Uber Bukan Taksi, Tapi Rental Mobil Berbasis Aplikasi

Sebut saja namanya Ratri. Dia orang Bandung yang kebetulan lagi ada acara di Jakarta. Dia kebingungan, maklum aja … orang luar kota. Tidak ada taksi yang lewat, mungkin malam sudah larut. Sejenak, dia teringat dengan gadgetnya. Usap kanan, usap kiri, terbukalah sebuah aplikasi Uber. Dia langsung memesannya untuk dijemput di titik dia berdiri saat itu dan minta diantar ke daerah tertentu. Estimasi biasa Rp90K, mobil yang bakal jemput berjenis X warna putih, plat nomornya B sekian-sekian, dan nama sopirnya adalah Tuan Y. Oke, Ratri setuju. Selang beberapa menit mobil yang diharapkan datang, dia pun bisa pergi dengan tenang. Jalur perjalanannya tercatat di GPS. Sampai daerah tertentu, tagihannya Rp95K. Untunglah dia masih punya bonus kredit sebesar Rp75K. Ratri hanya membayar Rp20K. Hatinya senang.

Event-39

Di Bandung, ada gadis cantik lain. Sebut saja namanya Chibi. Ini beda orang, lho. Dia tidak punya aplikasi Uber. Yang dia tahu hanya Piala Uber dan salah satu kawannya tinggal di Uber alias Ujung Berung. No comment. Karena aktivitasnya, dia terpaksa pulang malam. Tidak ada taksi. Tidak ada angkot. Bingung, dia langsung menghubungi kawan sekantornya. Minta tolong. Nama kawannya ini Ratri. Ini orang yang sama dengan yang diceritakan di atas. Oke, Ratri langsung mengaktifkan aplikasi Uber. Minta menjemput Chibi dan diantar pulang ke rumah. Chibi diberitahu kalau mobil yang akan menjemputnya berjenis Z warna hitam, plat nomornya D sekian-sekian, dan nama sopirnya Kang V. Akhirnya Chibi sampai di rumah dengan hati senang. Ratri juga ikut tersenyum bahagia. Padahal dia sendiri tidak punya kartu kredit. Itu milik perusahaannya yang bisa dipakai oleh karyawannya seperti Ratri.

Hmmm … sosok itu merasa lega. Paling tidak ia sudah berhasil membuat dua ilustrasi tentang dua orang pengguna Uber saat di Jakarta dan di Bandung. Untuk negara sebesar Indonesia, memang aplikasi Uber baru bisa digunakan di Jakarta, Bali, dan Bandung. Selanjutnya, sih, di Surabaya. Entah Madura. Soalnya kata seorang kawan #BloggerBDG asal sana, jangankan Uber, taksi dan layanan ojek beraplikasi juga tidak ada. Entahlah. Tapi dua ilustrasi di atas benar-benar nyata, bukan rekayasa. Jadi, apa sih sebenarnya Uber itu? Apakah itu bagian dari Taksi Uber yang belum lama ini beritanya menghiasi beberapa berita online karena ada banyaknya armada taksi yang protes?

Event-40

Uber sebenarnya hanyalah sebuah aplikasi. Aplikasi ini memungkinkan seseorang bisa langsung terhubung dengan driver yang siap mengantarkan ke mana saja, selama masih di dalam kota yang bersangkutan. Driver ini siapa? Nah, Uber bekerja sama dengan jasa rental mobil yang jelas-jelas memiliki lisensi yang sah. Artinya sudah berbadan hukum. Jadi, kalau ada apa-apa mudah dicari pihak yang bertanggungjawab. Kualitas mobilnya pun juga harus memenuhi spek minimal, misalnya harus dilengkapi airbag. Tahun keluarannya juga diperhatikan. Dengan begitu, calon penumpang harus nyaman. Kalau ada apa-apa, aplikasi tersebut juga menyediakan tombol feedback. Driver atau jasa rentalnya tentu tidak mau kena blacklist, dong. Jadi jelas … Uber bukan taksi, tapi rental mobil berbasis aplikasi yang cara perhitungannya memang mirip taksi.

Kok mirip? Ya iyalah. Untuk di Bandung sendiri sementara ini baru ada UberX, yaitu jenis mobilnya sekelas APV. Dengan tarif dasar atau minimal Rp3K, mereka mematok biaya Rp400 tiap menitnya atau Rp2,5K setiap kilometer. Ini sedikit lebih mahal dibanding Jakarta yang mematok biaya Rp300 tiap menit. Bagaimana kalau ada yang batal? Uber menetapkan biaya Rp30K. Kalau ditotal, jelas Uber menawarkan tarif yang bahkan lebih murah daripada taksi biasa. Jujur, sosok itu belum pernah mencobanya. Ini hanya hitungan kasar dan berdasarkan beberapa kesaksian kawan-kawannya. Kenapa belum coba? Satu, aplikasinya belum diunduh. Dua, tidak punya kartu kredit. Tiga, belum butuh. Sama halnya dengan aplikasi menyewa tukang ojek berjaket hijau. Sosok itu masih terlalu asyik dengan sepedanya hehehe….

