Menjadi Spionase di Bea Cukai

Pesawat-08

Sosok itu sungguh beruntung karena selama tiga bulan terakhir ini bisa berapa kali naik pesawat. Ke Sulawesi, Jepang, dan ke Pulau Bintan. Bahkan, waktu ke Jepang sampai dua kali transit. Artinya dia naik pesawat sampai enam kali PP. Pengalaman tak terlupakan, apalagi saat harus berhadapan dengan petugas bandara yang sudah pasti dari Bea Cukai. Secara umum pemeriksaan di semua bandara itu sama, hanya ada beberapa bandara yang khusus memeriksa barang-barang bawaan dengan lebih teliti, khususnya di luar negeri. Jika melepas ikat pinggang baru diberlakukan di bandara di seluruh Indonesia, hal itu sudah dilakukan di luar negeri. Begitu pula dengan laptop yang harus dikeluarkan dari tas saat pemeriksaan di bandara luar negeri.

Pesawat-09Nah, menyaksikan dan mengalamai itu semua, sosok itu jadi teringat dengan peristiwa satu tahun lalu di Bea Cukai Soekarno Hatta (Soetta). Tepatnya pada hari Selasa, 18 November 2014. Tidak ada kejadian yang serius kok, kebetulan saja dia diundang sebagai #BloggerBDG. Untuk menuju ke sana, dia diminta untuk berkumpul bersama kawan-kawan blogger lainnya di Cempaka Mas. Sambil menunggu bus kecil dari Bea Cukai datang, mereka semua menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Ya, kurang afdhol kalau tidak ada acara foto-foto. Hingga akhirnya bus jemputan datang dan mengantarkan mereka semua Bandara Soekarno Hatta, tepatnya langsung masuk ke Aula Gedung B Kantor Bea Cukai. Alunan musik yang dibawakan oleh Soetta Band, grup lokal berseragam dengan dua vokalis perempuan cantik. Oya, sebelumnya juga sempat bertemu dengan salah satu ambassador yang juga cantik #ehm

Masih jelas dalam ingatan betapa sosok itu jalan berdua dengan seorang kawan menuju Kantor Bea Cukai. Mengapa jalan kaki? Itu karena mereka berdua turunya di Terminal Keberangkatan. Jelas salah. Dan karena masih baru menginjakkan kaki di bandara, mereka pun jalan kaki hingga sampai ke Kantor Bea Cukai. Tujuannya adalah mengambil bahan praktikum yang dikirim dari Australia. Bahan tersebut tertahan karena dianggap berbahaya. Mereka membawa surat keterangan dari Kampus ITB bahwa barang yang cuma beberapa gram itu memang untuk tujuan penelitian. Sampai di sana, calo bertebaran di mana-mana, menawarkan jasa agar prosesnya lebih cepat dan mudah. Sosok itu bergeming. Meneruskan prosesnya tanpa menggunakan calo. Meski lama dan melelahkan, akhirnya mereka berdua bisa membawa bahan itu, serta tentu saja harus menebusnya dengan beberapa ratus ribu rupiah. Itu terjadi pada tahun 1998.

Pesawat-10

YUK, MENGENALI BEA CUKAI

Yup, mendengar istilah ‘Bea Cukai’ bagai masyarakat awam jelas ‘mengerikan’. Ribet. Deg-degan. Asa kumaha lamun petugas meminta kita membuka tas yang dibawa. Ada rasa sebal juga. Tapi harus dimaklumin karena memang itu semua demi keamanan. Khususnya kalau ada yang senagaja membawa barang-barang terlarang semacam narkoba. Hiii … serem. Bahkan, dari berita yang pernah dia baca, Indonesia sudah masuk dalam kategori Darurat Narkoba. Untuk itu, Bea Cukai Soekarno Hatta siap bekerjasama dengan Intelijen Luar Negeri. Wow! Pak Okto Irianto, Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, menjelaskan bahwa ada 90 kasus yang berkaitan dengan narkotika jenis methampetamine atau sabu, khususnya dari Cina dan India. Para pelaku semakin cerdik menyelundupkannya, bahkans sampai ada yang ditempelkan di tubuh dan ditelan. Nah, jelas harus lebih ketat lagi kan pengawasan dan pemeriksaannya.

