Bandung Di Balik #WonderfulKAA

Ide tidak hanya sekadar kata
atau apapun yang teraudiokan dan tervisualkan
hingga bisa ditangkap oleh indera manusia.
Ide adalah sumber energi dari sebuah kreativitas
yang tidak hilang meski acara untuk ide itu telah selesai
~ Bang Aswi, 2012

Bandung. Ah, kota ini seperti tidak ada habis-habisnya untuk dibahas. Untuk diulik. Untuk diceritakan. Selalu ada cerita yang lebih spektakuler dari sebelumnya. Dari sudut manapun. Bisa jadi dikarenakan letak Bandung yang berada di dalam wajan raksasa bernama Cekungan Bandung. Semua ide selalu terendap, tidak menguap begitu saja. Bisa jadi karena faktor walikotanya yang selalu mengeluarkan banyak ide dengan kota tercintanya. Atau bisa jadi karena orang-orang yang tinggal di dalamnya. Warganya yang begitu peduli dan perhatian pada kotanya yang unik dan cantik ini. Semuanya bersatu padu hingga akhirnya menghasilkan karya yang tidak pernah habis. Dari kuliner, hingga berbagai event yang akhirnya mendunia seperti gelaran Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 kemarin.

Lomba-05

Aura acara itu seperti tidak mau hilang. Ibarat aroma mewangi yang tidak pernah mau pergi dari sumbernya. Jejak-jejaknya masih ada dan masih bisa dirasakan atau dilihat. Salah satunya adalah Lomba Foto KAA 2015 yang bertema Wonderful KAA 2015. Dengan hanya bermodalkan kamera jenis apa saja, setiap warga yang peduli akan momen KAA tidak menyia-nyiakan acara yang hanya digelar 10 (sepuluh) tahun sekali itu. Mereka kemudian meng-upload foto tersebut ke media sosial dengan tagar #WonderfulKAA yang hanya dibatasi waktu sepuluh hari saja (20-30 April 2015). Jumlah foto yang masuk pun mencapai angka fantastis, yaitu mencapai 2255 foto. Foto tersebut di-upload oleh 997 peserta. Para pelaku media sosial pun diajak serta untuk terlibat sebagai juri awal. Foto dengan jumlah view dan share terbanyak mendapatkan prioritas. Total ada 230 ribu netizen yang terlibat sebagai juri foto dengan melakukan voting. Tak heran jika kemudian MURI memberikan apresiasi sebagai “Lomba Foto Secara Online dengan Partisipan Penilai Terbanyak“.

Senin, 11 Mei 2015, sosok itu mendapat pesan untuk segera menuju Gedung KAA. Ada apa? Karena sedang di jalan, nada dering gadget-nya pun berbunyi. Menurut suara di ujung sana, “Bang, bisa datang gak siang ini ke depan Gedung KAA?” Usut punya usut, ternyata dia bersama kawan-kawan #BloggerBDG diminta datang untuk makan siang bersama Sang Walikota, Ridwan Kamil. Pucuk dicinta ulam tiba. Meski belum bersiap-siap mengingat pakaian yang hanya dikenakannya hanyalah jersey sepeda karena memang diniatkan untuk menemani Kakak Bibin bermain futsal, akhirnya sosok itu mengiyakan dan langsung menuju ke Road Cafe yang letaknya berada di Jl. Asia Afrika, tepat di seberang Gedung KAA. Dirinya hanya meraba-raba ada gerangan acara apakah hingga sebegitu penting diharuskan datang, mendadak pula. Paling tidak dia merasa bersyukur karena #BloggerBDG semakin mendapat tempat di kota tercintanya sendiri.

ASIAN AFRICAN PHOTO CONTEST 2015

History never repeats itself. Man always does,” ujar Voltaire. Kalimat ini adalah pembuka press release yang diterima sosok itu. Terjemahan bebasnya kurang lebih bahwa sejarah tidak akan pernah terulang dengan sendirinya, tetapi manusia bisa mengulang sejarah. Kata-kata ini begitu pas untuk momen KAA. Enam puluh tahun telah lewat tetapi gaungnya masih terasa hingga dirayakan kembali oleh warga Bandung dengan menghadirkan Asian African Carnival 2015. Penyelenggaraan AAC 2015 juga bisa jadi sejarah, hingga patut untuk didokumentasikan. Itulah yang mendorong Panitia AAC 2015 bekerja sama dengan Telkom Indonesia melalui aplikasi Kompetisi Digital UContest dengan menyelenggarakan Asian African Photo Contest 2015. Kontes fotonya sendiri telah selesai, lalu terpilih 1000 foto terbaik dari total 2255 foto. Setelah diseleksi dengan amat ketat, terpilih lagi 60 foto terbaik sebagai perwakilan untuk disertakan pada acara pameran “60 of 1000 Wonderful Momentum from 2255 Asian African Conference 2015 Photos” di Radio Ardan dan di Road Cafe.

