Tips Mengelola Keuangan dengan Bijak

Semua akan indah kalau ada duitnya. ~ Safir Senduk

SunLife-3Sosok itu berhenti sejenak. Jempol tangan kanannya agak kebas. Perjalanan menanjak mulai dari Cianjur hingga ke Puncak Pass benar-benar melelahkan. Jempol harus ditekan terus agar bisa mencapai gigi terendah. Dilepas sebentar saja, sudah langsung berpindah ke gigi tinggi. Nasib punya sepeda jadoel. Tarik nafas panjaaang, lalu dikeluarkan perlahan-lahan. Kadang ia hanya istirahat berdiri, kadang harus duduk, kadang juga tidur-tiduran meluruskan badan, namanya perjalanan santai. Wajar saja, ngaboseh dari Bandung ke Jakarta tidak hanya ditantang menaklukkan jauhnya jarak, tetapi juga harus mengalahkan tanjakan yang luar biasa. Belum cuaca yang terik di siang hari. Fiuh!

Alhamdulillah … perjuangan itu tidak sia-sia. Meski menghabiskan waktu 18 jam bersepeda, sosok itu akhirnya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari sang pakar keuangan di Cafe XXI, Plaza Indonesia. Apa yang dilakukannya dengan bersepeda bukan tanpa sebab. Semua ada hitungannya. Selain ingin membuktikan bahwa dirinya (masih) mampu bersepeda antarkota, juga karena itu adalah bagian dari strategi mengelola keuangannya yang sedang menipis. Serius. Kalau harus menggunakan bus, bisa jadi ia tidak bisa kembali lagi ke Bandung. Apalagi harus menggunakan travel atau kereta. Itulah mengapa ia–yang mayoritas kawan-kawannya mengatakan amat sangat nekat–memberanikan diri untuk bersepeda dari Bandung ke Jakarta. Dan di sinilah ia, Jumpa Blogger Sun Life dengan tema “Yuk Kelola Keuangan dengan Bijak” bersama Safir Senduk.

YUK, MENGENAL SUN LIFE

Pagi sudah beranjak, siang pun makin menggarangkan diri. Tidak terlalu sulit bagi sosok itu untuk mencari Bunderan HI. Sudah terlalu sering ia melewatinya, pakai sepeda tentu saja. Patokannya tidak masalah, dan Plaza Indonesia sudah bisa langsung ditunjuk oleh orang-orang yang ditanyanya. Tulisannya pun terpampang besar. Hanya saja … “Mas-Mas-Mas … mau kemana?” tegur seorang satpam dengan keras. “XXI,” jawab sosok itu kalem. “Ooo silakan, tapi helmnya dilepas ya. Kayak mau kemana saja.” Di sini dia terdiam. Pernyataannya sederhana, tetapi menyakitkan. Apa salahnya pakai helm sepeda masuk mall. Dia naik kereta atau pesawat saja tidak ada yang menegur kecuali diberi senyuman. Baiklah, tidak sampai masuk ke dalam hati, kok. Helm dilepas gak masalah, cuma ya kok harus ada pelarangan segala. Bule pakai celana pendek, kaos dalam, dan sandal jepit saja tidak dilarang dan tidak ditegur saat masuk mall. Tenang-tenang-tenang … ambil hikmahnya.

“Besar juga,” bisik sosok itu saat memasuki Plaza Indonesia. Dia pun harus bertanya tentang keberadaan Cafe XXI untuk memastikan tidak salah jalan. Singkat cerita, sampai juga dirinya di tempat yang seharusnya. Bertemu dengan banyak kawan blogger sambil halal bihalal, lalu dilanjut makan siang bersama. Waktu terus beranjak, makin banyak pula undangan yang datang. Penuh dan riuh. Luar biasa. Makanan sampai didatangkan kembali agar semua undangan bisa menikmati makan siang gratis. Salute. Taklama, Ibu Elin Waty selaku Direktur & Chief Distribution Officer PT Sun Life Financial Indonesia langsung menyapa. Penampilannya begitu hangat dengan tutur kata yang enak di telinga. Salah satu kalimat yang menyejukkan dari Bu Elin adalah beliau yakin kalau blogger bisa mengubah Indonesia. Kok bisa? Ini karena blogger berusaha selalu menulis apa yang diperhatikannya dan informasi itu tentu akan langsung disebar ke banyak pembaca melalui blognya. Asal menulis yang baik-baik yaaa … amin. Eh, ini mah bisikan sosok itu.

