? Tulisannya keren, euy! Pantes banget menang. Slmt ya, Bang Aswi! Acr ini emang seru dan asyik banget ya!

    >> Iyaaa, Mbak Al. Tulisannya biasa aja, berbagi apa yang didengar dan dilihat. Hatur nuhun. Mbak Al juga keren nyetirnya hehehe….

  5. Ayy, inspiratif sekali. Aku juga pengen dateng di acara keren ini, Tapi meski gak ikutan, masih bisa ketularan inspirasinya via tulisan teman2 blogger yg datang. Dan disitulah manfaat Go Blog kembali mengemuka 🙂

    >> Yup. fungsi blog itu kan menyebarkan informasi untuk yang tidak berkesempatan hadir. Berbagi bisa lewat mana saja, salah satunya ya lewat blog ini.

  6. guru agama juga mau ikutan ah kalau ada lagi acaranya hehe..semangat blog jadi semakin membara nich baru bikin 25 blog tapi masih miskin konten rencana target akhir tahu ini 50 blogspot dengan postingan minimal 100 artikle dari masing masing blog.

    >> Apapun background keilmuannya harus terlibat. Tidak hanya sekadar kopdar, tapi juga mau berbagi. Insya Allah kalau ada target pasti bisa lebih fokus dan pastinya … harus tercapai ^_^ Semangat!

  7. cara mengajak guru-guru untuk ngeblog gimana ya bang aswi, kayanay disekitar sini masih pada awam dengan blog

    >> Survey dulu dan baru dipikirkan strategi yang cocok. Tiap daerah dan tiap orang berbeda cara penanganannya. Persamaannya bahwa mereka harus diberi semangat dan contoh. Pasti bisa! ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s