Yuk, Cobain Biebelebop Babetje

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij
Beri saja aku nasi goreng dengan omelet telur
Dengan sambal dan kerupuk dan segelas bir

Kuliner-14

Setiap tempat selalu ada yang baru. Tempat baru selalu menawarkan atraksi yang unik. Dan yang unik kadang hadir hanya untuk menghibur pengunjung yang ada. Itulah yang terus diperlihatkan dan ditampilkan oleh salah satu tempat yang mengusung Indofusion Meeting Resto. Tampil beda tentu saja. Menu hidangan yang berpadu antara makanan/minuman lokal Indonesia dengan luar negeri. Tempat yang dikemas sebagai restoran karena menyajikan banyak makanan/minuman tetapi juga menyediakan tempat/ruangan untuk meeting dengan konsep yang modern dan sangat menarik. Inilah Centropunto.

Cerita lengkapnya tentang tempat ini sudah sosok itu tulis di Kompasiana dengan judul Parade Bebek dan Atraksi Lainnya di Centropunto. Kebetulan saat dia datang kembali hari Selasa (31/3/2015) kemarin, ‘The Happy Duck Parade‘ yang sudah dijadwalkan dua kali seminggu tiap hari Selasa dan Sabtu sedang asyik berenang. Datang pada pukul 15.00, sosok itu telah disuguhkan keasyikan para bebek bermain di kolam kecil belakang. Sesuai jadwal, bebek-bebek lucu yang didatangkan dari Padalarang itu datang pada pukul 12.00 dan akan kembali pulang pada pukul 17.00. Mereka berjalan beriringan di atas karpet merah dengan diiringi lagu khas. Lagu kedatangan dan lagu kepulangan. Jelas merupakan atraksi menarik bagi sebuah restoran untuk kalangan high-end ini.

Kuliner-15Selain ingin melihat para bebek, sosok itu menyengajakan datang pada sore hari karena ingin mencoba juga menu andalan tempat yang beralamat di Jl. Trunojoyo 58 ini. Namanya begitu unik, yaitu ‘Biebelebop Babetje’. Kata salah satu pemiliknya, Biebelebop Babetje adalah jamuan minum teh yang namanya sendiri diambil dari salah satu dusun di Belanda. Entah bagaimana nama ini langsung diambil tentu akan menjadi cerita tersendiri. Yang pasti, tepat pada pukul 15.30 sebuah lonceng akan terdengar keras dari sebuah pengeras suara. Dari arah belakang tiba-tiba saja beberapa pasang pramusaji berjalan dan melompat mengikuti iringan lagu ‘Geef Mij Maar Nasi Goreng‘ yang dinyanyikan oleh Louisa Johanna Theodora van Dort alias Tante Lien. Liriknya seperti yang terbaca di atas dan di bawah ini.

Geen trassi, sroendeng, bandeng en geen tahoe petis
Kwee lapis, onde-onde, geen ketella of ba-pao
Tidak ada terasi, serundeng, bandeng, dan tahu petis
Kue lapis, onde-onde, tidak ada ketela pohon atau bakpau

Yup, Tante Lien memang asli dari Belanda tetapi lahir di Surabaya pada 16 Mei 1943. Ia sempat tinggal di sana hingga berusia 14 tahun dan terpaksa kembali lagi ke Den Haag, Belanda. Oleh karena kecintaannya pada makanan khas Indonesia, Tante Lien menciptakan lagu itu pada 1979 saat usianya 36 tahun. Ia menciptakan lagu itu karena tidak menemukan makanan-makanan itu di Belanda. Lihat, orang asing saja begitu cinta dan kangen pada masakan khas Indonesia. Nah, kurang lebih itulah mengapa Biebelebop Babetje hadir di Centropunto. Hanya dengan IDR 29.900 termasuk pajak 15.5%, siapapun bisa memilih dua dari delapan menu yang ada. Hanya itu? Tidak, karena harga itu sudah termasuk satu minuman panas/dingin dari enam minuman yang ada, plus bonus En Petaat Goreng alias kentang goreng.

Kuliner-16

Tahu Gimbal Semarang

Menu makanan yang bisa dipilih adalah Tahu Gimbal Semarang, Single Taco, Lumpia, Tortillita de Patata, Chicken Wings, Tuna Sandwich, Swiss Roll, dan Brownies. Sedangkan minuman yang bisa dipilih adalah Pineapple Juice, Pink Guava Juice, Apple Juice, Orange Juice, Kopi Tubruk, dan Hot Tea. Sosok itu sendiri lalu mencoba Tahu Gimbal Semarang dan Tortillita de Patata. Makanan khas Indonesia bersanding dengan makanan non-Indonesia. Bagaimana rasanya? Dia suka sekali dengan tahu gimbalnya. Lidahnya begitu cinta dengan bumbu kacang. Amat berbeda dengan tortillita yang sebenarnya tidak terlalu asing. Telur dengan kandungan keju. Aneh saja. Akhirnya sosok itu mencoba Lumpia. Aha! Lidahnya cocok. Sausnya juga pas. Beginilah nasib punya lidah Indonesia, jadi susah memakan makanan luar. Akan tetapi bagi yang ingin mencobanya dipersilakan. Sila pilih sendiri menu-menunya.

Tapi yang perlu dicatat sebelum datang, untuk menikmati menu Biebelebop Babetje adalah….

– Ada pajak tambahan 15.5%.
– Hanya untuk makan di tempat, bukan dibawa pulang.
– Waktu terbatas pada pukul 15.30 – 17.30.
– Dijamin hanya menunggu 10 menit setelah memesan.

Kuliner-17

Lumpia dan beberapa menu Biebelebop Babetje

Centropunto | http://centropuntoresto.com
Jl. Trunojoyo 58 Bandung | Telp. (022) 4268222
Jam Operasional 07:00 — 23:00

Advertisements

5 thoughts on “Yuk, Cobain Biebelebop Babetje

  1. Pengen ke sini lagi. Belum kesampaian lihat live parade bebeknya.

    >> Harus datang hari Selasa atau Sabtu, Fi ^_^

  2. Meleleh ,pengen coba

    >> Ayo, Teh, mampir. Bukan hanya makanannya yang bikin meleleh, tapi suasana juga lho ^_^

  3. saya penasaran gimana menyanyikan tuh lagunya, nadanya seperti apa ya 😀

    >> Sebagaimana lagu-lagu dari Belanda, hanya saja seperti ada unsur jenakanya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s