Berdamai dengan Alam di Maribaya Resort

Pagi masih malu. Tidak perlu bergegas untuk berjalan menuju ujung Gang Wakaf. Suara alam masih terdengar jelas meski di kota. Burung-burung, siuran angin, gemerisik dedaunan, dan juga aktivitas manusia yang terasa segar di pagi hari. Sampai di tempat yang dituju, Sandra sudah menunggu bersama beberapa tukang ojek yang memang biasa mangkal. “Baru juga sampai,” katanya tersenyum. Sosok itu pun mengangguk dan meneruskan percakapan. Mereka berdua kemudan bergerak di atas motor, menembus lalu lintas Kota Bandung yang masih sepi. Tidak butuh lama untuk sampai ke Jl. Batik Kumeli No. 23. Belum ada siapa-siapa di sana kecuali Kang Edo yang memang terbilang rajin, hingga kemudian muncullah Nchie dan Efi, para #BloggerBDG yang memang sudah janjian.

Resort01

Tak terbayangkan jika melewati jalan biasa, karena kondisi liburan menjelang Hari Natal jelas membuat simpul-simpul kemacetan di jalan raya, apalagi kalau itu satu-satunya jalan menuju tempat wisata. Untunglah pada hari Rabu itu (23/12/2015) rombongan mobil yang mengangkut para blogger dan beberapa perwakilan media pers konvensional melewati jalur alternatif, yaitu Jl. Cigadung Raya Barat – Jl. Dago Giri – Jl. Buniwangi – Jl. Panorama. Alhamdulillah tidak membutuhkan waktu lama, tidak lebih dari satu jam. Dan akhirnya … Maribaya Natural Hot Spring Resort berdiri gagah di sana. Itulah tujuan wisata yang akan dijelajahi oleh para Blogger Bandung yang memang diundang via PASS17.

MARIBAYA NATURAL HOT SPRING RESORT

Resort02Bagi yang pernah ke Maribaya beberapa tahun lalu, pasti mengenal dengan tempat ini yang dikenal dengan pemandian air panas dan beberapa curugnya. Masyarakat yang senang trekking dijamin akan lebih nyaman menuju lokasi ini melalui Dago Pakar, karena memang suasana alamnya begitu terasa jika dibandingkan langsung lewat jalur kendaraan biasa. Bagi yang suka bersepeda selain lewat Dago Pakar, juga bisa melewati Warung Bandrek untuk menuju ke sana. Nah, tempat yang dulu dikelola oleh pemerintah daerah tersebut telah berubah. Maribaya Resort kini manajemennya dikelola oleh PT Akurasi Kuat Mega Indonesia dengan konsep yang tentu saja semoga menjadi lebih baik lagi dan jauh lebih menarik. Beberapa perubahan juga terlihat pada infrastruktur, sarana dan prasarana, namun tetap mengedepankan sifat alaminya. Dengan luas area 6 hektar dan area parkir 2 hektar, Maribaya Resort akan memanjakan pengunjungnya dengan beberapa fasilitasnya yang jauh lebih banyak. Dari tempat parkir, telah tersedia mobil golf yang agak besar untuk mengantarkan pengunjung langsung ke lokasi wisata. Sosok itu pun berusaha mencari tahu lebih dalam lagi.

Resort03
tempat menjual souvenir yang artistiknya keren

Oya, bagi yang belum tahu lokasinya … Maribaya Resort terletak di Kecamatan Lembang yang jaraknya 5 km dari Kota Lembang ke sebelah timur atau 22 km dari pusat kota Bandung. Kalau dari Pasar Lembang bisa langsung berbelok ke kiri, kalau dari arah Punclut bisa langsung berbelok ke kanan. Tempat ini terletak di atas ketinggian seribu meter di atas permukaan laut, pada sebuah lembah yang mempunyai sumber air panas mineral belerang. Sumber air panas ini suhunya mencapai lebih dari 40 derajat Celcius dengan temperatur udara rata-rata 10-20 derajat Celcius. Mengasyikkan, bukan? Tempat ini terletak di sebuah perkampungan kecil di kaki Gunung Masigit dan dialiri Sungai Cigulung dan Sungai Cikawari. Pada kedua sungai tersebut terdapat tiga air terjun, yaitu Curug Cikawari, Curug Cigulung, dan Curug Cikoleang. Hmmm … jelas akan memanjakan mata semua pengunjung yang haus akan wisata alam.

Resort04
Nchie dan Efi bergaya di Jembatan Eyang Raksa Dinata

Pada saat memasuki gerbangnya yang sudah berubah total, sosok itu disambut oleh para karyawan Maribaya Resort yang sigap. Dia bersama kawan-kawan #BloggerBDG juga dipersilakan untuk mengikuti lomba foto sehingga langsung diberikan kaos sebagai tanda peserta. Setelah bersalin di kamar mandi yang terletak di antara Food Court Langlang Buana dan Mushola, dia pun langsung tertarik dengan bangunan yang menjual cindera mata karena atapnya terbuat dari ranting pohon. Benar-benar alami. Apalagi di halaman sampingnya juga terdapat patung kuda yang terbuat dari potongan kayu yang disusun sedemikian rupa. Kawan-kawan cewek Blogger Bandung pun langsung tergoda matanya oleh keindahan artistik Jembatan Eyang Raksa Dinata yang langsung terhubung pada Diorama dengan tulisan Grand Opening Maribaya Natural Hot Spring Resort.