Kembali lagi ke paragraf dua di atas, para blogger yang hadir juga disambut oleh Pak Okto Irianto. Beliau memberikan sambutan dengan tema “Peran DJBC dalam Memaksimalkan Fungsi Pengawasan dan Pelayanan serta Nilai-Nilai Kemenkeu.” Sampai di sini, sosok itu menangkap beberapa poin penting, khususnya apa yang dipaparkan oleh Pak Septian Helmi (Kepala Seksi Penyuluhan Informasi) bahwa fungsi Bea Cukai adalah sebagai pelayanan untuk memproses barang cargo dan barang penumpang. Kalau yang memproses orangnya jelas bagian imigrasi. Poin-poin yang berhasil sosok itu tangkap adalah bebas pungutan impor kalau nilai barangnya maksimal US $250 per orang atau US $1,000 per keluarga, per kedatangan. Tetapi kalau barang dagangan jelas akan terkena pungutan impor. Pembebasan biaya juga diberlakukan kalau membawa maksimal 200 batang rokok, 25 batang cerutu, 10 gram tembakau iris/hasil tembakau lainnya, dan 1 liter minuman beralkohol. Kalau lebih dari itu, jelas terkena pungutan impor.

Pesawat-11

Apa yang terjadi pada kasus sosok itu beberapa belas tahun lalu ternyata sudah dihapuskan, khususnya tentang calo. Saat ini, segala perbaikan sudah dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan Bea Cukai. Sebut saja, mulai dari pengembangan SDM, fasilitas, dan termasuk transparansi transaksinya. Tujuannya tidak lain agar pelayanan benar-benar maksimal dan pengguna jasa merasa nyaman. Oya, perlu diketahui bahwa KPP Bea Cukai Soetta termasuk salah satu bandara tersibuk di dunia, yang berperan aktif dalam penindakan dan pencegahan terhadap penyelundupan narkoba. Jadi, jangan coba-coba untuk menyelundupkan narkoba di dalam baut, mainan anak, hak sepatu, patung, lilin, atau bahkan di dalam produk farmasi. Semua diawasi dengan ketat, salah satunya lewat Control Room di Gedung B. Para blogger tidak diperbolehkan memotret Control Room ini karena bersifat rahasia.

ASYIKNYA BERKELILING BANDARA

Selepas Temu Blogger di aula, sosok itu dan kawan-kawan blogger diajak berkeliling. Yang pertama tentu Control Room yang tempatnya memang bersebelahan. Di sana ada beberapa monitor canggih yang memperlihatkan aktivitas di bandara. Pada saat ke bawah gedung, tepatnya di tempat parkir terlihat keramaian. Ada beberapa wartawan dan juga meja berisi barang-barang aneh. Rupanya akan ada press conferrence “Penggagalan 7 (Tujuh) Kasus Upaya Penyelundupan Narkotika”. Sungguh beruntung para blogger dapat menyaksikannya. Taklama, datanglah para pejabat Bea Cukai dan polisi, lalu lima orang yang sudah berseragam tahanan dengan kepala ditutup kain hitam. Mereka adalah tersangka dari tujuh kasus penyelundupan yang dilakukan oleh WNI maupun WNA. Para WNA tersebut berasal dari Cina, Vietnam, Iran, dan Taiwan. Jelas sekali, bahwa peran KPP Bea Cukai sangat besar dalam menyelamatkan generasi bangsa.

Pesawat-12

Sosok itu dan kawan-kawan blogger kemudian diajak berkeliling bandara. Ini keren. Biasanya dia berkeliling sebagai penumpang pesawat dan hanya bisa melihat sekadarnya, kini dirinya bisa memasuki wilayah-wilayah yang memang terlarang. Beberapa tempat yang dikunjungi adalah ke Perusahaan Jasa Titipan DHL Express, Kantor Tukar Pos Udara, Apron, dan terminal kedatangan internasional. Dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana proses distribusi barang. Mulai turun dari pesawat, ditampung di gudang, pendataan, scanning, dan pelacakan oleh anjing Jerman. Antara DHL Express dan Pos Udara juga secara umum teknis pemilahan dan pemeriksaan barang cenderung sama, hanya memang terlihat lebih profesional yang swasta. Pada saat memasuki terminal kedatangan juga begitu, sosok itu melihat bagaimana tas-tas besar yang masuk bagasi ternyata juga diendus oleh anjing pelacak di bagian belakang. Termasuk melihat bagaimana barang-barang yang di-scan melewati ban berjalan. Kejelian petugas jelas teramat penting.

Pesawat-13

Terakhir, ternyata Bea Cukai Soetta terbuka dengan masyarakat luas. Bahwa setiap orang dapat memperoleh informasi seluas-luasnya terkait kepabeanan dan cukai. Informasi tersebut bisa diperoleh dengan menghubungi Contact Center Bea dan Cukai di 1500225 atau dengan mengunjungi Layanan Informasi yang tersedia di tiap kantor pelayanan bea dan cukai.[]

Advertisements

One thought on “Menjadi Spionase di Bea Cukai

  1. pengalaman yang asik banget bisa melihat secara dekat petugas bea cukai menangkap para penyelundup drugs. Keren mas, thx for share

    >> Pengalaman tak terlupakan.
    Hatur nuhun sudah mampir….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s