Event-41

Teh Cintya menjelaskan tentang Uber di acara #BukberUberIDGG
dan 3 (tiga) #BloggerBDG yang asyik menyimak #eh

Oke, ini kesimpulannya. Aplikasi Uber itu mudah dan simple. Hanya panggil, naik, dan bayar via ponsel. Kelebihannya hanya sekali tap untuk menumpang, jemputan andal, harga jelas, bersifat non-tunai dan nyaman, serta adanya feedback. Mereka pun dengan bangga membuat tagline seperti “Kemampuan memilih adalah keistimewaan. Dapatkan tumpangan yang sesuai gaya dan anggaran Anda” atau ada juga “Mobil harian untuk penggunaan harian. Lebih baik, cepat, dan murah daripada taksi.” Nah! Jadi, keputusan ada di tangan kawan-kawan semua dan pembaca yang budiman di mana pun berada #ceileee … yuk ah, nguber Uber![]

NB: Oya, hampir lupa. Dalam rangka merayakan bulan suci Ramadhan, Uber ingin memberikan kejutan “manis” untuk rider Uber di Bandung! Jadi, mulai 2 — 4 Juli dari pukul 16.00-18.00, tersedia goodiebag #UberBUKA GRATIS yang di dalamnya terdapat dessert serta minuman dari partner favorit pilihan seperti @kingthaitea, @arromanism dan @papakamcake untuk berbuka puasa! Caranya: Geser tombol mobil ke arah “UBERBUKA” yang berada di sisi sebelah kanan layar untuk menemukan Uber yang membawa goodiebag #UberBUKA. Goodiebag bisa didapatkan secara gratis ketika kamu berkendara dengan Uber. Jangan lupa download aplikasi Uber di Google Play Store & Apple App store atau klik saja uber.com/app … ^_^

Advertisements

17 thoughts on “Uber Bukan Taksi, Tapi Rental Mobil Berbasis Aplikasi

  1. ada yang saya bingung, jadi Ratri yang dimaksud yaang mana? dan Chibi yang mana? Ok, dua nama satu orang yang samakah?

    Kalau nanti sudah coba uber, ajak supirnya ngbrol, Saya sudah mencoba uber, dan saya lebih banyak ngbrol dengan supirnya

    >> Hahahaha … silakan ditebak sendiri, Man. Insya Allah kalau sudah jodohnya dengan aplikasi Uber dan sudah punya kartu kreditnya. Atau mungkin suatu saat bisa nebeng sama ente ^_^

  2. Knapa di berita heboh gitu? Dilarang dll… Kaya e malah lbh efisien kaya gojek

    >> Berita apapun pasti memang heboh. Yup, kalau di tempat macet memang lebih efisien pake gojek, tapi untuk beberapa peristiwa dan ttg kenyamanan terutama bagi cewek mungkin lebih efisien Uber

  3. Wahhh. Asik juga mas ada bisa memilih jenis kendaraannya sendiri. Saya baru dengar soal ini.

    >> Sebenarnya tidak bisa memilih jenis kendaraannya, bergantung kendaraan yang dekat dengan lokasi. Kecuali kalau kelasnya seperti Uber Black yang jauh lebih eksekutuif dibanding UberX

  4. hahhaaaa…
    ko yang nyemak teh cyntia cuma bertiga bang..
    yang laen pada kemana?

    >> Entahlah, pada kemana yaaa?

  5. Saya posisi di Surabaya kalo mau bergabung dengan uber…Apakah di sby saat ini sdh ada ? Bila sdh ada bgmn dg syarat & ketentuannya ? Terima kasih.

    Salam

    >> Saya kurang paham dengan yang di Surabaya.

  6. Aku saat ini pengguna Uber tetap. Selain lebih terjangkau biayanya (pertama kali naik cuma bayar 8.500, aku kaget), juga lebih aman. Tau nama sopir dan nomor HPnya. Kalau ada apa-apa, bisa dilacak.
    Seperti punya sopir pribadi. hehe
    Jadi seperti slogannya “a private driver for everyone”

    >> Iya, dan karena mereka dari jasa rental yang tepercaya jadi jauh lebih mudah melacaknya. Ini bagusnya sebuah perusahaan bekerja sama dengan agent rental, bukan dengan perseorangan ^_^

  7. misi gan ane posisi di bandung.. kebetulan ane pengurus salah satu unit usaha di koperasi karyawan tempat ane kerja yg bergerak di bidang perentalan-mobil dan sudah berjalan gan..
    ane mohon petunjuk dan pencerahannya gan supaya bisa kerjasama dgn uber, dengan harapan bisa memajukan koperasi karyawan ane
    thks admin…

    >> Langsung saja daftar di https://partners.uber.com/join/

  8. Jadi bedanya rental sama taksi apa ya

    >> Berbasis aplikasi vs konvensional, plat hitam vs plat kuning ^_^

  9. bagi yg ingin mendaftar UBERMOTO ataupun UBER MOBIL silahkan add pin bb 5a160760..langsung aktif di tempat dan gak perlu antri..

    >> Tah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s