Lomba-06

Lalu lintas di Jl. Asia Afrika sedang padat-padatnya. Kendaraan bermotor berjalan dengan merayap. Bisa jadi mereka menyengajakan diri demi untuk merasakan sendiri aura AAC 2015 yang memang belum hilang. Beberapa warga yang berjalan kaki juga masih asyik berfoto di beberapa spot yang menurut mereka menarik. Trotoarnya yang menyisakan bangku, bola batu, dan pot tanaman yang disangga tiga kura-kura masih menjadi background favorit. Menjelang azan Dzuhur, Sang Walikota terlihat di ujung jalan. Berkeringat karena ngaboseh sepeda kesayangannya, berhati-hati melewati kendaraan bermotor yang begitu padat. Hingga akhirnya tersenyum saat sampai di Road Cafe. Wajah lelahnya menampakkan kebahagiaan. Sehari-harinya, Kang Emil memang lebih suka bersepeda dari satu tempat ke tempat lain, bahkan kini ditambah lagi dengan jalan kaki atau lari. Salute! Tanpa waktu lama, beliau langsung diajak untuk berkeliling menyaksikan foto-foto terbaik yang ada di dalam kafe, lalu duduk di depan panggung, hingga MC membuka acara.

Lomba-07

Piagam MURI kemudian diserahkan kepada Pemkot Bandung, Telkom, dan Ardan Group sebagai media partner. Album “1000 Foto Terbaik” juga diserahkan dari pihak Telkom yang diwakili oleh Achmad Sugiarto (Executive General Manager Telkom Digital Business) kepada Pemkot Bandung. Kang Emil begitu sumringah dan mengatakan, “Kalau boleh, saya ingin memperbanyak buku ini. Ada banyak orang yang harus diberikan hadiah mengingat akan jasa-jasa mereka selama penyelenggaraan AAC 2015. Album ini jelas cocok buat mereka.” Acara puncaknya, Panitia Lomba Foto mengumumkan pemenang 1, 2, 3, dan favorit yang sudah ditentukan pada hari Rabu, 6 Mei 2015 di Ruang Transformer Lantai 6 Gedung Menara Multimedia, Jakarta. Foto yang menang dipilih dengan memperhatikan kesesuaian tema, kaidah foto, dan orisinalitas ide.

DAN PEMENANGNYA ADALAH….

Lomba-08

Pemenang I akhirnya jatuh pada karya Raiyani Muharramah dengan judul “Sang Walikota”. Untuk itu, Raiyani berhak mendapatkan sebuah iPhone 6. Foto ini menggambarkan Kang Emil seolah-olah sedang menunjuk papan nama Museum KAA dianggap paling sesuai dengan temanya karena terdapat perpaduan dari bendera berbagai bangsa yang mewakili peserta KAA, papan nama Gedung KAA yang mewakili lokasi acara, sosok Walikota Bandung sebagai tuan rumah yang mewakili hospitality Indonesia, dan bahasa tubuhnya yang menunjukkan optimisme. Komposisi fotonya apik, menyebabkan semua objek foto yang penting dapat muncul secara harmonis di dalam foto. Tidak ada objek foto yang tidak perlu, semuanya saling mendukung. Objek foto Kang Emil sendiri semakin menguatkan foto. Tidak mudah untuk membuat foto ini yang mungkin hanya terjadi dalam waktu beberapa detik saja. Isolasi objek dari hal-hal lain yang tidak perlu membutuhkan konsep dan persiapan yang matang dari sang fotografer.

