Tips Membuat Toko Online (Plus Komik)

Dinda galau. Pasalnya, kain batik milik tantenya kelihatan bertumpuk di rumah. Cuma dari ngelihat raut wajah tante, memang sudah kelihatan dan gampang ditebak: usaha berjualan kain batiknya belum berhasil. Paling tidak, simpulan itu masih terbilang positif … daripada dibilang GAGAL. Asli! Dinda kepengen banget ngebantu tantenya itu. Tapi dia bisa apa? Dia cuma anak kuliahan yang gak tahu menahu soal usaha atau dagang. Karena itulah dia langsung curhat ke Niko, sohibnya. Dinda tahu kalau Niko itu pernah membuat toko online.

“Jadi, gimana dong, Ko?” tanya Dinda setelah mengutarakan semua yang ada kepalanya. Niko tersenyum lebar, “Untung loe langsung datang ke gue.” Dinda melotot, lalu memukul tangan Niko dengan buku yang sedang dipegangnya, “Gak usah dijelasin itunya. Sudah tahu kalau aku datengin kamu tuh karena kamu pasti mengerti.” Niko meringis. “Pedes juga pukulannya,” bisiknya nyengir. “Ngomong apa kamu?” tanya Dinda dengan tangan terangkat. “Gak-gak … gak ngomong apa-apa. Udah dong … piss.” Jari tangan Niko membentuk huruf ‘V’. “Cepetan!” teriak Dinda. “Iyyya…!” Niko kembali duduk di samping Dinda. “Gue ceritain dari awal ya….”

Setahun lalu gue resmi buka toko online khusus sepeda, namanya Toko JOSS. Loe pasti udah tahu tentang hal ini, kan, Din? Nah, beberapa bulan sebelum itu ada beberapa hal yang harus gue lakuin. Loe tahu apa itu? Nih, gue jelasin pake komik dengan tokoh utama Kobayakawa Sena. Tahu sendiri kalau gue suka komik “Eye Shields 21”.

Lomba-16

Lomba-17Sama kayak loe sekarang ini, gue juga nanya-nanya. Bisa nanya sendiri ke Mbah Google atau nanya ke orang-orang yang gape soal beginian. Yang perlu loe garis bawahi, bahwa jualan apa pun, sudah pasti ada pesaingnya. Dengan begitu, loe harusnya sudah siap untuk berkompetisi. Mental gue terus dilatih agar tidak mudah jatuh nantinya. Ini gue pegang betul.

Lomba-18

Sudah siap semua? Sampai di titik ini, loe harus benar-benar yakin dan mantap. Kalau perlu, loe harus balik lagi ke langkah awal untuk memastikan bahwa gak ada langkah yang terlewat. Intinya, gue membuat toko online ini, kan, buat cari untung. Bukan kepengen buntung. Nah, kalau memang sudah yakin, baru deh lanjut … untuk lepas landas.

Lomba-19

Di sinilah tantangan yang sebenarnya, Din. Gue mati-matian promosi ke sana, ke sini, ke depan, ke belakang. Semua arah gue masukin. Sambil melakukan itu semua, jelas gue banyak belajar. Promosi gak boleh sradak-sruduk, semua ada seninya. Jualan gak hanya bermodalkan semangat doang, tapi juga harus pake strategis yang matang. Kebetulan gue punya banyak waktu, jadi lebih baik belajar sendiri. Tentu kalau gue gak punya banyak waktu, mending langsung bayar orang saja. Selesai. Tapi gue berpikir … bahwa untuk memulai satu usaha, tentu harus tahu seluk-beluknya dari hulu sampai ke hilir. Paling tidak, kalau ada masalah, gue tahu di mana letak kesalahannya itu. Pokoknya terus bersemangat, Din.

Lomba-20

Dan ternyata … realitas itu pahit. Gue ngalamin sendiri. Teori terasa enak di kuping, begitu lezat dibaca, tetapi berat banget pas menjalankannya. Niko menggeleng-gelengkan kepala. Ia menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan-lahan. Berat nian menjalankan sebuah usaha itu, Din. Jauh lebih mudah kerja di kantor, punya deskjob ini-itu, berangkat jam delapan pulang jam lima, nanti di akhir atau awal bulan dapat gaji hasil keringat loe. Begitu seterusnya. Gampang … tapi monoton. Gue gak suka yang monoton. Makanya gue belajar usaha. Nah, kalau sudah dapat kakapnya, alias ketemu rezekinya, jangan tanya besarannya. Itulah titik dimana gue sadar kenapa Rasulullah saw. sudah wanti-wanti dalam haditsnya bahwa rezeki seorang pengusaha jauh lebih besar dari hanya sekadar seorang pegawai. Wajar lah, pengusaha itu kan juga harus bayar pegawai.

Lomba-21

“Dah paham sekarang loe, Din?” tanya Niko mengangkat kepalanya. Mata Dinda agak sayu. Ia pun menggeleng. “Pusing … bingung,” jawabnya. Niko tertawa, “Itulah. Memang gak mudah.” Niko kemudian membuka laptopnya, ada sebuah halaman yang dibukanya. “Kalau gak mau repot, mending loe ke situs http://jejualan.com ini. Semuanya sudah lengkap.”

Lomba-22

“Pokoknya loe tahu beres aja. Semua yang gue jelasin di atas sudah ditangani oleh tim mereka. Ada SMS Report, Layanan 24 Jam, Marketing Tools, Konsultasi Langsung dengan Pakar E-commerce, termasuk Ongkos Kirim Otomatis. Situs loe juga bakalan mejeng di Halaman Pertama Google. Pokoknya … Jejualan.com menjamin bisa buat toko online loe dalam 20 detik.” Mata Dinda langsung berbinar. “Thanks ya, Ko, akhirnya aku bisa membantu tante menjual kain-kain batiknya dengan membuat toko online!”[]

Advertisements

3 thoughts on “Tips Membuat Toko Online (Plus Komik)

  1. hahaha keren bang – Asli bang jadi dibaca sampe habis.. tersampaikan deh 😀

    >> Coba cara baru, Kang. Siapa tahu efeknya berbeda hehehe ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s