Jalan-Jalan Jadi Lebih Asyik dengan Travelio

“The mobile phone acts as a cursor
to connect the digital and physical.”
~ Marissa Meyer

Awalnya Dilan tidak begitu percaya dengan teknologi. Contohnya saja saat hampir semua orang sudah terbiasa bawa laptop atau minimal menulis dengan menggunakan komputer, Dilan asyik-asyik saja dengan mesin tiknya. Meski ‘butut’, tetapi mesin itu telah menjadi andalannya. Begitu pula saat mayoritas warga Bumi ini sudah kemasyuk dengan smartphone, eh Dilan masih saja berkutat dengan hape pisangnya. Alasannya, “Gue gak butuh teknologi pintar. Asal gue bisa berkomunikasi lewat telepon dan sms, itu sudah lebih dari cukup.” Begitulah.

YourTrip

Merry dan Dilan yang siap TRAVELING!

Akan tetapi Merry tidak mau diam dan menyerah. Sebagai sahabat dekat yang sebenarnya diam-diam jatuh cinta pada Dilan, Merry tidak ingin sahabatnya yang cuek itu terjadi apa-apa di jalan. Dan terjadilah momen itu. Merry tahu kalau Dilan dalam waktu tiga hari ke depan akan traveling ke Bandung. Merry tahu bagaimana kebiasaan Dilan saat jalan-jalan asyik demi memuaskan dahaganya akan melihat pemandangan alam, lalu menuliskannya di dalam blog. Oleh karena itu Merry berkompromi diam-diam dengan semua kawan Dilan yang ada di Bandung, untuk kali ini mereka harus ‘menghilang sementara’. Tidak ada istilah tempat menginap gratis. Modal Merry hanya satu, yaitu smartphone yang dimilikinya.

Saat hari H, mereka berdua berangkat dari Makassar. Menggunakan kapal laut menuju Tanjung Priok, lalu dilanjut menggunakan bus AKAP langsung ke Terminal Leuwipanjang. Sepanjang perjalanan, Merry tersenyum saat melihat wajah kesal Dilan. Semua kawan di Bandung yang dihubunginya tidak ada yang menjawab. “Kenapa?” tanya Merry pura-pura tidak tahu. “Entahlah. Tidak ada satu pun kawan yang menjawab,” Dilan menjawab dengan acuh. “Terus?” tanya Merry. “Ya … nanti gimana kalau di Bandung nanti tidak ada tempat menginap?” sergah Dilan dengan nada tinggi. Merry langsung mengusap pundak Dilan, “Jangan khawatir, katanya seorang traveler. Masa dengan hal begitu aja sudah bingung?” Dilan serba salah, “Ya, gak begitu juga. Cuma … gak enak aja.” Merry tertawa, “Kamu seperti yang tidak kenal aku aja.”

YourPrice

Merry dan Dilan bersama #BloggerBDG yang demen banget TRAVELING!

Di Terminal Leuwipanjang Dilan tampak gelisah. Bingung harus kemana dan mau naik apa. Merry langsung menarik lengan Dilan. “Kita naik itu aja,” tunjuknya pada sebuah angkot. “Kamu tahu mau ke mana, kan?” tanya Dilan penasaran. Merry mengangguk mantap, “Aku tahu.” Di atas angkot Merry langsung mengeluarkan smartphone-nya. Ia asyik membuka sebuah aplikasi dan langsung menunjukkan pada Dilan. “Ini rahasianya. Malam ini kita menginap di hotel. Dua bed, kok. Jangan khawatir.” Mata Dilan membelalak. “Tapi ini mahal, Mer.” Merry langsung mendekatkan telunjuknya di depan bibir. “Kata siapa? Aku sudah menawarnya.” Hah! Kali ini mata Dilan memang terlihat membesar, seolah mau keluar. Merry tersenyum dengan penuh kemenangan.