Lomba-09

Pemenang II jatuh pada karya Sony Herdiana dengan judul “Salam Persahabatan”. Untuk itu Sony berhak mendapatkan uang tunai. Foto ini diambil saat parade budaya yang menunjukkan warga China sedang menyapa warga Bandung. Perlu diketahui bahwa Karnaval Budaya adalah salah satu event yang paling menarik dari rangkaian acara KAA 2015. Memotret peserta karnaval jelas memiliki tantangan mengingat banyaknya pengunjung yang berjubelan menonton sehingga dapat menghalangi proses pemotretan. Foto ini berhasil juara karena mampu keluar dari tantangan tersebut dan dapat menangkap kemeriahan dan keceriaan karnaval dengan baik. Komposisi fotonya selain dapat menyajikan keindahan foto juga dapat menolong mengisolasikan objek foto dari objek lainnya sehingga point of interest tetap menonjol. Penggunaan high angle dan lensa lebar (10mm) berhasil menangkap suasana dengan baik tanpa harus terkesan berantakan. Dari semua foto karnaval yang dikirim untuk lomba, foto ini berhasil menjadi juara karena mampu menguatkan kesan karnaval namun tidak tidak terjebak ke dalam foto dokumentasi biasa. Pemilihan objek foto yang berwarna cerah juga menjadi kunci keberhasilan foto ini.

Lomba-10

Pemenang III jatuh pada karya Iyus Kusdinar dengan judul “Payung Sambutan KAA 2015”. Untuk itu Iyus berhak mendapatkan uang tunai. Foto ini diambil di Jl. Otto Iskandardinata dengan objek ratusan payung yang digunakan untuk menyambut delegasi perwakilan negara-negara peserta. Kemeriahan suasana KAA 2015 dapat ditangkap dengan baik oleh foto ini yang ditandai dengan banyaknya payung warna-warni. Payung ini jelas hanya muncul 10 tahun sekali dan menandai event KAA 2015. Secara kaidah fotografi, foto ini dapat menjadi juara karena memiliki exposure yang tepat, komposisi yang baik, dan kesimbangan warna yang memukau. Penggunaan lensa panjang (105mm) merupakan pilihan yang cerdik karena menyebabkan efek payung menjadi menumpuk dan terkesan ramai. Apalagi penggunaan aperture F/9 menyebabkan Depth of Field (DoF) tetap terjaga sehingga fokus tetap berada pada seluruh dimensi foto. Objek foto benda dan orang yang banyak tidak menimbulkan kesan berantakan tapi dapat menyajikan foto yang rapi dan terencana dengan baik. Beberapa foto yang mirip tidak dapat menandingi foto ini karena sang fotografer memiliki konsep komposisi dan momen yang tepat.

Sedang pemenang favorit (dengan vote terbanyak) jatuh pada karya Muhammad Nailan dengan judul “Indonesia Charming All Over The Country” sehingga dia berhak mendapatkan uang tunai. Ada juga voter yang beruntung (voter teraktif) karena katanya sudah memberikan vote lebih dari 180 kali, yaitu Fikri Syahriza, yang langsung diberikan penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp250ribu. Namun yang tidak kalah penting, aplikasi kompetisi online UContest telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari Pemkot Bandung. Untuk itu, telah ditandatangani nota kesepakatan antara Pemkot Bandung yang diwakili oleh H. Herlan J. Soemardi (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) dengan Telkom Indonesia yang diwakili oleh Alfi Sumarta (GM Local Government Service). Sosok itu dan kawan-kawan #BloggerBDG juga takkalah bahagianya karena bisa mencicipi hidangan makan siang yang mewah. Ada beberapa menu ala Eropa dan juga beberapa jus penyegar tenggorokan. Alhamdulillah.[]

Lomba-11

Happiness only real when shared ~ Christopher Johnson McCandless (Into The Wild)

Advertisements

9 thoughts on “Bandung Di Balik #WonderfulKAA

  1. Andai event internasional ini ada tiap tahun dan nggak bikin orang yang bekerja di sekitar area acara cuti… Seru pakai banget kali, ya ^_^

    >> Amiiin ya Allah ^_^

  2. Tulisan yang lengkap, renyah dan penuh gizi. Menjadi catatan sejarah untuk generasi yang akan datang. Semoga sukses selalu ya Bang Aswi

    >> Amin amin amin. Semoga sukses pula untuk Bapak ^_^

  3. Ga bisa ngebayangin seperti apa posisi pemotret pemenang pertama. Lha itu dari bawah begitu, sampe “ndelosor” di aspak kayaknya. 😀

    >> Memang, Sop. apalagi ada banyak orang di sana, saling desak-desakan. Keren lah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s