Berlayar Sejenak di Porto

It’s time to step down from the stage of life
And enjoy yourself

Ada kalanya di salah satu episode kehidupan, seseorang itu memerlukan kedamaian. “Hening sejenak,” kata seorang kawan yang berprofesi sebagai motivator. Kalau dalam ilmu agama ya ‘muhasabah‘. Mencoba menghindar sejenak dari hingar-bingar kehidupan yang memang tidak pernah ada kata istirahat. Kehidupan yang terus saling mengejar dan saling sikut. Dan manusia memang harus mempunyai ketegasan dalam hidupnya, memiliki jadwal pasti bahwa bagian dari salah satu kehidupannya membutuhkan kedamaian atau ketenangan. Bentuk ini pun bisa bermacam-macam. Ada yang senang kembali ke alam dengan menjelajah pegunungan atau pantai. Bisa juga mengambil makna ‘family time‘ yang tidak hanya sekadar simbolik. Atau … bisa juga memanjakan lidah dan perutnya.

Dilmah-Real-High-Tea-Challenge_01

Entah mengapa sosok itu seperti dibawa ke dunia masa lampau saat berada di Porto, salah satu kafe yang ikut ambil bagian di Dilmah Real High Tea Challenge Cafés & Restaurants Indonesia 2015. Kafe yang berada di Jl. Setiabudi ini memang mengambil tema masa lalu, khususnya pada sebuah tempat bernama pelabuhan. Yup, ‘Porto’ itu sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘pelabuhan’. Beberapa pernak-pernik yang ada di dalam makin menguatkan hal itu. Kapal laut yang persis seperti di film “Pirates of the Caribbean”, kartu pos dan foto-foto klasik, serta beberapa benda yang hanya bisa ditemukan pada zaman dahulu. Porto hadir … seolah ingin mengingatkan bahwa ‘memories‘ atau masa lalu tidak boleh dihilangkan. Kehidupan yang serba modern dan berkesan serba terburu-buru ini sudah selayaknya harus dicubit, diingatkan kembali pada masa lalu yang damai dan tenang. Kurang lebih begitulah yang ditangkap oleh sosok itu.

DILMAH REAL HIGH TEA CHALLENGE

Selain Porto, masih ada 7 (tujuh) kafe atau resto yang mengikuti kompetisi yang diadakan oleh Dilmah Tea ini. Mereka adalah Kirbs, Javana Bristo, The Peak, Cocorico, L’Societe, Chubby Bunny, dan Ozt Cafe. Dari semua tempat tersebut, sayang sekali sosok itu tidak bisa berkunjung ke The Peak, Cocorico, dan Ozt Cafe. Dari sisi desain interior dan eksterior, semua tempat menawarkan ciri khas yang mengasyikkan, mulai dari ciri tradisional sampai ke ranah modern. Dari yang tempatnya kecil tapi apik sampai yang luasnya bikin mata melotot. Namun, sosok itu lebih menyoroti pada menu makanan yang dihidangkan. Suasana bisa mengikuti. Dan 2 (tempat) yang membuatnya ingin kembali lagi adalah Porto dan Kirbs. Porto dengan tagline ‘World Culinary Adventure’ dan Kirbs dengan tagline ‘Tearoom & Pastry’. Mereka semua akan ditantang untuk membuat Afternoon Tea atau Breakfast Tea (minimal).

Dilmah Real High Tea Challenge dimulai pada 2007 dengan tujuan mencari kenyamanan dan ketenangan seperti yang disebutkan di atas. Merril J. Fernando, pendiri Dilmah, mencoba mengembalikan tujuan awal acara High Tea dan sekaligus membuktikan bahwa teh memang minuman nomor dua paling favorit di dunia. Beliau ingin mengembalikan keaslian, kreativitas, dan konektivitas pada teh itu sendiri. Konsep tersebut kemudian diteruskan oleh Dillan C.Fernando (putra sang pendiri) dengan memberi nilai lebih bahwa teh tidak hanya dipandang baik untuk kesehatan ataupun sekadar mempererat hubungan dengan teman/keluarga. “Teh juga dapat menawarkan kemewahan, memanjakan Anda, sekaligus berpadu indah melalui seni gastronomi,” lanjutnya. Dilmah bermitra dengan PT. David Roy Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan Dilmah Real High Tea Challenge Cafés & Restaurants Indonesia untuk kategori kafe dan restoran dimulai dari Jakarta dan Bandung.