SunLife-4

Bu Elin mengatakan kalau Sun Life sudah berpengalaman ratusan tahun. Bukan usia yang muda. Di Benua Asia saja sudah ada sejak 1892, yaitu di Hongkong, kemudian merambah ke Filipina pada 1895. Di Indonesia sendiri konon sudah ada pada awal abad XX tetapi keluar kembali karena Perang Dunia II hingga akhirnya resmi masuk pada 1995. Sun Life memiliki visi menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia. Misinya sendiri adalah membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan dengan kemapanan finansial. Dengan pengalaman yang seperti itu wajar saja kalau apa yang dicapai Sun Life terbilang luar biasa. Lihat saja, Risk Based Capital (Konvensional) mencapai 755% dan jauh lebih tinggi dari persyaratan pemerintah (120%). Risk Based Capital (syariah) juga mencapai 154%, jauh lebih tinggi dari persyaratan pemerintah (30%).

Mau lihat bentuk fisiknya? Distribusi keagenan Sun Life telah memiliki lebih 9000 agen yang tersebar di Indonesia. Ada 89 kantor pemasaran konvensional dan 40 kantor pemasaran syariah di 56 kota di Indonesia. Dari data ini dapat dilihat bahwa alamat kantor pemasaran konvensional dan pemasaran syariahnya dipisah. Jelas oke, kan? Sun Life juga peduli pada kegiatan sosial, salah satunya adalah mendukung OJK yang bekerjasama dengan Yayasan Bina Karakter Tunas Muda. Mereka juga mendirikan Sun Bright yang salah satu aktivitasnya adalah mendukung upaya peningkatan nutrisi anak dan keluarga Indonesia. Pantas saja kalau Sun Life mempunyai tagline Life’s Brighter Under The Sun. Suka, deh!

MENGENAL KARAKTER ANDA

SunLife-5Beres mendengar penjelasan Bu Elin, majulah tokoh muda yang ditunggu. Ya, jujur saja sosok itu memang berminat datang ke acara di atas karena faktor beliau. Safir Senduk, sang pakar keuangan, langsung membuka sambutannya dengan humor-humor segar. “Dalam rangka kemerdekaan Indonesia yang ke-70 maka orang yang merdeka adalah … jika Soekarno Hatta sudah berbaris rapi. Jikalau yang ada di dompet masih Pattimura yang berbaris berarti itu masih proses perjuangan,” ujarnya yang disambut tawa para undangan. Sosok itu sendiri hanya tersenyum. “Oke, siapa yang paling kaya? Karyawan, profesional, atau pengusaha?” tanya Safir seketika.

Beberapa menggumam. Memilih salah satu yang paling mendekati. Beberapa malah menjawab dua dari tiga profesi itu, atau bahkan menjawab ketiganya. Menjadi karyawan atau profesional yang memiliki usaha atau menjadi KARYAWAN yang PROFESIONAL sambil nyambi USAHA #eh. Itu mah jawaban sosok itu yang asal ‘njeplak‘ saja. Safir tersenyum. Ia pun berkata, “Yang paling kaya adalah yang investasinya paling banyak.” Nah lho?! Ternyata tidak seperti yang dibayangkan mayoritas para undangan. Baik, kita putar balik untuk menjelaskan masing-masing posisi itu. Karyawan adalah orang yang bekerja di dalam organisasi dan memiliki penghasilan per bulan. Profesional adalah orang yang bekerja memberikan jasanya hingga mendapatkan penghasilan. Pengusaha adalah orang yang memiliki bisnis sendiri, yang bisa dibantu oleh tim.

Oke lanjut. Dari penjelasan di atas paling tidak bisa diambil kesimpulan sederhana bahwa ketiganya tidak bisa dianggap orang yang paling kaya. Mengapa? Jika masa kerjanya selesai, maka karyawan tidak akan memiliki penghasilan per bulannya, kecuali kalau ada dana pensiun. Itu pun kalau tidak ada cicilan hutang. Seorang profesional juga akan kehilangan penghasilan kalau keahliannya berkurang. Begitu pula dengan pengusaha yang suatu saat bisa kehilangan bisnisnya. Oleh karena itulah … apapun profesinya tentu akan lebih baik jika yang bersangkutan memiliki investasi. Merekalah yang bisa disebut sebagai orang kaya. Investasi itu bisa dijadikan modal saat ketiga profesi di atas sudah tidak lagi menghasilkan. Paham, kan?

