Foto Keren Ala Hisense Pureshot

Keindahan itu sederhana
Cukuplah sebuah karya foto yang dipajang
Untuk menunjukkan keindahan bersama-sama

Entah sejak kapan dirinya suka dengan keindahan. SD? Bisa jadi. Pada saat itu dirinya memang suka sekali menggambar dan mewarnai. Entah berapa perlombaan diikutinya meski tidak pernah menang. SMP? Di sinilah dirinya mulai mengenal alat musik genjreng bernama gitar. SMA? Mungkin inilah masa titik baliknya. Sosok itu bergabung dengan tim mading dan juga majalah sekolah, jangan lupa pengalamannya keluar masuk dari satu studio musik ke studio lain plus manggung, termasuk mengikuti beberapa kompetisi nge-band. Setelah kuliah dan mengenal dunia komputer, kemauan dirinya untuk mempelajari seni takterbendung lagi, beberapa software desain dipelajarinya secara otodidak. Hingga akhirnya … tidak ketinggalan dengan fotografi.

Dari pertama belajar, dia menggunakan kamera SLR dengan film yang dipasang manual, lalu mengikuti beberapa lomba foto, hingga akhirnya mengalami perubahan teknologi yang signifikan. SLR tergantikan oleh DSLR. Film biasa yang menghabiskan biaya tidak sedikit, tergantikan oleh film digital yang tidak berbatas lagi. Sosok itu melihat sendiri bagaimana beberapa studio film gulung tikar, termasuk salah satu perusahaan besar asal Jepang yang tutup. Era kamera digital kemudian berkembang lebih lanjut lagi hingga memunculkan teknologi telepon pintar. Gawai yang awalnya hanya bisa untuk menelepon dan sms, kini semakin canggih dengan dunia internet dan juga fotografi. Muncullah istilah Smartphone Photography atau sering disambung menjadi Smartphonetography. Atau bisa jadi ini merupakan istilah darinya? Wallahu’alam.

Dan tentang gawai yang bisa digunakan untuk memotret, sosok itu boleh dibilang terus mencari. Dari yang awalnya bukan kategori smartphone dipilihlah sebuah gawai berkategori K alias kamera. Puas selama lebih setahun dan bisa menggunakan bagaimana memotret yang baik dengan teknik Smartphonetography, dia pun akhirnya berpindah pada merek lain. Teknologinya pun meningkat menjadi smartphone. Sampai akhirnya sosok itu dipertemukan dengan sebuah gawai yang tidak hanya memiliki mata kamera yang memadai tetapi juga jaringan internet yang mumpuni. Nah, inilah yang mau dibahas olehnya di bawah ini.

Hisense-01

SMARTPHONE HISENSE PURESHOT

Ada yang kenal dengan nama Hisense? Belum. Baik. Bagaimana kalau dengan Andromax? Sudah. Nah, Andromax ini adalah salah satu nama brand yang diluncurkan oleh Hisense. Ya, Hisense adalah induk dari Andromax. Dan tahu sendiri—semua orang sudah tahu—kalau brand Andromax digandeng oleh provider Smartfren. Inilah kali pertama produsen smartphone asal Cina itu mengeluarkan produknya dengan nama Hisense, bukan Andromax lagi. Langsung ke pasar terbuka. Providernya pun masih menggandeng Smartfren. Tidak tanggung-tanggung, mereka pun langsung mengeluarkan seri Hisense Pureshot+ yang merupakan Smartphone for Photography dengan fitur kamera 13MP. Wow! Untuk layar yang lebih kecil (hanya berbeda 0,5 inch), mereka juga mengeluarkan Hisense Pureshot yang dicoba oleh sosok itu.