Resort05Setelah itu terdapat Talaga Giri di sebelah kanan, kolam pemancingan bagi para pengunjung yang memang gemar memancing. Sementara di sebelah kiri terdapat beberapa foodcourt yang makannya bisa mengambil tempat di beberapa Saung Iteung yang telah disediakan. Dan jalan pun bercagak dua. Pada bagian tengahnya terdapat Tirta Wening, kolam renang yang memang disediakan untuk pengunjung anak-anak maupun dewasa. Airnya jelas-jelas hangat. Ada juga satu kolam berendam karena airnya lebih dari sekadar hangat. Kalau mengambil jalan ke kiri, pengunjung akan melewati jalan setapak terbuat dari kayu bernama Tapak Halimun. Dari sini, pemandangan indah Maribaya Resort dapat terlihat secara lengkap karena letaknya memang paling atas, dan bisa dilanjut melewati jembatan tali. Kalau mengambil jalan ke kanan, pengunjung akan berjalan turun melewati kelok gang bersisian dengan Sungai Cigulung hingga bertemu dengan Curug Cigulung. Bagi yang suka dengan olahraga ekstrem, pengunjung bisa mencoba adrenalinnya di Curug Cigulung dengan cara melompat ke dalam sungai atau memanjat dengan bantuan tali yang telah disediakan.

Resort06

MARIBAYA RESORT RESMI DIBUKA

Sosok itu mengambil nafas dalam-dalam. Segar sekali … udara pegunungan begitu memanjakan paru-parunya yang terbiasa menghirup asap polusi di kota. Selama berjalan mengelilingi area Maribaya Resort bersama kawan-kawan #BloggerBDG, dia begitu dimanjakan oleh pemandangan indah dan suara alam. Kakinya bergerak tanpa henti, seolah tidak ingin melewatkan semua tempat yang ada di sana, tangannya juga terus mengarahkan kameranya pada objek-objek yang menarik untuk diabadikan. Taman bermain anak yang laksana bukit teletubbies mini membuatnya teringat pada anak-anak di rumah, begitu pula dengan area memanjat dari tali tambang. “Dijamin Adik Anik bakalan suka banget di sini,” bisiknya lembut. Belum arena bermain (Kids Club) yang jauh lebih luas dan lebih lengkap di bagian belakang, tepat setelah Bale Piton yang bentuknya semacam amphitheatre alam. Tempat yang akan dijadikan beberapa pertunjukan seni.

Resort07
Nchie bersantai di Twig Cafe

Lapar? Jangan khawatir, karena selain beberapa foodcourt yang memang sudah tersedia di area depan dan tengah, juga ada Twig Cafe yang eksklusif. Siapa pun bisa sekadar ngopi atau makan berat dengan memandangi Curug Cigulung yang berada tepat di sebelahnya. Menyaksikan kehebatan beberapa orang yang adrenalinnya seolah tak habis-habis. Kalau sudah kenyang, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Tirta Raga untuk memanjakan tubuhnya di kamar rendam, semacam bathtub berisi air panas. Atau bisa juga ke Tirta Sawarna, kolam VIP yang desainnya bergaya Jepang. Benar-benar dimanjakan. Belum rencana pengembangan lebih lanjut di sebelah Curug Cikawali dan Curug Cikoleang. Rencananya akan dibuat semacam Adventure Land yang tentunya cocok untuk pengunjung yang gemar membuang hormon adrenalinnya. Termasuk beberapa penginapan agar konsep resort benar-benar paripurna. Yang pasti, sosok itu merasa kakinya menjadi lebih bertenaga dan akhirnya nyut-nyutan karena lelah berjalan. Bolak-balik ke beberapa tempat karena begitu asyiknya menjelajahi Maribaya Resort yang adem ayem.

Resort08
Tirta Raga dan jembatan tali yang bisa diakses dari Tapak Halimun
Resort09
Tirta Sawarna yang menenangkan. Inset: Curug Cikawali

Di Bale Piton, Bupati Bandung Barat Abu Bakar meresmikan Maribaya Natural Hot Spring Resort dengan membubuhkan tanda tangan sekaligus menanam/menyiram pohon dan melepas beberapa burung sebagai simbol bahwa Maribaya Resort peduli pada kelestarian alam. Manusia dan alam memang sepantasnya untuk hidup berdampingan. Manusia tidak punya hak untuk mengeksploitasi alam secara berlebihan. Alam juga memiliki hak untuk terus hidup dan berkembang dengan sendirinya. Salah satunya adalah manusia harus membuat konsep wisata dimana alamnya harus benar-benar dijaga dan dilestarikan. Maribaya Natural Hot Spring Resort telah membuktikan hal tersebut. Makanya tak heran kalau pihak manajemen mengerahkan banyak orang untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di Sungai Cigulung dan Cikawali agar para pengunjung bisa melihat dengan mata sendiri betapa menyegarkannya pikiran saat bisa melihat kembali sungai yang bersih dan bisa dijadikan tempat untuk melakukan berbagai aktivitas. Blogger Bandung yang diwakili oleh sosok itu, Nchie, Kang Edo, Efi, dan Sandra merasa bersyukur telah diundang dan menikmati semua sajian yang telah diceritakan di atas. Alhamdulillah.[]

Resort10

Tambahan: Maribaya Resort beralamat di Jl. Maribaya No. 105/212 Lembang. Pengunjung dikenakan tiket masuk Rp35.000 per orang. Biaya Ini di luar tiket masuk setiap wahana yang ada di dalam. Misalkan saja untuk kolam kaki atau foot spa bersama, pengunjung akan dikenai biaya Rp30.000 per orang. Khusus untuk anak-anak ada Kid’s Club dengan ragam permainan anak dikenakan biaya Rp10.000 per anak.

Advertisements

4 thoughts on “Berdamai dengan Alam di Maribaya Resort

  1. Paling suka spot Tapak Halimun dan curug nih. Kapan-kapan pengen ke sana lagi menjajal wahana lain seharian dari pagi sampe sore *siapin krim tabir surya bia ga kebakar hehehe*

    >> Aihhh … tabir surya ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s