SunLife-1Namun ada lagi yang harus digarisbawahi, yaitu karakter. Suka tidak suka, ternyata karakter juga berhubungan erat dengan masalah kekayaan. “Yup, karakter Anda akan menentukan bagaimana Anda mengelola keuangan,” tegas Safir. Kok bisa? Hal ini karena karakter itu menentukan bagaimana seseorang dapat mengelola penghasilan, mengatur pengeluaran, serta memilih aset dan investasi. Karakter sangat ditentukan oleh apa yang ada dalam kepala, yaitu otak. Otak sendiri terbagi menjadi dua bagian berdasarkan letaknya, yaitu Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Otak kiri seperti yang terlihat dalam gambar cenderung bersifat logika/teratur. Sedangkan otak kanan memiliki kecenderungan berpikir kreatif dan senang dengan kebebasan #ehm. Istilah lainnya, sih, insting. Logika atau keteraturan itu bisa diejawantahkan pada bidang matematika, bahasa, membaca, menulis, logika, urutan, sistem, kepastian, dan analisa. Sedang insting diejawantahkan pada bidang kreativitas, konseptual, gagasan, inovasi, gambar, warna, musik, irama, dan melodi. Jadi, otak kiri adalah tentang logika, sedangkan otak kanan adalah insting. Hanya saja … menurut sosok itu bidang menulis itu harusnya berada di otak kanan, bukan di otak kiri. Mengapa? Ini dikarenakan menulis adalah sebuah proses kreatif. Blogger itu orang-orang kreatif, lho! Nah, itulah mengapa hidup harus seimbang. Saat membuka bisnis, lebih baik didominasi menggunakan otak kanan. Yang terpenting adalah mengetahui kapan menggunakan otak kiri dan kapan menggunakan otak kanan.

Sekaya-kayanya Anda, percayalah bahwa Anda akan kredit pada waktunya. ~ Safir Senduk

TIPS MENJADI ORANG KAYA

Pertanyaan selanjutnya, apakah orang kaya peduli dengan penanggalan? Apakah mereka peduli dengan tanggal muda dan tanggal tua. Safir tertawa. Istilah tanggal muda dan tanggal tua hanya ada buat mereka yang memiliki penghasilan bulanan, tapi bagi profesional atau pengusaha, mereka bisa memiliki penghasilan berkali-kali, jadi sering tanggal muda. Paling tidak, seorang yang berprofesi karyawan tentu harus memikirkan hal ini, misalnya dengan memiliki investasi. Dengan begitu, tentu hidup akan menjadi lebih santai. Ah … santailah dalam hidup ini. Sersan. Serius tapi santaiii hehehe. Terus, bagaimana caranya menjadi orang kaya? Yuk, pindah ke paragraf berikutnya.

SunLife-2

Ini adalah beberapa tips menjadi orang kaya. Hal paling penting pertama dalam mengelola keuangan adalah bagaimana Anda bisa mengatur cashflow. Cashflow adalah arus keluar masuk uang dari penghasilan yang Anda dapatkan. Bagaimana Anda mengelola cashflow bisa sangat menentukan akan masuk ke dalam golongan apa Anda dalam soal keuangan. Baik, ada 3 (tiga) macam cashflow, yaitu 1) Miliki investasi sebanyak mungkin; 2) Siapkan Dana untuk Masa Depan; dan 3) Atur Pengeluaran.

Orang kaya bukanlah orang yang mengandalkan gaji besar. Gaji itu didapatkan dari penghasilan bulanannya berdasarkan jabatan tertentu. Nah, justru gaji besar itu akan merepotkan. Mengapa merepotkan? Karena saat dirinya tidak bekerja maka penghasilannya otomatis juga berhenti. Nah, orang kaya adalah orang yang memiliki investasi atau aset. Aset di sini tentu saja adalah aset produktif dan harta produktif. Jadi, bekerjalah untuk membuat aset. Oya, tadi sudah dibahas tentang karakter. Tahu, kan, kalau setiap kursi pesawat itu memiliki karakter masing-masing. Memilih kursi di gang biasanya untuk orang yang sering ke belakang. Memilih kursi dekat jendela biasanya untuk pecinta keindahan. Itulah mengapa investasi juga memilki karakter masing-masing. Bergantung kebutuhan.

