Fragmen di Fukuoka dan Karatsu

Jepang-01#1 Suasana Masjid An-Nour Fukuoka selepas shalat Subuh berjamaah. Imamnya kali ini dari Syria karena jamaahnya memang mayoritas dari Indonesia, Timur Tengah, Malaysia, dll. An-Nour adalah masjid pertama yang berdiri pada 2009 dan pertama di Pulau Kyushu. Masjid ini diinisiasi oleh Asosiasi Mahasiswa Muslim Universitas Kyushu (KUMSA) selama 11 tahun (1998–2009). Lokasinya tak jauh dari Stasiun Hakozaki.

Jepang-02

#2 Yukata wo kirete kouhei-desu. Suatu kehormatan bisa memakai yukata ini. Yukata ini bisa disewa di Nagasaki Sou dan sosok itu kebetulan akan memakainya ke Karatsu Jo. Ada kepuasan tersendiri bisa memakai pakaian tradisional Jepang ke salah satu istananya.

Jepang-03

Jepang-04#3 Mari mandiii. Ini namanya ‘onsen‘, tempat pemandian air panas. Tampilannya sudah modern. Kita bisa membilas badan/tubuh di sini dengan sabun sampai bersih, biasanya ya telanjang bulat. Baru setelah itu berendam di air panas yang mengandung belerang. Oya, tempatnya ada yang publik dan ada yang privasi/family. Setelah itu ya jalan-jalan tengah malam pakai kaki dari penginapan Nagasaki Sou yg berusia 120 tahun menyusuri trotoar yang gelap dan sepi, tapi insya Allah aman. Belanja di minimarket 24 jam dengan hanya memakai ‘pajama‘ yang berjarak sekira 500 meter dari tempat penginapan.

Jepang-05

#4 Hatomisaki. Sebuah tanjung (misaki) di Karatsu yang dapat dijadikan wisata trekking dengan bukit rumput landai plus bonus angin kencang. Tempatnya romantis dan ada semacam tugu cinta sehingga diplesetkan menjadi Heart-omisaki. Hal yang unik adalah tempat observasi di bawah laut bernama Kaicu Tembodai (berusia sekira 40 tahun) sehingga pengunjung dapat melihat ikan di bawah laut.

Jepang-06Kalau ini sisi lain Hatomisaki. Jadi kalau dari pintu masuk, sebelah kanan adalah pantai berbatu dengan ombak besar, sedang sebelah kiri adalah pantai dengan ombak tenang dan pasir halus yang ingin disentuh telapak kaki.

#5 Jepang memang terkenal dengan keselarasan seni tradisional dan teknologinya. Salah satunya adalah bahwa kran air di wastafel sudah bisa langsung diminum. Jadi, kalau ke Jepang cukup bawa wadah sendiri, tapi boleh beli sendiri di mesin-mesin otomatis dengan harga sekira 140 yen. Ya, harga air mineral memang mahal dibanding jus.

Jepang-07#6 Sosok itu amat bersyukur diberi perjalanan yang insya Allah diberkahi. Keluarga #BloggerFLP yang membukakan pintu, kawan-kawan perjalanan yang menyenangkan sekaligus hanif (Nyoman Heru, Rizaldy, Nunik, Sinta Rani), dan kawan-kawan baru di Jepang yang humble. Dua orang yang paling mengesankannya adalah Mbak Sinta Yudisia yang terus menyuntikkan gelombang semangat dan Dr. Eko Fajar Nur Prasetyo, M.Eng, Ph.D. selaku sponsor. Inilah mengapa sosok itu tidak khawatir tentang kehalalan makanan yang dimakannya selama di Jepang.

Jepang-10

Ustadz Eko adalah ilmuwan muda Indonesia yang sukses di negeri Sakura. Beliau adalah founding father bisnis makanan halal di Jepang (terutama ayam, sapi, sosis) dan satu-satunya pengusaha Jepang yang berhasil mengekspor daging halal ke Timur Tengah. Kecerdasannya terbukti dengan mendapatkan full scholarship dari S1 sampai S3 di Jepang. Kesolehannya juga terbukti dengan aktivitasnya sebagai Pimpinan proyek Masjid An-Nour Fukuoka (masjid pertama di Pulau Kyushu), Direktur Islamic Cultural Center Kyushu (2006-2009), Ketua Fukuoka Islamic Center(2001-2009), dan berani menikah saat masih kuliah tingkat 3.

Jepang-11

Wajar saja jika Ustadz Eko mendapatkan penghargaan seperti Pemenang Asia Pacific ICT Award, BJ Habibie Technology Award on ICT, Indonesian Technology Icon 2011, dan dijuluki Bapak Chip Indonesia. Amat banyak ilmu selama perjalanan ini. Alhamdulillah. Oya, foto di atas berlokasi sebuah lapangan luas untuk berolahraga di bantaran Sungai Chikugo, Kurume.

Jepang-09

#7 Memesan makanan halal di penerbangan internasional sangat mudah, bisa dijelaskan saat memesan tiket atau langsung bilang ke pramugari, “I’m Moslem and I want Halal Food.” Maka akan diberikan makanan yang bertuliskan ‘Moslem Meal‘ atau ‘MOML’. Biasanya akan diberikan terlebih dahulu dibanding penumpang lainnya.

Kalau di Jepang, tentu saja dengan melihat jenis makanannya: bahan utamanya dan bahan-bahan tambahannya. Kalau mau capek dan bisa berbahasa Jepang langsung bilang saja ke pramusaji atau penanggung jawab resto apa yang diinginkan. Insya Allah beberapa restoran sudah tahu. Kalau masih bingung, bisa menggunakan produk Al-Azhar.[]

Jepang-08

Advertisements

4 thoughts on “Fragmen di Fukuoka dan Karatsu

  1. Barakallah buat perjalanannya ya kang. Kereeeen euy. Insya Allah, sebentar lagi saya juga bisa ke Karatsu, doain yaaa…

    >> Insya Allah. Amiiin ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s