YOUR TRIP, YOUR PRICE

Travelio-1Merry menjelaskan bahwa aplikasi itu bernama Travelio, dengan logo kepala singa jingga di koper merah. Sebuah aplikasi yang diyakini memudahkan masyarakat untuk memesan kamar hotel dengan metode tawar-menawar, terutama bagi masyarakat modern. Tahu sendiri bagaimana ciri dari masyarakat modern ini. Mereka memiliki tingkat mobilitas atau kesibukan yang cukup tinggi. Semua dibuat lebih nyaman dan lebih mudah mengaksesnya di mana pun berada. Bahkan sudah dijelaskan sebelumnya, bisa tawar-menawar. Asyik, kan? Kapan lagi bisa booking hotel sambil menawar harga yang cocok?

Merry memberikan contoh. Ia hanya mencari kota di mana akan menginap. Setelah itu mengetikkan jadwal kapan akan menginap, tepatnya tanggal berapa dan sampai tanggal berapa. Hanya semudah itu. Dalam sekejap, akan terpampang beberapa hotel yang bisa dipilih, dengan rate yang juga tentu berbeda … dan bisa ditawar. Kalau masih belum cocok, masih ada tool ‘filter’ yang lebih spesifik. Misal range harganya yang sesuai dengan isi dompet. Lalu jenis hotelnya apakah mau bintang dua atau bintang lima. Areanya mau di mana agar nanti jalan-jalannya jadi lebih dekat. Setelah itu ya tinggal klik hasilnya. Jelas, proses booking jadi lebih mudah. Tidak harus menggunakan mesin pencari yang akan memakan waktu lama dan belum tentu bisa ditawar.

Travelio-2

Oya, Merry juga menjelaskan bahwa aplikasi Travelio sama dengan mengakses Travelio.com, yaitu travel brand milik PT Horizon Internusa Persada yang bergerak di bidang pemesanan kamar hotel secara online. Konsepnya sederhana, yaitu “booking hotel bisa nawar”. Dan ini jelas yang pertama kali di Indonesia. Travelio.com telah mendapatkan dana investasi dari PT Surya Semesta Internusa, Tbk., sebuah perusahaan lokal yang bergerak di bidang jasa konstruksi, properti, dan perhotelan. Bayangkan, ada sekira 6.000 hotel yang tersebar di berbagai kota di wilayah Asia-Pasifik yang bisa dipilih dengan metode tawar-menawar.

Selain aplikasi Travelio, Merry juga menjelaskan aplikasi “HelloLio” yang sama-sama memiliki fitur unik. Ini juga baru pertama kali ada di Indonesia, terutama terkait pemesanan kamar hotel. HelloLio memiliki fitur chat, book, dan pay langsung. Tim CS Travelio.com tidak hanya akan membantu siapapun melakukan pemesanan kamar hotel dengan metode tawar-menawar, tetapi juga siap untuk memberikan rekomendasi hotel di daerah yang diinginkan. Ada komunikasi yang memudahkan. Siapa pun bisa mengaksesnya. Tinggal mengunduh aplikasi “Travelio” dan “HelloLio” di Google Playstore. Setelah itu nikmati kemudahannya. “Dengan begitu, siapa pun seperti memiliki asisten pribadi yang akan membantunya dalam memesan kamar hotel,” ujar Merry tersenyum. Tinggal “Chat. Book. Stay.

AKHIRNYA….

booking_hotel_bisa_nawar

Merry dan Dilan bisa makan malam juga ^_^

Dilan memasuki kamar hotel dengan mantap. Ia kagum dengan fasilitas kamar hotel yang dipilih Merry. “Mewah, tapi murah,” bisiknya perlahan. Ia tidak percaya bahwa kamar hotel bisa ditawar. Merry sendiri tidak tahan dengan tingkah laku Dilan. Jelas ia suka memperhatikan Dilan secara diam-diam. Dilan merebahkan tubuhnya di kasur. Pandangannya kemudian beralih pada Merry. “Mer, baru kali ini gue menyerah. Gue kalah sama teknologi. Mungkin … sudah saatnya gue harus beli smartphone.” Merry tersenyum, “Bagaimana kalau nanti malam kita cari.” Dilan mengangguk setuju. Ya, detik ini juga ia setuju untuk membeli smartphone, tapi hape pisangnya jelas tidak akan dibuang. Paling tidak gadget barunya itu akan digunakan demi mendukung kesukaannya traveling. Yup, itu alasannya.

Advertisements

2 thoughts on “Jalan-Jalan Jadi Lebih Asyik dengan Travelio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s