Investasi pertama adalah Saham. Yang perlu dilihat dari permainan saham dilihat adalah capital gain dan divident. Tetapi yang terpenting adalah lihatlah divident-nya. Investasi kedua adalah Manajer Investasi, yaitu perusahaan Asset Management. Tips Memilih Manajer Investasi adalah lihatlah reputasinya. Bisa dicek usia perusahaannya, siapa di belakangnya, dan apa saja prestasinya. Sun Life keren, tuh. Investasi ketiga adalah properti. Kelemahannya hanya satu, yaitu tidak mudah dijual. Jadi belilah properti jangan dengan alasan berharap harga jual tinggi. Fokuslah untuk menyewakan. Tips menyewakan properti sebenarnya sederhanya, yaitu frekuensi sewa pendek dan sewakan ke banyak penghuni. Yang paling real dan menguntungkan adalah kost-kostan. Dan jangan lupa, hindari investasi yang menipu atau bodong, yaitu mereka yang memberi bunga sangat tinggi, menjanjikan akan dapat hasil cash bulanan, jaminan tidak akan rugi, ada bonus untuk member baru (biasanya), dan skema yang tidak masuk akal. Ituh!

Selanjutnya adalah menyiapkan dana untuk masa depan. Ini harus diperhatikan. Pos masa depan pertama, khususnya bagi yang single adalah mempersiapkan pernikahan. Hanya saja di Indonesia, budaya pernikahan itu percampuran dua keluarga sehingga bagi para calon mempelai cenderung amat berharap ‘bantuan’ dari salah satunya. Jangan berharap itu ya. Percuma jadi pria tampan kalau ternyata tidak mapan hehehe. “Sekaya-kayanya Anda, percayalah bahwa Anda akan kredit pada waktunya,” ujar Safir tertawa. Pos masa depan kedua adalah rumah dan seisinya. Ini tidak usah dibahas panjang lebar. Tahu sendirilah. Sedangkan pos masa depan ketiga adalah pendidikan anak. Mayoritas sudah mengetahui kalau sekolah yang paling mahal adalah universitas. Untuk itulah diperlukan strategi agar nantinya anak mendapatkan pendidikan yang diharapkan. Caranya bagaimana? Bisa dengan asuransi pendidikan. Di Sun Life juga ada, kok. Pos masa depan keempat adalah dana pensiun.

Sebagai penutup dari semua tulisan ini, adalah mengatur pengeluaran. Semua pos-pos itu harus diperhatikan per bulannya. Tips mengatur pengeluaran adalah dengan mengendalikan keinginan Anda. Jadi, prioritaskan pengeluaran mana yang WAJIB dan mana yang INGIN. Buat siapa pun, jangan pernah tergoda dengan diskon. Rumusnya mudah, yaitu dengan membuat prioritas pengeluaran. Apa saja? Cicilan hutang (30%), tabungan/investasi (10%), premi (10%), biaya hidup (50%). Sekali lagi kuncinya adalah … jangan mengandalkan kesejahteraan dari besarnya gaji tapi juga mengandalkan dari investasi/aset.[]

Advertisements

3 thoughts on “Tips Mengelola Keuangan dengan Bijak

  1. persiapan finansial untuk hari tua memang perlu dipikirkan, biar ga mikir buang-buang uang, tapi juga menyisihkan untuk ke depan ya mas,

    >> Iya, itu mah wajib. Tapi memang praktiknya suka sulit, harus diingatkan terus ^_^

  2. acara ini sangat menarik buat saya mas 🙂
    selain paparan dari safir senduk, juga ada tips2 buat blogger
    plus lawakan segarnya he he he

    >> Buat saya juga bukan hanya menarik, tapi oke punya :))

  3. Ngeboseh dari Bandung ke Jakarta itu termasuk kebijakan dalam mengatur keuangan, ya, Bang? Hehehe… Ah, jadi pengen ngerasain feel ngaboseh antar kota gitu, pasti serunya ga abis2 sampe 7 turunan. Haha 🙂

    >> Ya, harus dicoba meski di awal tekanan mental akan menyerang bertubi-tubi. Semua harus dicoba dan ada awalnya. Mau coba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s