Baik, dia pun melihat spesifikasi teknis dari gawai ini. Satu hal yang membuat matanya membesar adalah beberapa angka dan huruf di jaringan 2G, 3G, dan 4G. Di sana ada GSM 900/1800MHz, CDMA 1x 800MHz, WCDMA 2100MHz, CDMA EVDO 800MHz, FDD B2-B26, sampai TDD B40. Artinya, Hisense Pureshot memiliki kompatibilitas komplet dengan semua operator seluler di Indonesia, khususnya layanan 4G LTE. Jelas kalau sosok itu merasa cocok dengan gawai ini karena bisa dibawa kemana saja tanpa harus merasa kehilangan jaringan. Paling tidak ada beberapa cadangan kalau ada satu jaringan yang hilang. Kartu smartfren pada slot 1 dan kartu GSM provider lain pada slot 2. Ini tentu menenangkan hati karena tidak memerlukan gawai tambahan. Dual SIM card menurutnya penting di era teknologi saat ini. Ringkas dan tidak ribet.

Hisense-02

Foto karya Ferrij Lumoring dengan Hisense Pureshot+

Dalemannya ada Android OS.v.5.0.2 (Lollipop) dengan processor Qualcomm Octa Core A53 (64 bit) SNAPDRAGON 415. Chipset teknologi terbaru dari Qualcomm ini akan membuat performa smartphone lebih maksimal, tampilan grafis yang lebih indah, dan upload/download yang lebih cepat. Memorinya juga dikasih 2GB RAM + 16GB ROM. Cukuplah. Baterai pun sudah disediakan yang 2200mAh meski katanya ini masih kurang ‘nendang’ karena untuk pemakaian blogger sehari-hari biasanya tidak sampai 24 jam. Jadi, powerbank harus selalu siap sedia. Begitu pula keterangan bahwa gawai ini belum mendukung USB On-the-Go (USB OTG) padahal saat ini lagi banyak dicari, khususnya blogger.

Meski begitu, kelebihannya tetap luar biasa. Hisense Pureshot sudah dilengkapi dengan Dolby Digital Plus yang berkualitas ala nonton bioskop. Tinggal matiin lampu kamar, kamu bisa deh nonton film kesukaan dengan tenang karena efek suara yang oke punya. Begitu pula dengan Corning Gorilla Glass 3. Tahu kan apa ini? Yup, inilah teknologi layar gawai yang lebih tangguh terhadap benturan, goresan, dan gesekan 3 kali lipat dari generasi sebelumnya. Sehingga memungkinkan layar gawai ini tetap mulus dan utuh walau terjatuh. Teknologi layar 2,5D juga telah diterapkan yang artinya layar tersebut memiliki sudut melengkung. Kalau tidak percaya, coba saja raba di semua sudut layarnya.

SMARTPHONE FOR PHOTOGRAPHY

Hisense-03Nah, inilah juara dari semua spesifikasi di atas. Sengaja diselipkan di bagian belakang karena sosok itu memang cinta berat dengan dunia fotografi. Hisense Pureshot telah dilengkapi dengan Dual Camera 13 MP (belakang) dan 5 MP (depan) yang masing-masing sudah ada flash-nya. Gawai ini jelas memiliki spesifikasi kamera yang mumpuni sehingga bisa menghasilkan foto yang tajam dan bersih. Noise pun bukan lagi menjadi masalah karena dalam keadaan cahaya minim pun hasil foto masih terlihat detail (tidak berbintik) meski dengan kecepatan tinggi (apalagi ditambah dengan flash). Bagi yang tidak suka dengan layar kecil, gawai ini sudah dianggap ‘besar’ karena layar 5 inch TFT-nya. Hasil memotret bisa langsung dilihat dan kalau perlu diedit atau diulangi lagi. Dengan resolusi 1.280 x 720 piksel tentu akan membuat hasil gambar lebih jernih bahkan ketika akan dicetak di koran atau majalah. Ini persis yang dibutuhkan oleh sosok itu.

