Bandung sebagai Kota Kreatif Teknopolis

Rasanya tidak nyaman kalau harus berkejaran dengan waktu. Akan tetapi itulah yang terjadi hari Jumat kemarin (20/3) saat sosok itu harus mengantarkan sang belahan jiwa ke tempat kerjanya sebelum pukul 11, lalu menjemput anak-anak di sekolah dimana Adik bisa jadi pulang pukul 11.30, terus shalat Jumat. Hanya saja setelah mengantarkan anak-anak ke Binong untuk dititipkan, waktu diperkirakan masih sempat untuk mengejar shalat Jumat di jalan. Rencananya mau di Masjid Pusdai, tetapi akhirnya lebih memilih di masjid dekat Taman Pramuka. Alhamdulillah masih terkejar dan bisa shalat dengan tenang. Beres shalat, perjalanan dilanjutkan kembali melewati Gedung Sate, Pasupati, memutari Biofarma dan RSHS, hingga akhirnya tiba dengan selamat di PVJ tepat sebelum pukul 13.00.

Event-06

Saat itu warna biru langsung mendominasi pelataran parkir. Suara keras dari sound yang entah berapa ribu watt menggema memenuhi udara. Sebuah logo berwarna kuning dan hijau begitu jelas mencolok dengan latar berwarna biru. XL. Tengak-tengok sebentar akhirnya sosok itu bertemu dengan beberapa orang yang dikenalnya, yaitu Fauzan, Teh Ida, hingga Aliya. #BloggerBDG memang rencananya mau kumpul, tapi tentu lebih enak kalau nongkrong di kafe. Akhirnya kelihat beberapa blogger lain seperti Yayu, Dydie, Hengky, Efi, Rea, Ratri, dan Imazahra plus suami. Lengkap sudah. Booth XL yang menawarkan perlombaan foto atau game balapan tidak dapat menggoda para blogger yang asyik berkumpul dengan kru dari beberapa media.

Setelah puas mencicipi otak-otak dan spaghetti bolognaise ala BMC plus merasakan kesegaran es teh lemonnya, sosok itu langsung bergerak ke area panggung. Dengar-dengar akan ada acara asyik di sana, apalagi kursi sudah menggoda iman untuk diduduki. Usut punya usut ternyata XL ingin mendukung program pembangunan di berbagai daerah melalui penyelenggaraan layanan telekomunikasi dengan internet cepatnya. Salah satunya adalah dengan mewujudkan visi Pemkot Bandung yang ingin menjadikan Bandung sebagai Kota Kreatif Teknopolis. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan peluncuran internet cepat 4G-LTE. Tak heran kalau pada saat ini Kang Ridwan Kamil (Walikota Bandung) juga hadir bersama Kang Farhan, mendampingi Pak Budi (Dirjen SDPPI Kemenkominfo) dan Pak Ongki (Direktur Service Manajemen XL).

Event-07

4G-LTE dan KOTA TEKNOPOLIS

4G-LTE merupakan teknologi jaringan telekomunikasi tercanggih saat ini. LTE disebut memiliki keunggulan terutama pada kecepatan, efisiensi jaringan, dan jangkauan layanan. Sudah pasti para pelanggan nantinya akan mendapatkan manfaat seperti kecepatan dan kestabilan akses layanan data yang lebih baik, termasuk untuk mengunduh konten-konten berkapasitas besar seperti foto/video, maupun mengirim/menerima file-file besar. Jelas ini yang dibutuhkan sosok itu. Kang Emil (panggilan akrab Ridwan Kamil) sendiri mengatakan bahwa 4G-LTE akan membuat warga Bandung semakin produktif. “Dengan hadirnya 4G XL, saya bisa pastikan indeks kebahagiaan warga Bandung meningkat pesat,” ujarnya tersenyum. “Kota Bandung ini kota orang bahagia. Jadi Bandung is happy society. Ada 4G bisa meningkat lagi.”

Event-08

XL menyediakan layanan internet cepat di Bandung sekaligus untuk menyukseskan penyelenggaraan acara napak tilas Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 24 April 2015 nanti. Untuk itu, XL telah menyiapkan 56 BTS 4G yang menjangkau hampir semua area keramaian dan pusat aktivitas bisnis, pendidikan, pariwisata, hiburan, dan pemerintahan di Kota Bandung. Pelanggan XL bisa mengakses layanan 4G secara gratis di lokasi tersebut, dengan terlebih dahulu menukarkan kartu SIM XL ke kartu khusus 4G. Menurut Pak Ongki, XL telah memiliki jaringan infrastruktur fiber optik sepanjang lebih dari 30ribu kilometer dan 52ribu BTS (3G/2G), ini artinya XL telah siap mengimplementasikan layanan Hotrod 4G-LTE.

Bandung merupakan kota kedua paling aktif  dalam mengonsumsi data. Bahkan, Bandung telah dianugerahi kota yang paling siap IT dalam pelayanan publik. Jelas untuk itulah Badnugn membutuhkan teknologi infrastruktur yang luar biasa agar Bandung bisa seperti Sillicon Valey di Amerika. Infrastruktur jelas menjadi pondasi besar untuk menjadi negara yang maju. Kelak, Kota Teknopolis akan terwujud di Kota Bandung yang nantinya akan dipusatkan di Gedebage. Mari kita doakan bersama agar semua cita-cita tercapai tanpa hambatan. Apalagi dengan hadirnya layanan 4G-LTE dari XL yang disimbolkan dengan mobil Lamborghini yang ujug-ujug muncul saat Kang Emil bersama Pak Budi dan Pak Ongki meresmikannya. Amin.

Event-09

Sosok itu lalu melirik ke gadget milik @fauzanalfi yang memang fasilitasnya sudah mendukung teknologi LTE. Bukan hanya gadgetnya, kartunya pun harus 4G, itulah mengapa XL menyediakan fasilitas untuk menukarkan kartu SIM baru. Setelah dicoba oleh Fauzan, ternyata benar bahwa kecepatannya nyaris 100Mbps. Wow! Sosok itu hanya menggeleng-gelengkan kepala. Sayang beribu sayang gadgetnya belum didukung dengan fasilitas itu. Masih standar 3G. Tapi paling tidak kalau sudah ada jaringan 4G di Bandung, jika nanti sudah memiliki rezeki dan mempunyai gadget yang mumpuni, sudah jelas kalau indeks kebahagiaannya akan bertambah. Persis yang dikatakan oleh Kang Emil di atas. Tak lama, sosok itu harus pamitan sesegera mungkin pada Teh @SandraPo3Three yang begitu baik karena ada acara di lain tempat. Perjalanan ini tentu harus HOTROD![]

Advertisements

One thought on “Bandung sebagai Kota Kreatif Teknopolis

  1. yeaaaay lengkaaapp…sayang kmrn aku gak bisa dateng, bentrok meeting festik di command centre, suksesss acaranya eaaaa

    >> Semoga bisa ikut acara bareng lagi ya, Ma Met ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s