Dilmah-Real-High-Tea-Challenge_02

Dua juri yang cantik dan ganteng

Tujuannya apa? Yaitu mengkombinasikan teh dengan tradisi lokal dengan cara menonjolkan seni gastronomi, sekaligus menginspirasi para profesional dalam mencari cara-cara inovatif untuk menggunakan teh sebagai bahan baku di industri F&B. Sebagai juri, terpilihlah Eliawaty Erly (Vice President PT. David Roy Indonesia yang juga Brand Ambassador Dilmah) dan Nanda Young (Celebrity Chef yang pernah bekerja di Ritz Carlton). Mereka berdua akan menilai semua peserta berdasarkan: 1). Hot Tea Pairing Dish (Sweet atau Savory), 2). Mocktail atau Cocktail Pairing Dish (Sweet atau Savory), dan 3). Tea Inspire Cuisine (Food dengan Tea Ingredients). Jelas, ini bukan ajang main-main.

TIGA TEMA PELABUHAN

Dilmah-Real-High-Tea-Challenge_03

Cocotte De Saumon

Demi challenge di atas, Porto sebagai kafe pelabuhan mengusung tiga tema unik. Tema pertama adalah ‘birth‘ atau kelahiran. Mereka menghidangkan Cocotte De Saumon, yaitu cangkang telur ayam yang diisi dengan tartar salmon, croutons, driedradish sprout, telur puyuh yang masih setengah matang, dan caviar. Menu tersebut kemudian dipadupadankan dengan Lapsang Souchong Tea. Konsep hidangan ini ingin menunjukkan bahwa bagian terpenting dalam permulaan kehidupan manusia adalah kelahiran, itulah mengapa bentuknya seperti telur di dalam sarang. Ada kelahiran, ada harapan, ada perjalanan, dan ada petualangan yang bersatu dengan alam. Dari sisi rasa, sosok itu merasa aneh. Mungkin ini hanya masalah selera dimana dia belum terbiasa dengan telur setengah matang dan telur ikan mentah.

Dilmah-Real-High-Tea-Challenge_04Tema kedua adalah ‘wedding‘ atau pernikahan. Mereka menghidangkan Almond Lava Cake, yaitu makanan kue bolu yang disuntik dengan Italian Almond Tea dengan tambahan dark chocolate lava cake yang dipadupadankan dengan koktail peppermint hopper. Koktail ini mengandung krim teh peppermint yang dingin, disatukan dengan cokelat putih, plus liqueur. Memang beralkohol, untuk itulah sosok itu tidak berani mencicipinya. Kalau dari desain jelas amat menggoda, tapi mau bagaimana lagi. Konsep dari hidangan ini adalah bahwa cinta harus disandingkan dengan kehidupan yang menakjubkan. Pernikahan adalah sebuah peralihan dari kehidupan pertama ke kehidupan kedua yang jelas amat berbeda. Ada manis dan ada pahit, tetapi harus dalam lingkaran cinta. Dalam sekali.

Dilmah-Real-High-Tea-Challenge_05

Cod Imperika

Tema ketiga adalah ‘memory‘ atau kenangan. Mereka menghidangkan Cod Imperika, yaitu ikan cod hitam yang sudah di-grill, dipadupadankan dengan roti kering, arugula segar, krim beraroma melati dengan garnish-nya yang cantik, plus siraman black caviar. Konsep ini jelas begitu kuat. Bahwa makanan ini ingin menjadi bagian dari kehidupan seseorang, yang mudah diingat. Inilah saatnya seseorang harus mendalami lagi perannya dalam kehidupan dan kemudian … menikmati hidup. Melati adalah perlambang kebahagiaan tanpa perasaan bersalah. Sekali lagi, lidah sosok itu agak janggal karena ikan cod yang dihidangkan masih setengah matang. Paling tidak, Porto tetap dianggap juara dari segi persiapan dan konsep makanannya. Hal ini memang telah menjadi ciri khas resto ini yang selalu menampilkan tema seasonal edition per empat bulan. Jika sebelumnya bertemakan Rusia maka setelah ini akan bertemakan Amerika. Bukti bahwa pengalaman adalah segalanya, karena memang Porto telah berusia tiga tahun lebih sejak dibuka pertama kali pada 10 Maret 2012.

Tunggu postingan berikut sosok itu tentang Kirbs, Tearoom & Pastry, yang juga menjadi kojo-nya di ajang Dilmah Real High Tea Challenge Cafés & Restaurants Indonesia. Kedua tempat tersebut bukan hanya kuat dari sisi desain tempat, konsep makanan, tetapi juga menunya yang menggugah selera. Nggak sabar, kan?[]

Advertisements

3 thoughts on “Berlayar Sejenak di Porto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s