Bagi yang awam dengan fotografi, Hisense Pureshot diciptakan untuk memudahkan. Di sana ada fasilitas Auto bagi yang tidak mau ribet dengan berbagai tetek bengek fotografi. Ada fasilitas Macro untuk memotret objek-objek kecil namun tetap jelas dan detail. Ada fasilitas Beauty bagi yang ingin jerawatnya tidak terlihat. Ada fasilitas HDR yang berkelas super. Ada fasilitas Audio Note bagi yang ingin memasukkan unsur suara dalam fotonya. Ada fasilitas Night agar foto malam tidak menjadi muram, termasuk fasilitas Night-Pro yang jelas makin menunjukkan kelas kameranya yang super. Ada pula fasilitas PPT Mode yang tampaknya bisa dijadikan acuan untuk membuat background slide. Kelebihan Hisense Pureshot di bidang fotografi dibanding smartphone lainnya adalah fasilitas Baby Mode. Mengapa? Ini karena begitu sulitnya memotret bayi. Sehingga dengan fasilitas ini, akan muncul suara yang membuat bayi teralihkan dan kamera langsung otomatis memotret saat sang bayi sudah benar-benar ‘menyetor’ wajahnya yang lucu. Jadi lebih mudah, kan?

Hisense-04

Tentu tidak afdhol kalau sosok itu tidak mencoba sendiri. Satu hal yang paling disukainya di dunia fotografi sebenarnya adalah dengan tema ‘landscape’ dan ‘human interest’, hanya karena belum ada waktu untuk ‘hunting’ maka sementara ini dia mencoba memotret dengan tiga fasilitas, yaitu macro, beauty, dan pada cahaya rendah. Yang diharapkan pada fasilitas macro pertama kali adalah hasil yang ‘bokeh’. Maksudnya latar belakang objek diusahakan menjadi blur. Apalagi dengan fasilitas 13MP dengan bukaan f/2. Ini bukan fasilitas main-main. Hasilnya bisa dilihat sendiri di atas. Objek mainan Kungfu Panda lebih terlihat cekas dengan latar dedaunan yang bokeh (meski harusnya latar daun agak dijauhkan). Fasilitas macro juga diujicoba pada cahaya rendah di malam hari. Objeknya sendiri adalah Al-Quran yang berukuran 8,5 x 12,5 cm dengan tinggi huruf hanya 0,5 cm. Hasilnya sila lihat di atas. Sosok itu sendiri merasa puas.

Hisense-05

Lalu bagaimana dengan fasilitas beauty? Yup, kebetulan objek yang bersedia dijadikan ‘korban’ adalah sang belahan jiwa yang mau berangkat kerja. Pencahayaan cukup alami saja, meski sebenarnya sudah tidak pas untuk memotret orang karena sudah lewat pukul 9.00. Cahayanya begitu terik. Namun untuk mengetahui hasilnya, tentu lebih baik dicoba dulu. Dan hasilnya adalah seperti yang terlihat pada foto di atas. Sosok itu juga mencoba membesarkan objek, terutama pada bagian wajah dan lihat sendiri bagaimana kualitasnya meski difoto dari jarak 2 meter. Detail wajahnya masih terlihat jelas dan tentu saja oke punya. Dia puas dengan hasil ini. Kalau dibandingkan dengan kamera spesifikasi sejenis dari merek lain, jelas bahwa Hisense Pureshot jauh lebih murah tetapi tidak menjadikannya murahan. Apalagi dengan dukungan jaringan 4G LTE yang mengalahkan semua jaringan yang ada. Teknologi LTE telah menghilangkan sekat GSM dan CDMA. Untuk kecepatannya sendiri, dia mencoba pada pagi dan malam hari dengan lokasi yang sama yaitu di Komplek GBA Barat Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Hasilnya bisa dilihat sendiri. Jelas, puas banget. Perbedaan kecepatan menunjukkan betapa pada pukul 19.40 malam terdapat banyak pengguna (5,12 Mbps) jika dibanding pada pukul 10.30 pagi (12,46 Mbps).

Hisense-06

KELEBIHAN LAINNYA + KOMUNITAS

Insya Allah lain waktu akan di-share tentang fasilitas fotografi yang belum dibahas di sini, paling tidak nanti akan ditampilkan di Instagram @bangaswi. Fasilitas lain yang tidak pernah terlepas dari sosok itu adalah printscreen. Jangankan di HP, di laptop saja fasilitas itu begitu penting karena beberapa gambar tidak bisa di-save begitu saja, harus di-capture langsung pada layarnya. Nah, biasanya pada gawai yang sebelumnya pernah dipakai selalu menggabungkan dua tombol seperti power dan volume. Beberapa menggunakan tombol home. Untuk beberapa kasus terlalu sering menggunakan tombol-tombol itu cenderung akan mengurangi kualitasnya. Alhamdulillah ternyata Hisense Pureshot memberikan alternatif selain menekan tombol-tombol itu. Caranya, dengan menarik layar notif dari atas, lalu pencet ikon ‘ScreenShot’. Jelas ini keren. Gak rumit.

Begitu pula untuk mematikan layar dengan cara sederhana selain menekan tombol power. Ini memang baru bagi sosok itu. Caranya bisa tinggal mengetuk tombol home di bawah layar sebanyak dua kali atau dengan menekan tombol home agak lama. Namun untuk mengaktifkannya harus di-setting dulu gawainya. Coba deh masuk ke settings > general settings > buttons, lalu pilih long press action di bagian home button. Ini belum selesai, selanjutnya pilih turn screen off. Untuk menyalakan dari layar gelap/hitam juga bisa dilakukan tanpa memencet tombol power, hanya cukup dengan mengetukkan jari dua kali di permukaan layar. Gampang banget. Cara mengaktifkannya masuk saja ke settings > general settings > motions and gestures > motions > double tap to awake. Masih belum selesai, geserlah tombol ke kanan sampai berubah warna menjadi hijau. Itu saja. Setelah itu tidak ada lagi istilah harus memencet tombol power. Tentu akan mengurangi kinerja tombol tersebut agar menjadi lebih awet lagi. Coba saja.

Hisense-07

Hisense Pureshot memang keren. Tidak ada istilah tersendat atau nge-hang. Semua berjalan baik-baik saja dan mulus. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan tentang semua produk Hisense atau Smartfren, ada #SmartfrenCommunity yang kebetulan diadakan gathering-nya Kamis kemarin (26/11) di Bandung. Komunitas jelas begitu penting keberadaannya karena bisa menghubungkan antara pelanggan dengan produsen. Antarpelanggan yang tergabung di dalam komunitas itu juga bisa saling berbagi. Sosok itu sendiri dalam twit @bangaswi memberikan masukan terhadap komunitas, seperti perlunya mendirikan pehobi smartphonetography yang dikhususkan pada produk Hisense Pureshot. Atau perlunya markas atau tempat nongkrong di Bandung bagi #SmartfrenCommunity jadi tidak melulu ketemu di dunia maya saja. Kapan-kapan juga bisa diadakan touring bersama dengan kendaraan yang disepakati untuk mengetes jaringan. Tidak usah terlalu luas cakupannya, sementara bisa anggota komunitas yang ada di Bandung saja. Sambil touring tentu lebih asyik lagi dengan konsep outing gathering yang dijamin makin mempererat para anggota komunitas. Nah, kira-kira dari Smartfren bisa tidak memfasilitasinya?[]

Advertisements

7 thoughts on “Foto Keren Ala Hisense Pureshot

  1. kok punya saya kameranya blur. kalo objek jauh blur dan kalo dideketin jelas. kenapa y???

    >> Tinggal diatur saja fokusnya dengan cara diketuk pada objek yang dimaksud….

  2. akhirnya aku genggam juga kau.. mantappppp, walaupun blm di apa-apain, cuma baru di elus elus, lngsng di carger z… besok pagi tinggal di coba-coba.

    >> Nanti direview ya hasilnya bagaimana hehe….

  3. punyaku kog kamera blakang ya jadi blur ya? kalo mau foto objek jauh,tapi kalo objek deket fokus,dan backhround nya blur,udah aku tekan layar nya tetep gakmau fokuss

    >> Tinggal fokusnya aja. Coba diulang lagi karena memang suka begitu. Caranya keluar dari kamera terus pencet lagi kameranya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s